wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Hikayat si Miskin

Total questions: 15

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Yang termasuk kata arkais adalah...

a)

hatta, hulu balang, utar-utar, mempelam

b)

harta, hulu balang, utar-utar, mempelam

c)

hatta, si miskin, utar-utar, mempelam

d)

hatta, hulu balang, utar-utar, hendak

e)

jikalau, hulu balang, utar-utar, mempelam

2.

Hatta maka dengan takdir Allah Swt. menganugerahi kepada hambanya.


Konjungsi temporal yang terdapat dalam kutipan di atas adalah...

a)

hatta

b)

maka

c)

dengan

d)

menganugerahi

e)

kepada

3.

Maka terlalu belas hati sekalian orang pasar itu yang mendengar kata si Miskin.


Kalimat tersebut menggunakan majas...

a)

antonomasia

b)

personifikasi

c)

metafora

d)

simile

e)

hiperbola

4.

Maka terlalulah sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelakuan istrinya itu seperti orang yang hendak mati.


Kalimat tersebut menggunakan majas...

a)

simile

b)

personifikasi

c)

metafora

d)

antonomasia

e)

hiperbola

5.

“Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikalau ada karenanya Syah Alam akan patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohonkan buah mempelam Syah Alam yang sudah gugur ke bumi itu barangkali Tuanku.”


Klausa yang bercetak miring tersebut menggunakan majas...

a)

personifikasi

b)

metafora

c)

simile

d)

hiperbola

e)

antonomasia

6.

, “Adapun akan emas ini sampai kepada anak cucu kita sekalipun tiada habis dibuat belanja.”


Kalimat tersebut menggunakan majas...

a)

hiperbola

b)

personifikasi

c)

antonomasia

d)

metafora

e)

simile

7.

Hatta maka dengan takdir Allah Swt. menganugerahi kepada hambanya.


Nilai yang ada dalam kalimat tersebut adalah

a)

Nilai religius

b)

Nilai edukasi

c)

Nilai moral

d)

Nilai sosial

e)

Nilai budaya

8.

Hatta maka dengan takdir Allah Swt. menganugerahi kepada hambanya.


Nilai yang dapat kita petik dari kalimat tersebut adalah...

a)

mempercayai adanya ketetapan tuhan

b)

hidup harus beragama

c)

hidup harus bersabar

d)

yang mengatur hidup kita adalah Tuhan

e)

Takdir setiap orang berbeda-beda

9.

Maka terlalu belas hati sekalian orang pasar itu yang mendengar kata si Miskin. Seperti hancurlah rasa hatinya. Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buahbuahan. Maka si Miskin itu pun heranlah akan dirinya oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian.


Nilai yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah...

a)

sosial

b)

agama

c)

pendidikan

d)

moral

e)

budaya

10.

Maka terlalu belas hati sekalian orang pasar itu yang mendengar kata si Miskin. Seperti hancurlah rasa hatinya. Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buahbuahan. Maka si Miskin itu pun heranlah akan dirinya oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian.


Nilai yang dapat kita petik dari kutipan tersebut adalah...

a)

kita harus saling tolong menolong tanpa pamrih.

b)

kita harus berbakti kepada orang tua.

c)

kewajiban semua orang untuk membantu.

d)

kita tidak boleh menghina orang lain.

e)

berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

11.

Maka si Miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu.


Nilai yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah...

a)

moral

b)

sosial

c)

pendidikan

d)

agama

e)

budaya

12.

Maka si Miskin pun menggalilah tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu. Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu.


Nilai yang dapat kita petik dari kutipan tersebut adalah...

a)

Kepala rumah tangga bertanggung jawab terhadap keluarganya.

b)

setiap orang wajib memiliki rumah

c)

rumah adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

d)

menggali tanah adalah pekerjaan laki-laki.

e)

yang berkewajiban menncari nafkah adalah laki-laki.

13.

Tokoh utama dalam hikayat tersebut adalah...

a)

si Miskin

b)

Maharaja Indera Dewa

c)

Marakarmah

d)

Batara Indera

e)

Istri si Miskin

14.

Hikayat si Miskin Asalnya raja kayangan dan jadi demikian karena disumpahi oleh Batara Indera. Terlantar di negeri Antah Berantah dan keduanya sangat dibenci orang. Setiap kali mereka mengemis di pasar dan kampung mereka dipukuli dan diusir hingga ke hutan. Oleh yang demikian, tinggallah dua suami-istri itu di hutan memakan batang kayu dan buah-buahan. Hatta beberapa lamanya maka istri si Miskin itu pun hamillah tiga bulan lamanya. Maka istrinya menangis hendak makan buah mempelam yang ada di dalam taman raja itu. Maka suaminya itu pun terketukkan hatinya tatkala ia di Keinderaan menjadi raja tiada ia mau beranak. Maka sekarang telah mudhorot. Maka baharulah hendak beranak seraya berkata kepada istrinya, “Ayo, hai Adinda. Tuan hendak membunuh kakandalah rupanya ini. Tiadakah tuan tahu akan hal kita yang sudah lalu itu? Jangankan hendak meminta barang suatu, hampir kepada kampung orang tiada boleh.” Setelah didengar oleh istrinya kata suaminya demikian itu maka makinlah sangat ia menangis. Maka kata suaminya, “Diamlah tuan, jangan menangis! Berilah kakanda pergi mencaharikan tuan buah mempelam itu, jikalau dapat oleh kakanda akan buah mempelam itu kakanda berikan pada tuan.” Maka istrinya itu pun diamlah. Maka suaminya itu pun pergilah ke pasar mencahari buah mempelam itu. Setelah sampai di orang berjualan buah mempelam maka si Miskin itu pun berhentilah di sana. Hendak pun dimintanya takut ia akan dipalu orang. Maka kata orang yang berjualan buah mempelam, “Hai miskin. Apa kehendakmu?” Bab 3 Menyusuri Nilai dalam Cerita Lintas Zaman 61 Maka sahut si Miskin, “Jikalau ada belas dan kasihan serta rahim tuan akan hamba orang miskin hamba ini minta diberikan yang sudah terbuang itu. Hamba hendak memohonkan buah mempelam tuan yang sudah busuk itu barang sebiji sahaja tuan.” Maka terlalu belas hati sekalian orang pasar itu yang mendengar kata si Miskin. Seperti hancurlah rasa hatinya. Maka ada yang memberi buah mempelam, ada yang memberikan nasi, ada yang memberikan kain baju, ada yang memberikan buahbuahan. Maka si Miskin itu pun heranlah akan dirinya oleh sebab diberi orang pasar itu berbagai-bagai jenis pemberian. Adapun akan dahulunya jangankan diberinya barang suatu hampir pun tiada boleh. Habislah dilemparnya dengan kayu dan batu. Setelah sudah ia berpikir dalam hatinya demikian itu maka ia pun kembalilah ke dalam hutan mendapatkan istrinya.


Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan teks tersebut adalah...

a)

orang pertama

b)

orang kedua

c)

orang ketiga pelaku sampingan

d)

orang pertama pelaku utama

e)

orang ketiga pelaku utama

15.

Maka terlalulah sebal hati suaminya itu melihatkan akan kelaku an istrinya itu seperti orang yang hendak mati. Rupanya tiada lah ber daya lagi. Maka suaminya itu pun pergilah menghadap Maharaja Indera Dewa itu. Maka baginda itu pun sedang ramai di hadap oleh segala raja-raja. Maka si Miskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali. Maka titah baginda, “Hai Miskin, apa kehendakmu?” Maka sahut si Miskin, “Ada juga tuanku.” Lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ke tanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikalau ada karenanya Syah Alam akan patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohonkan buah mempelam Syah Alam yang sudah gugur ke bumi itu barangkali Tuanku.” Maka titah baginda, “Hendak engkau buatkan apa buah mempelam itu?” Maka sembah si Miskin, “Hendak dimakan, Tuanku.” Maka titah baginda, “Ambilkanlah barang setangkai berikan kepada si Miskin ini”.


Berdasarkan kutipan teks tersebut, sifat yang menonjol si Miskin adalah...

a)

pemberani

b)

pemalu

c)

penurut

d)

takut istri

e)

pemarah