WorksheetsPH Tema 4 Bahasa Indonesia Kelas 4
Total questions: 10
Worksheet time: 30mins
1. Bacalah teks cerita di bawah ini
Sahabat Sejati
Citra dan Liana bersahabat. Mereka sama-sama bersekolah di SD Merah Putih. Saat itu, di sekolah akan diadakan lomba baca puisi. Citra sangat tahu kalau sahabatnya itu pintar membaca puisi. Dengan sukacita, Citra memberitahukan kabar gembira itu kepada Liana. "Liana! Ada lomba baca puisi, Iho! Kamu harus ikut! Kamu, kan, suka baca puisi!" ujar Citra tiba-tiba. Liana yang saat itu melamun, terlonjak kaget. "Ih, Citra! Kamu buat aku kaget aja, deh!" "Hehehe, kamu ikut lombabaca puisi, kan?" "lya, aku mau!," kata Liana sangat bersemangat. "Aku pasti dukung kamu!! Aku bawa formulirnya, ini," ujar Citra sambil menyerahkan selembar kertas kepada Liana. Liana lalu menulis biodatanya di kertas itu. Namun, tiba-tiba Liana berhenti menulis. "Kok, berhenti nulisnya? tanya Citra heran. "Citra, kamu juga ikut, ya! Aku tidak mau kalau ikut sendiri," pinta Liana. Citra sangat bingung sebab ia tak pandai membaca puisi. Namun, karena tak ingin sahabatnya kecewa, Citra pun memenuhi keinginan Liana.
Tokoh dalam cerita tersebut adalah... .
Citra
Liana
Ibu guru
Citra dan Liana
2. Bacalah cerita di bawah ini!
Sahabat Sejati
Citra dan Liana bersahabat. Mereka sama-sama bersekolah di SD Merah Putih. Saat itu, di sekolah akan diadakan lomba baca puisi. Citra sangat tahu kalau sahabatnya itu pintar membaca puisi. Dengan sukacita, Citra memberitahukan kabar gembira itu kepada Liana. "Liana! Ada lomba baca puisi, Iho! Kamu harus ikut! Kamu, kan, suka baca puisi!" ujar Citra tiba-tiba. Liana yang saat itu melamun, terlonjak kaget. "Ih, Citra! Kamu buat aku kaget aja, deh!" "Hehehe, kamu ikut lomba baca puisi, kan?" "lya, aku mau!," kata Liana sangat bersemangat. "Aku pasti dukung kamu!! Aku bawa formulirnya, ini," ujar Citra sambil menyerahkan selembar kertas kepada Liana. Liana lalu menulis biodatanya di kertas itu. Namun, tiba-tiba Liana berhenti menulis. "Kok, berhenti nulisnya? tanya Citra heran. "Citra, kamu juga ikut, ya! Aku tidak mau kalau ikut sendiri," pinta Liana. Citra sangat bingung sebab ia tak pandai membaca puisi. Namun, karena tak ingin sahabatnya kecewa, Citra pun memenuhi keinginan Liana.
Setiap pulang sekolah, Liana mengajari Citra membaca puisi. Mereka berlatih membaca puisi di rumah Liana. Kebetulan rumah Liana dan Citra berdekatan. Mereka berlatih membaca puisi dengan penuh semangat.
Tak terasa, hari pelaksanaan lomba membaca puisi pun tiba. Liana mendapatkan nomor
urutan 12, sedangkan Citra nomor 21. Mereka duduk manis di kursi khusus untuk peserta lomba. Setelah beberapa lama, Liana pun maju. Liana sangat gugup. la mengalami demam panggung. Akibatnya, Liana menjadi tidak lancar membacakan puisinya. Giliran Citra untuk maju pun tiba. Citra membacakan puisi dengan saat baik. Dia tidak salah satu kata pun. Citra tidak terlihat gugup sama sekali.
Akhirnya, waktunya pengumuman pemenang. "Juara ketiga adalah Dina Anggraeni, juara kedua adalah Alika Sanjaya, juara pertama adalah Citra Arista. Para pemenang harap maju ke depan untuk menerima piala," kata juri dengan suara yang nyaring. Citra maju ke depan, tetapi dia terlihat tidak senang. "Kalau seperti ini lebih baik aku tidak ikut, Liana tidak menang, percuma kalau dia tidak menang," kata Citra dalam hatinya.
Liana terlihat sangat sedih, matanya berkaca-kaca. "Kenapa aku tidak senang jika Citra menang? Dia kan sahabatku, lagi pula aku yang menyuruhnya ikut," ucap Liana untuk menenangkan hatinya. Citra turun dari panggung sambil membawa plala kemenangannya. Dia langsung berlari ke tempat duduk Liana. "Liana!! Maafkan aku. Piala ini untukmu! Kan, kamu yang mengajariku membaca puisi" ucap Citra. "Citra.." Liana meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka Citra sebaik itu. Terima kasih, Citra. Kamu memang sahabat sejatiku. lya, kamu juga sahabat sejatiku. Liana" Bagaimana kalau piala ini jadi milik kita berdua saja? Kita menamai piala ini piala persahabatan."usul Liana. "lya!" Citra setuju. Liana dan Citra memang sahabat sejati.
Watak tokoh Citra dalam cerita tersebut adalah ....
rela berkorban dan jujur
kerja keras dan suka membantu
jujur dan kerja keras
kerja keras dan rela berkorban
3. Hal baik yang dapat diambil dari cerita Sahabat Sejati adalah ...
saling membantu antar teman
bersikap jujur
selalu sopan dan santun
saling memaafkan
4. Tanggapan yang ditujukan kepada karya seseorang yang tujuannya hanya untuk menerangkan atau menjelaskan dari karya seseorang disebut...
Pendukung
Komentar
Ide
Gagasan
5. Pesan yang disampaikan pengarang dalam cerita disebut...
Amanat
Latar
Alur
Tema
6. Sikap Perawat Yuni terhadap Nita adalah ….
Tidak peduli
Ramah
Egois
Sombong
7. Berikut pendapat yang tepat untuk orang tua Nita adalah ….
Kedua orang tua Nita tidak mau merawat anaknya yang sedang sakit.
Sebaiknya kedua orang tua Nita bergantian untuk menjaga anaknya yang sedang sakit.
Orang tua Nita harus memberikan penghargaan atas kinerja Perawat Yuni yang telah merawat anaknya.
Kedua orang tua Nita harus memilih salah satu antara kesehatan anaknya atau pekerjaannya.
8. Bacalah cerita di bawah ini!
Pangeran Mino berulang tahun ke sepuluh. Paman Duta Besar memberikan hadiah untuk Pangeran Mino. Pangeran Mino sangat gembira saat membuka hadiah. "Sepatu ini benar-benar bagus." Pangeran Mino suka sekali dengan sepatu itu. Kemanapun pergi, dia memakainya.
Hingga suatu hari, Pangeran Mino merasa kakinya sakit sekali. Ternyata, sepatu itu sudah kekecilan. Tak terasa, Pangeran Mino telah memakainya selama tiga tahun "Sayang sekali, padahal aku masih suka dengan sepatu ini. Sepatu ini juga masih bagus," gumamnya. "Lebih baik, berikan saja kepada yang lebih membutuhkan," usul Raja. Pangeran Mino terbelalak,"Tidak, ini sepatu yang istimewa. Tak ada tukang sepatu yang mampu membuat sepatu sebagus ini di kerajaan kita."
"Lalu, mau kamu apakan? tanya Raja. Pangeran Mino hanya diam. Sekarang.sepatu itu hanya disimpan di lemari kayu berpintu kaca. Sesekali, Pangeran Minomembuka dan mengelus-elus sepatunya, "Sayang sekali kamu sudah kekecilan,"bisiknya. Kadang, dia mencoba memakainya lagi. Akan tetapi, dia malah menjerit saat kakinya terjepit sepatu itu, "Berikan saja pada anak Paman Kusir. Dia pasti senang," imbau Raja. Anak Paman Kusir berusia tiga tahun lebih muda dari Pangeran Mino. Sepatu itu tentu pas untuknya. Sayang, Pangeran Mino menolak. "Tidak. Ini sepatuku."
Hari berganti hari. Sekarang, Pangeran Mino sudah melupakan sepatunya. Selain itu, dia makin sibuk dengan tugas kerajaan. Hingga suatu hari, melihat seorang anak kecil di pasar. Anak itu meringis kesakitan karena kakinya terkena jalanan yang panas. Rupanya, ia tak memakai alas kaki. Hati Pangeran Mino jadi terenyuh. Dia lalu teringat pada sepatu bagusnya. "Aku berikan saja sepatu itu, sepertinya ukurannya cocok untuk dia." Buru-buru Pangeran Mino pulang ke istana. Tapi... "Mengapa sepatuku jadi begini?" Sepatu itu mengelupas di sana sini. Bahkan, beberapa bagian rontok karena digigit rayap. "Kalau seperti ini, siapa yang mau pakai?" ujar Pangeran Mino kesal.
Sifat dari tokoh Pangeran Mino adalah... .
Mau menolong orang lain
Murah hati
Tidak mau berbagi dengan orang lain
Sombong dan pemarah
9. Informasi yang diperoleh dari teks tersebut adalah ….
Pangeran Mino memimpin kerajaannya dengan bijaksana
Pangeran Mino memberikan sepatu untuk rakyatnya
Pangeran Mino mendapat hadiah sepatu yang bagus
Pangeran Mino memiliki sepatu yang terindah di dunia
10. Besok ada ulangan. Ferdi, Nando, dan Vino belajar bersama untuk mempersiapkan ulangan besok. Selama belajar bersama, Vino asyik bermain smartphone. Ketika Ferdi memperingatkannya agar serius belajar, Vino marah-marah lalu pergi meninggalkan Ferdi dan Nando.
Tanggapan yang tepat terhadap cerita tersebut adalah..
Vino tidak bersalah, bermain smartphone itu memang mengasyikkan.
Tidak seharusnya Vino asyik bermain smartphone ketika belajar bersama. Seharusnya ia fokus belajar agar besok bisa mengerjakan ulangan.
Pantas saja Vino marah, teman-temannya tidak boleh memperingatkannya seperti itu. Mereka bukan orang tua Vino.
Vino tidak melakukan kesalahan. Belajar boleh saja dilakukan bersamaan dengan kegiatan-kegiatan lain.
