WorksheetsUTS Dietetika Infeksi
Total questions: 15
Worksheet time: 17mins
Petugas penyedia makanan pada pasien HIV/AIDS sebaiknya menggunakan masker dan sarung tangan pada saat membagi makanan dengan tujuan....
Menghindari penularan penyakit oportunistik dari pasien HIV
Meningkatkan keamanan makanan yang dibagikan
Meningkatkan kesehatan petugas penyedia makanan
Meningkatkan personal hygine petugas penyedia makanan
Meningkatkan citra rumah sakit dan penampilan petugas
Edukasi pasien HIV/AIDS tentang keamanan pangan diperlukan untuk ....
Mencegah terjadinya infeksi oppurtunistik
Mengurangi terjadinya komplikasi kanker
Mencegah terjadinya lipodistrophy
Meningkatkan kerja fungsi ginjal
Mencegah terjadinya sariawan
Kasus: NY. A, usia 35 tahun, TB = 160 cm, BB sekarang 43 kg, BB sebelum sakit 45 kg. Keluhan yang dirasakan adalah lemas, kalau malam keringat dingin, badan panas (suhu tubuh 38.5 derajat Celsius), tensi 110/70 mmHg, tidak nafsu makan. Sedangkan hasil lab. seperti berikut.
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
Hb 11 gr/dl 12-16 Rendah
Ht 24,7 % 36-46 Rendah
Leukosit 1130 rb/ml 5000-10.000 Rendah
Trombosit 573000 rb/ml 150.000-400.000 Tinggi
Pekerjaan Ny. A. adalah ibu rumah tangga, rumah milik sendiri, semi permanen, kurang ventilasi, lantai masih tanah. Pekerjaan suami adalah satpam di kantor pemerintah, dan mempunyai BPJS. NY. A terkena infeksi TB, karena 2 bulan yang lalu menjaga neneknya yang sakit TB. Obat yang diberikan adalah Isoniazid ,Rifampisin,Pirazinamid ; Etambutol dan Streptomisin. Kebiasaan makan hari hari adalah : pagi nasi uduk, tempe goreng, teh manis; pukul 10.00 singkong goreng; Makan siang dan malam sama : nasi, sayur lodeh, tahu bacem, telor balado.
Pernyataan di bawah ini yang paling tepat, berkaitan dengan faktor resiko NY.A terkena infeksi TB adalah ....
Status gizi kurang
Nilai trombositnya tinggi
Nilai leukositnya rendah
Pekerjaan suami SATPAM
Batuk malam hari dan lemas
Kasus: NY. A, usia 35 tahun, TB = 160 cm, BB sekarang 43 kg, BB sebelum sakit 45 kg. Keluhan yang dirasakan adalah lemas, kalau malam keringat dingin, badan panas (suhu tubuh 38.5 derajat Celsius), tensi 110/70 mmHg, tidak nafsu makan. Sedangkan hasil lab. seperti berikut.
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
Hb 11 gr/dl 12-16 Rendah
Ht 24,7 % 36-46 Rendah
Leukosit 1130 rb/ml 5000-10.000 Rendah
Trombosit 573000 rb/ml 150.000-400.000 Tinggi
Pekerjaan Ny. A. adalah ibu rumah tangga, rumah milik sendiri, semi permanen, kurang ventilasi, lantai masih tanah. Pekerjaan suami adalah satpam di kantor pemerintah, dan mempunyai BPJS. NY. A terkena infeksi TB, karena 2 bulan yang lalu menjaga neneknya yang sakit TB. Obat yang diberikan adalah Isoniazid , Rifampisin, Pirazinamid ; Etambutol dan Streptomisin. Kebiasaan makan hari hari adalah : pagi nasi uduk, tempe goreng, teh manis; pukul 10.00 singkong goreng; Makan siang dan malam sama : nasi, sayur lodeh, tahu bacem, telor balado.
Untuk mengatasi defisiensi zat gizi mikro pada Ny. S , yang paling baik dilakukan oleh tenaga kesehatan adalah ...
Menganjurkan peningkatan asupan protein hewani
Menganjurkan peningkatan asupan sayur dan buah
Menganjurkan mengkonsumsi susu 2 kali sehari
Memberikan suplemen vitamin dan mineral yang dicover BPJS
Membiarkan dan hanya berkontribusi terhapad peningkatan energi
Tuan A adalah perokok berat, baru baru ini tuan mengeluh sesak nafas dan pergi periksa ke klinik paru. Diagnosa terbaru adalah Tuan A menderita PPOK. Keluhan yang diceritakan adalah perut kembung, dan sakit ulu hati. Diantara pernyataan di bawah ini yang menyebabkan keluhan makin hebat adalah ....
Porsi kecil tapi sering
Minuman tanpa soda
Kubis, bawang bombay, brokoli
Kentang rebus, sereal susu, pisang
Sereal, susu, dan telur rebus
Indikator asuhan gizi dari data antropometri yang perlu dikumpulkan dan dinilai pada pasien dengan kondisi penyakit hepatitis adalah ....
Berat Badan
Tinggi Badan
Lingkar Lengan Atas
Indeks Massa Tubuh`
Perubahan berat badan
Sering terlihat penampilan fisik yang tampak kurus pada pasien dengan kondisi hepatitis. Hal tersebut menunjukkan gejala adanya ....
Defisiensi vitamin dan mineral
Asupan energi yang tidak adekuat
Perubahan berat badan yang tidak diharapkan
Kerusakan sel hati dan defisiensi vitamin dan mineral
Asupan energi yang tidak sesuai kebutuhan dan perubahan BB yang tidak diharapkan
Tujuan intervensi gizi pasien hepatitis dengan masalah gizi gangguan utilisasi zat gizi lemak adalah ....
Meningkatkan asupan oral 100% dalam waktu 3 hari
Mencapai status gizi yang optimal dalam waktu 1 bulan
Memberikan makanan tanpa memberatkan pankreas selama 3 hari
Meningkatkan asupan makan 80% dari kebutuhan selama 3 hari
Memberikan makanan sesuai dengan kondisi gangguan utilisasi zat gizi lemak dalam waktu 3 hari
Rekomendasi diet yang sesuai diterapkan pada pasien dengan asupan oral inadekuat yang disebabkan oleh sakit menelan, mual, tidak muntah disertai nafsu makan yang
menurun yaitu ....
Bentuk makanan biasa, frekuensi 3x makanan utama, 2x selingan
Bentuk makanan lunak dan penambahan suplemen vitamin
Modifikasi makanan lumat dan cair (oral nutrition support)
Modifikasi makanan lumat, ditambah cair melalui NGT
Bentuk makanan cair, melalui NGT
Intervensi gizi dengan melakukan modifikasi bentuk makanan dilakukan pada pasien dengan masalah pada diagnosa gizi berikut ....
Kurang asupan serat
Kelebihan berat badan
Kurang asupan cairan
Kelebihan asupan energi
Mengalami gangguan mengunyah
Tuan S, usia 30 tahun, masuk rumah sakit dengan diare berat, diagnose HIV sejak 8 tahun yang lalu. Berat badan 70 kg, tinggi badan 175 cm. Os dilakukan pemeriksaan feses, dan diduga tidak terkait dengan pemberian obat HAART. Hasil kultur feses belum jadi. Sambil menunggu diagnose penyakit dari dokter. Anjuran diet untuk pasien Tuan S adalah diberikan diet ....
Makanan Lunak (ML) 1500 kkal ditambah ekstra cairan 400 cc perhari
Makanan Cair (MC) jernih 8x 200 cc ditambah dengan mineral mix
Makanan Biasa (MB) 1500 kkal dengan tinggi lemak dan tingi serat
Makanan Cair (MC) kental 6x250 kkal dengan tinggi serat
Makanan Lunak (ML) 1500 kkal dengan serat sedang
Diantara minumanini yang mempunyai densitas tinggi dan tepat diberikan pada psien HIV adalah 1 gelas dari ....
Es kopi
Teh manis
Es kelapa
Milkshake SKM
Es jeruk
Bahan makanan yang merupakan sumber kalsium terbaik adalah ....
Bayam, kangkung, kacang panjang
Ikan teri, ikan gabus, ikan lele
Susu, keju, yoghurt
Gula, madu, jam buah
Minyak kacang, minyak jagung
Menetapkan preskripsi diet pasien dan terapi gizi yang akan diberikan, termasuk dalam kegiatan
Asesmen gizi
Diagnosa gizi
Monitoring & evaluasi gizi
Perencanaan intervensi gizi
Implementasi intervensi gizi
K; oleh ahli gizi didiagnosa mengalami berat badan kurang berkaitan dengan asupan makan yang kurang dalam jangka waktu yang lama dan adanya peningkatan kebutuhan ditandai dengan penurunan berat badan 10% dalam 2 bulan serta IMT 18. Sign & symptom ditunjukkan oleh...
Penurunan berat badan 10% 2 bulan, IMT 18
Asupan makan & peningkatan kebutuhan
Asupan makan kurang dalam waktu lama
Berat badan kurang karena asupan makan kurang
Adanya underweight karena IMT 18
