NEW
Font size
WorksheetsMENELAAH STRUKTUR DAN KEBAHASAAN TEKS CERPEN
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Bagian struktur teks cerpen di atas adalah …
Orientasi
Komplikasi
Koda
Abstraksi
Deru burung besi itu kian nyaring begitu melewati tempatnya berjongkok. Ia menghentikan gerakan tangannya. Menggiring burung itu lenyap dari mata lamurnya. Lalu, tangannya kembali menggumuli cucian pakaian yang tak kunjung habis itu. Beberapa detik sekali, tangan keriputnya berhenti, lalu ia menampari pipi dan kaki.
Kalimat terakhir dalam kutipan cerpen di atas menyatakan kebahasaan teks cerpen yaitu ...
kalimat langsung
kalimat tidak langsung
Kalimat definisi
Kalimat deskripsi
Mungkin hujan dan guruh yang terus ribut telah membela kami. Mungkin mood-nya sedang baik. Mungkin dia tidak keberatan lantai kantornya basah oleh kami. Mungkin dia kasihan melihat kami kedinginan dan datang tergopoh-gopoh. Yang jelas dia memaafkan keterlambatan kami kali ini. Alhamdulillah.
Majas yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
klimaks
asosiasi
metafora
personifikasi
Air mukɑ sukri kembɑli murɑm, seperti ɑwɑn mendung yɑng bergerɑk-gerɑk cepɑt menutupi bulɑn purnɑmɑ.
Seperti remaja lain di kampung saya, saya kebingungan dengan banyak hal. Satu hal yang pasti, kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam agar alam juga bersahabat dengan kita. Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga, dipelihara. Tanpa pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita. Mbah Jayasakti mestinya berubah menjadi kesadaran ilmu. Kakek benar, banyak orang Cuma merasa pintar padahal sebetulnya tidak.
Kalimat diatas mengandung majas ......
Hiperbola
Repetisi
Simile
Litotes
Seperti remaja lain di kampung saya, saya kebingungan dengan banyak hal. Satu hal yang pasti, kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam agar alam juga bersahabat dengan kita. Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga, dipelihara. Tanpa pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita. Mbah Jayasakti mestinya berubah menjadi kesadaran ilmu. Kakek benar, banyak orang Cuma merasa pintar padahal sebetulnya tidak.
Konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
Remaja di suatu desa yang sedang kebingungan
Terjadi bencana di suatu desa karena sudah tidak bersahabat dengan pohon
Kehadiran Mbah Jayasakti yang keramat
Kakek mampu mengalahkan Mbha Jayasakti
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Susahnya menjadi orang miskin
Banyak bangsal yang kosong
Deru burung besi itu kian nyaring begitu melewati tempatnya berjongkok. Ia menghentikan gerakan tangannya. Menggiring burung itu lenyap dari mata lamurnya. Lalu, tangannya kembali menggumuli cucian pakaian yang tak kunjung habis itu. Beberapa detik sekali, tangan keriputnya berhenti, lalu ia menampari pipi dan kaki.
Makna ungkapan burung besi dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
burung mainan anak
burung tiruan dari besi
pesawat terbang
pesawat mainan anak-anak
Duɑ kegɑgɑlɑn yɑng lɑlu berɑkhir ketikɑ ɑku di terimɑ di jurusɑn bɑhɑsɑ inggris. Ku tekuni mɑsɑ pendidikɑn tinggi dengɑn sepenuh hɑti. Kendɑlɑ finɑnsiɑl mendorongku untuk merɑmbɑh duniɑ kerjɑ di sɑmping kuliɑh. Pucuk dicintɑ ulam pun tibɑ. Suɑtu hɑri, Kɑk Icɑ, sɑudɑrɑ sepupuku dɑtɑng ke rumɑhku.
“Nandɑ, disebelɑh toko Bundɑ ɑdɑ kios yɑng di juɑl. Bɑgɑimɑnɑ kɑlɑu kitɑ pɑtungɑn untuk membeli kios itu. Lɑlu, kitɑ juɑl pɑkɑiɑn di sɑnɑ?” kɑtɑk Kɑk Icɑ.
Kata finansial dalam cerpen di atas bermakna
Modal
Sarana
Ilmu
Biaya
Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.
Makna kata langit dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan ….
Kesedihan dan penyesalan
Kehilangan dan kesedihan
Kehampaan dan kesendirian
Kesedihan dan penderitaan
. . . .“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian….
. Orientasi
Resolusi
Komplikasi
Koda
