Font size
Worksheetscerpen 3
Total questions: 60
Worksheet time: 56mins
Ahim memperlama sujudnya. Ia banyak meminta di tiap sujud karena sujud adalah saat dikabulkannya doa. Ia dengan sepenuh hati meminta kepada Allah agar dimudahkan menghadapi ujian nasional esok. Ahim telah mempersiapkan diri secara maksimal, tetapi ia yakin apa yang akan ia dapat adalah apa yang akan Ia karuniakan unsur ekstrinsik yang terdapat dalam paragraf di atas adalah.....
Nilai agama
Nilai budaya
Nilai moral
Nilai Sosial
Nilai Adat
1. Bacalah teks berikut!
Meskipun kedua burung itu bersahabat, mereka memilliki tabiat yang sangat berbeda. Merak selalu kelihatan rapi, sedangkan gagak tampak begitu jorok. Gagak jarang membersihkan tubuh dan makan apa saja. Merak rajin sekali membersihkan tubuh dan hanya makan buah dan sayur segar. Merak selalu menjaga kebersihan sarangnya. Berbeda dengan merak, gagak tak peduli dengan sarangnya yang penuh dengan sampah.
Makna kata yang bercetak miring pada teks di atas adalah ....
Tingkah laku
Cara berbusana
Cara berjalan
Cara makan
Kalimat di bawah ini yang menggunakan majas simile adalah …
Dia memiliki hati batu
Seekor burung pipit sedang berusaha mempertahankan nyawanya. Dia terbang bagaikan batu yang lepas dari ketapel sambil menjerit sejadi-jadinya
Awan tertatih-tatih melintasi langit.
Kerikil di jalan tampak pucat pasih.
Menjelang malam, terdengar ketukan di pintu. Ayah lalu masuk sambil menenteng bungkusan yang sangat besar. Wajah ayah berseri-seri. Tetapi aku justru sembunyi dibalik bantal. Aku tak berani memandang wajah ayah yang berbinar-binar itu.
Kalimat yang bergaris bawah menggunakan majas …
Simile
personifikasi
perbandingan tidak langsung
metafora
Sedangkan Maura sudah mulai berburu menjelajahi toko-toko bermerk untuk membeli pashmina dengan motif yang disukai maminya. Hanya aku yang tak mempersiapkan apa-apa untuk Biyungku.“Kok Biyung, sih?” Tanya Maura dengan mimik lucu. “ Kenapa gak panggil mama, mami, atau ibu lah yang paling umum?” Ujarnya lagi. Aku hanya tersenyum.
“Orang Jawa zaman dulu memang kebanyakan memanggil ibu mereka dengan sebutan ‘Biyung’ sama saja, kok, artinya dengan mami, mother, mom, dan yang lainnya,” jelasku sambil tersenyum. Terlihat lirikan mata Yesha dengan senyuman yang membiasakan ejekan. Aku tak peduli.
Biyungku memang tak sebanding dengan mami dan mom-nya Maura dan Yesha yang memiliki gelar sarjana bahkan hingga Phd. Biyungku hanya seorang penjual tempe mendoan. Tapi sehari saja ia libur berjualan, seluruh desa akan merasa kehilangan pada racikan bumbu tempenya yang tiada duanya.
Kutipan teks cerpen di atas yang menonjolkan bagian struktur komplikasi adalah …
paragraf pertama
paragraf kedua
paragraf ketiga
paragraf kedua dan ketiga
Ringkasan atau inti cerita pada cerpen terletak pada ...
abstrak
orientasi
evaluasi
simpulan
Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ...
abstrak
orientasi
komplikasi
koda
Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...
pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca
berbagai kerumitan bermunculan
konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian
Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...
evaluasi
resolusi
komplikasi
koda
Bacalah teks berikut ini!
. . . .
“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”
“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”
Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”
“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..
orientasi
resolusi
koda
komplikasi
Perhatikan data berikut ini!
1. Uraian deskriptif
2. Menggunakan sudut pandang pencerita
3. Menggunakan dialog
4. Menggunakan kata kerja teknis
5. Menggunakan kata kerja mental
Berdasarkan data di atas, yang merupakan ciri kebahasaan teks cerpen adalah …
1,2,3,4, dan 5
1,2,dan 4
1,2,4, dan 5
2,4, dan 3
Kali ini Karyamin tidak hanya tersenyum, melainkan tertawa keras-keras. Demikian keras sehingga mengundang seribu lebah masuk ke telinganya. Seribu lunang masuk ke matanya. Lambungnya yang kampong berguncang-guncang dan merapuhkan keseimbangan seluruh tubuhnya. Ketika melihat tubuh Karyamin jatuh terguling ke lembah Pak Pamong berusaha menahannya. Sayang, gagal.
Pada penggalan cerpen singkat di atas termasuk struktur teks cerpen bagian …
orientasi
komplikasi
rangkaian peristiwa
resolusi
Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.
Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ….
Tingkah laku tokoh kamu
Tingkah laku tokoh aku
Dialog tokoh kamu
Dialog tokoh aku
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …
pemberani
baik
egois
sombong
Karena terlalu banyak variasi, mobil Pian tidak sempat sampai di pecenongan. Agaknya pecenongan juga sudah sepi. Di samping itu, Pian sendiri sudah lupa mau ke mana. Setelah putar-putar nabrak sana nabrak sini, entah berapa korban yang jatuh, mobilnya mulai batuk-batuk. Periksa punya periksa rupanya bensinnya mulai habis.
Kalimat yang digarisbawahi merupakan ciri kalimat yang menggunakan majas …
Simile
personifikasi
metafora
perbandingan tidak langsung
Ruang pameraan itu tidak begitu penuh dikunjungi orang hingga tempat yang kecil itu tak hendak meledak. Berulang kali Pri melayangkan pandangannya ke sudut sana. Pokoknya, gadis itu punya pesona tersendiri, punya daya tarik tersendiri, punya magnet yang bisa mengajak mata untuk selalu menatapnya. Sebenarnya sih, sederhana saja penampilanya. Tetapi ia tampak istimewa dengan pakaian seragam seperti itu.
Ciri kebahasaan yang ditonjolkan dalam kutipan cerpen di atas adalah…
Penggunaan majas
Penggunaan kata benda khusus
Penggunaan ungkapan deskriptif untuk menggambarkan keadaan
Penggunaan kata/kalimat emotif
Terpaksalah Mbok Sutiyah mengeluhkan perasaannya kepada Nining sendiri.
“Kapan sekolahmu selesai, Nduk! Aku tak melihat apa gunanya sekolah terlalu lama seperti yang kau jalani itu!” Katanya di antara keluhan-keluhannya.
“Hanya tinggal berapa bulan lagi, Mbok. Selesai Ujian SMA, tamatlah sekolahku,” Jawab nining.
Kutipan teks cerpen di atas adalah bagian struktur orientasi berupa …
Penciptaan gambaran visual latar
Penentuan waktu kisah, latar tempat, dan latar waktu
Pengenalan tokoh dan penentuan peristiwa
Penentuan peristiwa dan atmosfer
Pagi-pagi kesokan harinya, sebelum matahari terbit, Ni Negari telah bangun dan bekerja menyediakan kopi. Di bilik tempat tidurnya tidak kedapatan Ni Luh Sukreni, cuma I Gusti Made Tusan sudah terbangun dan berakaian pula.
“Berapa kali ia mandi,” kata Ni Negari dalam hatinya.
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah...
Pertama pelaku utama
Pertama pelaku sampingan
Ketiga pelaku sampingan
Ketiga serba tahu
Aku disini. Duduk di bawah batang pohon bunga Sakura dengan mahkota bunganya yang berwarna putih. Terbayang wajahmu, yang sekarang entah dimana.
Angin musim semi berhembus. Membuat ranting-ranting pohon itu bergoyang. Hanya hembusan pelan, tapi beberapa kelopak bunga Sakura terlepas dari rantingnya. Melayang-layang, sebelum akhirnya jatuh tepat di pangkuanku. Musim semi yang sama dengan tahun lalu. Tapi terasa berbeda tanpa adanya kau.
Teringat musim semi terakhir yang kita rayakan bersama. Disini. Di bawah pohon bunga Sakura ini. Dengan perasaan bahagia, merayakan hari kelulusan kita berdua.
Satu tahun berlalu, tapi aku masih ingat betul kejadian malam itu. Ditengah perasaan suka cita, kau bilang padaku akan pergi ke tempat yang jauh.
Bahkan aku masih mengingat angin musim semi yang berhembus kala itu. Hening setelah kau berkata tadi. Hening yang tidak pernah muncul sejak kita berdua menjadi sepasang sahabat. Ingin sekali aku menangis dan berkata apapun untuk mencegahmu pergi. Tapi aku tidak bisa. Itu pilihanmu.Sudut pandang yang dipakai pengarang a
da cerpen tersebut adalah..
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga pengamat
Orang ketiga serbatah
Campuran
Kamu harus menuruti etika keluarga. Jangan jatuh cinta pada sepupumu, Warno. Banyak wanita lain yang jatuh cinta kepadamu. Anak pak RT itu, berkali-kali menanyakan nasibmu.
Nilai yang terkandung dalam penggalan novel di atas adalah...
Adat
Sosial
Ekonomi
Pendidikan
Nasionalisme
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini!
Waktu Holil anak Haji Zainuri sunat, aku masih amat kecil. Di kotaku belum ada listrik. Apalagi radio dan bioskop. Hiburan satu-satunya bagi anak-anak kecil di waktu sore hari ialah menonton orang memasang lampu petromaks yang dikerek di setiap perempatan jalan dan memburu-buru gangsir atau laron bilamana musimnya tiba.
Sumber: Cerpen “Sunat” oleh Jajak M.D.
Unsur ekstrinsik yang ingin ditonjolkan dan penggalan cerpen tersebut adalah latar belakang….
sosial masyarakat
budaya masyarakat
sosial pengarang
sejarah penciptaan
agama pengarang
Bacalah teks berikut!
“Nada, minggu depan kita harus pindah ke Jogjakarta. Ayah dipindahtugaskan ke sana.” Bagaikan petir di siang bolong menyambar Nada yang seketika itu langsung diam mematung. “Kenapa mendadak, Bunda? Nada senang tinggal di sini.
Makna "petir di siang bolong" pada kutipan cerpen di atas adalah ...
merasa takut
merasa terkejut
merasa gembira
merasa sedih
Bacalah dengan saksama!
Di Kantor Pos
Oleh: Muhammad Ali
“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”
“Mana bisa keliru?” si pegawai menyela dengan cepat.
“Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”
“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.” Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang:tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”
“Tidak,”jawab laki-laki itu.” Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”
“Oh,, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.”Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya. Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?”
“Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ….”
“Nona!” sela si pegawai cepat.
Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerpen tersebut adalah …
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang pertama tokoh utama
Orang pertama tokoh tambahan
Orang campuran
Orang ketiga manatahu
Perhatikan kedua kutipan cerpen berikut!
Kutipan 1
“Kalau memang masih ingin jadi juru masak, bagaimana kalau Ayah jadi juru masak di salah satu rumah makan milik saya di Jakarta? Saya tak ingin lagi berjauhan dengan Ayah.” Sejenak Makaji diam mendengar tawaran Azrial. Tabiat orang tua memang selalu begitu, walau terasa semanis gula, tak bakal langsung direguknya, meski sepahit empedu tidak pula buru-buru dimuntahkannya, mesti matang ia menimbang. Makaji memang sudah lama menunggu ajakan seperti itu. Orang tua mana yang tak ingin berkumpul dengan anaknya di hari tua? Dan kini, gayung telah bersambut, sekali saja ia mengangguk, Azrial akan segera memboyongnya ke rantau. Makaji tetap akan mempunyai kesibukan di Jakarta, ia akan jadi juru masak di rumah makan milik anaknya sendiri.
Kutipan 2
“Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.”
“Di negeri, di mana penduduknya sendiri melarat itu?”
“Ya. Ya. Ya. Itulah dia negeri kami.”
“Negeri yang lama diperbudak orang lain itu?”
“Ya, Tuhanku. Sungguh laknat penjajah-penjajah itu, Tuhanku.”
“Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya dan diangkutnya ke negerinya, bukan?”
“Benar Tuhanku, hingga kami tidak mendapat apa-apa lagi. Sungguh laknat mereka itu.”
“Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya, bukan?”
Perbedaan yang tampak pada kedua kutipan cerpen di atas adalah ….
Kutipan cerpen 1 Menggunakan bahasa lugas, Kutipan cerpen 2 Menggunakan ungkapan
Kutipan cerpen 1 Menggunakan majas dan ungkapan, Kutipan cerpen 2 Menggunakan bahasa sehari-hari
Kutipan cerpen 1 Menggunakan bahasa Melayu, Kutipan cerpen 2 Menggunakan bahasa populer
Kutipan cerpen 1 Menggunakan bahasa resmi, Kutipan cerpen 2 Menggunakan majas
Kutipan cerpen 1 Menggunakan ungkapan, Kutipan cerpen 2 Menggunakan bahasa lugas
Dahulu kala, Pak tua bilang ibuku pernah kerja di sini meratapi nasibnya.
Ciri kebahasaan yang ditonjolkan dalam kutipan cerpen di atas adalah…
Penggunaan kata lampau
Penggunaan kata sifat
Penggunaan kata kerja
Penggunaan keterangan waktu
Penggunaan dialog
Kata-kata si pegawai itu memberondong cepat bagai peluru yang mendesing memerahkan daun telinga laki-laki kurus itu. Biji mata laki-laki itu melotot berputar-putar cepat seolah-olah ...
Majas yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ...
Hendak menatap anaknya dengan kasih sayang.
Mati memalingkan pemandangan bagiku.
Mati melihat seseorang dengan jelas.
Hendak mengawasi gerakan temannya.
Hendak melompat keluar dari kedua matanya.
Cermatilah Kutipan Teks Cerpen Berikut!
Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”
Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah ….
budaya
ekonomi
pendidikan
estetika
sosial
Cermatilah Kutipan Teks Cerpen Berikut!
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah
ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara
penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat
lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan,
anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema dalam cerpen tersebut adalah ….
kehidupan seorang guru BK di sekolah
kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
memerlukan penanganan khusus
Cermati dua kutipan cerpen berikut!
Kutipan 1
Kemudian ia sampai pada pemikiran bahwa yang jauh tetaplah di kejauhan.Yang dekat tetaplah pada kedekatan, kecuali yang jauh itu mendekat atau yang dekat itu menjauh.Miliknya akan tetap miliknya, kecuali ia rebut atau ia lepaskan.Begitu pun yang bukan miliknya akan menjadi miliknya jika ia merebutnya atau menerimanya dari orang lain.Kenangan dan imajinasi akan tetap seperti apa adanya.Dan kenyataan adalah di mana kita berada.Lalu, bocah itu tersenyum dengan penuh kemenangan.Kemenangannya atas sang nasib yang kini tidak akan bisa lagi merenggut kebahagiaannya.
( Hujan, Yeni Puspyta)
Kutipan 2
Sembari menatap langit kelam, ia berangsur-angsur mengemasi sisa-sisa barang dagangannya yang berceceran diobrak-abrik oleh para petugas Satpol PP yang mencoba menertibkan kawwasan Tanah Abang, tempat di mana ia berjualan untuk menyambung hidupnya di belantara ibu kota.Ia masih yakin, Jakarta masih bisa ditaklukkan.Dan pada akhirnya nanti, ia bisa buktikan pada semua orang kampung yang selama ini mencibir dan menganggap remeh dia dan keluarganya.
(Masih Ada Asa, Rusmana)
Persamaan unsur intrinsik yang terdapat pada kedua cerpen tersebut adalah ...
alur maju
latar suasana gembira
sudut pandang orang ketiga
perwatakan langsung
konflik internal
Kondisi psikologis termasuk unsur ekstrinsik karya sastra dari sisi....
Nilai dalam suatu cerita
Pembaca
Pengarang
Latar belakang masyarakat
Kondisi politik, dan ekonomi, termasuk dalam unsur ekstrinsik karya sastra, yang dilihat dari....
Latar belakang masyarakat
Pembaca
Pengarang
Nilai-nilai
Nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat, adalah....
Nilai agama
Nilai sosial
Niai budaya
Nilai moral
Yang termasuk dalam unsur ekstrinsik berdasarkan latar belakang masyarakat antara lain...
Ideologi suatu negara
Nilai budaya
Kondisi sosial suatu negara
Kondisi politik
Yang termasuk unsur ekstrinsik karya sastra, berdasarkan nilai-nilai dalam cerita antara lain...
Nilai sosial
Kondisi sosial
Kondisi ekonomi
Nilai budaya
Yang termasuk unsur-unsur ekstrinsik karya sastra, berdasarkan latar belakang penulis, antara lain...
Kondisi psikologis
Kondisi ekonomi
Aliran sastra
Ideologi negara
Yang termasuk dalam nilai moral, antara lain...
Jujur
Sabar
Adat istiadat
Ikhlas
Yang termasuk nilai sosial, dalam karya sastra adalah....
Kesenian
Saling menghormati
Rajin berdoa
Tolong menolong
Faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat penulis yang mempengaruhi penulis dalam menulis cerpen tersebut disebut ….
latar belakang masyarakat
latar belakang penulis
penokohan
sudut pandang
alur
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Waktu Holil anak Haji Zainuri sunat, aku masih anak kecil. Di kotaku belum ada listrik. Apalagi radio dan bioskop. Hiburan satu-satunya bagi anak-anak kecil di waktu sore hari ialah menonton orang memasang lampu petromaks yang dikerek di setiap perempatan jalan dan memburu-buru gangsir atau laron bilamana musimnya tiba.
Unsur ekstrinsik yang ingin ditonjolkan dan penggalan cerpen tersebut adalah latar belakang ….
sosial masyarakat
budaya masyarakat
sosial pengarang
sejarah penciptaan
agama pengarang
Ringkasan atau inti dalam cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita disebut …
abstrak
orientasi
komplikasi
evaluasi
koda
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.
“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.
Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.
Yokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah …
Ica
Bunda
Nanda
Seorang siswa
"Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya.
Sudut pandang dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Orang pertama tunggal
Orang ketiga tunggal
Orang ketiga jamak
Campuran
Sebuah penyajian permasalahan dalam sebuah cerita hingga sampai puncak masalah disebut ...
Komplikasi
Resolusi
Rangkaian peristiwa
Orientasi
Perhatikan data berikut ini!
1. Uraian deskriptif
2. Menggunakan sudut pandang pencerita
3. Menggunakan dialog
4. Menggunakan kata kerja teknis
5. Menggunakan kata kerja mental
Berdasarkan data di atas, yang merupakan ciri kebahasaan teks cerpen adalah …
1,2,3,4,dan 5
1,2 , dan 4
1, 2,4, dan 5
2, 4, dan 3
“Tidak,”jawab laki-laki itu.” Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”
“Oh,, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.”Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya. Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?”
“Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ….”
“Nona!” sela si pegawai cepat.
Kutipan cerpen tersebut bertema ….
Keberanian pegawai mengakui kekeliruan.
Kejujuran seseorang dalam hidup.
Kehati-hatian pegawai terhadap seseorang
Kebaikan seseorang terhadap pegawai pos.
Di bawah ini yang termasuk kalimat ekspresif adalah....
Cie, yang sedang jatuh cinta lagi!
Sedang apa dia disana ?
Terima kasih.
Kalau begitu maafkan saya.
Cermati kutipan cerpen berikut!
Hingga tiga bulan lalu, suami Melani masih bisa menggarap lahan Pak Minto. Lahan itu sebelumnya hanya lahan mati dengan rumput ilalang setinggi orang dewasa. Setelah Melani dan suaminya datang sebagai keluarga jauh yang merantau, Pak Minto mengizinkan keduanya memanfaatkan lahan itu untuk cocok tanam. Daripada jadi lahan tak terurus, begitu kata Pak Minto.
Nilai sosial yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ...
seorang suami yang masih bisa menggarap lahan
seseorang yang bisa memanfaatkan lahan mati
suami istri yang datang sebagai keluarga perantau
menolong orang yang memerlukan pekerjaan
suami yang bekerja keras menghidupi keluarganya
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. Menekur diam. Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Makna gentong pada kutipan tersebut melambangkan ...
kembali
ibu tokoh
rumah di masa lalu
kerinduan
penderitaan
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
(1) Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. (2) Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. (3) Menekur diam. (4) Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
(5) Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. (6) Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
(7) Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
(8) Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. (9) Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. (10) Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. (11) Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. (12) Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. (13) Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Kalimat bermajas personifikasi dalam kutipan tersebut terdapat pada kalimat nomor
(2)
(5)
(8)
(12)
(13)
Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal!
Betul. Semasa kecil, saya sering didongengi ibu. Katanya hidup di surga itu nyaman sekali, tinggal tunjuk langsung jadi. Mau anggur akan diantar ke hadapan. Mau minum dan makan juga demikian. Bukankah sekarang zaman juga sudah begini? Haus dan lapar tinggal buka ponsel. Hanya perlu satu jari untuk membuatnya ada di depan mata. Lalu, mengapa harus susah payah memasak segala?
... Memasak yang dimaksud ibu saya bukan sekadar bisa, melainkan memang lihai sebab akan memengaruhi rasa.
Sekali lidah harus langsung enak terasa sehingga sampai sajian tandas di piring kenangan baiklah yang terbawa. Maka, demi memenuhi angan-angan punya anak perempuan yang bisa menyajikan penganan enak itu, ibu kemudian mendesak saya datang ke rumahnya.
"Ambil libur dua hari apa tidak bisa sama sekali?" desaknya di ujung telepon.
Saya menjepit ponsel di antara kepala dan bahu sementara sepasang tangan masih berusaha melepaskan sarung karet berwarna pucat. Saya memang baru keluar dari ruang operasi ketika ibu menelepon lagi untuk kesekian kali.
(Semangkuk Perpisahan di Meja Makan", Miranda Seftiana)
Konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Tidak perlu bisa memasak untuk menjadi anak perempuan yang baik.
Seorang anak yang tidak menyempatkan waktu untuk bertemu ibunya.
Seorang anak yang sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa untuk belajar memasak.
Kemudahan mencari makanan dan minuman membuat seorang anak berselisih dengan ibunya.
Seorang ibu yang meminta anaknya untuk libur agar bisa belajar memasak dengannya.
Cermati kutipan novel berikut ini!
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku. Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca. Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku. Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan. Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria. Membaca semua itu semangatku kembali terpompa dan hatiku semakin bening siap menerima pelajaran-pelajaran baru.
(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Pendeskripsian watak tokoh Aku yang cerdas diungkapkan melalui ...
lingkungan tokoh
deskripsi fisik tokoh
pikiran tokoh
ucapan tokoh
tingkah laku tokoh
Cermati kutipan novel berikut ini!
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku. Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca. Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku. Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan. Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria. Membaca semua itu semangatku kembali terpompa dan hatiku semakin bening siap menerima pelajaran-pelajaran baru.
(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Pembuktian latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat dalam bagian ...
Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca.
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku.
Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku.
Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan.
Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria.
Menyaksikan guyuran dari bawah lindungan halte bus, aku merasa tak berdaya. Aku hanya bisa memandang entah apa, tanpa pernah berbuat lain kecuali diam. Jauh di atas sana, langit kelabu, bertanda hujan akan cukup betah menyaksikanku. Andai aku tadi tidak terlambat, aku pasti sudah di bus bahkan mungkin sudah tidur nyenyak di kamar.
Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerita di atas adalah...
Orang ketiga
Orang ketiga pengamat
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama bukan pelaku utama
2.Membaca cerpen tidak hanya mendapat hiburan semata, tetapi juga ada nila-nilai kehidupan yang dapat kita ambil dari cerpen tersebut. Salah satu nilai yang terkandung dalam cerpen adalah nilai agama (relegius) adalah ….
nilai yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan
nilai yang menyangkut atura-aturan yang terkait dengan hubungan antar manusia dengan Tuhan
nilai yang menyangkut masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia
menyangkut masalah adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa, dalam kehidupan sosialnya
nilai yang menyangkut hubungan antara manusia dengan orang lain dalam kehidupan
6.“Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhakai dengan lillaahitaala sudh rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula,” Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.”
Nilai moral yang sesuai teks tersebut adalah ….
anak durhaka yang tidak perlu dicontoh
anak baik dan sopan santun
ibu yang durhaka
anak buruk hati
anak yang pamer
Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka seperti orang-orang criminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang aku tahu sebagai supir taksi.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.
ketakutan yang timbul akibat pengalaman masa lalu.
jangan berprasangka buruk hanya karena melihat penampilannya
ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarya
ketakutan melihat orang jahat
Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema dalam cerpen tersebut adalah ….
kehidupan seorang guru BK di sekolah
kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
memerlukan penanganan khusus
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Cara pengarang penyampaian tema cerpen adalah ….
melalui kisah hidup tokoh
narasi langsung oleh pengarang
melalui dialog
pendapat tokoh dalam cerita
melalui prolog
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Kedudukan tokoh pak Usman dan Larasati dalam kutipan cerpen di atas adalah ….
tokoh antagonis, tokoh penengah
tokoh protagonis, tokoh penengah
tokoh antagonis, tokoh protagonis
tokoh protagonis, tokoh protagonis
tokoh antagonis, tokoh antagonis
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
