WorksheetsLATIHAN PAS GANJIL BAHASA INDONESIA - 9
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Percobaan yang keenam yaitu air dicampur dengan minyak goreng kemudian masing-masing gelas dimasukan telur rebus dan telur mentah. Setelah diamati telur mentah dan telur rebus yang ada dalam gelas sama-sama tenggelam. Artinya air yang dicampur minyak goreng memiliki massa jenis fluida yang sama dengan massa jenis benda.
Berdasarkan penggalan teks di di atas simpulannya adalah ....
Air yang dicampur dengan minyak dan dimasuki telur.
Telur rebus dan telur mentah menjadi ringan karena campuran air dan minyak.
Minyak goreng memiliki massa jenis fluida yang sama dengan massa jenis telur.
Minyak yang dicampur air akan berpengaruh pada masa jenis telur.
1. Kalau sudah tersedia semua bahan seperti di atas, langkah pertama untuk membuat jebakan tikus sederhana adalah melubangi ember untuk menaruh kawat tersebut, kira-kira berdiameter 6 cm, dengan ketinggian kurang lebih ¾ dari ketinggian ember. Kedua, lubangi lagi ember tersebut di bawah lubang yang pertama tadi! Lubang yang ini dibuat lebih besar agar tikus dapat masuk ke dalamnya. Ketiga, buat jalan dari balok kayu kecil tadi menuju lubang yang lainnya! Keempat, buat juga lubang di kaleng bekas tadi tepat di tengah-tengah sisi atas dan bawahnya! Kelima, masukkan kawat tadi di lubang ember besar yang pertama! Kemudian disusul kaleng bekas tadi. Keenam, olesi kaleng bekas tadi dengan selai kacang! Jebakan yang kamu buat siap digunakan.
Berdasarkan langkah-langkah percobaan yang diuraikan di atas, langkah yang ke berapa yang menunjukkan bahwa alat jebakan tikus akan bisa menarik mangsa?
langkah ketiga
langkah keempat
langkah kelima
langkah keenam
1. Dari percobaan di atas, kalian kalian akan mengetahui bahwa ikan dalam toples A tetap normal dan tidak mengalami perubahan fisik apapun. Berbeda dengan ikan yang ada dalam toples B yang menunjukkan adanya perubahan fisik, yakni matanya merah. Kondosi yang lebih parah dialami ikan yang berada dalam toples C,yaitu mengeluarkan darah dari insangnya. Kondisi ikan yang berbeda tersebut membuktikan bahwa kandungan deterjen dalam air memengaruhi kondisi fisik ikan. Semakin banyak kandungan deterjen dalam air, semakin parah kondisi fisik ikan yang ada di dalamnya.
Berdasarkan uraian di atas,yang menunjukkan hasil percobaan yang paling tepat adalah . . ..
Kondisi ikan yang berbeda tersebut membuktikan bahwa kandungan deterjen dalam air memengaruhi kondisi fisik ikan
Semakin banyak kandungan deterjen dalam air, semakin parah kondisi fisik ikan yang ada di dalamnya
Ikan yang berada di dalam toples tetap normal dan tidak mengalami perubahan fisik apapun.
Ikan mengalami perubahan fisik, yakni matanya merah sebab berada di dalam dalam toples.
Sebelum melakukan percobaan, kita siapkan alat dan bahannya. Alat yang diperlukan antara lain 3 toples, 1 sendok teh, spidol warna hitam, 3 lembar kertas, dan lem. Adapun bahan yang harus disiapkan di antaranya air bersih, deterjen, dan ikan mujair (atau jenis lainnya) sebanyak 3 ekor.
Hal yang dijelaskan dalam penggalan teks di atas adalah . . . .
Bahan dan alat percobaan
Cara melakukan percobaan
Mengapa melakukan percobaan
Persiapan percobaan
Menunggu 5 menit memungkinkan bahan kimia ygan ditempatkan di dalam kentang bereaksi dan membangun sebuah muatan listrik, dan kentang yang kita gunakan bertindak sebagai baterai, kemudian panas dihasilkan oleh kosleting kedua ujung kabel dalam kentang sehingga memicu nyala api pada kapas.
Hal yang dijelaskan dalam penggalan teks di atas adalah bagian dari . . . .
Hasil percobaan
Langkah percobaan
Proses percobaan
Berlangsungnya percobaan
Kita semua tahu bahwa banyak sekali terjadi kenakalan remaja sekarang ini, dengan banyaknya perbuatan negatif di masyarakat. Contohnya seperti merokok dan yang lebih bahaya yaitu mencoba narkoba di usia dini. Meski awalnya hanya mencobanya, namun menjadi ketagihan, hingga berujung kecanduan.
Gagasan pokok pada penggalan teks pidato di atas adalah . . . .
Contoh merokok yang membahayakan bagi kehidupan remaja.
Banyak sekali kenakalan remaja dan perbuatan negatif di masyarakat.
Diawali dengan mencoba merokok yang akhirnya bisa ketagihan.
Bahaya merokok bagi remaja yang terjerumus pada kenakalan.
Kebersihan lingkungan merupakan hal yang sangat penting guna menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Lingkungan yang sehat akan meminimalisir penyebaran penyakit dan akan memberikan kenyamanan saat berada di lingkungan tersebut.
Informasi yang terdapat pada penggalan pidato di atas adalah . . . .
Kebersihan dan lingkungannya
Lingkungan yang sehat pasti bersih
Pentingnya kebersihan lingkungan
Bersih dan sehat itu penting
Beragam penyebab kenakalan remaja ini dapat berasal dari kesalahan mendidik orang tua atau terlalu sibuk dalam bekerja hingga tidak memperhatikan perkembangan pergaulan anak mereka, atau juga disebabkan karena faktor pergaulan remaja yang salah memilih teman.
Pesan yang disampaikan dalam teks di atas adalah . . . .
Hati-hatilah dalam mendidik anak.
Carilah penyebab kenakalan remaja
Orang tua yang sibuk bekerja menjadi perhatian
Penyebabnya adalah pergaulan bebas
Kita boleh saja berteman dengan banyak orang, namun harus berhati-hati pula dalam memilih teman, agar tidak terjerumus. Contoh pergaulan yang salah, adalah tawuran antar pelajar, geng motor, dan mabuk-mabukan. Banyak dari hal tersebut yang menimbulkan korban jiwa, baik dari kalangan remaja bahkan menyangkut warga lain. Oleh sebab itu, jauhilah pergaulan yang salah tersebut, karena hanya akan merugikan diri anda sendiri.
Berdasarkan strukturnya penggalan teks di atas merupakan . . . teks pidato.
pembuka
isi
salam
penutup
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul pada siang hari ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan.
Berdasarkan strukturnya penggalan teks di atas merupakan . . . teks pidato.
Isi
salam
pembuka
penutup
Saya rasa cukup sekian pidato yang dapat saya sampaikan, semoga kita semua dapat menjadi partisipan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Terimakasih atas perhatian yang hadirin berikan, apabila ada salah kata ataupun hal-hal kurang berkenan saya mohon maaf.
Berdasarkan strukturnya penggalan teks di atas merupakan . . . teks pidato.
pembuka
isi
salam
penutup
Perhatikan ilustrasi berikut.
Tiba di perpustakaan, dia langsung suntuk membaca. Tak terasa sudah pukul 14.00. Aji teringat bahwa dia harus segera pulang. Ada PR yang harus dikerjakan. Aji mengayuh sepedanya cepat. Di depan gang dekat perpustakaan, hampir saja dia menabrak seorang anak yang seumuran dengannya. Ternyata anak itu adalah Maman, teman sekelasnya.
”Maaf ya,” kata Aji.
”Nggak apa-apa kok,” jawab Maman sembari nyengir.
”Eh kamu dari mana, Man?”
”Dari Bu Kasih, mengambil uang hasil anyaman tikar nenek. Ini mau pulang.”
”Memangnya rumahmu di mana?
”Dekat sini. Mampir yuk,” ajak Maman.
Berdasarkan kutipan cerpen di atas, unsur cerpen yang dijelaskan watak Maman adalah . . . .
baik hati
suka menolong
sangat kasar
masa bodoh
Edo terdiam. la ingat masa-masa yang amat sulit ketika keluarganya tak punya uang. Ayahnya yang bekerja di luar negeri jatuh sakit dan tak bisa mengirim uang bagi keluarga. Lalu, ibunya mulai mencari pekerjaan. Edo dan kedua adiknya, Gita dan Riko, mulai belajar mengurus diri sendiri. Ketika mereka berangkat ke sekolah, Ibu juga berangkat bekerja. Ketika mereka pulang sekolah, Ibu masih di tempat pekerjaan. Sore hari Ibu baru pulang. Lalu, ia memasak dan mencuci pakaian. Mereka tak bisa lagi menggaji pembantu.
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan cerpen di atasadalah . . . .
orang pertama
orang ketiga
orang pertama tunggal
orang ketiga jamak
Matahari mulai beranjak dari kenyamanan seharian. Dari ufuk barat tampak warna langit semburat jingga kemerahan. Beberapa petani yang telah seharian bekerja disawah di sekitar bendungan Selorejo mulai beranjak dari kubangan lumpur sawah. Menata segala peralatan yang telah ia gunakan. Ada cangkul dan beberapa keranjang penuh sayuran yang siap dipikul untuk dibawa pulang. Suara kepak camar dan lenguh sapi penggembala mengiringi langkah kepulangannya.
Bukti penggunaan setting atau latar waktu sore hari yang tergambar pada kutipan cerpen di atas adalah . . . .
Suara lalu lalang kendaraan sekitar persawahan yang hijau merimbun mnyejukkan mata siapa saja yang memandangnya.
Beberapa petani yang telah seharian bekerja disawah di sekitar bendungan Selorejo mulai beranjak dari kubangan lumpur sawah.
Ada cangkul dan beberapa keranjang penuh sayuran yang siap dipikul untuk dibawa pulang.
Matahari mulai beranjak dari kenyamanan seharian dan dari ufuk barat tampak warna langit semburat jingga kemerahan.
Perhatikan kutipan cerpen berikut.
Yudi mulai mendekati dan menasihatinya, "Aku juga pernah mengalami hal yang sama. Memang berat! Tapi, kamu tidak boleh menyerah kalah pada keadaan. Bantulah ibumu. Paling tidak kamu bisa mencari uang untuk membayar sekolahmu atau membeli keperluanmu sendiri."
Kemudian Yudi mengajak Edo bekerja. Tiga bulan telah berlalu. Kini berita gembira datang bagi Yudi. Ayah Yudi akan pulang dari pedalaman Kalimantan, la mendapat pekerjaan di Jakarta. Yudi sudah membuat segudang rencana. la akan belajar sungguh-sungguh agar bisa menjadi juara. la akan rajin pinjam buku di perpustakaan lagi. Sekarang ini, waktunya habis untuk mencari uang dan belajar. la tak sempat membaca buku cerita. la juga akan masuk Pramuka lagi, memelihara kucing, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Bukti watak Yudi yang baik hati pada kutipan cerpen di atas adalah . . . .
Yudi mulai mendekati dan menasihatinya, "Aku juga pernah mengalami hal yang sama.
Paling tidak kamu bisa mencari uang untuk membayar sekolahmu atau membeli keperluanmu sendiri."
Sekarang ini, waktunya habis untuk mencari uang dan belajar.
la tak sempat membaca buku cerita. la juga akan masuk
Pramuka lagi, memelihara kucing, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Perhatikan kutipan cerpen berikut.
“Benar, semua itu nenek lakukan atas persetujuan seluruh keluarga. Hanya perasaan nenek tak bisa dibohongi.nenek, sebagai seorang ibu, merasa lari dari tanggung jawab dan sangat rindu pada keluarga karena jauh dari mereka.”
“Menurutaku, nenek seorang ibu yang bertanggung jawab.”
“Itulah sebabnya nenek kurang setuju kau tulis riwayat nenek.”
Konflik dalam kutipan cerpen di atas adalah . . . . . . .
Nenek merasa bersalah karena telah meninggalkan keluarga.
Nenek pergi jauh demi tanggung jawabnya kepada keluarga.
Aku, seorang cucu, yang saying kepada nenknya.
Aku gagal menulis riwayat hidup nenek tercinta.
Perhatikan kutipan cerpen berikut.
“Aku tak mengerti mengapa sikap Yeska sangat tidak bersahabat. Mungkin, karena aku hanya anak kampong dengan latar belakang keluarga sederhana. Akan tetapi aku tak mau ambil pusing. Yang penting aku selalu bersikap baik terhadapnya dan siapa pun, seperti yang dipesankan Buyung kepadaku dan anak-anaknya.” Gumamku sambil menutup kamar. Kemudian kurebahkan tubuhku pada tempat tidur tanpa kasur.
Latar kutipan cerpen tersebut adalah . . . .
di ruang tamu
di ruang makan
di kamar tidur
di dapur
Berikut ini yang merupakan orientasi cerpen adalah . . .
Setengah jam kusediakan untuk menunggu kopi pending kemarin. Tapi tidak ada juga tanda-tanda yang berhubungan dengan kopi pending tersebut. Esoknya, esoknya, dan esoknya lagi, aku ulang rutinitas temporal ini: menunggu setengah jam setelah dua cangkir coklat panasku habis hanya untuk melihat apa yang terjadi dengan kopi pending itu. Jika ada orang yang duduk di sebelahku, tanpa tahu malu, langsung kutanya dengan pertanyaan yang sama dengan yang kutanyakan kepada si pria-kopi-pending- beberapa hari lalu. Setiap orang yang kutanya menjawab dengan kata-kata yang sama persis dengan si pria-kopi-pending: seorang pengacara amatir yang baru menyelesaikan satu kasus, seorang pria yang baru diusir dari rumah karena dituduh selingkuh oleh istrinya, bahkan pemilik kedai kopi sebelah yang ingin mencicipi dan menyakinkan pegawainya bahwa kopi kedai mereka lebih nikmat dari kedai ini.
Sebetulnya, Edo juga turut gembira mendengar keberuntungan Yudi. Tetapi, ia merasa bebannya semakin berat. Tak ada kawan senasib lagi bila ia pergi menyewakan payung. Tak ada kawan untuk sama-sama membawa bungkusan amplop yang cukup berat. Tak ada kawan bila ia membantu di warung Bi Ipah. Tak bisa lagi ia bekerja sambil bersenda gurau dengan Yudi. Lebih-lebih lagi, ia tak tahu kapan ayahnya pulang. Sudah enam bulan ayahnya pergi.
Aji perlahan makan nasi aking. Rasanya aneh, tapi enak juga. Mungkin karena lapar sehingga semua terasa lezat. Saat itu Aji teringat pada nasi yang tersaji di rumahnya. Ah, pasti lebih lezat. Aji menyesal karena tadi tidak mau makan di rumah. Meski hanya sayur bayam dan tempe goreng, itu jauh lebih bergizi dari yang dimakan oleh Maman.
Matahari bersinar cerah. Sama seperti wajah Yudi yang sebentar-sebentar tersenyum. Namun, wajah Edo, kawannya tidak cerah. Kedua anak itu duduk bercakap-cakap di sebuah jembatan kecil yang sepi. Dua buah bungkusan besar berisi tumpukan kertas yang akan direkat dan dilipat menjadi amplop tergeletak di atas trotoar. Daun-daun rindang pohon kedondong di tepi kali menaungi mereka dari panas matahari.
Dewi malam telah keluar dari peraduannya. Yogi segera mempersiapkan keperluannya. Catatan matematika, segelas air putih, sesendok gula, dan sedikit garam. Dengan hati-hati, tangannya membakar lembar demi lembar catatan Matematikanya. Abu bakaran ditampung di piring plastik yang diambilnya dari dapur. Beberapa lembar catatannya terbakar. Dengan hati-hati, tangan Yogi memasukkan abu ke dalam gelas sedikit demi sedikit.
Kalimat bermajas pada kutipan cerita di atas adalah . . .
Abu bakaran ditampung di piring plastik yang diambilnya dari dapur.
Dewi malam telah keluar dari peraduannya
Beberapa lembar catatannya terbakar.
Membakar lembar demi lembar catatan Matematikanya.
Tema : Sekolah dan kita
Judul : Oseng-oseng Matematika
Berdasarkan tema dan judul di atas, konflik cerpen yang tepat adalah . . . .
Hari itu hari Jumat. Jam sudah menunjukkan pukul 10.30.Saatnya ganti pelajaran. Seperti biasanya, setiap ada pergantian jam pelajaran kelasku selalu hiruk pikuk. Ada yang berteriak.Lalu lalang, hingga keluar kelas seenaknya sendiri. Tapi semua itu aku acuhkan. Dalam benakku hanya satu yang terpikir. “Aku harus pulang”.
Sudah berulang kali Mirna mencoba mengerjakan soal matematika PR yang diberikan Pak Toni. Namun tetap saja ia tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Padahal PR itu harus dikumpulkan besok pada jam pelajaran pertama. Ada ulangan lagi.Sebenarnya ia sudah berusaha keras, mulai mengerjakan sendiri maupun minta bantuan kakaknya. Huhh, dasar matematika! Beberapa kali ketika kakaknya mengajarinya, ia merasa bisa mengerjakan. Namun ketika kakaknya sudah meninggalkannya sendirian ia pun sama sekali tidak bisa mengerjakannya. Karena waktu sudah larut, akhirnya ia memutuskan untuk tidak menyelesaikannya.
Semuanya akhirnya selesai. Semua tugas sekolah yang diberikan oleh guru-guruku tuntas sudah. Lega rasanya.Apa lagi yang namanya tugas matematika, pelajaran yang tidak begitu kusukai. Sehingga semua tuga matematika apa pun bentuknya meski sebenarnya sangat mudah dan ringan bagiku adalah sangat sulit dan berat. Semua rasa itu tidak lagi menghantuiku setelah aku mendapatkan pengalaman yang berharga dalam menyikapi segala kesulitan yang berhubungan dengan yang namanya matematika.
Pak Tom benar-benar marah begitu mengetahui bahwa aku telah berbohong. Aku berbohong. “Ya, aku telah berbohong”. Aku telah membohongi semua orang. Teman-temanku bahkan guruku, guru matematikaku, Pak Tom yang selama ini sangat kubenci. Aku telah berani mengucapkan kata yang seharusnya tidak kuuucapkan. Aku berani berucap bahwa hasil pekerjaan matematika itu adalah murni pekerjaanku. Kelas menjadi hening Ketika Pak Tom mengucapkan kata “Diam!!!”. Kelas yang awalnya riuh dan ramai oleh suara siswa, jadi sunyi, bahkan kurasa mencekam.
