WorksheetsUTS History of Modern Javanese Literature
Total questions: 25
Worksheet time: 30mins
Meskipun kemunculan sastra Jawa modern telah nampak di pertengahan abad ke-19, tetapi secara formal sejarah sastra Jawa modern diakui muncul pada…
Akhir abad 19
Awal abad 20
Pertengahan abad 20
Akhir abad 20
Di masa transisi masyarakat Jawa banyak yang menolak konvensi sastra Jawa yang baru. Hal tersebut dikarenakan…
Konvensi tradisional adalah konvensi terbaik di masyarakat Jawa
Konvensi sastra yang baru tidak sesuai dengan budaya timur
Westernisasi masih dipandang sebagai penjajah dan merugikan
Masyarakat memahami bahwa sastra adalah karya adiluhung karangan pujangga
Bukan hanya sekali sastra Jawa mendapatkan pengaruh dari bangsa maupun budaya asing. Jika dirunut, pengaruh yang datang dari bangsa maupun budaya tersebut adalah…
Budha – Hindu – Islam – Barat
Hindu – Budha –– Islam – Barat
Islam – Barat – Budha – Hindu
Barat – Budha – Hindu – Islam
Berikut ini yang tidak masuk dalam ciri munculnya masa transisi perubahan sastra Jawa klasik/tradisional menuju sastra Jawa modern adalah…
Meninggalnya Ranggawarsita sebagai pujangga terakhir sastra Jawa
Adanya westernisasi sebagai konsekuensi hadirnya kolonial
Munculnya berbagai macam pers dan percetakan
Didirikannya Instituut Voor de Javaansche Taal
Kedekatan para priyayi maupun pribumi dengan birokrat kolonial turut mempengaruhi perubahan gaya dalam sastra Jawa. Hal itu disebabkan oleh...
Belanda memaksa kaum pribumi untuk menyukai kebiasaannya
Pola pikir yang semakin kritis terhadap lingkungan
Bertahannya kaum pribumi dengan budaya lamanya
Redaksi diperketat sehingga segala tema dibuat seragam
Pengarang yang memberikan pengaruh dan stimulus pada para pengarang Jawa menuliskan kembali sastra jawa, utamanya karya-karya saduran di masa transisi adalah…
Ranggawarsita
C.F. Winter
Poerwadarminta
Padmosoesastra
Pembaca sastra Jawa di masa transisi semakin luas dan tersebar di berbagai kalangan, hal ini terjadi karena…
Kebebasan membaca diberikan seluas-luasnya oleh pemerintah kolonial
Munculnya genre-genre baru yang membuat pembaca penasaran
Bermunculannya penerbit/percetakan yang membuat salinan semakin banyak
Harga lebih murah bahkan beberapa diberikan secara gratis
Lembaga yang didirikan oleh pemerintah kolonial yang bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap buku/bahan bacaan dan berganti nama dengan Balai Pustaka adalah…
Instituut Voor de Javaansche Taal
Commissie voor de Inlansche School en Volkslectuur
Kantoor voor de Volkslectuur
Voklbibliotheek
Balai Pustaka merupakan salah satu tangan panjang kolonial dalam menghegemoni masyarakat Jawa agar tetap dalam pengawasan dan sejalan dengan program pemerintah kolonial.
Benar
Salah
Berikut ini yang bukan merupakan tujuan awal lahirnya Balai Pustaka di Indonesia adalah…
Banyaknya masyarakat pribumi yang melek aksara
Bermunculannya sekolah-sekolah/lembaga pendidikan
Mewadahi pribumi menuliskan gagasannya secara bebas
Melindungi dan memelihara kepandaian membaca masyarakat
Di bawah ini merupakan ciri-ciri sastra Jawa di masa Balai Pustaka…
Berbicara masalah politik dengan bebas dan demokratis
Cerita perjalanan mendominasi sastra Jawa terutama di kalangan priyayi
Penyeragaman bahasa dan penggubahan isi sesuai ide penulis
Mayoritas karya bertema etika, estetika, norma moral, dan gaya hidup priyayi
Keberadaan Balai Pustaka memberikan dampak positif bagi perkembangan sastra Jawa. Pernyataan yang tepat berikut mengenai dampak positif tersebut adalah…
Sastra Jawa menduduki urutan pertama dalam hal jumlah buku yang diterbitkan
Penyeragaman karya sastra Jawa yang rapi dan sistematis
Bermunculannya pengarang pribumi yang bebas menuliskan aspirasinya
Sastra Jawa yang bertema nasionalisme dicetak besar-besaran oleh Balai Pustaka
Perbedaan antara penerbit non Balai Pustak dan Balai Pustaka di bawah ini adalah…
Menciptakan mode dan corak yang seragam
Penerbit non Balai Pustaka bertujuan mencari untung
Menghasilkan karya sastra Jawa bercorak modern
Muncul dan berkembang di masa pemerintahan kolonial
Penerbitan non Balai Pustaka mengandalkan dana secara swadaya, hal itu menyebabkan beberapa kondisi di bawah ini, kecuali…
Tema-tema karya sastra didasarkan pada pasar
Kreativitas pengarang menjadi penentu kalangan pembaca
Tema kebangsaan menjadi salah satu tema besar
Redaksional dan gaya cerita diseragamkan agar terlihat kompak
Genre baru dalam sastra Jawa yang muncul setelah pengaruh dari Barat di bawah ini adalah…
Kidung, cerkak, cerbung
Cerkak, sonata, cergam
Novel, cerkak, geguritan
Geguritan, syair, kidung
Kebijakan yang diterapkan Jepang sesampainya di Jawa yang mempengaruhi perkembangan sastra Jawa adalah…
Mewajibkan semua kalangan masyarakat menggunakan bahasa Jepang
Menutup semua pernerbitan/percetakan yang menggunakan bahasa daerah
Menangkap semua pengarang yang masih menulis tema perjuangan
Mengganti kurikulum Belanda menjadi kurikulum Jepang
Beberapa hal yang Jepang terapkan dalam usaha mendominasi masyarakat pribumi adalah…
Sebagian penerbitan buku atau majalah berbahasa daerah diambil alih oleh pemerintah Jepang
Bahasa Jepang serta budayanya dimasukkan dalam kurikulum dan menjadi pelajaran wajib
Panjebar Semangat dan Kejawen adalah dua surat kabar yang diperbolehkan terbit sebagai tangan kanan Jepang
Bahasa daerah hanya diajarkan di kelas 1 sekolah dasar sebagai pengantar belajar bahasa Jepang
Tema-tema dalam sastra Jawa yang sering digaungkan oleh para pengarang di masa pergolakan dengan Jepang berikut adalah…
Penolakan terhadap kehidupan priyayi
Perkawinan paksa
Patriotisme dan cinta tanah air
Sejarah dan budaya Jepang di Jawa
Salah satu penerbit yang kembali diaktifkan oleh Jepang setelah menyadari gagalnya usaha untuk mendominasi pribumi bernama…
Panji Pustaka
Kejawen
Bromartani
Cahaya Timur
Pengarang yang dikenal dekat dengan munculnya surat kabar berbahasa Jawa adalah…
Soebagio Ilham Notodidjoyo
Poerwadhie Atmodihardjo
Padmasusastra
Ki Tjroeboek
Apa sebenarnya yang disebut dengan Politik Etis yang dijadikan alasan bagi pemerintah kolonial memberikan bacaan yang bermutu bagi pribumi?
Pada awalnya masyarakat menganggap Balai Pustaka sebagai boneka Belanda untuk meninabobokkan pribumi, tetapi akhirnya masyarakat berubah dan menerima Balai Pustaka. Apa alasan perubahan sikap masyarakat?
Apa alasan karya sastra yang diterbitkan oleh non Balai Pustaka berani menampilkan tema politik dan perjuangan kebangsaan?
Hal apa yang menyebabkan munculnya karya-karya pendek dan jarangnya novel yang terbit di masa Jepang?
Sebutkan 5 karya sastra dengan genre baru yang muncul di masa sastra Jawa modern!
