NEW
Font size
WorksheetsPelatihan ISO 45001
Total questions: 20
Worksheet time: 8mins
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang
aman, efisien dan produktif
aman, efisien dan efektif
aman, nyaman dan efisien
aman, nyaman dan puas
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan
kecelakaan kerja dan kesehatan kerja
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
kecelakaan kerja dan keselamatan kerja
keamanan dan kenyamanan kerja
Sesuai dengan sejarah ISO 45001 bahwa ISO 45001 disusun untuk menggantikan
OHSAS 14001
OHSAS 17001
OHSAS 18001
OHSAS 20001
Berdasarkan siklus atau lingkaran PDCA maka yang termasuk dalam tahap ACTION adalah
Planning
Operations
Performance evaluation
Improvement
Mengacu pada SNI ISO 45001:2018 bahwa pendekatan SMK3 yang diterapkan dalam dokumen ini didasarkan pada konsep
Plan-Do-Check-Action
Plan-Do-Check-Active
Plan-Do-Solution-Action
Plan-Do-Control-Action
Memantau dan mengukur pelaksanaan semua kegiatan dan sasaran K3 , serta melaporkan hasilnya termasuk dalam tahap
Plan
Check
Do
Action
Mengambil tindakan untuk mengkoreksi kinerja K3 secara berkelanjutan guna mencapai hasil yang diinginkan.
Plan
Do
Action
Check
Dalam pemahaman konteks organisasi yang tidak termasuk di dalam isu internal adalah
Kebijakan organisasi
Budaya atau perilaku pekerja
Kompetensi pekerja
Peraturan
Dalam pemahaman konteks organisasi yang tidak termasuk di dalam isu eksternal adalah
Teknologi
Kondisi pekerjaan
Kondisi pelanggan
Pesaing baru
Faktor penting dalam keberhasilan penerapan SMK3
Kepemimpinan dan komitmen bawahan
Kepemimpinan dan komitmen manajemen
Konsistensi dan komitmen manajemen
Komitmen dan Continuous improvement
Yang bukan termasuk dalam hal-hal yang perlu dikonsultasikan
Menentukan kebutuhan dan harapan pihak yang berkepentingan
Menetapkan kebijakan K3
Melaksanakan operasional rutin
Memastikan peningkatan berkelanjutan
Proses identifikasi bahaya organisasi seharusnya mempertimbangkan
Faktor sosial budaya
Faktor ekonomi
Faktor politik
Faktor manusia
Contoh bahaya psikososial antara lain
Beban kerja berlebih
Keracunan makanan
Terpapar bahan kimia
Jatuh dari ketinggian
Pekerja organisasi sadar dengan K3 kecuali sesuai kebijakan K3, memahami bahaya K3 dan resiko serta peluang K3 termasuk keadaan darurat
Kebijakan K3
Penyakit akibat kerja
Bahaya K3
Risiko K3
Tiga jenis komunikasi
Internal, Eksternal dan Pemerintah
Internal, eksternal dan Manajemen
Internal, eksternal dan kontraktor
Internal, eksternal dan investor
Pengendalian operasional untuk mitra kerja misalnya dengan menerapkan CSMS singkatan dari
Contractor Security Management System
Customer Safety Management System
Contractor Safety Measurement System
Contractor Safety Management System
Sebelum membeli material yang dibutuhkan, organisasi harus melakukan kajian terhadap bahan berbahaya menggunakan MSDS yang merupakan singkatan dari
Material Safety Data Sheet
Material Security Data Sheet
Man Safety Data Sheet
Material Security Data Sample
Organisasi menyusun jadwal program audit internal dan menyiapkan pekerja untuk dilatih menjadi auditor internal pada
lembaga pelatihan internal perusahaan
lembaga pelatihan auditor internal independen
lembaga pelatihan luar negeri
lembaga pelatihan umum
Organisasi harus menentukan cara untuk memperbaiki SMK3-nya melalui masukan secara menyeluruh dari kecuali
Audit SMK3
Tinjauan Manajemen
Testimoni pelanggan
Ketidaksesuaian
Untuk melihat kinerja SMK3 yang belum memenuhi persyaratan SMK3, biasanya dilakukan dengan
Keluhan pelanggan
Keluhan pegawai
Keluhan kontraktor
Key Performance Indicator (KPI)
