WorksheetsMATERI MENIKMATI NOVEL
Total questions: 10
Worksheet time: 19mins
Perhatikan cuplikan teks berikut!
Pesawat Garuda jurusan Jakarta-Tokyo itu mendarat di Bandara Narita, pukul 11.00 waktu Tokyo. Akira mengirup napas dalam. Dirasakannya kesejukan udara tanah kelahirannya merasuk hingga ke tulang sumsum. Ia tersenyum tipis sebelum akhirnya melangkah perlahan menuruni tangga pesawat (Novel Akira, Muslim Watashi Wa, Helvy Tiana Rosa).
Cuplikan teks novel tersebut termasuk ke dalam unsur ....
Pengenalan situasi cerita
pengungkapan peristiwa
puncak konflik
penyelesaian
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
Bacalah kutipan teks novel Berikut!
Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...
(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)
Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ... .
antithesis
metafora
personifikasi
hiperbola
Bacalah kutipan novel berikut !
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Latar tempat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
warung
kelas
sekolah
ruang tunggu
“Walau apa katamu terhadapku, walau kaucaci maki aku, kaukutuki aku, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Masri dan Arni hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”Kemarau, A.A. Navis
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
Tuhan melarang perkawinan beda agama.
Bacalah kutipan novel berikut.
(1) Wiraatmaja menggelengkan kepalanya, “Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik,” (2) “Bukan begitu, Bapak!” kata Tuti pula menyambung kata ayahnya. “Bukan mereka sengaja hendak bertentangan dengan orang-orang tua. (3) Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidupkita sebagai manusia. (4) Emang berkata bahwa bahagia itu adalah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang. (5) Saleh menganggap bahagia itu lain artinya. (6) Bahagia itu baginya tidak sama dengan hidup senang. (7) Baginya yang dinamakan bahagia itu dapat menurutkan desakkan hatinya, dapat mengembangkan tenaga dan kecakapannyan sepenuh-penuhnya dan menyerahkannya kepada yang terasa terhadapnya dan yang termulia dalam hidup ini.”
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah ....
Orang pertama sebagai pelaku utama
orang ketiga terarah
orang ketiga serba tahu
orang ketiga bukan tokoh utama
Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.
Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah …
Gunda
sedih
tegang
khusyuk
(1) Perahu terombang-ambing pelan
(2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel
(3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh
(4) Jasmine mengacungkan tangannya
(5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.
Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor …
1
2
3
4
Beberapa saat lamanya kedua beranak itu pun berjabat tangan, berpandang-pandangan dam berpelukan. Sebagai tak kan puas layaknya.
Sejurus kemudian barulah Asri memberi salam kepada Ibu Sitti Maliah, demikian juga kepada orang setetangga, yang kebetulan sudah hadir di situ, akan mengucapkan selamat datang kepadanya. Ia duduk dekat jamu-jamu itu, bercakap-cakap. Setelah mereka itu pergi, tinggallah Asri berdua dengan Ibunya.
Dikutip dari: Nur Sutan Iskandar, Salah Pilih, Jakarta, Balai Pustaka, 2010
Tema yang tepat untuk kutipan novel diatas ….
Pertemuan ibu dengan anaknya yang telah lama pergi
Percakapan antara ibu dan anaknya
Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya
Kebaktian anak terhadap ibu
….tapi itu tak dapat dicapai dengan kenduri saja. Masa dan keadaanlah yang menentukan. Ompi yakin, masa itu pasti akan datang. Dan, ia menunggu dengan hati yang disabar-sabarkan. Pada suatu hari yang gilang gemilang, angan-angannya pasti merupa jadi kenyataan.
Dia yakin itu bahwa Indra Budiman-nya akan mendapat nama tambahan dokter di muka namanya sekarang. Atau salah satu titel yang mentereng lainnya.
Ketika Ompi mulai mengangankan nama dambaannya itu, diambilnya kertas dan potlot ditulisnya nama anak-anak, Dr. Indra Budiman. Dan Ompi merasa bahagia sekali. Ia yakinkan kepada para tetangganya akan cita-citanya yang pasti tercapai itu.
(A.A. Navis, anak kebanggaan)
Amanat yang terkandung dalam penggalan prosa di atas adalah….
Jangan terlalu yakin dengan angan - angan sendiri
Cita-cita orang tua akan tercapai kalau didukung oleh anaknya.
Cita-cita pasti tercapai kalau dilandasi keyakinan akan keberhasilannya
Hendaklah kita yakin dengan apa yang kita cita-citakan.
