Font size
WorksheetsCerpen dan HIkayat
Total questions: 10
Worksheet time: 14mins
Maka si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat
oleh orang banyak, si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah
anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya
mengambil kayu dan batu.
Hikayat Si Miskin
Kata yang digaris bawahi merupakan jenis majas?
Sindiran
hiperbola
metafora
Perbandingan
Struktur hikayat terdapat evaluasi, evaluasi adalah
Puncak konflik
Pendahuluan
penutup
penyelesaian atau jalan keluar masalah
Perhatiakan penggalan cerpen di bawah ini!
Mereka yang menjauhi Cempaka berkata jika di dekat Cempaka selalu merasakan
aura yang mencekam dan katanya dia memang anak indigo mangkanya tidak ada yang mau
berteman dengannya. Anggun selaku ketua kelas pun segera menghampiri mereka dan
melerai terutama Julian.
“Ada apa ini? Ada apa dengan mu julian?” Julian tidak menjawab dia masih sibuk
mengatur napasnya yang memburu dengan masih dihalangi oleh Kafka dan Tri. Anggun pun
berbalik dan bertanya pada Cempaka namun nihil Cempaka juga diam.
“Gak ada yang mau menjelaskan!” Teriak Anggun pada semua teman-teman
kelasnya.
“Julian pantas marah orang dia ngatain ibunya yang sudah meninggal tak tenang di
alamnya,” Anggun terkejut dengan perkataan Kafka, “jangankan Julian gua juga pasti marah,
tapi gua masih baik ngehalangin si Julian biar gak nyerang ni cewe.” Lanjut Kafka.
Bagaimana watak tokoh Anggun dalam cerpen tersebut adalah ...
Tegas
Keras Kepala
Suka ikut campur
Pandai bergaul
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun
dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji,
mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya
diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu
hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak
tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu
sama-sama gagah.
Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua
anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata
kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya,
ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Temukan nilai yang terkandung dalam hikayat tersebut!
Seperti biasa adegan romantisa bak dalam drama picisan terhidang di hadapanku. Sepuluh tahun yang lalu aku akan percaya, jika apa yang aku rasakan adalah sebuah keharmonisan dalam keluarga. Tetapi, kini aku sudah dewasa. Aku tahu semuanya hanya sandiwara. Beberapa kali melihat orang tuaku saling mencari kebahagiaan masing-masing, di tambah seringnya aku mendengar perdebatan mereka di belakangku selama ini sudah cukup membuktikan, keluargaku tidak seharmonis apa yang ditampilkan. Mereka menunjukan ketidak cocokan satu sama lain. Lalu bagaimana aku hadir? bukankah aku hadir karena dua insan yang saling mencintai? apakah aku adalah ketidak sengajaan? Tak jarang aku melihat Mama menangis sendirian di kamar, aku ingin mendekapnya namun dia selalu menyembunyikan keadaannya ketika aku datang menghampiri. Tapi besoknya aku pernah melihat lagi, Mama sudah punya kebahagiaan lain yang bisa menghapus sedihnya. Apakah aku anak yang tak tahu diri, tak tahu di untung, hingga aku tidak bisa membuat orang tua ku bahagia dan memilih mencari kebahagiaan lain di luar sana.
Aku selalu berpura-pura tidak tahu selama ini, aku sudah muak hidup seperti ini. Aku harus memberanikan diri ini saatnya, ini kesempatannya dan aku harus bisa mencari kebahagiaanku sendiri. Kami bertiga makan dengan penuh keheningan, aku akan biarkan mereka menghabiskan makannya terlebih dahulu.
Saat Mamaku mulai beranjak, berusaha mencegahnya, “Mah, Pah,” kini perhatian mereka terarah padaku. Aku harus bisa mengatakan ini, ini kesempatanku untuk membiarkan mereka bahagia dengan cara mereka.
“Silahkan kalian mencari kebahagiaan kalian sendiri. Kalian tak perlu terbebani lagi karena aku. Aku sudah besar, aku bisa mengurus diriku sendiri, tidak perlu lagi kalian harus bersandiwara, memaksakan diri untuk menciptakan keluarga yang harmonis. Aku tahu bukan disini kebahagiaan yang ingin kalian dapatkan, sekarang aku membebaskan kalian untuk menjemput kebahagiaan kalian tanpa harus berpura-pura.” Aku mengatakannya sambil tersenyum. Sengaja, aku tidak menatap mereka. Aku takut goyah dan tidak membiarkan mereka pergi. Aku tak ingin egois, kali ini aku ingin mereka bahagia dengan pilihan mereka, dengan cara mereka.
Temukan amanat yang disampaikan dalam penggalan cerpen diatas!
Cerpen dan hikayat termasuk kedalam jenis karya sastra?
Puisi
Novel
Prosa
Drama
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
istana sentris
anonim
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
setelah itu
selanjutnya
Yang membedakan hikayat dan cerpen adalah...
Memiliki struktur
Penggunaan bahasa
Unsur Intrinsik
Penggunaan gaya bahasa.
Hikayat dan cerpen sama-sama merupakan teks narasi fiksi. Keduanya mempunyai unsur intrinsik yang sama yaitu…
Tema, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, alur, gaya bahasa dan imaji.
Tema, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, alur, amanat dan anekdot.
Tema, tokoh dan penokohan, sudut pandang, latar, gaya bahasa, dan alur.
Tema, tokoh dan penokohan, sudut pandang, latar, gaya bahasa, alur, dan diksi.
