wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

AKM literasi 1 Kelas 5

Total questions: 15

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Kuda laut merupakan hewan laut yang memiliki kepala seperti bentuk kepala kuda dan moncong yang panjang. Ukuran tubuh kuda laut juga bervariasi, bisa mencapai sekitar 35 cm. Meskipun merupakan hewan laut, kuda laut ini buruk dalam berenang. Ia memiliki kecepatan berenang sangat lambat. Ini disebabkan oleh keunikan bentuk tubuhnya yang tegak. Keunikan tubuhnya yang tegak juga membuat ia berenang secara vertikal, bukan horisontal seperti ikan lainnya. Selain keunikan pada tubuhnya, kuda laut juga ternyata memiliki cara berkembang biak yang unik.


Kuda laut betina meletakkan telur-telurnya ke dalam kantung yang terletak di perut kuda laut jantan. Kuda laut jantan juga membawa telur-telur itu ke mana pun ia pergi. Setelah beberapa lama, tibalah waktunya melahirkan. Kuda laut jantan membuka kantung di perutnya, kemudian ratusan bayi kuda laut berhamburan ke laut. Sayangnya, dalam ratusan kelahiran bayi kuda laut, hanya beberapa saja dapat bertahan hidup hingga dewasa dan berkembang biak. Populasi kuda laut terus menurun akibat pemangsa, polusi, perusakan habitat, dan perdagangan secara ilegal.


Pilihlah pernyataan yang sesuai dengan teks.

a)

Kuda laut berkembang biak dengan cara bertelur.

b)

Kuda laut memiliki kemampuan berenang yang buruk.

c)

Kuda laut memiliki bentuk kepala seperti kuda dan moncong yang pipih.

d)

Semua kuda laut memiliki ukuran tubuh yang sama, yaitu sepanjang 35 cm.

e)

Kuda laut jantan membawa telur-telur mereka ke mana saja mereka pergi.

2.

Pilihlah fakta yang sesuai dengan informasi yang disebutkan dalam infografik.

a)

Indonesia berada pada peringkat ke-2 sebagai penyumbang sampah ke laut terbesar di dunia.

b)

Lebih dari 50 ribu sampah plastik mengapung di setiap mil persegi laut Indonesia.

c)

Lebih dari 200 juta ton sampah dibuang ke laut Indonesia setiap tahunnya.

d)

Lebih dari setengah jumlah sampah di laut Indonesia adalah plastik.

3.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta sekarang memiliki robot canggih. Robot itu disebut Dok-Ing MVF-3. Bentuknya seperti mobil. Fungsinya memudahkan pekerjaan para petugas pemadam kebakaran. Robot ini telah diuji coba di Pusdiklatsar Ciracas, Jakarta pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2020.


Robot ini dapat dikendalikan dari jarak 1,5 km dengan menggunakan pengendali jarak jauh. Cara tersebut memudahkan petugas jika ada titik api yang sulit dijangkau atau berbahaya. Kebakaran yang terjadi di area pabrik, SPBU, atau tempat-tempat berbahan kimia lainnya dapat diminimalisasi dengan robot Dok-Ing MVF-3. Dengan robot Dok-Ing MVF-3, api akan lebih mudah dipadamkan dan potensi ledakan yang dihasilkan dari bahan-bahan kimia dapat diminimalisasi.


Robot canggih ini dilengkapi dengan GPS dan kamera. Kamera yang digunakan adalah kamera anti air dan kuat dalam berbagai kondisi. Sang operator dapat memantau keberadaan robot tersebut dengan menggunakan GPS dan melihat kawasan yang sedang dipadamkan melalui kamera.


Robot ini sangat kuat. Dia dapat menampung 2500 liter air dan 500 liter busa. Robot ini juga bisa menyemprotkan air sejauh 55 meter dan dapat menyemprotkan busa sejauh 45 meter. Beban yang dapat ditariknya adalah 6 ton, beban yang dapat didorong mencapai 10 ton.


Robot pemadam kebakaran Dok-Ing MVF-3 dapat dikendalikan dari jarak 1,5 km menggunakan pengendali jarak jauh. Hal tersebut berfungsi untuk …

a)

Menunjukkan bahwa robot ini memiliki fitur yang sangat canggih.

b)

Membantu pemantauan robot menggunakan GPS.

c)

Memudahkan petugas jika ada titik api yang sulit dijangkau atau berbahaya.

d)

Meningkatkan keselamatan warga DKI Jakarta.

4.

Hakim yang Adil

Seorang raja Aljazair bernama Bauakas ingin mengetahui sendiri, apakah benar yang dikatakan orang-orang kepadanya, bahwa di salah satu kotanya terdapat seorang hakim yang adil. Dia akan segera tahu kebenaran dan tak seorang penipu pun dapat berlindung darinya. Bauakas kemudian menyamar sebagai pedagang dan pergi menunggang kuda ke kota, di mana tinggal sang hakim. Dalam perjalanan ke kota, Bauakas dihampiri seorang cacat dan meminta sedekah. Bauakas memberinya sedekah dan bermaksud melanjutkan perjalanan, tetapi orang cacat itu malah memegangi baju Bauakas.

“Kamu mau apa?” Tanya Bauakas. “Bukannya saya telah memberimu sedekah?”

“Anda memang sudah memberi sedekah,” kata si cacat, tetapi buatlah lagi kebaikan, antarkan saya dengan kudamu sampai di alun-alun, kalau tidak kuda-kuda dan unta-unta akan menggilasku,”

Bauakas mendudukkan si cacat di belakangnya dan mengantarkannya ke lapangan. Sesampai di alun-alun Bauakas menghentikan kudanya. Tetapi pengemis tersebut tidak mau beranjak turun.

Bauakas berkata, ”Kenapa duduk saja, turunlah, kita sudah sampai.”

Tetapi pengemis itu berkata, “Buat apa turun, kuda ini milik saya, kalau kamu tidak mau baik-baik menyerahkan kuda ini, kita pergi ke pengadilan saja.”

Orang-orang berkumpul di sekeliling mereka dan mendengar. Kemudian semua berteriak, “Pergilah ke hakim, dia akan mengadili kalian”. Merekapun pergi menemui sang hakim. Di sana sudah ada orang[1]orang dan hakim memanggil seuai giliran. Sebelum tiba giliran Bauakas, hakim memanggil seorang terpelajar dan seorang petani, mereka diadili karena masalah istri. Si petani bilang bahwa itu istrinya, tetapi orang terpelajar mengatakan bahwa itu istrinya. Hakim mendengar mereka, diam sejenak dan berkata, ”Tinggalkan wanita ini pada saya, dan kalian kembalilah besuk”.

Ketika mereka pergi, masuk tukang daging dan tukang minyak. Tukang daging bajunya penuh darah, sedangkan tukang minyak penuh minyak. Tukang daging memegang uang di tangannya, dan tukang minyak memegang tangan si tukang daging. Tukang daging berkata: ”Saya membeli minyak dan ketika saya mengeluarkan kantung uang untuk membayarnya, dia malah menangkap tangan saya hendak merampas uangku. Karena itulah kami datang kepadamu. Saya memegang uang, dan dia memegang tangan saya. Tetapi uang ini milik saya, sedang dia pencuri.”

Si tukang minyak berkata, ”Itu tidak benar. Tukang daging datang kepada saya untuk membeli minyak. Ketika saya menuangkan satu kendi untuknya dia meminta saya untuk menukar uang emas. Saya mengeluarkan uang dan meletakkannya di atas bangku, tetapi dia mengambil uang tersebut dan bermaksud lari. Saya menangkap tangannya dan membawanya ke sini.”

Hakim itu diam dan berkata, “Tinggalkan uang ini di sini dan kembalilah besuk”.

Ketika giliran Bauakas dan pengemis, Bauakas menceritakan bagaimana duduk persoalannya. Hakim mendengarkannya dengan seksama dan bertanya kepada si pengemis, “Benar itu?” Pengemis berkata, “Itu semua tidak benar”

“Tentang uang si tukang daging saya mengetahuinya dengan cara saya letakkan uang di air dalam cangkir dan pagi ini saya memeriksanya, apakah muncul minyak dipermukaan airnya. Kalau uang itu memang milik si tukang minyak, maka uang tersebut akan terbungkus minyak dari tangan si tukang inyak. Ternyata di air tersebut minyak tidak ada, itu artinya, si tukang daginglah yang berkata benar”

“Tentang kuda, agak sulit mengetahuinya. Si pengemis, seperti juga kamu, dapat saja menunjuk kuda dengan tepat. Namun tentu saja tidak hanya sekedar mengenali atau tidak mengenali kuda saya membawa kalian berdua ke kandang kuda, akan tetapi, supaya dapat melihat siapa dari Anda berdua yang dikenali oleh kuda. Ketika engkau mendekatinya kuda itu, dia memalingkan kepalanya dan bergerak pelan kepadamu. Namun saat pengems menyentuhnya, kuda itu menjepit telinga dan menaikan kakinya. Karena itulah saya tahu bahwa engkaulah pemilik kuda sebenarnya.

Lalu Bauakas berkata, “Saya bukanlah pedagang, saya adalah Raja Bauakas”. Saya datang ke sini untuk melihat benarkah yang dikatakan orang tentang diri Anda. Sekarang saya melihat sendiri, bahwa Anda hakim yang bijaksana. Mintalah kepada saya apa yang Anda inginkan, saya akan memberi Anda hadiah.” Hakim itu berkata, “Saya tidak perlu penghargaan, saya sudah bahagia bahwa paduka raja memuji saya.”


Mengapa Bauakas menyamar dan tidak ingin dikenali orang?

a)

A. Dia ingin melihat apakah dia masih akan ditaati ketika dia menjadi orang "biasa".

b)

B. Dia berencana untuk hadir dalam sebuah kasus di hadapan hakim, menyamar sebagai pedagang.

c)

C. Dia senang menyamar sehingga dia bisa bergerak bebas dan mempermainkan subjeknya.

d)

D. Dia ingin melihat hakim bekerja dengan caranya yang biasa, tidak terpengaruh oleh kehadiran raja.

5.

Hakim yang Adil

Seorang raja Aljazair bernama Bauakas ingin mengetahui sendiri, apakah benar yang dikatakan orang-orang kepadanya, bahwa di salah satu kotanya terdapat seorang hakim yang adil. Dia akan segera tahu kebenaran dan tak seorang penipu pun dapat berlindung darinya. Bauakas kemudian menyamar sebagai pedagang dan pergi menunggang kuda ke kota, di mana tinggal sang hakim. Dalam perjalanan ke kota, Bauakas dihampiri seorang cacat dan meminta sedekah. Bauakas memberinya sedekah dan bermaksud melanjutkan perjalanan, tetapi orang cacat itu malah memegangi baju Bauakas.

“Kamu mau apa?” Tanya Bauakas. “Bukannya saya telah memberimu sedekah?”

“Anda memang sudah memberi sedekah,” kata si cacat, tetapi buatlah lagi kebaikan, antarkan saya dengan kudamu sampai di alun-alun, kalau tidak kuda-kuda dan unta-unta akan menggilasku,”

Bauakas mendudukkan si cacat di belakangnya dan mengantarkannya ke lapangan. Sesampai di alun-alun Bauakas menghentikan kudanya. Tetapi pengemis tersebut tidak mau beranjak turun.

Bauakas berkata, ”Kenapa duduk saja, turunlah, kita sudah sampai.”

Tetapi pengemis itu berkata, “Buat apa turun, kuda ini milik saya, kalau kamu tidak mau baik-baik menyerahkan kuda ini, kita pergi ke pengadilan saja.”

Orang-orang berkumpul di sekeliling mereka dan mendengar. Kemudian semua berteriak, “Pergilah ke hakim, dia akan mengadili kalian”. Merekapun pergi menemui sang hakim. Di sana sudah ada orang[1]orang dan hakim memanggil seuai giliran. Sebelum tiba giliran Bauakas, hakim memanggil seorang terpelajar dan seorang petani, mereka diadili karena masalah istri. Si petani bilang bahwa itu istrinya, tetapi orang terpelajar mengatakan bahwa itu istrinya. Hakim mendengar mereka, diam sejenak dan berkata, ”Tinggalkan wanita ini pada saya, dan kalian kembalilah besuk”.

Ketika mereka pergi, masuk tukang daging dan tukang minyak. Tukang daging bajunya penuh darah, sedangkan tukang minyak penuh minyak. Tukang daging memegang uang di tangannya, dan tukang minyak memegang tangan si tukang daging. Tukang daging berkata: ”Saya membeli minyak dan ketika saya mengeluarkan kantung uang untuk membayarnya, dia malah menangkap tangan saya hendak merampas uangku. Karena itulah kami datang kepadamu. Saya memegang uang, dan dia memegang tangan saya. Tetapi uang ini milik saya, sedang dia pencuri.”

Si tukang minyak berkata, ”Itu tidak benar. Tukang daging datang kepada saya untuk membeli minyak. Ketika saya menuangkan satu kendi untuknya dia meminta saya untuk menukar uang emas. Saya mengeluarkan uang dan meletakkannya di atas bangku, tetapi dia mengambil uang tersebut dan bermaksud lari. Saya menangkap tangannya dan membawanya ke sini.”

Hakim itu diam dan berkata, “Tinggalkan uang ini di sini dan kembalilah besuk”.

Ketika giliran Bauakas dan pengemis, Bauakas menceritakan bagaimana duduk persoalannya. Hakim mendengarkannya dengan seksama dan bertanya kepada si pengemis, “Benar itu?” Pengemis berkata, “Itu semua tidak benar”

“Tentang uang si tukang daging saya mengetahuinya dengan cara saya letakkan uang di air dalam cangkir dan pagi ini saya memeriksanya, apakah muncul minyak dipermukaan airnya. Kalau uang itu memang milik si tukang minyak, maka uang tersebut akan terbungkus minyak dari tangan si tukang inyak. Ternyata di air tersebut minyak tidak ada, itu artinya, si tukang daginglah yang berkata benar”

“Tentang kuda, agak sulit mengetahuinya. Si pengemis, seperti juga kamu, dapat saja menunjuk kuda dengan tepat. Namun tentu saja tidak hanya sekedar mengenali atau tidak mengenali kuda saya membawa kalian berdua ke kandang kuda, akan tetapi, supaya dapat melihat siapa dari Anda berdua yang dikenali oleh kuda. Ketika engkau mendekatinya kuda itu, dia memalingkan kepalanya dan bergerak pelan kepadamu. Namun saat pengems menyentuhnya, kuda itu menjepit telinga dan menaikan kakinya. Karena itulah saya tahu bahwa engkaulah pemilik kuda sebenarnya.

Lalu Bauakas berkata, “Saya bukanlah pedagang, saya adalah Raja Bauakas”. Saya datang ke sini untuk melihat benarkah yang dikatakan orang tentang diri Anda. Sekarang saya melihat sendiri, bahwa Anda hakim yang bijaksana. Mintalah kepada saya apa yang Anda inginkan, saya akan memberi Anda hadiah.” Hakim itu berkata, “Saya tidak perlu penghargaan, saya sudah bahagia bahwa paduka raja memuji saya.”


Bagaimana sifat tokoh-tokoh pada teks “Hakim yang Adil?

(jawaban lebih dari satu)

a)

Bauakas suka berbohong karena menyamar menjadi pedagang

b)

Pengemis orang yang baik hati karena meminjamkan kudanya kepada raja

c)

Bauakas raja yang cerdik, baik hati, dan bijaksana

d)

Hakim orang yang bijaksana dan pandai bersyukur

6.

Hakim yang Adil

Seorang raja Aljazair bernama Bauakas ingin mengetahui sendiri, apakah benar yang dikatakan orang-orang kepadanya, bahwa di salah satu kotanya terdapat seorang hakim yang adil. Dia akan segera tahu kebenaran dan tak seorang penipu pun dapat berlindung darinya. Bauakas kemudian menyamar sebagai pedagang dan pergi menunggang kuda ke kota, di mana tinggal sang hakim. Dalam perjalanan ke kota, Bauakas dihampiri seorang cacat dan meminta sedekah. Bauakas memberinya sedekah dan bermaksud melanjutkan perjalanan, tetapi orang cacat itu malah memegangi baju Bauakas.

“Kamu mau apa?” Tanya Bauakas. “Bukannya saya telah memberimu sedekah?”

“Anda memang sudah memberi sedekah,” kata si cacat, tetapi buatlah lagi kebaikan, antarkan saya dengan kudamu sampai di alun-alun, kalau tidak kuda-kuda dan unta-unta akan menggilasku,”

Bauakas mendudukkan si cacat di belakangnya dan mengantarkannya ke lapangan. Sesampai di alun-alun Bauakas menghentikan kudanya. Tetapi pengemis tersebut tidak mau beranjak turun.

Bauakas berkata, ”Kenapa duduk saja, turunlah, kita sudah sampai.”

Tetapi pengemis itu berkata, “Buat apa turun, kuda ini milik saya, kalau kamu tidak mau baik-baik menyerahkan kuda ini, kita pergi ke pengadilan saja.”

Orang-orang berkumpul di sekeliling mereka dan mendengar. Kemudian semua berteriak, “Pergilah ke hakim, dia akan mengadili kalian”. Merekapun pergi menemui sang hakim. Di sana sudah ada orang[1]orang dan hakim memanggil seuai giliran. Sebelum tiba giliran Bauakas, hakim memanggil seorang terpelajar dan seorang petani, mereka diadili karena masalah istri. Si petani bilang bahwa itu istrinya, tetapi orang terpelajar mengatakan bahwa itu istrinya. Hakim mendengar mereka, diam sejenak dan berkata, ”Tinggalkan wanita ini pada saya, dan kalian kembalilah besuk”.

Ketika mereka pergi, masuk tukang daging dan tukang minyak. Tukang daging bajunya penuh darah, sedangkan tukang minyak penuh minyak. Tukang daging memegang uang di tangannya, dan tukang minyak memegang tangan si tukang daging. Tukang daging berkata: ”Saya membeli minyak dan ketika saya mengeluarkan kantung uang untuk membayarnya, dia malah menangkap tangan saya hendak merampas uangku. Karena itulah kami datang kepadamu. Saya memegang uang, dan dia memegang tangan saya. Tetapi uang ini milik saya, sedang dia pencuri.”

Si tukang minyak berkata, ”Itu tidak benar. Tukang daging datang kepada saya untuk membeli minyak. Ketika saya menuangkan satu kendi untuknya dia meminta saya untuk menukar uang emas. Saya mengeluarkan uang dan meletakkannya di atas bangku, tetapi dia mengambil uang tersebut dan bermaksud lari. Saya menangkap tangannya dan membawanya ke sini.”

Hakim itu diam dan berkata, “Tinggalkan uang ini di sini dan kembalilah besuk”.

Ketika giliran Bauakas dan pengemis, Bauakas menceritakan bagaimana duduk persoalannya. Hakim mendengarkannya dengan seksama dan bertanya kepada si pengemis, “Benar itu?” Pengemis berkata, “Itu semua tidak benar”

“Tentang uang si tukang daging saya mengetahuinya dengan cara saya letakkan uang di air dalam cangkir dan pagi ini saya memeriksanya, apakah muncul minyak dipermukaan airnya. Kalau uang itu memang milik si tukang minyak, maka uang tersebut akan terbungkus minyak dari tangan si tukang inyak. Ternyata di air tersebut minyak tidak ada, itu artinya, si tukang daginglah yang berkata benar”

“Tentang kuda, agak sulit mengetahuinya. Si pengemis, seperti juga kamu, dapat saja menunjuk kuda dengan tepat. Namun tentu saja tidak hanya sekedar mengenali atau tidak mengenali kuda saya membawa kalian berdua ke kandang kuda, akan tetapi, supaya dapat melihat siapa dari Anda berdua yang dikenali oleh kuda. Ketika engkau mendekatinya kuda itu, dia memalingkan kepalanya dan bergerak pelan kepadamu. Namun saat pengems menyentuhnya, kuda itu menjepit telinga dan menaikan kakinya. Karena itulah saya tahu bahwa engkaulah pemilik kuda sebenarnya.

Lalu Bauakas berkata, “Saya bukanlah pedagang, saya adalah Raja Bauakas”. Saya datang ke sini untuk melihat benarkah yang dikatakan orang tentang diri Anda. Sekarang saya melihat sendiri, bahwa Anda hakim yang bijaksana. Mintalah kepada saya apa yang Anda inginkan, saya akan memberi Anda hadiah.” Hakim itu berkata, “Saya tidak perlu penghargaan, saya sudah bahagia bahwa paduka raja memuji saya.”


Berdasarkan teks di atas , centanglah pernyataan yang benar ! (jawaban lebih dari satu)

a)

Teks tersebut adalah cerita rakyat

b)

Teks tersebut adalah sebuat kisah perjalanan

c)

Amanat dari cerita tersebut adalah tentang keadilan yang bijaksana

d)

Tokoh pada cerita adalah raja, hakim, dan pengemis

e)

Amanat dari cerita tersebut adalah tentang penguasa yang bai

7.

Suatu hari sekumpulan anak datang ke tempat kerja untuk pembuatan keramik bersama dengan gurunya. Tangan-tangan kecil itu mengambil tanah di penyimpanannya. Hanya segumpal tanah liat yang tersisa utuk diambil. Akhirnya dia keluar juga! “Inilah kesempatanku yang paling besar” dia pikir sambil memicingkan ke cahaya. Seorang anak laki-laki menyimpan tanah liat itu ke dalam alat pemutar dan memutarnya sekencang mungkin. “ini sungguh menyenangkan!” pikir si Tanah Liat. Anak itu mencoba menarik tanah itu ke atas sambil terus memutarkannya. Si Tanah Liat itu merasa sangat senang karena dia telah menjadi sesuatu. Setelah mecoba membuat mangkuk, si anak kecil itu akhirnya menyerah. Tanah itu dileburkannya lagi dan dibulatkan menjadi mirip sebuah bola.


Apakah latar tempat dari penggalan cerita di atas?

(a)  

8.

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe. Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran. Pertumbuhan eceng gondok yang pesat pada musim hujan dapat mengakibatkan tersumbatnya arus air dan dapat menimbulkan banjir.


Apakah nama lain dari eceng gondok?

Pilihlah 3 jawaban yang benar!

a)

Di daerah Palembang orang menyebutnya Kelipuk

b)

Di Lampung orang mengenal dengan nama Ringgak

c)

Di Dayak orang mengenalnya dengan nama Liwung

d)

Di daerah Manado orang mengenal dengan nama Tumpe

9.

Budidaya Rumput Laut

Metode budidaya rumput laut di lautan ada 3 cara yaitu lepas dasar, rakit apung dan metode long line. Industri rumput laut yang semakin dicari pengelola produk rumput laut, menjadi nilai ekonomis rumput laut, cukup mengiurkan. Rumput laut seperti Ucheuma cottoni merupakan salah satu jenis rumput laut merah dan berubah nama menjadi Kappaphycus alvarezii karena keraginan yang dihasilkan termasuk fraksi kappa-karaginan. Umumnya Eucheuma tumbuh dengan baik di daerah pantai terumbu. Habitat khasnya adalah daerah yang memperoleh aliran air laut yang tetap, variasi suhu harian yang kecil dan substrat batu karang mati. Rumput laut Eucheuma mempunyai peranan penting dalam dunia perdagangan internasional sebagai penghasil ekstrak keraginan, sehingga memiliki nilai ekspor yang sangat baik. Kadar keraginan dalam setiap spesies Eucheuma berkisar antara 54 - 73 % tergantung pada jenis dan lokasi tempat tumbuhnya.


Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

Budidaya rumput laut semakin banyak diminati karena….

a)

A Mudah dalam perawatannya

b)

B Tidak membutuhkan area khusus

c)

C Bisa medapat keuntungan saat air pasang

d)

D Bernilai ekonomis yang menggiurkan

10.

Berani Berubah


Bertahun-tahun lalu, Abdul Aziz sama seperti nelayan lainnya di tempatnya tinggal, Desa Wongsorejo, Banyuwangi. Ia menangkap berbagai ikan hias cantik yang selanjutnya dijual kepada pengepul.


Namun, suatu hari Abdul Aziz menangis melihat terumbu karang, tempatnya biasa menangkap ikan hias, hancur lebur. Dasar laut tampak seperti sumur dan banyak ikan hias yang mati. Ini terjadi akibat penggunaan bom dan racun untuk menangkap ikan hias. Abdul Aziz bertekad untuk tidak merusak terumbu karang lebih lanjut.


Abdul Aziz dan beberapa teman nelayan lainnya lalu mendapat tawaran untuk mengelola objek wisata Watudodol di Jawa Timur. Tawaran ini tentu saja mereka terima dengan senang hati. Mereka mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak untuk urusan perizinan dan tata cara kelola tempat wisata. Kerja sama mereka membuat Watudodol menjadi lokasi wisata yang nyaman untuk dikunjungi.


Tidak berhenti sampai di situ, Abdul Aziz bersama teman-teman juga memulihkan kawasan perairan Watudodol. Belajar dari berbagai sumber, mereka menanam rumpon rumah ikan dan terumbu karang. Hasilnya sudah tampak. Dasar laut yang semula kosong dan mencekam, kini berubah menjadi taman laut dengan terumbu karang yang indah. Berbagai ikan hias juga sudah tampak berenang bebas di antara terumbu karang.


Pertanyaan : Apa perbedaan keadaan terumbu karang sebelum dipulihkan dan sesudah dipulihkan oleh Abdul Azis dan kawan-kawannya?

4 lines
11.

Menurutmu, pesan apa yang ingin disampaikan dalam poster tersebut?

4 lines
12.

Pacu Jawi, Tradisi Unik Minangkabau yang Mendunia

Pernahkah kamu mendengar tentang Pacu Jawi? Pacu Jawi yang berarti “balapan sapi” merupakan tradisi Minangkabau yang sangat unik dan hanya ada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.


Permainan tradisional ini dilombakan setiap tahun. Menurut sejarahnya, Pacu Jawi sudah ada sejak ratusan tahun silam. Tradisi ini berawal dari kegiatan petani setempat setelah musim panen.


Sekilas mirip dengan tradisi Karapan Sapi Madura yang terkenal itu, ya? Ternyata, ada bedanya!


Jika Karapan Sapi Madura dilakukan di tanah kering, Pacu Jawi diselenggarakan di sawah milik masyarakat setempat yang habis panen, serta dalam kondisi berlumpur dan basah.


Untuk teknik permainannya, seorang joki mengendarai sepasang sapi yang diapit oleh alat pembajak sawah sambil memegang tali dan menggigit ekor kedua sapi. Jika gigitan pada ekor sapi semakin kuat, semakin cepat pula sapi tersebut berlari.


Dalam Pacu Jawi, sepasang sapi yang berlomba hanya berlari sendirian tanpa adanya lawan. Penentuan pemenang berdasarkan lurus atau tidak lurusnya sepasang sapi dalam berlari menuju garis finish. Pasangan sapi yang berlari semakin lurus tentu akan menjadi pemenangnya. Selain itu, waktu tempuh sepasang sapi dalam lintasan juga menjadi penilaian.


Pacu Jawi berperan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat setempat. Selain itu, juga menjadi daya tarik bagi turis lokal maupun mancanegara. Tradisi ini dapat meningkatkan harga jual sapi sehingga meningkatkan perekonomian peternak.


Masyarakat di Tanah Datar terus melestarikan tradisi Pacu Jawi sejak ratusan tahun silam.


Jika kamu adalah masyarakat Tanah Datar, mengapa kamu harus melestarikan tradisi tersebut?

4 lines
13.

Pishi di Tengah Badai


Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.


Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.


Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.


Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.


Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.


Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?

a)

Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.

b)

Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.

c)

Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.

d)

Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.

14.

Perempuan – perempuan perkasa'

karya Hartoyo Andangjaya, 1963


Perempuan – perempuan perkasa

Perempuan – perempuan yang membawa bakul di pagi buta,

dari manakah mereka..

Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum

peluit kereta pagi terjaga..

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..

Perempuan – perempuan yang membawa bakul dalam kereta,

kemanakah mereka..

Di atas roda-roda baja mereka berkendara,,

Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..

Merebut hidup di pasar-pasar kota..

Perempuan – perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,

siapakah mereka..

Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan – perempuan perkasa

akar – akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..

Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..

( Hartoyo Andangjaya, 1963 )


Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut? (jawaban lebih dari 1)

a)

Kerja keras

b)

Hemat

c)

Rajin

d)

Santai

15.

Perempuan – perempuan perkasa'

karya Hartoyo Andangjaya, 1963


Perempuan – perempuan perkasa

Perempuan – perempuan yang membawa bakul di pagi buta,

dari manakah mereka..

Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum

peluit kereta pagi terjaga..

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..

Perempuan – perempuan yang membawa bakul dalam kereta,

kemanakah mereka..

Di atas roda-roda baja mereka berkendara,,

Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..

Merebut hidup di pasar-pasar kota..

Perempuan – perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,

siapakah mereka..

Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan – perempuan perkasa

akar – akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..

Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..

( Hartoyo Andangjaya, 1963 )


Apa perbedaan latar yang terdapat dalam puisi tersebut?

4 lines