WorksheetsSoal Audit Intern 7
Total questions: 68
Worksheet time: 34mins
Unsur-unsur pengendalian intern adalah sebagai berikut :
Lingkungan Pengendalian dan Aktivitas Pengendalian
Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, dan Aktivitas Pengendalian
Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan
Penilaian risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan Komunikasi
Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan
Berikut merupakan sub unsur – sub unsur Lingkungan Pengendalian yang benar, kecuali
Penegakan integritas dan nilai etika
Komitmen terhadap kompetensi
Kepempinan kondusif
Pembinaan sumber daya manusia
Tahapan awal dalam pembangunan infrastruktur pengendalian adalah unsur pengendalian intern pada tahap :
Lingkungan Pengendalian (control environment)
Penilaian Risiko (risk assessment)
Aktivitas Pengendalian (control activities)
Informasi dan Komunikasi (information and communication)
Pemantauan (monitoring)
Sub unsur penilaian risiko antara lain, kecuali :
Penetapan tujuan instansi
Penetapan tujuan kegiatan
Identifikasi risiko
Analisis risiko
Menerima risiko
Proses menetapkan apa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana sesuatu dapat terjadi, sehingga dapat berdampak negatif terhadap pencapaian tujuan disebut :
Identifikasi risiko
Struktur risiko
Data risiko
Sebab risiko
Akibat risiko
Kebijakan dan prosedur yang dapat membantu memastikan dilaksanakannya arahan pimpinan Instansi Pemerintah untuk mengurangi risiko yang telah diidentifikasi selama proses penilaian risiko disebut :
Lingkungan Pengendalian (control environment)
Penilaian Risiko (risk assessment)
Kegiatan Pengendalian intern (control activities)
Informasi dan Komunikasi (information and communication)
Pemantauan (monitoring)
Rangkaian urutan-urutan tindakan yang dilakukan oleh satu atau beberapa orang dalam melaksanakan kegiatan tertentu disebut :
Prosedur
Kebijakan
Latar belakang
Teknik
Mekanisme
Penjelasan yang lebih rinci dari prosedur disebut :
Prosedur
Kebijakan
Latar belakang
Teknik
Mekanisme
Menjelaskan siapa dan bagaimana menjalankan teknik disebut :
Prosedur
Kebijakan
Latar belakang
Teknik
Mekanisme
Kegiatan pengendalian yang diterapkan dalam suatu instansi pemerintah dapat berbeda dengan yang diterapkan pada instansi pemerintahan lain. Perbedaan penerapan ini antara lain disebabkan oleh perbedaan berikut ini, kecuali :
Visi, misi, dan tujuan
Lingkungan dan cara beroperasi
Tingkat kerumitan organisasi
Sarana komunikasi
Berikut merupakan sub unsur kegiatan pengendalian, kecuali :
Pembinaan sumber daya manusia
Pengendalian atas pengelolaan system informasi
Pimpinan yang kondusif
Pengendalian fisik atas asset
Contoh pengendalian yang didominasi oleh pengendalian preventif yang akan mengganggu akelancaran kegiatan layanan publik adalah :
Dokumentasi yang baik
Prosedur otorisasi yang berbelit-belit
Pembatasan akses atas sumber daya
Akuntabilitas terhadap sumber daya
Review atas kinerja instansi pemerintah
Pengendalian prevention digambarkan sebagai kegiatan pengendalian yang bertujuan :
Meningkatkan probabilitas
Mengurangi probabilitas
Meningkatkan dampak kerugian yang mungkin terjadi
Mengurangi dampak kerugian yang mungkin terjadi
Meningkatkan probabilitas dan mengurangi dampak
Pengendalian mitigation digambarkan sebagai kegiatan pengendalian yang bertujuan
Meningkatkan probabilitas
Mengurangi probabilitas
Meningkatkan dampak kerugian yang mungkin terjadi
Mengurangi dampak kerugian yang mungkin terjadi
Meningkatkan probabilitas dan mengurangi dampak
Pada contoh kegiatan pengendalian kebakaran, kegiatan prevention yang yang dilakukan adalah :
Pembatasan penggunaan bahan-bahan yang mudah terbakar dan pelarangan kegiatan yang membahayakan seperti merokok
Pembiaran terhadap pelanggaran peraturan
Kegiatan menyiapkan alat pemadam kebakaran, sehingga apabila terjadi kebakaran dapat digunakan untuk mengurangi dampaknya
Memanggil pemadam kebakaran setelah bencana terjadi
Menyelamatkan barang berharga di lokasi kebakaran
Agar Kegiatan pengendalian menjadi efektif, maka harus memenuhi kriteria sebagai berikut ini :
Pengendalian yang tepat pada tempat yang tepat dan terhadap risiko terkait
Sesuai dengan rencana organisasi yang ditetapkan
Memperhatikan biaya dan manfaatnya
Bersifat komprehensif, logis, dan berhubungan langsung dengan tujuan pengendalian
Semua benar
Agar informasi yang diidentifikasi dan dilaporkan adalah informasi yang berkualitas, maka informasi itu harus memenuhi syarat sebagai berikut, kecuali :
Sesuai kebutuhan
Tepat waktu
Akurat
Dapat di akses
Tradisional
Data yang telah diolah, yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah disebut :
Informasi
Komunikasi
Pesan
Informan
Komunikan
Proses penyampaian pesan atas informasi dengan menggunakan simbil atau lambang tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan umpan balik disebut :
Informasi
Komunikasi
Pesan
Informan
Komunikan
Proses komunikasi yang benar menurut Stephen P. Robbins adalah sebagai berikut :
Sumber Komunikasi (komunikator), Pendekodean, Pesan, Saluran, Pengkodean, Penerima (komunikan), Umpan Balik
Sumber komunikasi (komunikator), Pesan, Pendekodean, Saluran, Pengkodean, Penerima (komunikan), Umpan Balik
Sumber komunikasi (komunikator), Pesan, Pengkodean, Saluran, Pendekodean, Penerima (komunikan), Umpan Balik
Sumber Komunikasi (komunikator), Pengkodean, Pesan, Saluran, Pendekodean, Penerima (komunikan), Umpan Balik
Sumber komunikasi (komunikator), Pengkodean, Saluran, Pesan, Pendekodean, Penerima (komunikan), Umpan Balik
Pemantauan berkelanjutan diselenggarakan melalui kegiatan :
Pengelolaan rutin
Supervisi
Pembandingan
Rekonsiliasi
Semua benar
Pemantauan dilakukan atas seluruh kegiatan dibawah kendalinya guna memastikan bahwa seluruh pegawai yang ada di bawah kendalinya telah melaksanakan tanggungjawabnya masing-masing. Kegiatan pemantauan tersebut berada pada jenjang organisasi di tingkat :
Pegawai
Penyelia
Manajer
Pimpinan eksekutif
Dewan Komisaris
Penilaian secara periodik atas kinerja organisasi dibandingkan dengan standar pengukuran yang ada atau yang telah disepakati disebut :
Pemantauan berkelanjutan
Evaluasi terpisah
Tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan review
Pemantauan lainnya
Pemantauan tujuan tertentu
Hal-hal yang harus dilakukan oleh organisasi dalam tindak lanjut atas temuan audit sebagai berikut :
Organisasi memiliki mekanisme untuk memastikan adanya penyelesaian atas temuan audit dan review lainnya dengan segera
Pimpinan organisasi tanggap atas temuan-temuan dan rekomendasi audit dan review lainnya yang bertujuan memperkuat sistem pengendalian internal
Organisasi melakukan tindak lanjut yang sesuai dengan temuan dan rekomendasi audit serta review lainnya
A dan B benar
Semua benar
Adanya penyalahartikan suatu perintah akibat kesalahan penyampaian yang dilakukan pimpinan yang dapat berdampak kepada pengambilan keputusan pimpinan dibawahnya adalah bentuk kegagalan sistem pengendalian intern yang dikarenakan
Pertimbangan yang kurang matang
Gagal menterjemahkan suatu perintah
Pengabaian manajemen
Intervensi manajemen
Kolusi
Hal-hal berikut yang menjadi titik perhatian dalam melakukan pemantauan berkelanjutan (on-going-monitoring) pengendalian intern antara lain, kecuali :
Pimpinan memiliki strategi untuk memastikan bahwa monitoring yang sedang berjala efektif dan melaksanaka evaluasi terpisah apabila terjadi kesalahan kritis
Komunikasi dengan pihak luar dikonfirmasi dengan data intern yang dimiliki organisasi
Terdapat metode yang logis dan sesuai kebutuhan untuk mengevaluasi pengendalian intern
Struktur organisasi yang sesuai kebutuhan dan adanya supervisi untuk mengawasi fungsi pengendalian internal
Terdapat perbandingan data yang dicatat dengan fisiknya secara periodic
Hal-hal berikut yang menjadi titik perhatian dalam melakukan evaluasi yang terpisah (separate evaluations) adalah :
Ruang lingkup dan frekuensi evaluasi yang terpisah terhadap system pengendalian intern
Terdapat metode yang logis dan sesuai kebutuhan untuk mengevaluasi pengendalian intern
Bila evaluasi terpisah dilakukan oleh auditor internal maka harus dilaksanakan oleh SDM yang memiliki kemampuan yang memadai dan independen
Kelemahan yang ditemukan selama evaluasi terpisah segera diatasi
Semua benar
Pertauran yang mengatur bahwa setiap pimpinan instansi pemerintah menerapkan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) adalah:
Perpres No. 192 tahun 2014
PP no. 60 tahun 2008
UU no. 17 tahun 2004
UU n0. 15 tahun 2004
Perbedaan antara PP No. 60 tahun 2008 dan IIA dalam melihat hubungan antara Governance, Risiko dan pengendalian adalah:
PP no. 60 tahun 2008 menempatkan tata kelola sebagai bagian yang paling luas yang melingkupi seluruh aktivitas organisasi sedangkan IIA menganggap tata kelola adalah bagian dari pengendalian
PP no. 60 tahun 2008 menekankan penilaian risiko sebagai bagian dari pengendalian intern, sedangkan IIA menganggap pengendalian intern adalah bagian dari manajemen risiko
PP no. 60 tahun 2008 menunjukkan keterkaitan antara tata kelola, risiko dan pengendalian, sedangkan IIA menganggap hal tersebut tidak berkaitan
Tidak ada perbedaan pendekatan antara PP no. 60 tahun 2008 dengan IIA
Menurut IIA, audit internal harus mampu memberikan value bagi stakeholders. value yang dimaksud yaitu:
Governance, risk, & control
Communication, controlling, & monitoring
Assurance, insight, & objectivity
Governance, Assurance, & Consulting
Untuk mencapai tujuan reformasi birokrasi, diperlukan APIP yang efektif salah satunya dalam wujud assurance activities. Yang dimaksud dengan assurance activities adalah:
Memberikan keyakinan yang memadai atas ketaatan, kehematan, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah
Memberikan peringatan dini dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah
Memberikan masukan yang dapat memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah
Setiap tindakan yang diambil oleh manajemen dan pihak-pihak lain untuk mengelola risiko dan meningkatkan kemungkinan bahwa sasaran yang ditetapkan akan dapat dicapai
Proses manajemen risiko dinyatakan efektif berdasarkan hasil pertimbangan penilaian auditor yang mencakup hal berikut, kecuali...
risiko yang signifikan telah diidentifikasi dan dinilai
tujuan auditi telah mendukung dan sejalan dengan visi dan misi auditi
tanggapan risiko yang tepat telah dipilih untuk menyelaraskan risiko dengan risk tolerance auditi
peran APIP dalam wujud memberikan peringatan dini dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah dikenal dengan istilah ...
problem solver
assurance activities
consulting activities
anti corruption activities
kegiatan yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang dapat mempengaruhi keberhasilan organisasi dan memanfaatkan peluang yang memungkinkan tercapainya keberhasilan organisasi adalah ...
pengendalian
manajemen risiko
tata kelola
pengawasan
Menurut IIA, audit internal harus mampu memberikan value bagi stakeholders. Salah elemen penting dari value tersebut adalah Assurance yang digambarkan ke dalam 3 hal yaitu:
Governance, risk, & control
Communication, controlling, & monitoring
Catalyst, analyses, & Assesments
fokus audit internal telah mengalami perubahan. Pada saat ini proses auditing modern menempatkan auditor internal sebagai ...
watchdog
pemeriksa
konsultan dan katalis
manajer
pernyataan yang tidak sesuai dengan peran audit internal pada pola proses auditing modern adalah ...
memberikan input untuk perbaikan atas sistem yang telah ada
memiliki kemampuan untuk merekomendasikan pemecahan masalah (problem solver)
sebagai katalisator yaitu memberikan jasa kepada manajemen melalui saran-saran yang bersifat konstruktif yang dapat diaplikasikan bagi perkembangan perusahaan
ikut serta dalam kegiatan operasional, namun tidak bertanggung jawab dalam meningkatkan kinerja perusahaan melalui rekomendasi yang disampaikan kepada manajemen operasional
terkait tata kelola, sesuai dengan Standar Pelaksanaan Audit Intern paragraf 3110, peran audit intern mencakup tanggung jawab untuk mengevaluasi dan mengembangkan proses tata kelola sektor publik sebagai bagian dari fungsi
assurance
anti corruption
consulting
watchdog
standar pelaksanaan audit intern yang terkait dengan manajemen risiko adalah paragraf ..
3110
3120
3130
3140
Standar pelaksanaan audit intern paragraf 3130 berisi tentang ...
Peran kegiatan audit intern mencakup tanggung jawab untuk mengevaluasi dan mengembangkan proses tata kelola sektor publik sebagai bagian dari funsi assurance
Kegiatan audit intern harus dapat mengevaluasi efektivitas dan berkontribusi terhadap perbaikan proses manajemen risiko
Kegiatan audit intern harus dapat membantu auditi dalam mempertahankan dan memperbaiki pengendalian yang efektif dengan mengevaluasi efektivitas dan efisiensi serta mendorong perbaikan terus menerus
Kegiatan audit intern harus mampu mengevaluasi potensi terjadinya fraud
Menurut IIA, audit internal harus mampu memberikan value bagi stakeholders. Salah elemen penting dari value tersebut adalah insight yang digambarkan ke dalam 3 hal yaitu:
Governance, risk, & control
Communication, controlling, & monitoring
Catalyst, analyses, & Assesments
Governance, Assurance, & Consulting
Hubungan antara tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern dapat dijelaskan sebagai ...
Hubungan yang didefinisikan secara terpisah
Suatu proses yang tidak berkaitan satu dan yang lainnya
Struktur yang berdiri sendiri
Satu kesatuan yang tidak dipisahkan
Dengan komitmen untuk integritas dan akuntabilitas, Audit internal dapat memberikan value kepada organisasi sebagai sumber yang objektif berupa saran-saran yang independen atas ...
Proses tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian internal organisasi
Keandalan dan integritas informasi keuangan
Efektivitas dan efisiensi program
Kepatuhan terhadap peraturan
Audit internal memberikan jaminan tentang tata kelola organisasi, manajemen risiko, dan proses pengendalian untuk membantu organisasi mencapai tujuan strategis, operasional, keuangan, dan kepatuhan. Value yang diberikan terkait pernyataan tersebut adalah ...
Independensi
Assurance
Insight
objectivity
kegiatan audit intern harus mengevaluasi kecukupan dan efektivitas pengendalian intern pemerintah dalam menanggapi risiko tata kelola, operasi, dan sistem informasi mengenai ...
pencapaian tujuan strategis auditee serta keandalan dan integritas informasi keuangan dan operasional
efektivitas dan efisiensi operasi dan program
pengamanan aset dan kepatuhan terhadap peraturan
semua jawaban benar
audit internal juga merupakan katalis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi dengan memberikan wawasan dan rekomendasi berdasarkan analisis dan penilaian data dan proses bisnis merupakan penjabaran dari value yang diberikan audit intern yaitu ...
auditing
assurance
insight
terdapat 3 wujud peran APIP yang efektif, salah satunya dalam wujud memberikan masukan yang dapat memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah dikenal dengan istilah ...
assurance activities
anti corruption activities
consulting activities
watchdog
Prosedur penilaian yang secara deskriptif dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan/atau mengukur pengaruh dari kegiatan yang sedang berjalan (on-going) tanpa mempertanyakan hubungan kausalitas adalah ...
Standar operasional
Monitoring
Pengendalian
evaluasi
kegiatan yang berfungsi untuk melihat dampak melalui data dan metodologi yang kompleks dengan mengisolasi efek dari suatu intervensi disebut ...
Standar operasional
Monitoring
Pengendalian
evaluasi
IIA mengembangkan model evaluasi terhadap tata kelola yang disebut IA-CM. Terdapat 6 elemen yang dinilai dari modl tersebut yaitu: ...
Peran dan layanan, Pengelolaan SDM, Praktik Profesional, Akuntabilitas dan manajemen kinerja, Budaya dan Hubungan Organisasi, Struktur Tata Kelola
Peran dan layanan, Efektivitas Operasi, Praktik Profesional, Akuntabilitas dan manajemen kinerja, Budaya dan Hubungan Organisasi, Struktur Tata Kelola
Peran dan layanan, Pengamanan Aset, Praktik Profesional, Akuntabilitas dan manajemen kinerja, Budaya dan Hubungan Organisasi, Struktur Tata Kelola
Peran dan layanan, pengembangan berkelanjutan, Praktik Profesional, Akuntabilitas dan manajemen kinerja, Budaya dan Hubungan Organisasi, Struktur Tata Kelola
Suatu kerangka kerja yang mengidentifikasi aspek-aspek fundamental yang dibutuhkan untuk pengawasan intern di sektor publik disebut ...
Internal control
Evaluasi Tata kelola
Internal audit capability model
Good governance
Menurut IIA, sebuah metodologi yang menghubungkan audit intern dengan seluruh kerangka manajemen risiko yang memungkinkan proses audit intern mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa manajemen risiko organisasi telah dikelola dengan memadai sehubungan dengan risiko yang dapat diterima disebut dengan istilah ..
Control based internal audit
Risk based internal audit
Compliance based audit
Post the fact audit
Kondisi yang terjadi apabila risiko sesuai prioritas tidak memiliki pengendalian atau pengendalian yang ada tidak mencukupi untuk membawa risiko kepada tingkat sisa risiko disebut sebagai ...
Celah pengendalian
Risiko manajemen
Selera risiko
Roy adalah seorang auditor internal yang ditugaskan untuk menilai apakah kegiatan pengendalian telah dibangun secara memadai untuk mengatasi risiko atau belum. Roy melakukan penilaian terhadap kegiatan pengendalian yang ada mencakup keberadaan kebijakan dan prosedur yang dimiliki terkait penyelenggaraan SPI. Ternyata, hal tersebut tidaklah cukup karena hal lainnya yang perlu dinilai adalah implementasi dari kebijakan dan prosedur tersebut. Pendekatan yang dapat digunakan oleh Roy untuk menilai hal tersebut adalah ...
Quesioner
Kualitatif dan kuantitatif
Control self assesment
Theoritical assesment
Alena adalah seorang manajer yang ingin mencegah terjadinya kondisi yang tidak lazim, tidak etis, tidak ekonomis, tidak efisien, dan tidak efektif dalam pelaksanaan kegiatan. Karena hal tersebut, Alena akan melakukan pemantauan yang berfokus untuk...
mengetahui bahwa pekerjaan dilaksanakan sebagaimana mestinya
memastikan bahwa seluruh pegawai yang ada di bawah kendalinya telah melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing
menilai apakah sistem pengendalian intern telah berfungsi pada masing-masing unit dalam organisasi
pendekatan control self assessment (CSA) menurut Larry Hubbard (2005) dibagi atas 3 pendekatan yaitu ...
pendampingan, workshop, dan survei
konsultasi, survei, dan workshop
survei, pelatihan, dan analisis manajemen
workshop, survei, dan analisis manajemen
Larry adalah pimpinan instansi X yang ingin melakukan penilaian sendiri atas efektivitas pengendalian yang berlangsung dalam organisasi yang dipimpinnya. Namun, Larry sulit untuk mengumpulkan peserta bersama-sama dalam satu pertemuan. Selain itu, Larry juga terkendala dengan keterbatasan dana untuk bisa mengadakan pertemuan. Karena hal tersebut, sebaiknya Larry menggunakan CSA dengan pendekatan ...
Analisis manajemen
Survei
Workshop
Workshop dan survei
metode CSA yang paling populer dan direkomendasikan oleh IIA adalah ...
Analisis manajemen
Survei
Workshop
Workshop dan survei
Dalam CSA, pimpinan instansi mengevaluasi sendiri efektivitas pengendalian yang berlangsung. CSA memungkinkan keterlibatan auditor intern sebagai ...
Penanggung jawab
Pelaksana kegiatan
Fasilitator
evaluator
IIA merekomendasikan CSA dengan metode workshop, tetapi metode survei dan analisis manajemen dapat digunakan pada kondisi ...
Budaya organisasi tidak mendukung metode workshop
Auditor internal memiliki kemampuan untuk menjadi fasilitator
Mudah untuk mengumpulkan peserta dalam suatu pertemuan
Pernyataan berikut yang bukan merupakan maksud dan tujuan dilakukannya evaluasi penerapan manajemen risiko adalah ...
Menilai kecukupan dan efektivitas pelaksanaan proses manajemen risiko
Mengetahui kompetensi manajemen dalam pemanfaatan sumber daya
Mengetahui tingkat kematangan manajemen risiko
Audit berbasis risiko tidak dapat dilaksanakan apabila ...
Risiko yang diidentifikasi berada dalam kategori tinggi
Jumlah risiko prioritas lebih dari 5
Tingkat kematangan risiko berada pada tingkat awal
Evaluasi terhadap efektivitas manajemen risiko melihat apakah risiko-risiko yang ada telah menurun dengan pengendalian yang dilakukan. Penurunan dapat dilhat dari ...
Perbandingan event risk dari waktu ke waktu
Penurunan tingkat selera risiko
Penurunan sisa risiko
Kematangan manajemen risiko
Pemantauan atas efektivitas manajemen risiko yang dilakukan secara harian, bulanan, ataupun kuartalan dapat menjawab pertanyaan berikut, kecuali ...
Seberapa baik yang kita lakukan?
Apakah kita melakukan hal yang benar?
Apa perbedaan yang kita buat?
Apakah semua risiko telah dirancang pengendaliannya?
Informasi yang diharapkan dapat tersedia dari pemantauan atas pengedalian intern adalah ...
Penyebab dan akibat permasalahan
Perubahan dalam perencanaan organisasi
Tingkat kematangan manajemen risiko
Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
Berdasarkan penilaian ketepatan rancangan pengendalian dan efektivitas pengendalian, selah pengendalian dapat diketahui yang selanjutnya akan dirumuskan perbaikan atau revisi kegiatan pengendaliannya yang dituangkan dalam dokumen ...
Prosedur pengendalian internal
Rencana tindak pengendalian
Memorandum of aggrement
Informasi dalam sistem pengendalian intern dapat berupa hal berikut, kecuali informasi...
Tentang paparan dan tren risiko yang terjadi
Yang merupakan bagian atau sebagai bentuk dari kegiatan pengendalian
Yang dibutuhkan dalam rangka untuk menjalankan pengendalian
Tentang jadwal pemantauan dan evaluasi
Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan yang ada di Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor :
50 tahun 2008
60 tahun 2008
70 tahun 2008
60 tahun 2006
70 tahun 2006
