Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PENILAIAN TEKS CERITA RAKYAT

Total questions: 20

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Berikut ciri-ciri cerita rakyat, kecuali….

a)

Cerita rakyat pada umumnya disampaikan dengan cara lisan.

b)

Berisi tentang tokoh nyata yang berperan penting dalam keberlangsungan bangsa.

c)

Tidak diketahui siapa yang pertama kali menciptakan cerita atau pengarangnya.

d)

Disampaikan secara turun-temurun.

e)

Kaya dengan nilai-nilai luhur.

2.

Bacalah petikan cerita rakyat berikut dengan saksama!

Kesepuluh putri itu dinamai dengan nama-nama warna. Putri Sulung bernama Putri Jambon. Adik-adiknya dinamai Putri Jingga, Putri Nila, Putri Hijau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, Putri Kuning, dan dua putri lainnya. Baju yang mereka kenakan pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Putri Kuning sedikit berbeda. Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya, ia selalu tersenyum ramah kepada siapapun. Ia lebih suka bepergian dengan pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.


Karakteristik cerita rakyat yang menonjol dalam pennggalan cerita rakyat di atas adalah …

a)

kehidupan sehari-hari

b)

kemustahilan

c)

istanasentris

d)

kesaktian tokoh

e)

kejadian ajaib pada tokoh

3.

Bacalah petikan cerita rakyat Melayu klasik berikut dengan saksama!


Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh raksasa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh raksasa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan raksasa itu.


Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....

a)

diam

b)

daripada

c)

raja

d)

rimba

e)

hamba

4.

Bacalah penggalan cerita berikut!


”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)


Amanat dalam hikayat tersebut adalah....

a)

mendahulukan kepentingan umum

b)

menghormati perasaan orang lain

c)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

d)

menolong orang yang sedang menderita

e)

membantu orang yang sedang bersedih hati

5.

Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!


Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak …

a)

pemberani

b)

sombong

c)

baik hati

d)

kasar

e)

setia

6.

Nilai yang berkaitan dengan budi pekerti, sikap, adab disebut dengan nilai...

a)

moral

b)

sosial

c)

budaya

d)

edukasi

e)

agama

7.

Cerita rakyat yang menokohkan hewan atau binatang sebagai lambang pengajaran moral disebut...

a)

legenda

b)

mythe atau mitos

c)

hikayat

d)

dongeng

e)

fabel

8.

Nilai berikut terdapat dalam cerita rakyat, kecuali...

a)

nilai moral

b)

nilai estetika

c)

nilai hukum

d)

nilai budaya

e)

nilai sosial

9.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.


Nilai moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...

a)

Pentingnya mengonsumsi daging

b)

Pentingnya menepati janji

c)

Harus menghormati orang lain

d)

Kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

10.

Ketika raja di dalam negeri itu telah kembali ke penciptanya. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah berpulang itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"


Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

11.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.


Kata yang berwarna merah pada penggalan hikayat memiliki makna...

a)

diusir

b)

diminta

c)

diperintah

d)

diizinkan

e)

diharapkan

12.

Alur merupakan rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu atau bulat dan utuh. Alur disebut juga….

a)

Setting

b)

Plot

c)

Penokohan

d)

Sudut pandang

e)

Tema

13.

Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. Hikayat Si Miskin


Pendeskripsian tokoh pada kutipan di atas menunjukkan kalau tokoh tersebut adalah seseorang yang berasal dari….

a)

Kaum bangsawan

b)

Kerabat kerajaan

c)

Orang kebanyakan

d)

Orang miskin

e)

Kaum terpelajar

14.

Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dikoyak rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. Hikayat Si Miskin


Nilai yang mendominasi pada kutipan tersebut adalah nilai….

a)

Agama

b)

Sosial

c)

Pendidikan

d)

Budaya

e)

Estetika

15.

Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan ....


Yang bukan jawaban untuk pengertian hikayat di atas adalah ....

a)

keluarga istana

b)

kaum bangsawan

c)

orang-orang ternama

d)

orang suci di sekitar istana

e)

masyarakat umum

16.

Pokok pikiran yang digunakan sebagai dasar pengarang, ide pokok permasalahan dan pokok pengarang temasuk unsur intrinsik cerita yang disebut ....

a)

alur

b)

setting

c)

amanat

d)

tema

e)

sudut pandang

17.

Bacalah kutipan hkayat berikut!


Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.


Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....

a)

Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.

b)

Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.

c)

Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.

d)

Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.

e)

Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.

18.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. (Hikayat Indera Sri Bagawan)


Nilai budaya yang ada pada penggalan tersebut adalah….

a)

Makan bersama dan membayar upeti

b)

Sholat berjamah dan membayar upeti

c)

Menengok orang tua dan membayar upeti.

d)

Shalat bersama dan mengadakan sayembara

e)

Makan bersama dan menyembuhkan penyakit.

19.

Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.


Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....

a)

bersifat tradisional

b)

bersifat universal

c)

kesaktian tokoh

d)

kemustahilan

e)

istana sentris

20.

Maka adalah seorang miskin laki bini berjalan mencari riskinya berkeliling negara antah-berantah. Adapun nama raja di dalam negara itu Maharaja Indera Dewa. Namanya terlalu amat besar kerajaan baginda itu. Beberapa raja-raja di tanah Dewa itu takluk kepada baginda dan mengantar upeti kepada baginda pada tiap-tiap tahun.


Unsur intrinsik yang dominan diceritakan dalam kutipan hikayat di atas adalah ....

a)

tokoh dan penokohan

b)

alur

c)

amanat

d)

latar

e)

tema