WorksheetsSilvikultur Hutan Alami
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
Berikut adalah ciri-ciri hutan hujan tropis, kecuali:
Memiliki curah hujan tinggi
Tingkat kelembaban yg selalu tinggi, biasanya 80% atau lebih.
Struktur hutan hujan tropis terdiri dari tajuk yang berlapis-lapis.
Tidak terdapat tumbuhan epifit menempel di pohon
Fungsi/manfaat hutan hujan tropis secara ekologis, kecuali:
Rumah bagi hewan dan tumbuhan
Menstabilkan iklim dunia
Tujuan wisata
Penghasil oksigen
Angin merupakan faktor lingkungan yang penting, di dalam hutan angin berperan untuk hal-hal berikut, kecuali:
Mengalirkan udara baru yang banyak mengandung karbondioksida
Menimbulkan badai
Membantu penyerbukan
Mengangkut butiran air hasil transpirasi dan menyejukkan lingkungan
Binatang dalam kaitannya dengan ekosistem hutan dapat berperan positif dan negatif. Peran positif binatang terhadap hutan adalah:
Membantu dalam proses penyerbukan dan perkembangbiakan tumbuhan
Memakan tunas tumbuhan sehingga mempercepat tumbuhnya tunas-tunas baru.
Memakan buah-buah
Melakukan pemadatan tanah
Famili tumbuhan Dipterocarpaceae ini terdiri dari 16 genus. Tiga genus utama dari family Dipterocarpaceae ialah:
Anisoptera, Balanocarpus, Neobalanocarpus
Cotylelobium, Dipterocarpus, Dryobalanops
Hopea, Upuna, Vatica
Shorea, Hopea, Dipterocarpus
Organ tumbuhan (Dipterocarpaceae) yang paling baik digunakan dalam penentuan suku, marga dan jenis adalah:
Kulit kayu
Daun dengan urat – urat daunnya dan pucuk muda
Bunga dan buah
Tangkai daun dan sudut percabangan
Dipterocarpaceae akan tumbuh baik apabila berada di:
Di pinggir jalan angkutan
Di dalam rumpang
Di bawah tajuk yang rimbun
Di lantai hutan primer
Mikoriza adalah hubungan jamur/cendawan dengan tumbuhan. Biasanya hubungan ini terletak di sistem perakaran tumbuhan. Hubungan antara mikoriza dan akar (Dipterocarpaceae) adalah hubungan:
Simbiose mutualisme
Komensalisme
Strangler
Parasitisme
Berikut ini adalah peranan mikoriza, kecuali:
Merangsang pertumbuhan bulu akar baru
Volume tanah yang dieksploitasi tidak besar
Menambah luas penyerapan air
Akar lebih tebal, tahan kekeringan
Berikut adalah teknik inokulasi mikoriza, kecuali:
Mengambil top soil di bawah tegakan pohon induk Dipterocarpaceae
Mencampurkan badan buah jamur yang dicacah ke dalam media tanam semai
Memindahkan semai ke luar bedeng
Mencampur air siraman dengan badan buah jamur yang sudah dicacah
Berikut adalah penyebab ketidak lestarian pengelolaan hutan tropis, kecuali:
Perambahan belum terkendali
Menggunakan teori yang diimport dari daerah yang maju
Kekurangan tenaga profesional yg berbakti
Tataguna lahan masih belum mantap
Modal awal silvikultur salah satunya adalah hutan primer dengan ciri-ciri sebagai berikut, kecuali:
Banyak jenis kayu yang laku dijual
Riap nol
Jenis pohon banyak
Struktur diameter J-terbalik
Modal awal silvikultur berupa hutan sekunder dengan ciri-ciri sebagai berikut, kecuali:
Riap awal besar, lambat laun mengecil
Komposisi tergantung tapak dan umur
Gundul karena alami dan antropogen
Tegakan muda seragam dari jenis niagawi
Modal awal silvikultur berupa Tegakan tinggal tebangpilih dengan ciri-ciri sebagai berikut, kecuali:
Struktur mirip hutan klimaks
Wilayah hutan alam terluas dan pusat perhatian kehutanan di Indonesia
Permudaan tidak banyak karena tidak bisa hidup di rumpang buatan
Vegetasi pionir, perambat berkembang sehingga perlu pemeliharaan pohon binaan
Usaha mengubah struktur dan/ atau komposisi tegakan hutan secara bertahap untuk memproduktifkan hutan alami
Penjarangan
Perbaikan tegakan
Pembinaan hutan
Mempertahankan keanekaragaman
Kegiatan untuk memusatkan pertumbuhan pada pohon-pohon yang ditinggalkan
Penjarangan
Pemangkasan
Pembinaan hutan
Perbaikan tegakan
Penerapan beberapa kegiatan usaha Kehutanan (Multi usaha Kehutanan) perlu dilakukan dengan beberapa pertimbangan berikut, kecuali
Nilai ekonomi riil lahan hutan sangat rendah
Pasar kayu yang berasal dari hutan alam cenderung meningkat
Persentase areal efektif sangat rendah
Sebagai alternatif sumber PNBP selain hasil hutan kayu
Berikut adalah beberapa potensi pemanfaatan Multi Usaha Kehutanan, kecuali:
Menghindari tumpang tindih perizinan pada lahan hutan yang sama
Menurunkan potensi konflik pemanfaatan hutan karena beragam kepentingan dapat diakomodir dalam izin multi usaha kehutanan
Menurunkan akuntabilitas dan pengawasan dalam usaha pemanfaatan hutan.
Memungkinkan terwujudnya optimasi pemanfaatan sumberdaya hutan sesuai dengan karakteristik biofisik dan sosekbud
Beberapa pertimbangan dilakukan Sistem Tebang Pilih adalah yang tersebut di bawah ini, kecuali:
Pohon besar sering banyak yang bolong. Banyak pohon besar cacat.
Jenis kayu yg laku dijual hanya sedikit
Hanya sedikit jenis pohon niagawi
Ongkos produksi murah
Berikut ini adalah kawasan non produktif, kecuali:
Kampung dan lahan garapan masyarakat
Rawa non produktif
Log over area
Kawasan pelestarian plasma nutfah
Penebasan semak dan perambat di areal bekas tebang pilih agar mudah diinventarisasi, diperbaiki, dan ditingkatkan produktivitasnya. Tujuannya untuk meningkatkan mutu tgk, keamanan, kenyamanan bekerja.
Pembebasan
Perapihan
Inventarisasi Tegakan Tinggal
Inventarisasi Tegakan Sebelum Pemanenan
Pohon binaan adalah pohon terbaik dalam tegakan untuk dipelihara sampai akhir siklus tebang sebagai penghasil kayu pertukangan dengan kriteria sbb, kecuali:
Jaraknya satu sama lain rata-rata 9 m
Ukuran terbesar di tempatnya
Semua pohon dari jenis yang dilindungi pemerintah
Jenisnya komersial lokal
Kegiatan penanaman tegakan tinggal yang kurang permudaan untuk memperbaiki komposisi jenis, penyebaran pohon, dan nilai tegakan
Penyulaman
Pengayaan
Pewiwilan
Rehabilitasi
Penanaman bidang kosong agar menjadi produktif
Pewiwilan
Penyulaman
Rehabilitasi
Pengayaan
Jenis-jenis pohon penyusun hutan mangrove di Indoneisa jika diurutkan dari arah laut kearah daratan dapat dibedakan menjadi 4 zonasi. Zona yang terletak paling dekat ke arah darat adalah
Zona Api-api-Prepat (Avicennia-Sonneratia)
Zona bakau (Rhizophora)
Zona tanjang (Bruguiera)
Zona nipah (Nypa Fructicant)
Berikut adalah ciri-ciri hutan kerangas ekstrim, kecuali:
Kandungan pasir atau kwarsa lebih tinggi dibandingkan liat
Hampir tidak ada dijumpai pohon-pohon besar
Miskin jenis pohon tapi kaya epiphit
Tegakan kerdil dan jarang
Dampak merugikan kebakaran hutan dan lahan diantaranya adalah, kecuali:
Pohon/vegetasi hutan akan mati
Membantu peremajaan alam
Merusak tanah hutan (sifat fisik, kimia dan biologi tanah)
Mengganggu habitat margasatwa
Berikut ini merupakan kriteria penunjukan dan penetapan kawasan wisata alam, kecuali:
Menjaga dan melindungi tata air
Mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa atau ekosistem gejala alam serta formasi geologi yang menarik
Kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan pariwisata alam
Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian fungsi potensi dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam
Promosi keindahan Pulau Derawan termasuk dalam pengelolaan dan pemanfaatan jasa lingkungan:
Pemanfaatan sumber daya air
Jasa lingkungan keindahan bentang alam
Mekanisme penjualan jasa lingkungan perdagangan karbon
Jasa lingkungan perlindungan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati
Berikut adalah ciri-ciri dari kawasan karst, kecuali:
Komunitas tumbuhan karst memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kekurangan air
Lapisan air tanah yang tipis
Pepohonan di kawasan karst memiliki kecendrungan berakar dangkal
Kalsium berlimpah
Berikut adalah teknik pembalakan berdampak rendah, kecuali:
Mempertimbangkan kerusakan tegakan hutan, tanah dan air
Jalan sarad dibuka terlebih dahulu
Penebangan diarahkan ke jalan sarad yang telah dibuka untuk memudahkan penyaradan
Bulldozer selalu mendekati tunggul untuk pengikatan log dan penyaradan
Penyingkiran pohon-pohon yang tidak diinginkan untuk memacu pertumbuhan pohon-pohon binaan atau tegakan tinggal:
ITSP
Peneresan
Timber Stand Improvement (TSI)
Peracunan
Bila pohon-pohon yang disingkirkan adalah pohon-pohon yang berukuran seperti pohon yang dapat digunakan untuk kayu perkakas, maka kegiatannya disebut:
Perapihan
Penjarangan
Pembebasan
Peneresan
Tumbuhan yang dibunuh pada pembebasan adalah penyaing pohon binaan seperti yang tersebut di bawah ini, kecuali:
Rotan berharga
Semua perambat
Pohon bukan binaan dengan tajuk menaungi tajuk pohon binaan
Pohon bukan binaan dengan tajuk mendesak tajuk pohon binaan
Pohon-pohon tinggal (di samping pohon binaan) adalah seperti yang disebut di bawah ini, kecuali:
Pohon-pohon yang menghasilkan makanan hewan
Semua pohon di tepi hutan, tepi jalan raya, tepi ladang, tepi lapang terbuka, tepi sungai, harus dipotong
Semua pohon-pohon di bawah tajuk pohon unggulan
Tidak ada pohon diganggu sepanjang sungai dan mata air
Suatu kegiatan pemulihan fungsi, produktivitas, struktur, dan komposisi hutan; harus menggunakan jenis asli; jangka waktu panjang; memulihkan ekosistem seperti kondisi aslinya dan hasilnya tidak boleh dipanen
Recovery
Reklamasi
Restorasi
Rehabilitasi
Berkut ini adalah kriteria kawasan yang perlu direstorasi, kecuali:
Terletak pada kawasan konservasi
Kawasan terdegradasi
Terinvasi oleh jenis asing
Cagar Alam dan zona inti dalam kawasan taman nasional
Berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan pada pola restorasi dengan penunjang suksesi alami, kecuali:
Membuat sekat bakar
Melakukan pembersihan gulma yang terlalu tebal, dengan maksud agar biji dan sinar matahari dapat mencapai tanah sehingga biji mampu tumbuh
Menanam bibit pada areal yang jarang tumbuhan dengan spesies kunci atau jenis-jenis sebagai pakan satwa, sarang satwa ataupun jenis-jenis yang belum banyak terdapat pada lokasi tersebut
Pemindahan anakan yang terlalu rapat pada areal yang kurang rapat
Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi biomassa tegakan hutan, kecuali
Umur tegakan hutan
Tinggi tempat dari permukaan laut
Komposisi dan strukur tegakan hutan
Iklim (suhu dan curah hujan)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan karbon dioksida di udara adalah seperti yang tersebut di bawah ini, kecuali:
Jenis vegetasi
Jumlah populasi manusia
Jarak dengan daerah industri
Curah hujan
