wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Menyimpulkan Unsur-unsur cerita pendek

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

“Harga di pasar mungkin bisa lebih, Di! Tetapi nenek sudah tidak kuat menurunkan buah itu dan membawanya ke pasar. Masih ada orang yang mau datang membeli di sini saja sudah untung!” kata nenek lagi. Nadanya pasrah dan menerima apa adanya saja.

“Hm ... kalau boleh, kami akan menjualnya, Nek! Pokoknya, paling sedikit nenek dapat tiga ribu rupiah. Boleh, Nek?” Tanya Adi.

Nek Haris tampak menimbang-nimbang. “Boleh saja. Asal nanti kalian tidak dimarahi orang tua kalian.

.........................................

Watak Adi dalam kutipan cerpen di atas adalah ... .

a)

suka menolong

b)

suka berbohong.

c)

pandai membujuk

d)

suka menipu

2.

"Akhir-akhir ini kamu kok kelihatan tidak begitu suka dengan hidangan makan siang Ibu. Kenapa nak?"tanya Ibu sambil membelai Sandi lembut.


Dari kutipan cerita tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa watak Ibu adalah ...

a)

penyabar

b)

penasaran

c)

perhatian

d)

pemarah

3.

Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)


Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

A. suka menghayal

b)

B. cerdas

c)

C. pemberani

d)

D. peduli

4.

"Insya Allah nanti jika terkumpul banyak aku akan sumbangkan ke panti asuhan anak yatim piatu tepat saat ulang tahunku nanti. Kata Pak Ustadz tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Aku pengen beramal dari jerih payah sendiri walau harus bekerja keras. Untung Juragan Danu mau menerimaku disini,"jelas Popi seraya menatap Sandi.


Dari kutipan cerita tersebut, terlihat Popi adalah anak yang berwatak ....

a)

rendah hati

b)

bertanggung jawab

c)

dermawan

d)

setia

5.

"Jadi, apa yang membawamu kemari?”

“Kenangan.”

“Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap sekitar 30 kilometer saja dari sini.”

Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.

Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jauh lebih tulus dan setia daripada saya.

Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.


Alur dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

A. Alur maju

b)

B. Alur mundur

c)

C. Alur campuran

d)

D. Tidak menggunakan alur

6.

Berikut ini yang termasuk unsur-unsur cerita pendek, yaitu . . .

a)

intrinsik dan ekstrinsik

b)

protagonis dan antagonis

c)

cerpen dan novel

d)

semuanya benar

7.

Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!


“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Mastur sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Mastur.

Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Politik

b)

Sosial

c)

Agama / Religi

d)

Pendidikan

8.

Pelaku dalam sebuah cerita biasanya dikenal sebagai

a)

Penokohan

b)

tokoh

c)

artis

d)

figuran

9.

Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)


Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

A. suka menghayal

b)

B. cerdas

c)

C. pemberani

d)

D. peduli

10.

Cerita Malin Kundang termasuk contoh ....

a)

Fabel

b)

Legenda

c)

Cerita Anak

d)

Mitos