NEW
Font size
WorksheetsTEKS PUISI
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Musik malam terdengar dari desahan angin dan gesekan perdu
Perahu-perahu melintas membawa lentik ingatanku padamu
Sendiri aku di bawah langit yang bertahtakan sedikit bintang
Masih awal kemarau, di mana gerimis masih kadang turun
Imaji auditif ditunjukkan pada larik …
pertama
kedua
ketiga
keempat
Musik malam terdengar dari desahan angin dan gesekan perdu
Perahu-perahu melintas membawa lentik ingatanku padamu
Sendiri aku di bawah langit yang bertahtakan sedikit bintang
Masih awal kemarau, di mana gerimis masih kadang turun
Keterkaitan unsur pembangun puisi dalam teks pusi tersebut adalah
Penggunaan kata kongkrit dalam puisi tersebut memengaruhi imaji
Penggunaan majas dalam kutipan pusi tersebut memperhatikan rima
Pemilihan tema dalam kutipan puisi tersebut memperhatikan amanat
Penggunaan diksi dalam kutipan puisi tersebut memengaruhi nada puisi
Diponegoro
Karya : Chairil Anwar
…
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya serratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
Maju
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
Maju
…
Puisi tersebut termasuk jenis puisi
ode
balada
serenade
romansa
Diponegoro
Karya : Chairil Anwar
…
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya serratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
Maju
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
Maju
…
Perasaan puisi tersebut adalah …
marah
cemas
gembira
semangat
Diponegoro
Karya : Chairil Anwar
…
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya serratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
Maju
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
Maju
…
Tema puisi tersebut adalah …
chauvinisme
patriotisme
nasionalisme
etnosentrisme
Makna larik Tak gentar, Lawan banyaknya serratus kali dalam puisi Diponegoro adalah …
Pangeran Diponegoro sangat setia terhadap tanah air
Pangeran Diponegoro sangat berani menghadapi musuh
Pangeran Dionegoro sangat paham kekuatan musuh
Pangeran Diponegoro sangat percaya akan kemampuannya
Diponegoro
Karya : Chairil Anwar
…
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya serratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
Maju
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
Maju
…
Amanat puisi tersebut adalah …
Kita harus berani membela tanah air Indonesia
Kita harus setia mendukung tanah air Indonesia
Kita harus bangga dengan jati diri negara Indonesia
Kita harus menjaga perdamaian di negara Indonesia
Katanya becak adalah teman karibnya
seperti saudara, senasib di embara
Katanya jalanan adalah garis tangannya
tempat kelana, tak pernah bikin lena
Ia lebih nyaman tidur di kurdi becak
daripada di kamarnya atau di lincak
Bapak, meski usiamu sudah renta
aku ingin kau seperti anak kecil yang
merayakan ulang tahunnya kapan saja
Maka Bapak, ini ada becak baru
Rangkanya tersusun dari doa-doaku
Tapi maaf atapnya tak seteduh senyummu
Becaknya bisa kau kayuh untuk cari makan
Untuk memiuh lengan nasib yang kelewatan
Puisi tersebut menceritakan …
Pertemuan mengharukan antara seorang pemuda dengan penarik becak
Perasaan seorang penarik becak yang menghabiskan hidupnya dijalanan
Perhatian seorang anak kepada ayahnya yang berprofesi sebagai penarik becak
Pertentangan batin seorang anak yag belum mampu membahagiakan orang tuanya
Katanya becak adalah teman karibnya
seperti saudara, senasib di embara
Katanya jalanan adalah garis tangannya
tempat kelana, tak pernah bikin lena
Ia lebih nyaman tidur di kurdi becak
daripada di kamarnya atau di lincak
Bapak, meski usiamu sudah renta
aku ingin kau seperti anak kecil yang
merayakan ulang tahunnya kapan saja
Maka Bapak, ini ada becak baru
Rangkanya tersusun dari doa-doaku
Tapi maaf atapnya tak seteduh senyummu
Becaknya bisa kau kayuh untuk cari makan
Untuk memiuh lengan nasib yang kelewatan
Makna larik terakhir puisi tersebut adalah….
Kehidupan di jalan yang penuh suka dan duka
Perjalanan hidup orang tua yang penuh perjuangan
Nasib seorang penarik becak yang hidup sederhana
Keadaan seorang penarik becak yang menerima nasib
Katanya becak adalah teman karibnya
seperti saudara, senasib di embara
Katanya jalanan adalah garis tangannya
tempat kelana, tak pernah bikin lena
Ia lebih nyaman tidur di kurdi becak
daripada di kamarnya atau di lincak
Bapak, meski usiamu sudah renta
aku ingin kau seperti anak kecil yang
merayakan ulang tahunnya kapan saja
Maka Bapak, ini ada becak baru
Rangkanya tersusun dari doa-doaku
Tapi maaf atapnya tak seteduh senyummu
Becaknya bisa kau kayuh untuk cari makan
Untuk memiuh lengan nasib yang kelewatan
Keterkaitan unsur pembangun puisi pada bait pertama tersebut adalah …
Diksi yang digunakan mendukung rima yang tercipta
Diksi yang digunakan memengaruhi imaji yang dibuat
Diksi yang dibangun mendukung tipografi yang dibuat
Diksi yang digunakan memngaruhi amanat yang benar
Kau robek sejarah kampung ini seperti memutus lelayangan dari tali, tapi kemanakah kami pergi? Dimanakah kami Kembali ? kearah mereka kami tak sampai, kearah kalian kami terabai,. Kami memang hidup seperti mereka, tapi kami tak butuh sembutir sumber mereka. Sumber kami kalian, tapi kalian tak mengalir bersama kami. Kami bukanlah mereka , bukanlah kalian. Kami jauh terjauhkan, jatuh dalam ruang penuh reruntuhan . seluruh jejak dibersihkan, tersisa hanyalah hamparan hitam. Semua datang dan pergi meninggalkan kami sendiri , ke manakah kami pergi? Kemanakah kami Kembali ? ke arah mereka kami tak sampai, kearah kalian kami terabai.
Nada puisi tersebut adalah …
mengejek
memprotes
mengimbau
mengurai
Kau robek sejarah kampung ini seperti memutus lelayangan dari tali, tapi kemanakah kami pergi? Dimanakah kami Kembali ? kearah mereka kami tak sampai, kearah kalian kami terabai,. Kami memang hidup seperti mereka, tapi kami tak butuh sembutir sumber mereka. Sumber kami kalian, tapi kalian tak mengalir bersama kami. Kami bukanlah mereka , bukanlah kalian. Kami jauh terjauhkan, jatuh dalam ruang penuh reruntuhan . seluruh jejak dibersihkan, tersisa hanyalah hamparan hitam. Semua datang dan pergi meninggalkan kami sendiri , ke manakah kami pergi? Kemanakah kami Kembali ? ke arah mereka kami tak sampai, kearah kalian kami terabai.
Keterkaitan diksi dan amanat dalam puisi tersebut adalah …
Pemilihan kata yang mudah dimengerti memudahkan penyair mengungkapakan pemikirannya
Pemilihan kata yang susah dimengerti menciptakan banyak interprestasi terhadap pesan puisi
Pemilihan kata yang penuh kesenangan menunjang pesan yang ngin disampaikan penyair
Pemilihan kata yang sederhana menciptakan imaji untuk mempermudah interprestasi puisi
Kau robek sejarah kampung ini seperti memutus lelayangan dari tali, tapi kemanakah kami pergi? Dimanakah kami Kembali ? kearah mereka kami tak sampai, kearah kalian kami terabai,. Kami memang hidup seperti mereka, tapi kami tak butuh sembutir sumber mereka. Sumber kami kalian, tapi kalian tak mengalir bersama kami. Kami bukanlah mereka , bukanlah kalian. Kami jauh terjauhkan, jatuh dalam ruang penuh reruntuhan . seluruh jejak dibersihkan, tersisa hanyalah hamparan hitam. Semua datang dan pergi meninggalkan kami sendiri , ke manakah kami pergi? Kemanakah kami Kembali ? ke arah mereka kami tak sampai, kearah kalian kami terabai.
Suasana puisi tersebut adalah ….
haru
cemas
sedih
marah
Kadang aku ingin seperti burung
Yang suaranya digemakan angin dan awan
Tariannya dinaungi langit dan pohon-pohon
Kebebasannya dirayakan taman dan hutan
Majas yang digunakan dalam puisi tersebut adalah …
personifikas
metafora
hiperbola
simile
Kadang aku ingin seperti burung
Yang suaranya digemakan angin dan awan
Tariannya dinaungi langit dan pohon-pohon
Kebebasannya dirayakan taman dan hutan
Maksud puisi tersebut adalah …
Penyair ingin menari dengan hati gembira.
Penyair sangat senang melihat burung bebas
Penyair sangat senang mendengarkan kicauan burung
Penyair ingin seperti burung yang dapat hidup bebas
Cermati puisi berikut
Seperti pengungsi dari gempa, Mishima (aku bayangkan ia Mishima) pulang
Lanskap rusak. Tapi ia ingin bergerak , kemudian ia tua.
Dan terbaring.
Dan Mishima terbaring, menatap langit-langit,
dari tikar yang disepuh musim.
Rambutku hilang, ia berkata,
Rambutku hilang. Tapi lihat,
aku tahu di mana aku akan tak ada lagi.
Setumpuk arang panas
Menghangatkan kakinya.
Puisi tersebut termasuk jenis puisi …
ode
balada
serenade
romansa
Mimik muka saat membacakan puisi berhubungan dengan …
intonasi
tekanan
ekspresi
lafal
Lahan terbuka, bagai sebuah buku
Orang-orang usai menuai tapi tetap menyarungkan
badik di dalam hati
Di sisni detik-detik berangkat mencari setitik mungkin
Lalu kemarau bermula
dengan firman tua yang segar
seperti keramahan yang tersimpan di kelopak mawar
Dan mawar sendiri terus bernyanyi
tentang kesempatan yang mekar siang hari
ketabahan memang terbukti
karena hidup adalah janji kepada langit tertinggi
Majas personifikasi dalam puisi tersebut terdapat pada larik …
Lahan terbuka, bagai sebuah buku
Lalu kemarau bermula
Dan mawar sendiri terus bernyanyi
Ketabahan memang terbukti
Lahan terbuka, bagai sebuah buku
Orang-orang usai menuai tapi tetap menyarungkan
badik di dalam hati
Di sisni detik-detik berangkat mencari setitik mungkin
Lalu kemarau bermula
dengan firman tua yang segar
seperti keramahan yang tersimpan di kelopak mawar
Dan mawar sendiri terus bernyanyi
tentang kesempatan yang mekar siang hari
ketabahan memang terbukti
karena hidup adalah janji kepada langit tertinggi
Makna kata menuai dalam puisi tersebut adalah …
mengambil
memanen
meminta
memiara
Perhatikan gambar berikut!
Puisi pendek yang sesuai dengan gambar tersebut adalah …
Dengan cepat ia keluar
Menenggelamkan semua barang
Dalam dinginnya, semua menggigil
Mengungsi, menunggu bantuan
Terlihat kilatan
Air turun dengan derasnya
Terlihat sambaran
Suara menggema kerasnya
Semua gelap
Reruntuhan saksinya
Bangunan perkasa tak berdaya
Ia dating Ketika semua terlelap
Suara gemuruh,
Angin pun riuh
Malam itu kelam
Goncangan semakin kencang
