WorksheetsUNSUR INTRINSIK NOVEL
Total questions: 10
Worksheet time: 13mins
(1) Belum habis katanya, ia sudah menyimpang mendekati kembang setahun itu.
(2) sambil menunjuk membelai-belai bunga yang segar-segar itu, ia berkata, “Bagaimana engkau tersesat di tengah rimba- rimba ini? Siapakah yang menanammu di sini?” (3) Yusuf datang mendekat pula, “Tentulah ada orang membawa kembang setahun kemari, terjatuh atau dibuangkannya di sini setangkai yang sudah tua.” (4) “Bagus benar, bagus benar,” ujar Maria, tiada memperdulikan kata Yusuf, belum puas rupanya mengucapkan kekagumannya melihat kembang itu. (5) “Kalau kita di Jakarta, tentu saya cabut sekaliannya akan ditanam di rumah.” (6) Tidak usah engkau cabut, ambil saja kembang yang tua. Cukuplah ditanami!”
Kalimat yang menyatakan latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat pada nomor…
1
2
3
4
5
Sekali aku menemukan cara licik untuk memperoleh kembali perhatian ronggeng Dukuh Paruk itu. Sebuah pepaya kucuri dari ladang orang. Pada saat yang baik, ketika Srintil seorang diri di pancuran, buah curian itu kuberikan kepadanya. Tak kukira aku akan memperoleh ucapan terima kasih yang menyakitkan, “Sesungguhnya aku menginginkan jeruk keprok,” kata Srintil dingin, “Tetapi buah pepaya pun tak mengapa.”
Aku diam karena kecewa dan sedikit malu. Namun aku mendapat akal untuk menolong keadaan. Pikiran itu mendadak muncul setelah kulihat gigi Srintil telah berubah.
Bukti yang menunjukkan watak tokoh Srintil seorang yang tinggi hati adalah….
paragraf pertama kalimat ketiga
paragraf pertama kalimat kedua
paragraf pertama kalimat keempat
kalimat pertama paragraf kedua
kalimat kedua paragraf ketiga
Pak Balia selalu tampil prima karena ia mencintai profesinya, menyenangi ilmu, dan lebih dari itu, amat menghargai murid-muridnya. Setiap representasi dirinya ia perhitungkan dengan teliti sebab ia juga paham di depan kelas ia adalah center of universe dan karena yang diajarkan adalah sastra, muara segala keindahan.
(Sang Pemimpi. Andrea Hirata)
Amanat penggalan novel tersebut adalah . . .
Tampilah dengan prima dan penuh gaya jika akan mengajar.
Jadilah guru yang profesional dan dapat menghargai orang lain.
Jadilah guru sastra karena selalu menyenangkan.
Hargai diri sendiri agar dapat menghargai orang lain.
Mengajarlah dengan keindahan
(1) Gak lama kemudian gue dan Trisna berangkat ke bioskop.
(2) Trisna memang tergila-gila sama Harry Potter semua blognya penuh dengan tulisan Harry Potter.
(3) Di buku hariannya di SMA, di kolom cita-cita Trisna menulis pengen ketemu Harry Potter untuk menyihirku menjadi gadis yang cantik.
Konjungsi temporal terdapat dalam kalimat nomor ...
1
2
3
1 dan 2
2 dan 3
Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.
Suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...
Gundah
Sedih
Tegang
Khusyuk
Hening
Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung yang cepat. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga. Menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada biaya selama belasan tahun dan hal itu bukan perkara gampang bagi keluarga kami.
(Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Nilai kehidupan yang menonjol dalam kutipan novel di atas adalah ...
Budaya
Agama
Sosial ekonomi
Moral
Estetika
Namun, aku memiliki filosofi baru bahwa berbuat yang terbaik pada titik di mana aku berdiri itulah sesungguhnya sikap yang realistis. Maka sekarang aku adalah orang yang paling optimis. Jika ku ibaratkan semangat manusia sebuah kurva, sebuah grafik, maka sikap optimis akan membawa kurva itu terus menanjak. Sebaliknya aku semakin terpatri dengan cita-cita agung kami ingin sekolah ke Prancis, menginjakan kaki di almamater suci Sorbonne, menjelajahi Eropa sampai ke Amerika. Tak pernah sedikit pun terpikir untuk mengompromikan cita-cita itu.
Amanat penggalan novel tersebut adalah . . . .
Bersemangatlah agar hidup memiliki makna
Bersikaplah optimis untuk dapat meraih cita-cita.
Belajarlah sampai ke negeri seberang agar pandai.
Jangan malas belajar jika ingin menjadi terkenal.
Yakinlah pada diri sendiri agar mudah dalam belajar
Tegar, seorang pemuda sukses dengan tingkat kemapanan luar biasa, bertanggung jawab, jujur, tampan, tubuh atletis, tak kurang suatu apa pun, namun belum menikah hingga usianya sudah 35 tahun. Tegar pernah patah hati, menyaksikan pujaan hatinya, Rosie (yang telah dia cinta selama 20 tahun) dilamar oleh sahabatnya sendiri yang baru dikenalkannya pada Rosie dua bulan yang lalu. Rosie amat sangat menyukai sunset, tak pernah sekalipun wajahnya berpaling saat 47 detik sunset berlangsung, kecuali saat Nathan melamarnya di atas puncak Gunung Rinjani. Rosie memandang wajah Nathan. Tegar tak kuasa lebih lama lagi menyaksikan hal menyakitkan tersebut dan langsung memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka berdua.
Karakter tokoh Tegar dalam kutipan novel tersebut dapat diketahui melalui ...
Dialog antartokoh
Tanggapan tokoh lain
Pikiran tokoh
Tindakan tokoh
Penjelasan langsung
Lalu, katanya “Kalau Nyonya melarangku dating kemari, itu hak Nyonya. Tapi, menyambutku dengan semburan begini, rasanya Nyonya telah membuat kekeliruan bertamu. Nyonya harus mempersilakan tamu masuk, bukan memakinya”
Nilai budaya yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah . . .
Setiap orang memiliki kepribadian berbeda
Kita harus senantiasa berkorban
Saling menghargai sesama manusia
Kita harus menghargai tamu
Seorang Nyonya selalu bertindak kasar
Di tepi kampung, tiga orang anak laki-laki sedang bersusah payah mencabut sebatang singkong. Namun, ketiganya masih terlampau lemah untuk mengalahkan cengkeraman akar ketela yang terpendam dalam tanah kapur. Kering dan membatu. Mereka terengah-engah, namun batang singkong itu tetap tegak di tempatnya. Ketiganya hampir berputus asa seandainya salah seorang anak di antara mereka tidak menemukan akal.
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan novel tersebut adalah . . .
Orang pertama tunggal
Orang pertama jamak
Orang kedua tunggal
Orang kedua jamak
Orang ketiga
