Font size
WorksheetsTry Out UKOM STIKES YARSI Pontianak
Total questions: 180
Worksheet time: 3hrs 0mins
Seorang perempuan berusia 38 tahun dirawat di ruang penyakit dalam karena PPOK. Hasil pengkajian pasien tampak sesak, TD 110/70 mmHg, Frekuensi napas 28x/menit, frekuensi nadi 100x/ menit, tampak retraksi dada, dan tampak penggunaan otot-otot pernapasan. Hasil pemeriksaan AGD didapatkan nilai pH 7,30, PaCO2 49 mmHg, PaO2 85 mmHg, HCO3- 22 mEq/L, saturasi oksigen 97 %. Berdasarkan data di atas, permasalahan yang muncul adalah
Asidosis Metabolik Terkompensasi
Alkalosis Respiratorik
Asidosis Respiratorik
Alkalosis Metabolik
Asisosis Metabolik
Seorang Laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian : TD 130/80 mmHg, Frekuensi Nadi 88x/menit, frekuensi napas 24x/m, x-ray toraks menunjukan adanya pleuritis dextra. Saat ini perawat sedang melakukan pemeriksaan fisik paru pada tahapan auskultasi. Apakah hasil pemeriksaan pada kasus tersebut?
Ronchi
Vesikuler
Wheezing
Bronchial
Friction Rub
Seorang Laki-laki berusia 64 tahun dirawat di ruang penyakit dalam keluhan nyeri dada sejak 2 jam sebelum MRS. Hasil pengkajian pasien mengatakan dadanya terasa panas, skala nyeri 7, akral dingin, lemah dan cemas. TD 140/80 mmHg, frekuensi nadi 72x/ menit, dan frekuensi napas 20x/ menit. Hasil EKG menunjukkan ST elevasi pada lead V3 dan V4. Dimanakah lokasi infark yang dialami pasien tersebut?
Posterior Jantung
Inferior Jantung
Anterior Jantung
Lateral Jantung
Septal Jantung
Seorang Laki-laki berusia 46 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis peritonitis dan mengeluh nyeri perut. Hasil Pengkajian skala nyeri 6, tampak wajah menyeringai, TD 140/90 mmHg, Frekuensi Nadi 100X/ menit, frekuensi napas 24x/ menit, suhu 38° C. Apakah pengkajian lanjutan pada kasus tersebut?
Mual
Muntah
Bising usus
Distensi Perut
intake dan output cairan
Seorang perempuan berusia 30 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis suspect apendisitis. Hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri perut kanan bawah, nyeri skala 7, mual, muntah, serta tidak napsu makan, TD 130/80 mmHg, frekuensi napas 26 x/ menit, frekuensi nadi 8x/ menit. Apakah pengkajian
lanjut pada kasus tersebut?
Auskultasi Bising Usus
Observasi status nutrisi
Pemeriksaan Laboratorium
Observasi tanda-tanda dehidrasi
palpasi pada titik mc. Burney
Seorang Laki-laki berusia 65 tahun dirawat di ruang neurologi dengan keluhan penurunan kesadaran. Hasil Pengkajian saat diberi rangsang nyeri kedua lengan tampak fleksi abnormal, membuka mata dan suara mengerang, pupil anisokor kanan, refleks cahaya lambat, TD 160/90 mmHg, Frekuensi nadi 92x/menit, frekuensi napas 20x/menit, dan suhu 36,8° C. Berapakah nilai GCS pada kasus tersebut?
5
6
7
8
9
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di ruang bedah saraf dengan pasca craniotomi. Hasil Pengkajian pasien tampak Hemiparese kanan, lemah dan tidak mampu menggerakan tubuhnya, reflex fisiologi melambat. Saat dilakukan pemeriksaan otot ekstermitas kanan didapat hasil sebagai berikut tidak mampu mengangkat lengan dan kaki namun masih bisa menggerakannya. Berapakah nilai kekuatan otot pada pasien tersebut?
1
2
3
4
5
Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat di ruang neurologi dengan keluhan sakit kepala. Hasil Pengkajian didapat penglihatan kabur, kelemahan kaki, dan tangan pada sisi kanan serta bicara tidak jelas. Untuk memastikan perawat akan melakukan pengkajian pada nervus kranial XII. Apakah yang harus diperintahkan dalam pengkajian tersebut?
Minta Pasien mengucapkan "A"
Meletakkan garam pada lidah bagian depan
Meletakkan Gula pada lidah bagian belakang
Minta Pasien untuk memoncongkan mulutnya
Minta pasien menggerakkan lidah kesatu sisi dan kesisi lainnya
Seorang Laki-laki berusia 18 tahun dirawat di ruang bedah dengan fraktur tibia 1/3 proksimal tertutup 12 jam yang lalu. Perawat melakukan pengkajian neurovaskular untuk mengidentifikasi adanya sindrom kompartemen. Apakah data fokus pada kasus tersebut?
Eritema Pada area fraktur
edema pada sekitar area fraktur
perubahan warna kulit dari pucat ke sianosis
nyeri progresif tidak hilang dengan analgetik
daerah disekitar lokasi fraktur terasa lebih hangat
Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan CKD. Hasil pengkajian : edema di ekstremitas bawah intake cairan 1000cc/24 jam, urin output 100cc/24 jam, TD 150/90 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 28x/menit dan suhu 37° C. Pasien direncanakan hemodialisa. Apakah pengkajian selanjutnya pada pasien tersebut?
Kaji adanya bunyi napas tambahan
kaji adanya kenaikan berat badan
kaji nilai ureum dan kreatinin
kaji kadar hemoglobin
kaji kecemasan
Seorang perempuan berusia 34 tahun dirawat di ruang bedah dengan luka bakar derajat II. Pasien mengeluh nyeri, lemas dan haus. Hasil pengkajian luka bakar daerah dada, tangan kanan dan paha kanan. Berapakah persentase luka bakar pada kasus tersebut?
44%
42%
34%
32%
27%
Seorang Laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan gangguan pendengaran. Perawat melakukan pemeriksaan pendengaran pada pasien dengan cara menempelkan garputala pada planum mastoid pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan setelah perawat tidak mendengar, sedangkan pasien masih dapat mendengarkan getaran garputala. Apakah interpretasi pemeriksaan pada kasus tersebut?
Tuli Kombinasi
Tuli Konduksi
Tuli Sensorik
Tuli Saraf
Normal
Seorang Laki-laki berusia 43 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan TB Paru. Hasil pengkajian keluhan sesak napas, tampak cemas, batuk berdahak dan retraksi dinding dada. TD 130/80mmHg, frekuensi nadi 100 x/ menit, frekuensi napas27 x/ menit, suhu 38° C. pH 7,47 ; PaCO2 32 mmHg, PaO2 90 mmHg, Saturasi Oksigen 92%, HCO3 22 mEq/dL, BE +3. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien?
Hipertermia
Keletihan
Kerusakan Pertukaran Gas
Ketidakefektifan pola napas
ketidakefektifan bersihan jalan napas
Seorang Laki-laki berusia 48 tahun dirawat hari ke-3 dengan diagnosis gagal jantung kongestif. Pasien mengeluh sesak bertambah, saat berjalan ke kamar mandi. Hasil pemeriksaan fisik frekuensi nadi 90x/ menit, TD 150/90 mmHg, frekuensi napas 28x/ menit, urine 40 cc/jam, dan hasil EKG sinus rhythm. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?
Intoleransi aktifitas
Pola napas tidak efektif
gangguan eliminasi urin
kelebihan volume cairan
gangguan perfusi jaringan
Seorang Laki-laki berusia 64 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhansesak napas dan kedua kaki bengkak. Sesak dirasakan memberat saat pasien beraktifitas. Hasil Pengkajian pasien terlihat pucat dan sianosis, lemah tidak berdaya, JVP meningkat, TD 100/70 mmHg, Frekuensi nadi 100x/ menit, frekuensi napas 24x/ menit dan dangkal, serta photo toraks menunjukkan CTR 65%. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Intoleransi aktifitas
Gangguan Perfusi Jaringan
Penurunan Curah Jantung
Pola Nafas tidak efektif
Kelebihan Volume cairan
Seorang perempuan berusia 22 tahun dirawat di ruang bedah dengan pasca operasi apendektomi hari ke-2. Pasien mengeluh nyeri pada luka bekas operasi, skala nyeri 6, wajah menyeringai, pasien susah tidur dan mengeluhkan mual serta nafsu makan berkurang. TD 130/80 mmHg, frekuensi nadi 98x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu 37,5° C, tampak lemah dan gelisah. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
nyeri akut
risiko infeksi
defisit nutrisi
intoleransi aktifitas
gangguan pola tidur
Seorang perempuan berusia 58 tahun dirawat di ruang neurologi dengan stroke haemoragik. Hasil pengkajian kesadaran stupor dengan GCS 9, refleks pupil lambat, kesan hemiparese dextra. TD 190/100 mmHg, Frekuensi nadi 100x / menit, frekuensi napas 28x/ menit dan suhu 38° C. CT-Scan menunjukkan adanya gambaran hiperdens pada daerah frontotemporal kanan. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Gangguan perfusi jaringan serebral
Ketidakefektifan pola napas
Hambatan mobilitas fisik
Risiko Cedera
Hipertermia
Seorang Laki-laki berusia 65 tahun dirawat diruang neurologi dengan keluhan mengalami kelemahan pada sisi kiri tubuh sejak semalam. Hasil pengkajian didapatkan wajah asimetris, bicara pelo, diberi minum tersedak, lidah terlihat mencong ke kanan. CT-Scan menunjukkan infark lobus parietal dextra. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral
Hambatan komunikasi herbal
Hambatan mobilitas fisik
Risiko Aspirasi
Seorang Laki-laki berusia 52 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis DM. Hasil pengkajian mudah lelah, aktivitas dibantu orang lain, sering merasa haus, BB turun, kulit kering, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 80x/ menit, frekuensi napas 20x / menit, dan hasil laboratorium gula darah sewaktu 578 mg/dl. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Defisit Nutrisi
Intoleransi Aktivitas
Kekurangan volume cairan
Kerusakan Integritas kulit
Ketidakstabilan kadar glukosa darah
Seorang Laki-laki berusia 60 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan nyeri dan kaku pada persendian kaki. Hasil pengkajian skala nyeri 3 bertambah saat pagi, lemas, kesulitan saat bergerak dan rentang gerak menurun, pasien juga mengeluh penyakitnya tidak sembuh-sembuh. Apakah masalah utama pada kasus tersebut?
Kerusakan mobilitas fisik
Risiko Cedera
Kelemahan
Nyeri Akut
Ansietas
Seorang perempuan berusia 46 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan DHF. Hasil pengkajian pasien mengeluh lemah, terdapat petekie pada kedua lengan, dan kedua ekstremitas terasa dingin, suhu 36° C. Hasil pemeriksaan Laboratorium HB 18 mg/dl, Hematokrit 50%, Trombosit 45.000/mm3. Apakah masalah keperawatan yang utama pada kasus tersebut?
Risiko Syok
Hipertermia
Risiko Perdarahan
intoleransi aktifitas
Gangguan Integritas Kulit
Seorang Laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan diare kronis sejak sebulan yang lalu. Pasien mempunyai riwayat HIV, mengalami penurunan BB 18 Kg dalam 4 bulan terakhir. Hasil pengkajian turgor kulit tidak elastis, membran mukosa kering, urin output menurun, konsentrasi menurun. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien tersebut?
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Kerusakan Integritas Kulit
Defisit Volume Cairan
Hambatan Memori
Diare
Seorang Laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik mata dengan keluhan pandangan mata sebelah kanan kabur. Hasil pengkajian : Visus 4/6, TIO 27 mmHg, lensa tampak keruh, tampak gelisah, pasien tampak berhati-hati jika berjalan, TD 150/100 mmHg, Frekurnsi nadi 80x/ menit, frekuensi napas 20x/ menit, suhu 37°C. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Cemas
Nyeri akut
Risiko Cedera
Hambatan mobilitas fisik
Gangguan Persepsi Sensori
Seorang Laki-laki berusia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan Pneumonia. Hasil pengkajian fisik pasien tampak sesak, suara napas ronkhipada paru kanan dan kiri, ireguler dan terlihat penggunaan otot bantu pernafasan. Perawat sudah melakukan tindakan nebulisasi menggunakan ekspektoran, namun sekretnya masih sulit dikeluarkan. Terpasang oksigen nasal 3 liter/ menit. Apakah tindakan perawat selanjutnya?
Mengatur posisi semi fowler
melakukan fisioterapi dada
Melakukan auskultasi paru
Menganjurkan batuk efektif
Menganjurkan untuk tarik napas dalam
Seorang Laki-laki berusia 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). Hasil pengkajian pasien mengeluh sesak dan kelelahan, batuk berdahak, terdapat ronkhi dibagian medial dan basal paru kanan, dan pasien sulit mengeluarkan dahak. TD 130/80 mmHg, Frekuensi nadi 90x/ menit, frekuensi napas 30x/ menit, suhu 37,5°, saturasi oksigen 96%. Saat ini pasien sudah mendapatkan terapi oksigen 3 liter/ menit. Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus tersebut?
Beri Oksigen dengan masker 6 liter/ menit
Kolaborasi Pemberian bronkodilator
Lakukan Fisioterapi Dada
Posisikan semifowler
Ajarkan batuk efektif
Seorang perempuan berusia 55 tahun terpasang Chest Tube yang disambungkan ke Water Seal Drainage (WSD) dengan sistem 2 botol. Saat pasien bergerak, tiba-tiba selang tertarik sehingga botol ke-2 tergelincir dan menyebabkan botol tersebut pecah. Apakah tindakan awal yang hjarus dilakukan perawat?
Sambungkan kembali ke botol yang utuh
Klem selang yang dekat dada
Lepaskan selang dari dada
Bersihkan Pecahan Botol
Ganti dengan botol baru
Seorang Laki-laki berusia 45 tahun datang ke poliklinik paru. Saat ini sedang menjalani program pengobatan TB (Tuberkulosis). Pasien memiliki riwayat buruk perokok aktif dan suka meludah sembarangan. Sebagai Upaya preventif, Perawat memotivasi pasienuntuk berhenti merokok dan membuang ludah pada tempat yang sudah disediakan di rumah mengingat pasien saat ini tinggal bersama dengan anak perempuannya yang sedang hamil dan memiliki anak balita. Apakah Prinsip etik yang diterapkan oleh perawat tersebut?
Non-maleficence
Confidentiality
Beneficence
Autonomy
Fidelity
Seorang Laki-laki berusia 63 tahun, dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan nyeri daerah leher menyebar ke punggung kiri dengan skala 6. Hasil pengkajian ditemukan sesak, gelisah, dan sulit tidur di malam hari. TD 130/85 mmHg, Frekuensi nadi 99x/ menit, Frekuensi napas 28x/ menit, SaO2 94%. Hasil EKG menunjukkan ST elevasi. Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Membatasi aktifitas
Membatasi retensi cairan
Menganjurkan Pasien Rileks
Mengajarkan latihan napas dalam
Koaborasi pemberian nitrogliserin
Seorang Laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam mengeluh nyeri dada kiri seperti ditekan benda berat. Nyeri berkurang dengan istirahat daN bertambah dengan aktifitas. Skala Nyeri 6. Perawat akan melakukan tindakan perekaman EKG pada pasien. Perawat telah memasang sandapan di V2. Dimanakah lokasi pemasangan elektrode berikutnya?
sela iga ke 2 garis sternal kanan
sela iga ke 2 garis sternal kiri
sela iga ke 4 garis sternal kanan
sela iga ke 4 garis sternal kiri
sela iga ke 5 garis sternal kiri
Pasien Laki-laki berusia 80 tahun dirawat di penyakit dalam dengan gagal jantung grade IV. Pasien mengatakan telah siap meninggal dan lebih berbahagia bisa bertemu Tuhannya dan menolak untuk dilakukan tindakan apapun. Kondisi pasien menurun kesadaran sopor koma dan mengalami henti jantung. Perawat tetap melakukan tindakan RJP. Manakah Prinsip etik yang dilanggar perawat pada kasus tersebut?
Justice
Fidelity
Otonomy
Benificience
Non Maleficience
Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat di RS dengan keluhan nyeri dada. Hasil pengkajian ditemukan nyeri seperti diremas dengan skala nyeri 7. TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 94x/ menit, frekuensi napas 24x/ menit, suhu 36°C. Pasien direncanakan diberi obat isosorbit dinitrat (ISDN). Bagaimanakah cara pemberian obat yang tepat pada kasus tersebut?
Minum obat sebelum makan
Letakkan obat dibawah lidah
Obat diminum dengan cara dihisap
Obat diminum dengan cara dikunyah
Minum air putih sebelum obat dikunyah
Seorang Laki-laki berusia 60 tahun dilakukan perawatan kolostomi yang telah penuh dengan feses. Saat ini sedang melepas kantung secara perlahan mulai dari bagian atas sambil mengencangkan kulit perut pasien. Perawat menggunakan tissue untuk mengusap sisa feses dari stoma dan menutup stoma dengan kasa lembab. Perawat mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan steril. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
Mengukur stoma
Mengoleskan salep
menilai kondisi stoma
Membersihkan stoma
Memasang kantong kolostomi
Seorang perempuan berusia 44 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan diagnosa Sirosis Hepatis. Hasil pengkajian edema tungkai +3 dan shifting dullnes, Mual, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 110 x/ menit, frekuensi napas 24x/ menit, suhu 37°C, Kalium 7,3 mEq/dl, Albumin 1.5 gr/dL. Apakah intervensi priritas pada kasus tersebut?
Memberikan posisi nyaman buat pasien
Monitoring intake dan output cairan
Monitoring tanda-tanda vital
Memberikan Terapi Diet
Manajemen Aktifitas
Seorang perempuan berusia 53 tahun dirawat diruang perawatan bedah dengan ileus paralitik paska operasi pembuatan kolostomi hari ke-3. saat ini perawat akan melakukan perawatan kolostomi. Perawat telah menjelaskan prosedurnya kepada pasien, lalu perawat mengenakan hanscoon dan membuka kantong kolostomi. Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Kaji stoma dan kulit sekitar stoma
Bersihkan stoma dengan NaCl 0,9%
Pasang kantong Kolostomi baru
Ukur diameter kantong stoma
Cuci tangan dan dokumentasi
seorang Laki-laki berusia 60 tahun dirawat diruang neurologidengan diagnosis meningitis. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengalami penurunan kesadaran, kulit disekitar area penonjolan tulang tampak kemerahan dan ada bullae. Pasien tampak lemas, TD 150/90 mmHg, Nadi 88X/ menit, frekuensi napas 20x/ menit, suhu 36,7°C. Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Memberikan Lotion pada area yang menonjol
Memberi Kompres hangat
Mobilisasi setiap 2 jam
Melakukan Massage
Melatih ROM
Seorang Perempuan berusia 35 tahun dirawat di ruang neurologi dengan pasca stroke hari ke-2. saat dilakukan pengkajian tiba-tiba pasien mengalami kejang. Pasien terlihat kaku seluruh tubuh selama 1 menit, wajah menoleh ke kiri, mulut mencong, mata mendelik. Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Berikan posisi semifowler
Observasi Tanda Vital
Jauhkan benda tajam
Miringkan Pasien
Pasang Spatel
Seorang Laki-laki berusia 60 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa DM. Hasil pengkajian pasien mengeluh lemas, berkeringat dingin, pucat dan gelisah, GDS 58 mg/dl. Pasien mendapat terapi insulin 10 iu namun tidak menghabiskan makanannya. Apakah intervensi yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Memberikan Dextrose 40%
Memonitor glukosa darah
memberikan minuman manis
menganjurkan untuk segera makan nasi
menganjurkan menghentikan sementara obat diabetes
Seorang Perempuan berusia 56 tahun dirawat dirumah sakit dengan diagnosis DM. Hasil pengkajian, sensasi pada telapak kaki berkurang, luka lecet pada kaki, terdapat kalus, dan penurunan refleks sensorik pada telapak kaki. Pasien terkadang suka minum-minuman manis dan jarang berolah raga. Apakah pendidikan kesehatan utama pada kasus tersebut?
Menganjurkan berolah raga
Memberikan Edukasi tentang diet
Memberikan Edukasi perawatan kaki
Memberikan informasi tentang komplikasi diabetes
Menganjurkan pasien untuk memantau gula darah secara rutin
Seorang Laki-laki 19 tahun, dirawat diruang bedah post ORIF seminggu yang lalu, akibat fraktur tertutup femur sinistra. Pasien memulai fase rehabilitasi dengan latihan berjalan menggunakan kruk aksila dengan 3 titik. Tampak Perawat melatih berjalan melalui tangga. Bagaimanakah cara yang tepat penggunaan alat bantu pada kasus tersebut?
Kruk sisi kanan turun terlebih dahulu
Kruk sisi kiri turun terlebih dahulu
Kaki kanan turun terlebih dahulu
Kedua kruk turun bersamaan
Kaki kiri turun terlebih dahulu
Seorang Laki-laki berusia 26 tahun dirawat di ruang bedah dengan fraktur kruris, pasien mengeluh nyeri. TD 140/90 mmHg, Nadi 100x/menit, napas 24x/menit, suhu 37,2°C. Pasien mengungkapkan kecemasannyadengan rencana operasi yang akan dilakukan, tampak gelisah dan murung, dan mengungkapkan rasa takutnya. Apakah tindakan yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Mengelola Nyeri
Melibatkan keluarga
Mengelola kecemasan pasien
Memberikan penjelasan manfaat operasi
Memberikan motivasi untuk menyetujui operasi
Seorang Laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang bedah akibat fraktur. Pasien mengeluh nyeri dikaki kanannya. Hasil pengkajian : kaki tampak bengkak, nyeri skala 7, gelisah, terpasang traksi, tampak lemah, sering berteriak-teriak.TD 140/90 mmHg, Nadi 100x/ menit, Napas 26x/menit. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?
Observasi CRT
Lakukan massage
Observasi kekuatan otot
Lakukan relaksasi napas dalam
Kolaborasi pemberian analgesic
Seorang Laki-laki berusia 24 tahun dirawat di ruang bedah akibat fraktur femur tertutup 1/3 distal. Hasil pengkajian tampak bengkak, nyeri skala 6. Pasien direncanakan pemasangan gips, persiapan alat dan pasien sudah dilakukan. Pasien telah mendapatkan penjelasan tentang pemasangan gips yang akan dilakukan. Apakah prosedur selanjutnya pada kasus tersebut?
Pasang Stockinete
Pembersihan kulit
Berikan bantal tambahan
Pasang penyangga tungkai
Tekan bagian distal daerah femur
Seorang Perempuan berusia 21 tahun dirawat diruang bedah karena fraktur terbuka femur sebelah kiri grade IIIC. Hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri skala 8, karena fraktur tidak memungkinkan untuk ilakukan perbaikan pasien direncanakan tindakan amputasi untuk menghindari infeksi, pasien dan keluarga menolak tindakan tersebut, perawat diminta menjelaskan kembali pada pasien dan keluarga, tetapi keluarga tetap menolak. Bagaimanakah seharusnya respon perawat tersebut?
"ini adalah keputusan anda"
"anda akan sembuh setelah operasi"
"mengapa anda tidak mau melakukan operasi ini"
"tindakan ini satu-satunya yang menyelamatkan kaki"
"apakah ibu sudah yakin memahami informasi yang sudah dijelaskan?"
Seorang Laki-laki berusia 57 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dan sedang dilakukan pemberian transfusi darah jenis whole blood 500 ml. tiba-tiba pasien mengatakan sesak napas, dada terasa berat, dan terlihat gelisah. Manakah tindakan pertama yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Berikan Oksigen dengan Nasal Kanul
Posisikan tidur semi fowler
Observasi tanda-tanda vital
Hentikan Aliran transfusi
Ajarkan tehnik napas dalam
Seorang Perempuan 44 tahun dirawat di ruang penyakit dalam mengeluh lemah. Hasil pengkajian edema tungkai +3 dan shifting dullness pada abdomen, mual, TD 100/60 mmHg, Nadi 110x/ menit, napas 24x/ menit, suhu 37°C, Kalium 7,3 mEq/dl, Albumin 1.5 gr/dl. Apakah intervensi prioritas pada pasien tersebut?
Memberikan posisi nyaman buat pasien
Monitoring intake dan output cairan
Monitoring tanda-tanda vital
Memberikan Terapi Diet
Manajemen Aktifitas
Seorang Laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ruang bedah karena kesulitan berkemih. Pasien akan dilakukan pemasangan kateter urine (foley chateter). Setelah pelumasan kateter dengan jelly, kateter dimasukkan dengan mudah dan tanpa hambatan, segera urin terlihat keluar dan ditampung dalam bengkok. Apakah tindakan selanjutnya pada pasien tersebut?
Menyambungkan kateter dengan kantong urin
Memasang kantong urin di bawah tempat tidur
Memasukkan kateter sampai percabangan
Mengisi balon dengan NaCl 0,9%
Memfiksasi selang kateter
Seorang Perempuan berusia 38 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan CKD. Hasil pengkajian, pasien tampak sesak, mual, muntah, terdapat edema ekstremitas dan periorbital, urine output 150 cc/24 jam, Hb 7,8 mg/dl, ureum 120 mg/dl, kreatinin 5,8 mg/dl. TD 150/90 mmHg, Frekuensi nadi 90x / menit, frekuensi napas 23x/ menit. Saat ini pasien diberikan intervensi pembatasan cairan dan kolaborasi tindakan hemodialisis. Apakah kriteria hasil yang diharapkan pada kasus tersebut?
Nilai Albumin normal
Urin output meningkat
Edema berkurang/hilang
Tekanan darah meningkat
Nilai hemoglobin meningkat
Balita laki-laki usia 2 tahun dibawa ibu ke puskesmas dengan keluhan mencret 5x sehari dan anak tampak lemas. Hasil pengkajian : rewel, mata cekung, dan mukosa bibir kering. Perawat akan menentukan derajat dehidrasi dengan pendekatan MTBS. Apakah data yang perlu dikaji lebih lanjut pada kasus tersebut?
Capillary Refill Time
Cubitan kulit perut
Konsistensi feses
Berat Badan
Suhu
Anak perempuan dibawa ibunya ke poliklinik tumbuh kembang untuk pemeriksaan. Hasil pengkajian : tanggal lahir 24 November 2015, BB 10 Kg, TB 80 cm. Perawat akan melakukan skrining perkembangan pada hari ini tanggal 04 oktober 2017. Berapakah usia anak pada kasus tersebut?
1 tahun 9 bulan 9 hari
2 tahun 1 bulan 20 hari
1 tahun 9 bulan 10 hari
2 tahun 9 bulan 10 hari
1 tahun 10 bulan 10 hari
Anak laki-laki usia 7 tahun sudah 3 hari dirawat di ruang perawatan anak. Hasil Pengkajian : anak tampak murung, tidak mau makan, menolak berbicara dan menolak ketika akan dilakukan tindakan oleh perawat. Ibu mengatakan anak ingin segera sembuh dan kembali ke sekolah. Apakah penyebab utama respon anak pada kasus tersebut?
Perpisahan dengan teman sebaya
Adanya lingkungan yang asing
Cemas terhadap orang asing
Takut akan cedera tubuh
Hilang kontrol
Anak laki-laki usia 5 tahun dirawat diruang anak dengan keluhan batuk disertai demam. Hail pengkajian : tidak nafsu makan, rewel, sulit tidur pada malam hari, sputum kental, terdengar ronchi di kedua lapang paru, frekuensi napas 30x/menit, frekuensi nadi 90x/ menit, suhu 37,9°C. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Bersihan jalan napas tidak efektif
Gangguan Pertukaran Gas
Resiko Defisit Nutrisi
Gangguan pola tidur
Hipertermia
Bayi laki-laki berusia 1 hari dirawat dalam inkubator di RS dengan hiperbilirubinemia. Hasil Pengkajian: BBL 2300 gr, BB saat ini 2280 gr, kuning pada kulit, sklera, dan membran mukosa mulut, refleks hisap lemah, suhu 37,7°C, Nadi 120x/ menit, Napas 45x/ menit, bilirubin serum 15 mg/dL. Rencana akan dilakukan fototerapi. Apakah maalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Hipertermia
Defisit nutrisi
Ikterik Neonatus
Resiko tinggi cidera
Resiko tinggi gangguan integritas kulit
Balita laki-laki usia 1 tahun dirawat di ruang anak dengan hidrosefalus. Hasil pengkajian : kesadaran menurun, LK 69 cm, terdapat sunset eyes sign, belum bisa duduk, hanya berbaring di tempat tidur. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Defisit nutrisi
Intoleransi Aktivitas
Gangguan mobilitas fisik
Risiko gangguan perfusi jaringan selebral
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
Balita laki-laki usia 4 tahun dibawa ke rumah sakit karena kejang saat dirumah. Hasil pengkajian : anak memiliki riwayat kejang demam, demam sudah 3 hari, batuk, pilek, anak tampak lemah, suhu tubuh 39°C, Napas 35x/ menit. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Hipertermia
Risiko cidera
Risiko infeksi
intoleransi aktifitas
Pola napas tidak efektif
Anak laki-laki usia 4 tahun dirawat di ruang anak dengan keluhan bengkak pada muka, sakit kepala dan berat badan meningkat drastis. Hasil Pengkajian : mudah lelah, oedema seluruh tubuh,konjungtiva pucat, porsi makan tidak dihabiskan, dan hasil laboratorium : Protein urin +3. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
nyeri akut
Intoleransi Aktivitas
Risiko tinggi infeksi
kelebihan volume cairan
Ketidakseimbangan Nutrisi
Balita perempuan usia 2 tahun dibawa ibunya ke UGD karena sesak napas dan batuk. Hasil Pengkajian : Anak tidak bisa mengeluarkan sekret, terdengar bunyi wheezing, frekuensi napas 46x/ menit. Keluarga tampak khawatir dengan anaknya. Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
Atur posisi semi fowler atau fowler
Pemberian Oksigen pada anak
Anjurkan batuk efektif
Lakukan Inhalasi
Lakukan suction
Batita perempuan usia 2 bulan dirawat di Ruang Anak dengan keluhan kebiruan pada saat menangis lama. Anak didiagnosis tetralogy of fallot. Saat ini anak diperbolehkan pulang. Ibu bertanya apa yang harus dilakukan jika anak mengalami kebiruan. Apakah pendidikan kesehatan yang tepat diberikan pada kasus tersebut?
Tenangkan anak saat menangis
Ajarkan posisi knee chest
Beri istirahat cukup
Tinggikan kepala
Batas Aktivitas
Bayi perempuan usia 1 hari dirawat di NICU dengan riwayat persalinan normal dengan usia gestasi 32 minggu. Hasil Pengkajian : bayi tampak lemah, refleks hisap dan menelan lemah, frekuensi napas 60x/ menit. Ibu mengatakan ASI sudah keluar. Bagaimanakah cara Pemberian ASI pada kasus tersebut?
Menyusu langsung pada Ibu
Menggunakan sendok
Menggunakan pipet
Menggunakan OGT
Menggunakan dot
Bayi usia 8 hari dirawat di perinatologi dengan postoperatif pemasangan kolostomi hari ke-3. Hasil pengkajian : stoma merah muda, kantong stoma tampak penuh. Perawat akan melakukan perawatan stoma. Perawat telah menyiapkan alat, cuci tangan, dan menjelaskan prosedur kerja, dan membuka kantong stoma. Apakah langkah selanjutnya pada kasus tersebut?
Mengobservasi stoma dan kulit sekitarnya
Mengukur dan menggambar pola stoma
Membersihkan kulit sekitar stoma
Mengeringkan kulit sekitar stoma
Memberikan salep zink
Anak perempuan usia 7 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena mengalami demam selama 3 hari. Hasil Pengkajian : mengeluh sakit kepala, suhu 38,8°C. Perawat akan melakukan uji tourniquet. Perawat menjelaskan prosedur dan meminta persetujuan kepada ibunya, mencuci tangan, memasang manset diatas fossa cubiti, mengukur tekanan darah dan diperoleh hasil 110/70 mmHg. Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Melepa manset secara perlahan
Menahan tekanan manset selama 10 menit
Mencatat jumlah petekhie pada area yang ditandai
Menentukan tekanan tengah sistolik dan diastolik
Memompa manset sampai tekanan yang telah ditentukan
Anak Perempuan usia 10 tahun dirawat di ruang perawatan dengan diagnosis HIV. Hasil pengkajian : anak sering bertanya kepada perawat, mengapa harus selalu meminum obat dan anak ingin mengetahui penyakitnya. Namun nenek pasien melarang perawat untuk memberitahukan penyakitnya. Apakah dilema etik yang terjadi pada kasus tersebut?
Fidelity
Justice
Beneficence
Confidentiality
Non Maleficience
Anak perempuan berusia 6 tahun dirawat di PICU karena meningitis sudah 2 minggu. Hasil pengkajian : kessadaran menurun dan terpasang ventilator. Orang tua mengatakan tidak sanggup lagi untuk membiayai dan akan membawa pulang anaknya. Apakah implementasi pada kasus tersebut?
Membiarkan keluarga membawa anaknya pulang
Menghargai apapun yang menjadi keputusan keluarga
Memberikan motivasi orang tua untuk mencari bantuan
Meminta keluarga untuk menandatangani surat pernyataan pulang paksa
Menjelaskan pada keluarga bahwa anak harus tetap menjalani perawatan
Anak laki-laki usia 7 tahun dirawat di RS dengan sindrom nefrotik. Hasil pengkajian : pitting edema di ekstremitas, asites, frekuensi napas 32x/ menit. Hasil laboratorium : protein urine (+), Albumin 1,9 gr/dl. Anak tersebut mendapatkan terapi steroid dan diuretik. Apakah intervensi utama untuk kasus tersebut?
Beri nutrisi TKTP
Pantau pola napas
Beri terapi oksigen
Pantau nilai laboratorium
Pantau keseimbangan cairan
Balita usia 3 tahun dibawa ibunya ke poli MTBS dengan keluhan Demam, sakit pada telinga dan ada cairan yang keluar selama 3 hari. Hasil pengkajian : nyeri skala 3, tampak nanah keluar dari telinga, teraba pembengkakan pada belakang telinga. Apakah implementasi utama pada kasus tersebut?
Mengeringkan telinga dengan bahan penyerap
Menganjurkan untuk kunjungan ulang 3 hari
Merujuk anak ke poli spesialis
Mengobservasi nyeri
Mengobservasi suhu
Bayi perempuan usia 4 bulan dibawa ibunya ke posyandu untuk imunisasi. Hasil pengkajian : sudah mendapatkan Hb0, BCG, dan polio 1. Apakah imunisasi yang harus diberikan pada bayi tersebut?
DPT-HB-Hib 1, Polio 1
DPT-HB-Hib 1, Polio 2
DPT-HB-Hib 2, Polio 2
DPT-HB-Hib 3, Polio 3
DPT-HB-Hib 3, Polio 3
Bayi perempuan baru lahir dengan usia gestasi 35 minggu dirawat di perinatologi. Hasil pengkajian : BB 2000 gr, frekuensi nadi 140x/ menit, frekuensi napas 56x/ menit, suhu 35,6°C, Refleks hisap lemah, lanugo banyak, dan lemak subkutan tipis. Apakah pendidikan kesehatan yang tepat pada kasus tersebut?
Ajarkan metode kangguru
Anjurkan menjemur di pagi hari
Anjurkan tidak memandikan bayi
Ajarkan membedong (menyelimuti bayi)
Anjurkan untuk memakaisarung tangan dan sarung kaki
Anak perempuan usia 12 tahun dirawat di RS dengan keluhan sudah 3 hari mengeluh nyeri pada daerah perut bawah. Hasil pengkajian : anak mengeluh nyeri saat buang air kecil, BAK tidak lancar, merasa tidak puas setelah BAK, ekspresi tampak meringis kesakitan, nafsu makan menurundan susah tidur. Apakah kriteria evaluasi yang diharapkan tercapai pada kasus tersebut?
Tidak terjadi nyeri kronis
Nyeri berangsur berkurang
Kebutuhan tidur terpenuhi
Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Pola eliminasi dalam rentang normal
Seorang perempuan berusia 28 tahun hamil 20 minggu datang ke poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilan. Hasil pengkajian : riwayat persalinan tahun 2000 melahirkan bayi laki-laki usia kehamilan 38 minggu. Pada tahun 2005 melahirkan bayi perempuan usia kehamilan 37 minggu dan pada tahun 2010 mengalami keguguran saat usia kehamilan 12 minggu. Bagaimanakah penulisan status obstetrik pada kasus tersebut?
G3 P1 A2
G3 P2 A1
G4 P2 A1
G4 P3 A0
G4 P1 A2
Seorang perempuan berusia 23 tahun G1P0A0 datang ke poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil pengkajian HPHT 20 April 2018, siklus 28 hari, TD 120/70 mmHg, dan frekuensi nadi 80x/ menit. Kapan taksiran persalinan pada pasien tersebut?
20 Januari 2019
27 Januari 2019
30 Januari 2019
20 Februari 2019
27 Februari 2019
Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0 hamil 39 minggu dirawat di ruang bersalin pada pukul 16.00 WIB dengan Inpartu. Hasil pengkajian pukul 17.00 WIB pasien tampak gelisah, kontraksi uterus 3 kali dalam 10 menit dengan durasi 40 detik, DJJ 150x/ menit, Pembukaan serviks 5 cm dan ketuban utuh. Kapankah perawat dapat melakukan pemeriksaan dalam selanjutnya?
18.00 WIB
19.00 WIB
20.00 WIB
21.00 WIB
22.00 WIB
Seorang perempuan berusia 20 tahun P1 A0 Postpartum hari ke-7 datang ke poliklinik KIA untuk kontrol paska persalinan. Hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri dan keluar cairan kuning dari daerah jahitan episiotomi. Observasi tanda-tanda vital : TD 110/70 mmHg, Nadi 92x/ menit, napas 20x/ menit, suhu 38,5 °C serta nyeri daerah perinium skala 5. Apakah pengkajian selanjutnya yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Pemeriksaan Lochea
Pemeriksaan involusi uteri
Pemeriksaan tanda Homan
Pemeriksaan tanda REEDA
Pemeriksaan Diastasis Rektus Abdominis
Seorang perempuan berusia 30 tahun P2A0 datang ke poliklinik KIA dengan keluhan terdapat benjolan pada payudara kiri. Hasil pengkajian, pasien mengatakan benjolan semakin lama semakin membesar, tidak mobile dan terasa nyeri. Teraba massa dengan diameter 2 cm. Apakah pemeriksaan lanjutan yang perlu dilakukan pada kasus tersebut?
USG Payudara
Rontgen dada
Mammographi
Biopsi Payudara
Kolposcopi
Seorang Perempuan berusia 30 tahun G3P2A0 hamil 32 minggu datang ke poliklinik KIA dengan keluhan sakit kepala dan pandangan kabur. Hasil pemeriksaan fisik : TD 160/100 mmHg, TFU 34 cm, punggung kiri, presentasi kepala, DJJ 160x/ menit, edema tungkai bawah +2, dan proteinuria +1. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada pasien tersebut?
nyeri akut
Kelebihan volume cairan
Ketidakefektifan proses kehamilan
Resiko tinggi cedera pada Ibu dan janin
Gangguan Persepsi Sensori : Penglihatan
Seorang perempuan berusia 20 tahun P1 A0 post SC hari ketiga, dirawat di ruang nifas bersama bayinya. Hasil pengkajian pasien menyatakan ingin memberikan ASI Eksklusif. Refleks hisap bayi baik, perlekatan ibu dan bayi saat menyusui sudah tepat dan terlihat gerekan menelan. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Kesiapan menyusui
Ketidakcukupan ASI
Terputusnya proses menyusui
Ketidakefektifan pemberian ASI
Kurang pengetahuan tentang menyusui
Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik Ginekologi dengan keluhan nyeri saat berhubungan dengan pasangan. Hasil Pengkajian : pasien mengatakan sudah satu tahun tidak mensturasi, jarang melakukan hubungan seksual dan belum pernah mendapatkan informasi tentang menopause. Apakah masalah keperawatan ytama pada pasien tersebut?
Cemas
Nyeri akut
Disfungsi seksual
Defisit pengetahuan
Ketidakefektifan pola seksual
Seorang perempuan berusia 35 tahun G1P0A0 hamil 32 minggu datang ke UGD dengan keluhan keluar darah dari kemaluan. Hasil pengkajian : perdarahan tanpa rasa nyeri dan berwarna merah terang, TFU 32 cm, punggung kiri, presentasi kepala dan DJJ 144x/menit. Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
Observasi pembukaan jalan lahir
Kolaborasi pemberian heparin
Anjurkan untuk tirah baring
Pantau intake output cairan
Pantau pergerakan janin
Seorang perempuan berusia 22 tahun G1P0A0 hamil 38 minggu berada di ruang bersalin dengan keluhan mules dan keluar lendir bercampur darah sejak 5 jam yang lalu. Hasil pengkajian : TFU 38 cm, punggung kiri, presentasi kepala, DJJ 145X/ menit. Hasil periksa dalam : tidak ada hambatan pada jalan lahir, portio tidak teraba, pembukaan lengkap dan ketuban utuh. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Lakukan Episiotomi
Lakukan amniotomi
Pimpin persalinan
Pantau kontraksi
Atur posisi Ibu
Seorang perempuan berusia 35 tahun berada di ruang bersalin memasuki kala III. Hasil pengkajian pasien telah diberikan suntikan oksitosin, plasenta belum lepas, kontraksi uterus kuat, dan bayi masih dilakukan IMD. Observasi tanda-tanda vital td : 90/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 24x/ menit, dan suhu 37°C. Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Lanjutkan IMD
Monitor perdarahan
Lakukan masase uterus
Kolaborasi pemberian cairan infus
Lakukan Peregangan tali pusat terkendali
Seorang
perempuan berusia 20 tahun P1A0 Post SC hari kedua rawat gabung dengan bayi. Hasil pengkajian : TFU 1 jari bahwa pusat, dan kontraksi baik. Kondisi bayi sehat, BBL 2600 gram dan reflex hisap baik. Pasien mengeluh ASI hanya keluar sedikit sehingga ibu jarang menyusui. Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Ajarkan teknik relaksasi
Ajarkan posisi pelekatan
Lakukan kompres hangat
Susu bayi sesering mungkin
Lakukan Perawatan payudara
Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke poli KIA dengan keluhan gatal dan peri pada daerah vagina. Hasil pengkajian area genetalia tampak merah, secret vagina banyak, berbau dan berwarna agak kuning. Apakah intervensi yang tepat pada kasus tersebut?
Menganjurkan untuk pemeriksaan apusan vagina
Merencanakan pemeriksaan papsmear
Kolaborasi foto rontgen pelviks
Kolaborasi USG transvaginal
Kolaborasi Pemeriksaan urin
Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik KB untuk konsultasi ingin mengatur jarak kelahiran anak. Hasil pengkajian pasien baru memiliki 1 anak yang berusia 7 bulan. Observasi tanda-tanda vital: TD 140/90 mmHg, Nadi 80x/ menit, dan IMT 27. Apakah metode kontrasepsi yang tepat untuk pasien tersebut?
Pil
Implant
Suntik
Kontrasepsi mantap
Alat kontrasepsi dalam rahim
Seorang Perempuan berusia 25 tahun P3A0 postpartum 2 minggu yang lalu. Hasil pengkajian pasien mengatakan selama dirumah minum jamu-jamuan. Menurut budaya pasien hal ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan postpartum dan memperlancar ASI. Bagaimana sikap perawat yang menunjukkan kepekaan terhadap budaya?
Mendukung kebiasaan pasien
Mempengaruhi keluarga mengubah kebiasaan ini
Menganjurkan Pasien segera meninggalkan kebiasaan minum jamu
Menjelaskan tentang minum jamu dan pengaruhnya bagi kesehatan
Menganjurkan pasien meninggalkan kebiasaan ini secara sembunyi-sembunyi
Seorang perempuan berusia 28 tahun G1P0A0 hamil 32 minggu, datang ke poli KIA untuk periksa kehamilan. Hasil pengkajian tampak odema di wajah dan ekstremitas. TFU 30 cm, punggung kiri, presentasi kepala, DJJ 145 x/ menit. Perawat menjelaskan pada pasien cara menghitung gerakan janin. Apakah hasil yang diharapkan dari intervensi tersebut?
Pasien mengatakan bayinya banyak bergerak
Pasien menyampaikan jumlah gerakan janin
Pasien mengatakan odema berkurang
Pasien mengatakan kondisinya baik
Pasien mengatakan bayinya sehat
Seorang perempuan berusia 20 tahun, hamil aterm, dirawat diruang bersalin dengan keluhan mules mau melahirkan. Hasil pengkajian pembukaan lengkap dan selaput ketuban pecah. Perawat memimpin pasien mengedan tetapi kepala janin masih di hodge III. Perawat menganjurkan pasien setiap meneran dengan posisi jongkok. Apakah hasil yang diharapkan dari tindakan tersebut?
Mencegah laserasi perinium
Meningkatkan Power ibu
Persalinan yang lancar
Kepala bayi turun
Mengurangi Nyeri
Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik KIA diantar oleh ibunya dengan keluhan keputihan sudah 1 minggu. Hasil pengkajian, pasien setiap selesai BAK dan BAB kemaluan tidak dikeringkan, tampak keluaran cairan dari vagina, dan daerah labia nampak berwarna merah. Perawat menjelaskan tentang kebersihan vagina. Apakah evaluasi yang diharapkan dari intervensi tersebut?
Pasien mengatakan dirinya telah sehat
Pasien mengatakan keputihan berkurang
Pasien bersedia melakukan imunisasi HPV
Pasien dapat menjelaskan cara vulva hygiene
Pasien mengatakan mengerti dengan penjelasan dari perawat
Perempaun berusia 45 tahun datang ke poli ginekologi dengan keluhan keputihan yang berbau sejak 3 bulan yang lalu. Hasil pengkajian pasien perdarahan saat berhubungan seksual, sekret vagina banyak dan berwarna kuning. Perawat menyarankan untuk melakukan deteksi awal dengan pemeriksaan papsmear. Apakah informasi penting yang harus disampaikan perawat pada kasus tersebut?
Tidak melakukan hubungan seksual 48 jam sebelum pemeriksaan
Tidak minum antibiotik selama 2 hari sebelum pemeriksaan
Datang kembali saat mensturasi hari ke 7
Paling tepat dilakukan saat masa subur
Puasa 12 jam sebelum pemeriksaan
Seorang perempuan berusia 26 tahun P1A0 postpartum 6 jam dirawat di ruang nifas dengan keluhan lemas, dan keluar darah dari jalan lahir. Hasil pengkajian : TD 100/70 mmHg, Nadi 90x/ menit. Kontraksi uterus lunak, dan kandung kemih penuh. Perawat segera mengosongkan kandung kemih dan melakukan masase uterus. Apakah hasil yang diharapkan dari tindakan tersebut?
Lochea Rubra
Keadaan umum baik
Kontraksi Uterus Kuat
Kandung Kemih kosong
Tinggi fundus setinggi umbilikus
Seorang perempuan usia 20 tahun, datang ke polikulit, post luka bakar. Ketika perawat akan melakukan pengukuran TD, Pasien menolak dan menutupi tangannya dengan jaket. Hasil Pengkajian : tangan sebelah kanan berwarna putih bekas luka bakar, pasien banyak menunduk, dan mengatakan tangannya tidak seperti orang lain. Apakah komponen konsep diri yang terganggu pada kasus tersebut?
Penampilan peran
Citra tubuh
Harga diri
Ideal diri
Identitas
Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di RSU karena mengalami patah kaki akibat kecelakaan motor sehingga harus diamputasi. Hasil pengkajian : Pasien terlihat banyak diam, menolak dikunjungi, dan mengatakan "andai saja dirinya lebih hati-hati, tentu saat ini ia masih bisa bekerja seperti biasa". Apakah tahap berduka yang dialami pada kasus tersebut?
Denial
Anger
Depresi
Bargaining
Acceptance
Perawat puskesmas melakukan kunjungan rumah kepada seorang perempuan berusia 16 tahun. Keluarga mengatakan klien tidak mau melakukan kegiatan apapun. Hasil Pengkajian : klien mengatakan malu dengan bekas luka bakar pada wajah, tampak sering menutupi wajah, tampak murung, dan banyak menunduk. Apakah kriteria evaluasi pada kasus tersebut?
Pasien menerima realita
Pasien menemukan makna hidup
Pasien mampu mengontrol keadaan
Pasien mengenal aspek positif yang dimiliki
Pasien mampu memulai interaksi dengan orang lain
Seorang perempuan berusia 31 tahun dirawat di RSJ karena menolak minum obat dan bicara sendiri. Menurut keluarga, pasien dekat dengan ibunya yang meninggal 1 tahun lalu, selalu dimarahi oleh ayahnya., pernah tidak naik kelas, dan pernah ditinggal menikah pacarnya 2 tahun lalu. Hasil pengkajian : pasien mengatakan malu karena belum menikah. Apakah faktor presipitasi pada kasus tersebut?
Kehilangan orang yang dicintai
Gagal pendidikan
Gagal menikah
Putus Obat
Pola asuh
Seorang laki-laki berusia 17 tahun, dibawa ke UGD RSJ karena mengamuk dirumah. Hasil pengkajian tatapan mata pasien tajam, tangan mengepal sambil memukul-mukul tempat tidur. Perawat akan melakukan pengikatan pada pasien. Apakah prinsip etik yang dilakukan pada kasus tersebut?
Non-maleficence
Beneficience
Autonomy
Veracity
Justice
Seorang perempuan berusia 20 tahun, bekerja sebagai model, dirawat di RSU karena kecelakaan yang mengakibatkan luka diwajahnya. Hasil pengkajian : pasien mengatakan "sudah tidak ada lagi yang bisa saya lakukan, saya tidak bisa bekerja lagi", dan diucapkan berulang-ulang. Pasien terlihat murung dan susah tidur. Apakah masalah keperawatan pada pasien tersebut?
Ansietas
Keputusasaan
Ketidakberdayaan
Harga diri situasional
Gangguan citra tubuh
Seorang laki-laki berusia 24 tahun menjalani hemodialisis di RSU sejak 5 tahun lalu. Hasil pengkajian : pesien mengatakan merasa bosan dengan berbagai pengobatan yang sudah dilakukan,tetapi kondisinya tetap seperti ini. Pasien menolak untuk dilakukan hemodialisis selanjutnya. Menurut keluarga, pasien susah tidur dan sering menangis ketika di rumah. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Berduka disfungsional
Ketidakberdayaan
Harga diri rendah
keputusasaan
ansietas
Seorang perempuan usia 30 tahun dirawat di RSJ alasan masuk susah tidur, mondar-mandir, dan 3 bulan tidak minum obat. Pasien mengatakan suaminya sering melakukan KDRT dan saat ini sudah dicerai, malu dengan kondisinya. Hasil pengkajian : pakaian tidak rapi, bicara dan tersenyum sendiri, malas berinteraksi dengan orang lain, dan mondar-mandir. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Halusinasi
Isolasi sosial
Harga diri rendah
Defisit Perawatan Diri
Regiment Terapi Inefektif
Seorang Perempuan usia 30 tahun, dirawat di RSJ dengan marah-marah, menyendiri,, tidak mau mandi dan kadang bicara sendiri. Hasil pengkajian : Pasien mengatakan mempunyai 4 anak dan sudah bercerai satu bulan yang lalu, merasa sendiri dan mengatakan "tolong sampaikan kepada keluarga saya untuk menjaga anak-anak saya, mungkin saya tak akan bisa merawat mereka lagi!". Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Isolasi Sosial
Risiko Bunuh Diri
Perilaku Kekerasan
Defisit Perawatan Diri
Halusinasi pendengaran
Seorang laki-laki berusia 28 tahun, dirawat di RSJ alasan marah-marah dan menolak minum obat. Hasil wawancara pasien mengatakan tidak mau bicara karena dirinya mempunyai ilmu suci yang bisa menyembuhkan orang, bicara inkoheren dan fligt of idea. Keluarga mengatakan pasien gagal ujian CPNS ENAM BULAN LALU. Apakah masalah keperawatan utama yang tepat pada kasus diatas?
Waham
Harga Diri Rendah
Kerusakan Komunikasi
Regimen terapi inefektif
Risiko Perilaku Kekerasan
Seorang laki-laki berusia 34 tahun, di rawat di RSJ karena mengurung diri dikamar sejak 1 bulan lalu dan kadang marah tanpa sebab. Hasil pengkajian : pasien sering menyendiri,tertawa dan berdiri
Pasien mampu melakukan interaksi dengan lingkungannya
Pasien menunjukkan perilaku meningkatnya harga diri
Pasien mampu mengontrol perilaku marahnya
Pasien mampu mengontrol halusinasinya
pasien mampu melakukan kebersihan diri
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat di RSU karena susah BAB, Mengalami wasir sejak 6 bulan lalu dan akan dilakukan operasi. Hasil pengkajian pasien terlihat gelisah, sulit tidur, TD 135/80 mmHg, frekuensi nadi 90x/ menit, muka pucat dan mengatakan takut dan khawatir terhadap tindakan operasi yang akan dijalaninya. Apakah rencana keperawatan pada kasus tersebut?
Identifikasi penyebab cemas
Anjurkan latihan spiritual
Latihan tarik napas dalam
Latihan Hipnotis lima jari
Latih teknik distraksi
Saat kunjungan rumah ditemui anak berusia 1 tahun. Ibunya mengatakan anaknya sering batuk semenjak pindah ke rumah baru beberapa bulan yang lalu. Ibu klien mengatakan anaknya sudah dibawa ke puskesmas dan mendapat obat namun batuknya berulang kembali setelah obat habis. Apakah Komponen pengkajian yang perlu dilakukan pada kasus tersebut?
fungsi keluarga
sistem respirasi anak
pola komunikasi keluarga
karakteristik tetangga
lingkungan rumah
Saat kunjungan rumah didapatkan seorang perempuan berusia 39 tahun mengeluh akhir-akhir ini merasa makin lemah, kadang sulit tidur, berat badan turun, dan demam. Suami klien meninggal 3 bulan yang lalu karena batuk yang lama dan sulit disembuhkan. Hasil observasi didapatkan : rumah terasa lembab, pencahayaan redup, jendela hanya ada di ruang tamu, TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi 60x/mnt, frekuensi napas 30x/mnt. Apakah pengakajian yang tepat dilakukan selanjutnya pada kasus tersebut?
pengkajian pola nutrisi klien
pengkajian pola tidur klien
pemeriksaan sputum
pengkajian lingkungan rumah
pemeriksaan laboratorium dasar
Seorang perawat melakukan kunjungan pertama pada sebuah keluarga dengan suami yang sedang menjalani rawat jalan setelah terkena serangan stroke 2 bulan yang lalu. Ibu mengatakan, "Saya mulai khawatir memikirkan masa depan keluarga sebab kalau kondisi suami saya seperti ini terus pasti akan diberhentikan dari pekerjaannya." Hasil pemeriksaan fisik klien: hemiplegia ekstremitas kanan, afasia, TD 140/90 mmHg. Apakah pengkajian lanjutan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Struktur peran keluarga
Fungsi perawatan kesehatan keluarga
stress-adaptasi dan koping keluarga
ketersediaan terapi alternative dan komplementer
hubungan dan interaksi keluarga dengan komunitas
Pada kunjungan rumah didapatkan laki-laki berusia 43 tahun, mengatakan pundaknya terasa berat dan dirasakan sejak klien banyak bekerja menggunakan computer, klien mengurangi keluhan dengan minum obat penghilang nyeri yang dijual bebas. Hasil pemeriksaan : TD 160/100 mmHg; frekuensi nadi 110x/menit. Apakah pengkajian yang harus diperdalam pada kasus tersebut?
Kebiasaan kerja di depan komputer
Upaya klien mengatasi penyakitnya
Kebiasaan olah raga klien
Kebiasaan berobat klien
Kebiasaan makan klien
Saat kunjungan rumah didapatkan data: Anak laki-laki, berusia 1 tahun mengalami diare dan tampak lemas. Keluarga mengatakan BAB warna kuning kehijauan, bercampur lendir, encer, frekuensi lebih dari 5 kali/hari, selama 2 hari. Keluarga mengatakan anak tidak nafsu makan dan anak pernah muntah saat diberi minum. Hasil pengkajian Berat Badan 6,5 kg, Turgor kulit kembali lambat, suhu 37,8 C. Frekuensi Nadi 100x.menit. Apakah data yang perlu dikaji lebih lanjut pada kasus tersebut?
banyak cairan yang di keluarkan setiap buang air besar
obat yang sudah diberikan untuk mengatasi diare
jumlah makan yang dikonsumsi anak
banyaknya cairan saat muntah
akses layanan kesehatan
Saat kunjungan rumah didapatkan klien perempuan berusia 2.5 tahun dan terlihat rewel. Keluarga mengatakan sudah 6 hari anak diare BAB warna kuning, encer, frekuensi lebih dari 3 kali, kalau di beri makan atau minum dimuntahkan.Hasil pemeriksaan fisik : BB 8,5 kg. Turgot kulit kembali lambat, suhu 37.5⁰C, Frekuensi Nadi 112x/menit. Apakah data yang perlu dikaji lebih lanjut pada kasus tersebut?
makan dan minum yang di berikan sebelum sakit
anggota keluarga yang mengalami diare
apakah sudah dibawa ke pelayanan kesehatan
pemberian obat-obatan waktu yang lama
cara membersihkan kalau anak diare
Saat kunjungan rumah didapatkan klien anak laki-laki berusia 13 tahun, diare sudah 4 hari. Klien mengatakan diare setelah jajan di kantin sekolah, perut dirasakan melilit dan nyeri, BAB lebih dari 5 kali sehari, cair dan ada darah. Hasil pengkajian: TD 110/90 mmHg, Suhu: 37,8⁰C, Nadi: 100x/menit. Apakah data yang perlu dikaji lebih lanjut pada kasus tersebut?
kebersihan dan penyajian makanan yang dikonsumsi
kebersihan dan pembuangan limbah keluarga
keluarga yang mengalami gejala yang sama
kebiasaan cuci tangan
kebiasaan jajan
Saat kunjungan rumah didapatkan data: Anak laki-laki, berusia 12 tahun mengalami diare sudah 2 hari dan tampak lemas. Keluarga mengatakan BAB warna kuning, BAB cair, frekuensi lebih dari 5 kali. Keluarga mengatakan anak tidak nafsu makan dan kalau minum sering dimuntahkan, Hasil pengkajian: Turgor kulit kembali sangat lambat, suhu 38⁰C, Frekuensi Nadi 88x/menit. Klien belum dibawa ke pelayanan kesehatan. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
risiko defisit nutrisi
defisiensi kesehatan keluarga
risiko ketidakseimbangan cairan
risiko ketidakseimbangan elektrolit
ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Saat kunjungan rumah didapatkan data: Perempuan berusia 13 tahun, diare sudah 4 hari. Klien mengatakan diare setelah jajan di kantin sekolah, BAB lebih dari5 kali sehari. Hasil pengkajian: TD 110/90 mmHg, suhu: 37,8⁰C, Nadi: 100x/menit. Keluarga mengatakan anak-anaknya banyak jajan dan jarang makan dirumah dan anggota keluarga lain juga sering diare. Klien belum dibawa ke pelayanan kesehatan dan belum pernah mendapatkan informasi kesehatan. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
risiko peningkatan keseimbangan cairan
risiko ketidakseimbangan elektrolit
manajemen kesehatan tidak efektif
risiko ketidakseimbangan cairan
Pada kunjungan rumah didapatkan laki-laki berusia 45 tahun yang telah mulai pengobatan TBC Paru sejak 1 bulan yang lalu. Hasil anamnesis: klien tidak minum obat sejak 4 hari lalu karena merasa sudah sehat. Keluarga mengatakan nasehat keluarga untuk tetap minum obat diabaikan. Apakah diagnosis keperawatan utama pada kasus tersebut?
perilaku kesehatan cenderung beresiko
pemeliharaan kesehatan tidak efektif
manajemen kesehatan tidak efektif
bersihan jalan napas tidak efektif
ketidakpatuhan
Saatkunjungan rumah ditemui seorang perempuan usia 36 tahun. Hasil anamnesis: salah satu anggota keluarga menderita batuk lebih dari 3 minggu, batuk berdahak dan mengeluarkan darah, berat badan terus menurun dan keluar keringat dingin pada malam hari. Keluarga beranggapan penyakit yang dialami adalah batuk biasa sehingga membeli obat bebas. Apakah diagnosis keperawatan utama pada kasus tersebut?
Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
Perilaku cenderung beresiko
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Defisit pengetahuan tentang proses penyakit
Saat kunjungan rumah didapatkan seorang laki-laki berusia 25 tahun. Hasil pengkajian klien mengatakan sudah dua bulan minum OAT, sesak mulai berkurang, sering lupa minum obat dan tidak nyaman jika memakai masker. Klien tinggal bersama istri dan 2 anak dengan usia 3 tahun dan 5 tahun. Rumah terlihat lembab, jendela di ruang tamu tidak dapat dibuka, kamar tidur tidak berjendela. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
Kopin keluarga tidak efektif
Koping individu tidak efektif
Pola nafas tidak efektif
Ketidakpatuhan
Hasil kunjungan rumah didapatkan data seorang perempuan berusia 35 tahun, mengatakan sudah 6 hari diare, BAB warna kuning, encer, frekuensi lebih dari 3 kali, mengeluh mual dan muntah saat makan atau minum, kaki terasa kram dan merasa sakit. Hasil pengkajian: berat badan 45 kg, turgor kulit kembali lambat, suhu 37,5⁰C. Frekuensi nadi 86x/menit, RR: 18x/menit. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
risiko peningkatan keseimbangan cairan
risiko ketidakseimbangan elektrolit
risiko ketidakseimbangan cairan
defisiensi kesehatan keluarga
Pada kunjungan rumah, seorang perempuan 50 tahun mengalami kesulitan berjalan, mengeluh kaki terasa kaku, nyeri pada kedua kaki bila digerakkan dengan skala 7 dari rentang 10. Klien menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalan. Nilai hasil pengkajian Barthel indeks 80 (ketergantungan sebagian). Klien mempunyai riwayat post stroke 2 kali, Hasil pemeriksaan fisik: TD 150/100 mmHg, nadi 80x/menit, suhu normal , RR 30x/menit. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
gangguan interaksi
gangguan immobilisasi
resiko tinggi jatuh/injuri
kerusakan mobilitas fisik
gangguan rasa nyaman nyeri
Saat kunjungan rumah ditemui pria berusia 25 tahun. Hasil anamnesis: Klien mengatakan mendapat Obat Anti Tuberculosis (OAT) tapi mual kalau diminum. Keluarga mengatakan tidak tahu apa yang harus dilakukan agar klien mau minum OAT. Apakah tujuan keperawatan keluarga yang harus dilakukan?
Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang OAT
Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memotivasi klien
Meningkatkan kemampuan keluarga merawat klien dengan OAT
Meningkatkan kesadaran keluarga akan bahaya penyakit TBC Paru
Meningkatkan pemanfaatan fanyaskes dalam mengatasi efek samping OAT
Dalam kunjungan rumah ditemui seorang pria berusia 35 tahun, mengeluh batuk dalam sebulan terakhir, nafsu makan berkurang, berat badan turun 5 kg dalam 1 bulan dan merasa demam. Hasil observasi didapatkan data: klien membuang ludah sembarangan, tidak ada jendela di kamar tidur, pertukaran udara hanya dari sumber pintu masuk. Keluarga mengatakan klien batuk darah sudah 3 kali dalam seminggu ini dan tidak tahu harus melakukan apa. Apakah intervensi yang perlu segera dilakukan pada kasus tersebut?
Menganjurkan membuat jendela di kamar
Melakukan pemeriksaan fisik
Mengajarkan batuk efektif
Menganjurkan memeriksa dahak BTA
Mengajarkan cara membuang ludah yang benar
Saat kunjungan rumah ditemui laki-laki berusia 38 tahun. Hasil anamnesis: klien didiagnosis TBC Paru. Hasil observasi: klien tampak lemah sehingga tidak mampu bekerja. Istrinya mengatakan malu dengan tetangga karena suaminya sakit-sakitan dan tidak mau berhubungan seksual karena takut ketularan. Apakah intervensi utama yang perlu dilakukan pada kasus tersebut?
Ajarkan batuk efektif
Anjurkan diit gizi seimbang
Berikan informasi tentang cara penularan TBC
Sediakan wadah tertutup untuk menampung ludah
Anjurkan istri tidak perlu malu dengan penyakit suami
Pada kunjungan rumah ditemui seorang laki-laki berusia 56 tahun sudah didiagnosis TBC Paru sejak 4 bulan yang lalu. Klien mengatakan kalau berjalan atau melakukan aktivitas sesaknya bertambah. Klien tersebut merasa sangatterganggu dengan keluhannya itu. Apakah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan?
Masalah batuk efektif
Menyarankan memakai alat bantu jalan
Membantu memenuhi kebutuhan dasar klien
Mengajarkan cara berjalan yang aman
Melatih relaksasi napas dalam
Seorang perawat menggunakan media Slide dalam pemberian pendidikan kesehatan tentang risiko penularan TBC Paru pada sebuah keluarga. Pada slide tampak ilustrasi foto anak yang mengalami penularana TBC paru. Wajah anak tersebut jelas tanpa disamarkan atau ditutupi. Prinsip etik manakan dilanggar oleh perawat dalam kasus?
nonmalefincence
confidentiality
beneficence
anonymity
fidelity
Pada kunjungan rumah didapatkan perempuan berusia 56 tahun. Hasil pengkajian di dapatkan data klien mengatakan pundaknya terasa berat, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 127x/menit. Klien sudah melakukan pengobatan alternative selama 5 tahun sejak dinyatakan menderita hipertensi. Klien meminum air yang sudah di bacakan do'a. Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Menjelaskan bahwa pengobatan yang sudah dilakukan salah
Menyesalkan keluarga yang lebih mempercayai pengobatan alternatif
Mendiskusikan dengan klien dan keluarga bahwa air yang diminum tercemar
Menjelaskan penyebab hipertensi, perawatan dan terapi yang diperlukan klien
Mendiskusikan kemungkinan pertentangan pengobatan alternative dengan hipertensi
Pada kunjungan rumah perawat mendapatkan bahwa keluarga telah menyiapkan pengobatan non farmakologi untuk klien. Keluarga klien menjelaskan bahwa mereka ingin mengkonsumsi herbal untuk membantu menurunkan tekanan darah klien. Apakah tindakan yang ahrus dilakukan perawat?
Ajarkan keluarga cara mengukur tekanan darah
Beritahu keluarga efek pengobatan hipertensi dengan herbal
Izinkan keluarga menggunakan herbal apapun sesuai keyakinannya
Anjurkan keluarga untuk mendiskusikan penggunaan herbal dengan dokter
Beritahu keluarga bahwa herbal tidak aman dan seharusnya tidak digunakan sama sekali
Pada kunjungan rumah ditemui seorang perempuan usia 59 tahun mengeluh pusing. Klien menderita hipertensi sejak 5 tahun yang lalu dan saat ini tinggal bersama cucunya yang berusia 18 tahun, karena kedua orang tuanya meninggal. Klien masih sering kesawah, jarang memeriksakan diri ke puskesmas karena keterbatasan biaya. Hasil pemeriksaan fisik : TD: 150/80 mmHg, N: 75x/menit. Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus tersebut?
Anjurkan klien untuk banyak istirahat
Anjurkan cucu klien untuk menjaga klien
Anjurkan klien untuk makan makanan yang sehat
Memantau klien secara rutin dengan kunjungan rumah
Minta staf desa untuk lebih memperhatikan klien yang tinggal hanya dengan cucunya
Saat kunjungan rumah didapatkan klien perempuan berusia 10 tahun, klien mengatakan sudah 2 hari diare, BAB cair, frekuensi lebih dari 3 kali/hari mengeluh mual dan muntah saat makan dan minum. Hasil pemeriksaan fisik: turgor kulit kembali lambat, suhu 37,5⁰C, nadi 100x/menit, RR: 18x/menit. Klien belum dibawa ke pelayanan kesehatan. Keluarga mengatakan cukup diberi minuman herbal. Perawat memberi penyuluhan dampak diare pada kesehatan. Apakah evaluasi pada tindakan perawat tersebut?
Keluarga dapat menyebutkan makanan yang sehat bagi pertumbuhan
Keluarga membawa klien ke pelayanan kesehatan
Keluarga dapat menyediakan makanan yang sehat
Anggota keluarga pertumbuhan baik
Anggota keluarga tidak jajan di luar
Saat kunjungan rumah didapatkan data: Perempuan berusia 1 tahun, Anus dan daerah sekitarnya lecet, anak terlihat cengeng. Keluarga mengatakan sudah 6 hari anak diare BAB warna kuning, encer, frekuensi lebih dari 3 kali, tiap BAB anak dibersihkan menggunakan tissu, anak mau makan dan minum, sudah dibawa kepelayanan kesehatan. Hasil pengkajian: Turgor kulit kembali lambat, suhu 37,5⁰C, frekuensi nadi 112x/menit. Perawat melatih keluarga cara membersihkan apabila anak BAB. Apakah evaluasi pada tindakan keperawatan tersebut?
Keluarga dapat menyebutkan langkah-langkah perawatan luka lecet
Keluarga dapat membersihkan anak saat BAB dengan benar
Keluarga menyebutkan cara membersihkan anak saat BAB
Keluarga membawa anak ke pelayanan kesehatan
Keluarga mengatasi luka lecet anak sembuh
Seorang laki-laki berusia 62 tahun tinggal bersama keluarga dirumahnya, mengeluh pusing, telinga berdengung, penglihatan kabur dan rasa berat di tengkuk pada perawat yang berkunjung. Hasil pengkajian genogram, didapatkan data orang tua klien meninggal karena serangan stroke. Apakah pemeriksaan fisik yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Mengukur JVP
Menginspeksi area dada
Mengukur tekanan darah
Menghitung frekuensi napas
Melakukan tes urine dan swabach
Seorang laki-laki berusia 75 tahun tinggal di Panti Wreda. Sejak 4 hari yang mengeluh mual dan muntah, porsi makan hanya dihabiskan 1/4 porsi saja. Klien terbaring lemah di tempat tidur. Aktivitas dan rutinitas lainnya tidak bisa dilakukan oleh klien. Apakah data yang harus dikaji lebih lanjut pada kasus?
Koping individu
Kemampuan mobilisasi
Aktivitas kegiatan sehari-hari
Jenis dan pola makan
Pola istirahat
Saat kunjungan rumah perawat menjumpai perempuan berusia 75 tahun tinggal bersama keluarga. Keluarga mengatakan klien lebih banyak memilih dian di kamar, cenderung marah dan tidak ingin keluar kamar semenjak suaminya meninggal dunia. Keluarga sudah membantu membersihkan kamar dan tempat tidur klien agar tidak berbau. Apakah pengkajian yang tepat pada kasus di atas?
Tanda-tanda vital
Skala aktivitas sehari-hari
Kolaborasi untuk pemeriksaan urin
Tingkat depresi dengan Geriatric Depression Scale
Status kognitif dengan Mini Mental State Examination
Seorang perempuan berusia 70 tahun tinggal di panti wreda sejak satu tahun yang lalu. Klien mengeluh badannya terasa lemas dan susah menjangkau toilet sehingga sering ngompol di tempat duduk ataupun tempat tidur. Tercium bau pesing dari pakaian dan kamar klien. Hasil pengkajian fungsional berdasarkan Indeks KATZ, klien termasuk dalam kategori D. Apa masalah keperawatan pada kasus di atas?
risiko intoleransi aktivitas
gangguan mobilitas fisik
defisit perawatan diri
inkontinensia urin
keletihan
Seorang laki-laki berusia 72 tahun tinggal di panti wreda sejak satu minggu yang lalu. Klien mengeluh sering terbangun malam hari dengan penyebab yang tidak jelas dan sulit untuk tidur kembali. Klien juga mengeluh lemah dan tidak bisa berkonsentrasi. Klien tampak kusut, konjungtiva terlihat pucat. Apa masalah keperawatan pada kasus di atas?
keletihan
risiko cidera
intoleransi aktifitas
gangguan pola tidur
defisit perawatan diri
Seorang perempuan berusia 64 tahun tinggal di panti sejak lima tahun yang lalu. Klien mengalami katarak dan gangguan gaya berjalan, sejak saat itu klien menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Klien menyatakan tidak berani berjalan jauh karena takut jatuh disebabkan lingkungan sekitar panti yang berundak dan lantai yang licin. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
nyeri
risiko jatuh
risiko cedera
gangguan mobilitas fisik
koping individu tidak efektif
Seorang perempuan berusia 69 tahun sudah 10 hari dirawat di bangsal geriatri dengan diagnosis medis CHF dan DM. hasil wawancara, klien mengatakan bahwa semakin hari keluhan berkurang, tetapi klien masih merasa lemah. Klien mengatakan, "Saya masih merasa sesak jika harus berjalan ke kamar mandi." Hasil pemeriksaan barthel indeks nilai: 8, morse scale:9, TD: 160/100 mmHg, frekuensi napas: 26x/menit, frekuensi nadi: 88x/menit. Apakah masalah keperawatan pada kasus di atas?
Keletihan
Risiko jatuh
Intoleransi aktivitas
Defisit perawatan diri
Ketidakefektifan pola napas
Seorang laki-laki berusia 72 tahun, tinggal bersama anak dan cucunya. Saat berkunjung ke rumah, klien tampak terbaring di kasur tanpa laken, tercium bau pesing, dan terdapat sisa makanan di sela gigi dan sekitar mulut. Klien mengatakan jarang mandi karena tidak mau merepotkan menantunya untuk memandikan. Klien bersyukur dengan kondisi saat ini menerima apa adanya. Apakah diagnosis keperawatan yang sesuai untuk klien?
Kesepian
Inkontinensia
Pengabaian diri
Sindrom lansia lemah
Defisit perawatan diri: mandi
Seorang perempuan berusia 65 tahun tinggal di panti wrea mengeluh sering ngompol di celana terutama saat batuk dan tertawa sejak 1 bulan lalu. Klien terbiasa minum kopi sejak 30 tahun lalu. Tercium bau pesing dari pakaian klien, fungsi kognitif utuh. Apakah tindakan yang paling tepat untuk kasus tersebut?
Memasang diapers
Mengurangi asupan cairan
Mengajarkan latihan otot-otot dasar panggul
Mengajak klien untuk BAK setiap 2 jam sekali
Menganjurkan klien untuk berhenti minum kopi
Seorang perempuan berusia 60 tahun tinggal di panti wreda semenjak suaminya meninggal sebulan yang lalu. Klien terlihat kurus dan lemah. BB 33 kg, TB 145 cm. Klien mengatakan sama sekali tidak nafsu makan, karena biasanya ada suaminya yang selalu makan bersamanya. Klien juga mengatakan jarang minum, dalam sehari ia hanya menghabiskan ±500 cc air. Apakah tindakan yang tepat untuk kasus di atas?
Oral hygiene
Terapi nutrisi
Bantuan makan
Manajemen nutrisi
Monitoring nutrisi
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang I klinik panti wreda dengan keluhan diare sejak satu hari yang lalu. Hasil pengkajian diperoleh data: BAB cair 4 kali/hari, kulit dan membran mukosa kering, TD: 110/70 mmHg dan suhu 36,2⁰C. Apakah intervensi keperawatan pada kasus tersebut?
Anjurkan menghindari penyebab diare
Rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat
Monitor tanda-tanda vital
Kontrol risiko: hipertermia
Jaga keseimbangan cairan
Seorang perempuan berusia 69 tahun dirawat di rumah dengan kasus paska stroke sejak 6 bulan yang lalu. Klien hanya tinggal bersama suaminya. Pada saat dilakukanpengkajian didapatkan data bahwa kekuatan otot bagian tubuh sebelah kanan 3 dan sebelah kiri 5. Klien mengatakan bahwa ia masih bisa berjalan perlahan dengan menggunakan tongkat. Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
Melatih penggunaan alat bantu jalan
Melatih gerakan tubuh aktif dan pasif
Memberi anjuran tentang bantuan aktivitas fisik
Memodifikasi lingkungan untuk memperluas pergerakan klien
Mengatur jadwal aktivitas klien sesuai dengan kemampuan fisik
Seorang laki-laki berusia 67 tahun dirawat di klinik geriatri dengan keluhan rasa panas pada daerah bokong dan punggung. Klien lebih banyak berbaring di tempat tidur sejak 2 minggu yang lalu, setelah kaki dan tangan sebelah kiri tidak dapat digerakkan. Hasil pemeriksaan kulit disekitar area coccygeus dan scapula tampak kemerahan, klien tampak lemas, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi pernapasan 20x/menit dan suhu 37,2⁰C. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Melatih ROM
Melakukan massage
Mobilisasi tiap 2 jam
Memonitor kulit klien
Memberikan kompres air hangat
Seorang perempuan berusia 60 tahun dirawat selama tiga minggu di bangsal geriatri dengan kasus stroke. Klien mengalami paralisis pada ekstremitas bawah dan atas sebelah kanan serta gangguan bicara. Klien dibantu makan minum. Klien akan kembali ke rumahnya besok sore. Apakah topik discharge palnning yang harus diberikan?
Peningkatan koping
Perencanaan nutrisi
Monitoring pengobatan
Peningkatan perilaku kesehatan
Kemandirian activity daily living
Saat evaluasi program DOTS didapatkan data: cakupan pengobatan klien (100%), kegagalan pengobatan (30%). Saat wawancara sebagian besar keluarga berkata, "kami sudah tidak batuk lagi sehingga obat tidak kami minum." Apakah data yang harus dikaji lebih detail pada kasus?
lama minum obat
cakupan pengobatan
penyebab kegagalan pengobatan
keyakinan klien terhadap pengobatan
penyebab tidak melanjutkan pengobatan
Perawat melakukan pengkajian di suatu RW dengan membuat peta lingkungan dan menggambarkan lokasi tempat berkumpulnya warga, fasilitas ibadah, tempat bermain anak, sekolah serta lingkungan yang beresiko menimbulkan masalah kesehatan di masyarakat. Apakah metode pengkajian dilakukan oleh perawat pada kasus tersebut?
kuesioner
wawancara
studi literatur
wienshield survey
focus group discussion
Hasil pengkajian di suatu posyandu lansia didapatkan keluhan terbanyak nyeri perut kiri atas. Kader mengatakan, "lansia menganggap hal tersebut adalah biasa dan memiliki kebiasaan makan tidak teratur." Apakah pengkajian lanjutan pada kasus tersebut?
wawancara kader tentang kesehatan lansia
data kunjungan lansia ke puskesmas
windshield survey lingkungan desa
kuesioner perilaku kesehatan lansia
pengkajian fisik pada lansia
Hasil pengkajian di suatu desa ditemukan data peningkatan 10% kasus baru tuberkulosis 70% keluarga prasejahtera, 60% merasakan adanya gejala penyakit, 50% keluarga bekerja sebagai buruh, dan 50% penderita sulit meluangkan waktu untuk memeriksakan kesehatan. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
perilaku kesehatan cenderung berisiko
ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
kesiapan meningkatkan managemen kesehatan
ketidakefektifan managemen kesehatan
defisiensi kesehatan komunitas
Hasil pengkajian pada sebuah kelompok penderita TB paru didapatkan data 15% klien menyatakan tidak melanjutkan program pengobatan, 40% pasien menyatakan merasa tidak nyaman dengan efek samping obat dan 20% keluarga tidak terlibat dalam pengawasan minum obat. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
perilaku kesehatan cenderung berisiko
ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan
ketidakefektifan manajemen kesehatan
defisiensi kesehatan komunitas
Pengkajian pada lansia di sebuah desa menunjukkan sebanyak 90% lansia memiliki tekanan darah normal. Setelah dilakukan pengkajian terkait pola makan, data menunjukkan bahwa makanan lansia sudah memenuhi standar untuk penderita hipertensi. Kader mengatakan 80% lansia tersebut rutin mengontrol tekanan darahnya di puskesmas atau posyandu lansia. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
perilaku kesehatan cenderung berisiko
ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan
ketidakefektifan manajemen kesehatan
defisiensi kesehatan komunitas
Hasil winshield survey di sebuah desa terpencil didapatkan data 65% penduduk membuang sampah rumah tangga di sungai, 40% warga menyatakan penanganan sampah yang tepat adalah dengan dibakar. Data di puskesmas terdapat 5% warga mengeluh batuk pilek setiap bulan. Apakah strategi intervensi pada kasus tersebut?
pemberdayaan masyarakat
pendidikan kesehatan
intervensi profesional
proses kelompok
kemitraan
Perawat mengadakan musyawarah masyarakat desa untuk menyusun rencana intervensi masalah tingginya kejadian demam berdarah. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui permasalahan tersebut dipicu oleh sulitnya warga mengakses pelayanan kesehatan masyarakat. Apakah strategi intervensi pada kasus tersebut?
pemberdayaan masyarakat
intervensi profesional
pendidikan kesehatan
proses kelompok
kemitraan
Hasil pengkajian pada sebuah kelompok karang taruna didapatkan data 85% remaja menyatakan pernah menonton film porno, 5% remaja menganggap seks bebas adalah hal yang wajar dilakukan, 80% remaja belum pernah mendapatkan pendidikan seksual dan 90% merasa malu meminta pendidikan seksual dari orang tuannya. Apakah intervensi keperawatan pada kasus tersebut?
berkolaborasi dengan BKKBN
pendidikan kelompok sebaya
pendidikan perilaku seksual
pemberdayaan keluarga
manajemen stress
Hasil pengkajian pada kelompok lansia dengan kencing manis didapatkan data 70% lansia menghentikan terapi obat anti diabetes atas kemauan sendiri. Perawat kemudian memberikan pendidikan kesehatan tentang jenis-jenis, manfaat dari pengobatan anti diabetes. Klien menyatakan merasa lebih nyaman menggunakan terapi alternatif untuk penyakit yang dideritanya, karena relatif harganya bisa dijangkau. Apakah respon perawat pada kasus tersebut?
menjelaskan kembali efek samping obat anti diabetes
menghormati keputusan penggunaan terapi alternatif
menjelaskan tentang risiko terapi alternatif
mendukung pemanfaatan terapi alternatif
merujuk penderita ke puskesmas
Seorang perawat sedang mempersiapkan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS. Saat diskusi dengan tim, ditemukan gambar atau foto seorang penderita yang terlihat jelas wajahnya, kemudian salah satu anggota tim mengusulkan agar foto tersebut disamarkan. Apakah prinsip etik yang diterapkan pada kasus tersebut?
veracity
autonomy
beneficence
confidentiality
nonmaleficence
Hasil pengkajian disuatu wilayah dusun didapatkan kejadian chikungunya sebanyak 2 orang dalam sebulan terakhir. Masyarakat memiliki kebiasaan menguras bak mandi setelah terlihat kotor, menggantung baju di belakang pintu dan terdapat kaleng bekas di sekitar lingkungan rumah yang terisi air. Selama ini masyarakat belum mempunyai kegiatan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Pengobatan pada masyarakat yang terkena chikunguya di Puskesmas
Memberikan penyuluhan kesehatan tentang penularan chikungunya
Melakukan pendataan pada keluarga yang terkena chikungunya
Membentuk tim jumantik yang terdiri dari kader semua RT
Melakukan screening pada masyarakat yang berisiko
Di satu desa terjadi wabah diare. Hasil pengkajian didapatkan: 38% keluarga tidak memiliki jamban, 20% buang sampah di sungai, 65% BAB di sungai dan 45% mandi di sungai. Masyarakat menganggap kebiasaan tersebut adalah hal biasa dan sudah berlangsung turun menurun. Perawat melakukan pendidikan kesehatan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Apakah indikator evaluasi formatif keberhasilan tindakan pada kasus tersebut?
angka kejadian diare menurun
masyarakat bisa hidup lebih sehat
adanya WC umum tiap RT minimal 1
masyarakat memahami tentang pentingnya BAB di jamban
kepala desa berkomitmen untuk memperbaiki kesehatan lingkungan
Di satu desa terdapat 21 penderita TB Paru yang tersebar di semua RW. Perawat melakukan penyuluhan tentang pentingnya penggunaan masker dan tempat membuang dahak untuk mencegah penularan. Perawat mengundang seluruh pasien TB Paru dan keluarganya. Apakah indikator evaluasi sumatif keberhasilan tindakan pada kasus tersebut?
klien dan keluarga memahami tentang penularan TB Paru
keluarga mengantar klien untuk periksa sesuai jadwal
keluarga menyediakan tempat membuang dahak
klien menggunakan masker setiap hari
angka kesembuhan TB meningkat
Seorang Laki-laki berusia 65 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosis DM. Hasil pengkajian didapatkan pasien tampak lemah, gemetar, keluar keringat dingin. TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 22x/ menit, suhu 36°C. Pasien telah disuntik dengan Actrapid 30 menit yang lalu. Apakah evaluasi tindakan pada kasus tersebut?
Monitor tingkat kesadaran
Monitor glukosa darah
Monitor balance cairan
Monitor tetesan infus
Monitor tanda vital
Seorang perempuan berusia 25 tahun dirawat di unit luka bakar. Hasil Pengkajian luka bakar grade II dengan luas 35%, BB 50 Kg, TB 156 cm, TD 100/60 mmHg, Nadi 60x/ menit, Napas 20x/ menit. Pasien telah diberikan terapi cairan RL sebanyak 2000 cc. Apakah yang menjadi kriteria keberhasilan terapi cairan tersebut?
urin output 12,5-25 ml/jam
urin output 25-50 ml/jam
urin output 50-75 ml/jam
urin output 75-100 ml/jam
urin output 100-125 ml/jam
Seorang Perempuan berusia 50 tahun dirawat di ruang bedah dengan Post Laparatomi. Hasil pengkajian pasca operasi hari ke-7 : mengeluh nyeri pada daerah operasi saat batuk, tampak cairan berwarna kemerahan pada balutan luka, suhu : 37,5°C. Ketika Perawat melakukan perawatan luka, didapatkan jahitan luka yang tidak rapat. Apakah komplikasi yang terjadi pada kasus tersebut?
dehisens
edema
infeksi
sepsis
escar
Seorang Perempuan berusia 52 tahun di ruang penyakit dalam dengan diare. Hasil pengkajian : pasien mengeluh lemas, BAB sudah 8x, konsistensi encer, terdapat lendir, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 100x/ menit, frekuensi napas 24x/ menit, suhu 38,3°C, keseimbangan cairan minus 600 cc/24 jam. Pasien mendapat infuse NaCl 30 tetes per menit. Apakah evaluasi pada kasus tersebut?
tidak mengalami diare
frekuensi BAB berkurang
toleransi terhadap aktivitas
kebutuhan cairan terpenuhi
tanda vital dalam batas normal
Seorang Perempuan berusia 34 tahun dirawat dengan asma bronchiale. Hasil pengkajian : mengeluh sesak, batuk produktif dengan dahak kental, dan lemas, TD 110/80 mmHg, Nadi 88x/ menit, Napas 26x/ menit, suhu 37,5°C, auskultasi paru terdengar wheezing dan ronchi, saturasi oksigen 93% perawat telah memberikan terapi nebulizer ventolin. Apakah evaluasi utama setelah dilakukan tindakan tersebut?
suara napas
kemampuan batuk
kenyamanan pasien
nilai saturasi oksigen
jumlah dan karakteristik sputum
Seorang laki-laki berusia 65 tahun tinggal di panti wreda mengalami stroke dan kelumpuhan sejak 3 bulan lalu. Klien hanya berbaring dan duduk di kursi roda. Semua aktifitas dan kebutuhan klien dibantu. Bokong terlihat kemerahan, kemudian perawat melakukan perubahan posisi setiap 2 jam sekali. TD 160/95 mmHg. Apa kriteria evaluasi yang tepat untuk kasus di atas?
Tidak ada tanda-tanda luka dekubitus
Semua kebutuhan dasar terpenuhi
Peningkatan personal hygiene
Peningkatan mobilitas fisik
TD dalam batas normal
Seorang perempuan berusia 65 tahun tinggal di panti wreda. Klien mengeluh nyeri punggung sejak satu minggu yang lalu. Klien terlihat hanya tiduran. Skala nyeri 4 (0-10). Perawat sudah mengajarkan relaksasi nafas dalam untuk mengurangi keluhan. Apakah kriteria keberhasilan tindakan tersebut?
Klien mengikuti program latihan
Klien mengatakan nyerinya berkurang
Klien mengerti tentang proses penyakit
Klien mengkonsumsi obat penghilang nyeri
Klien mampu melakukan aktivitas secara mandiri
Perawat mendapatkan gambaran kondisi pasien yang menjadi kelolaannya dari ketua tim saat pre konferensi. Salah satu pasien dalam kondisi kebersihan diri dibantu, makan dan minum dibant, ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali, pemasukan dan pengeluaran intake output cairan diminta untuk dicatat. Perawat diminta untuk segera memberikan asuhan keperawatan pada pasien setelah konferensi selesai. Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada masalah tersebut?
Melanjutkan pengkajian pada pasien
Membaca prosedur perawatan pasien
Menentukan tingkat ketergantungan pasien
Membuat rencana asuhan keperawatan pasien
Mendiskusikan kondisi pasien bersama dokter
Perawat baru yang ditempatkan di ruang rawat inap penyakit bedah ditegur oleh ketua tim karena dianggap terlalu lama dalam menyiapkan peralatan tindakan untuk tindakan perawatan luka. Perawat tersebut menjelaskan bahwa ada peralatan yang perlu diperiksa ketersediannya terlebih dahulu. Apakah tindakan selanjutnya dari ketua tim?
Melakukan pendampingan
Mengevaluasi kemampuan perawat baru
Memberikan orientasi ulang persiapan tindakan
Menunjuk perawat senior memberikan bimbingan
Menyusun program mentoring untuk perawat baru
Hasil survei tentang lama rawat pasien di ruang penyakit dalam didapatkan data 3 pasien dirawat selama 4 hari; 5 pasien dirawat selama 7 hari; 7 pasien dirawat selama 4 hari; 5 pasien dirawat selama 5 hari. Berapakah nilai ALOS pada hasil survei?
4
5
6
7
8
Perawat Dinas siang meminta izin tidak masuk kerja kepada kepala ruangan karena keperluan keluarga, yaitu mengikuti undangan pengarahan minat bakat anak disekolah anaknya. Kepala ruang menjelaskan pada perawat tersebut bahwa BOR ruang rawat mencapai 90% dan mayoritas pasien berada pada tingkat ketergantungan partial. Kepala ruang meminta perawat tersebut tetap datang sesuai jadwal dinasnya. Apakah tindakan selanjutnya dari perawat tersebut?
Menginformasikan kepada kepala ruangan akan mengganti dinas dihari lain
Meminta kepala ruang tetap memberikan ijin tidak masuk kerja
Menyampaikan kepada ketua tim akan datang terlambat
Menghubungi perawat lain untuk menggantikannnya
Tetap bertugas sesuai jadwal dinas
Perawat meminta kepada kepala ruang untuk dijadwalkan kerja pada shif malam dan melanjutkan ke shif pagi dengan alasan jarak rumah jauh dari RS. Kepala ruang menolak permintaan tersebut dengan mempertimbangkan beban kerja dan patient safety. Kepala ruang meminta kepada perawat agar berdinas sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Apakah gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala ruang tersebut?
Autokratik
Demokratik
Laissez-faire
Transaksional
Transformasional
Ruang Rawat ICU dengan jumlah tempat tidur sebanyak 12 unit, terdapat perawat berpendidikan Ners sebanyak 15 orang dan memiliki sertifikat pelatihan perawatan pasien kritis. Kepala ruang mengalokasikan 1-4 pasien untuk setiap perawat. Perawat bertanggung jawab terhadap pengelolaan asuhan keperawatan sejak pasien masuk sampai pulang. Apakah metode asuhan yang diterapkan?
Tim
Kasus
Premier
Modular
Fungsional
Ruang perawatan anak memiliki perawat sebanyak 20 orang dengan kapasitas tempat tidur 30 unit. Kepala ruang berencana meningkatkan asuhan keperawatan sesuai standar yang ditetapkan rumah sakit dan telah diterapkan oleh ruang rawat lainnya. Kepala ruang mengidentifikasi kebutuhan perawat vokasional dan profesional. Berapakah kebutuhan tenaga perawat profesional di ruang tersebut?
5
8
11
16
20
perawat dinas malam melaporkan kepada perawat penanggung jawab pasien terjadinya kesalahan identifikasi pasien dalam pemberian obat. Hal tersebut disebabkan terjadi disaster pasien karena kecelakaan lalu lintas. Kedua perawat tersebut bersepakat untuk melaporkan kejadian dan penanganannya kepada kepala ruang saat timbang terima pasien dan akan mengusulkan dilakukan pembahasan bersama perawat lain. Apakah jenis kegiatan yang tepat diusulkan dilakukan pada kasus tersebut?
Conference
Laporan pagi
Ronde Keperawatan
Komunikasi S-BAR
Diskusi Refleksi Kasus
Perawat primer dan perawat asosiate dinas pagi sedang menerima laporan di ners station dari perawat asosiate dinas malam tentang kondisi pasien dan setelah laporan selesai, berkeliling ke ruang rawat untuk memastikan kondisi pasien. Perawat primer melakukan identifikasi permasalahan pada pasien untuk memastikan arahan asuhan keperawatan yang akan diberikan pada perawat asosiate. Apakah bentuk kegiatan yang dilaksanakan perawat primer tersebut?
Timbang terima
Diskusi Refleksi Kasus
Ronde Keperawatan
Audit keperawatan
Kredensialing
Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat selama 2 hari dengan keluhan sesak nafas. Perawat primer melaporkan kepada dokter penanggung jawab pasien bahwa pasien masih sesak nafas. Perawat telah melakukan pemberian posisi fowler dan obat sesuai saran dokter. Apakah tindakan selanjutnya dari perawat primer?
Merekomendasikan pemberian oksigen pada level maintenance
Mendokumentasikan komunikasi S-BAR yang dilakukan
Mencatat latar belakang permasalah pasien
Menunggu saran perawat konsultan
Menyampaikan hasil pengkajian
Perawat melakukan komunikasi lewat telpon dengan dokter penanggung jawab pasien terkait kondisi pasien yang tiba-tiba demam. Dokter memberikan rekomendasi pemberian obat antipiretik dan observasi setiap jam sampai kondisi tanda vital stabil. Perawat mencatat dan membacakan ulang kepada dokter atas rekomendasi yang telah diberikan. Setelah dilakukan verifikasi melalui telepon, perawat memberikan obat yang direkomendasikan tersebut. Apakah tindakan selanjutnya dari perawat tersebut?
Membuat kronologi kejadian
Melaporkan kepada kepala ruang
Mendiskusikan kondisi pasien secara rutin kepada dokter
Meminta Dokter memberikan tanda tangan di dokumen pasien
Mengharapkan rekan kerja menandatangani catatan kondisi pasien
Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat dengan keluhan penurunan kesadaran. Hasil pengkajian didapatkan kondisi pasien delirium, pasien gelisah, aktifitas sehari-hari dibantu, terdapart luka pada telapak kaki kanan yang bersifat kronis. Hasil laboratorium menunjukkan gula darah 400 mg/dL. Perawat menentukan kondisi pasien untukperawatan selanjutnya. Apakah tingkat ketergantungan pasien tersebut?
intermediate
Intensive
Minimal
Partial
Total
Seorang laki-laki berusia 38 tahun mengalami kecelakaan. Hasil pengkajian : membuka mata ketika diberikan rangsang suara yang keras, melakukan gerakan menarik dari sumber rangsang nyeri dan mengucapkan suara yang tidak jelas dan tanpa mengandung arti. Berapakah nilai pemeriksaan GCS yang tepat pada kasus tersebut?
E2V2M2
E2V2M2
E3V3M4
E3V3M3
E3V3M2
Seorang perempuan berusia 37 tahun diantar ke UGD karena mengalami luka bakar akibat tersiram air panas. Hasil pengkajian: Pasien mengeluh nyeri, skala nyeri 8, histeria, area luka bakar diseluruh area kepala dan dada. TD 120/70 mmHg, Nadi 110x/ menit Napas 26x/ menit. Berapakah persen luas luka bakar pada pasien tersebut?
18%
27%
36%
45%
54%
Seorang laki-laki berusia 34 tahun diantar ke UGD karena kecelakaan. Hasil pengkajian: didapatkan jejas di antara dada dan abdomen di ICS 4-5, Pasien meringis kesakitan, defans muskular (+), CRT 4 detik, pucat, akral dingin, TD 80/60 mmHg, Nadi 125x/ menit, Napas 24X/ menit, suhu 37°C. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Resiko infeksi
Gangguan perfusi
Defisit volume cairan
Perubahan pola nafas
Seorang laki-laki berusia 38 tahun diantar ke UGD karena kecelakaan. Hasil pengkajian tampak jejas pada area dada, bunyi jantung menjauh dan JVP meningkat. TD 85/50 mmHg, Nadi 116x/menit, Napas 28x/menit. Apakah label warna triage pada kasus tersebut?
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Hitam
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis gagal napas. Hasil Pengkajian: kesadaran Compos mentis, terpasang ventilator mode CPAP, terdengar bunyi gurgling dan pasien akan dilakukan penghisapan lendir (suction). Apakah tindakan pertama yang harus segera dilakukan pada kasus tersebut?
Pasang kateter suction
Tingkatkan fraksi O2 100 %
Penghisapan lendir dilakukan dengan cara berputar
Masukkan cateter suction dengan posisi canula dibuka
Lakukan penghisapan lendir dengan posisi canula ditutup
Seorang laki-laki berusia 38 tahun diantar ke UGD karena kecelakaan. Hasil pengkajia terdapat luka tusuk di paru kiri, tampak sesak napas, VBS menurun, JVP meningkat,trakhea bergeser sebelah kanan. TD 80/50 mmHg, Nadi 116x/menit Napas 35x/menit. Pasien terpasang oksigen NRM 10 L/menit. Pasien telah terpasang needle thorakosintesis. Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Posisi semi fowler
Pasang balut tekan
pasang kassa 3 sisi
Perikardiosintesis
Pasang CTT
Seorang laki-laki berusia 45 tahun, diantar ke UGD karena nyeri dada. Hasil pengkajian: nyeri didada yang menjalar ke lengan kiri dan punggung, skala nyeri 8, ronchi positif, TD 110/60 mmHg, Nadi 70x/ menit, Napas 24x/ menit, suhu 35,8 °C. Gambaran EKG ada infark miokard luas dan pasien sudah diberikan NTG 10 mg sublingual. Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Kolaborasi analgesik kuat (morphin)
Kolaborasi pemberian anti platelet
Kolaborasi pemberian oksigen
Kolaborasi Obat digitalis
Kolaborasi notrogliserin
Seorang laki-laki berusia 55 tahun diantar ke UGD karena muntah darah. Hasil pengkajian : compos mentis, nyeri tekan dan nyeri lepas dengan skala 7, hepar teraba 3 cm, spider nevi +, TD 100/70 MMhG, Nadi 94x/ menit, Napas 22x / menit. Apakah tindakan yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Pasang NGT
Puasakan pasien
Berikan vitamin K
Berikan cairan koloid
Berikan cairan Kristaloid
Seorang laki-laki berusia 34 tahun diantar ke UGD karena luka bakar. Hasil pengkajian: luas luka bakar 36%, derajat II, dengan BB pasien 50 kg. Berapa kebutuhan cairan 8 jam pertama pada kasus tersebut?
3600
5800
6200
7200
8100
Seorang laki-laki berusia 25 tahun diantar ke UGD karena kecelakaan. Hasil pengkajian terdapat fraktur terbuka pada femur sinistra, perdarahan masif, tekanan darah 90/60 mmHg, Nadi 110x/ menit, Napas 24x/ menit. Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Berikan O2
Balut tekan
Pasang Bidai
Pasang Kateter
Rehidrasi cairan
