wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) LATIHAN

Total questions: 20

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Rumah Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga. Soal nomor 1 s/d 6 berkaitan dengan teks di atas.


1. Tujuan teks deskripsi di atas adalah mendeskripsikan ....

a)

A. tongkonan merupakan rumah adat bagi masyarakat Toraja sebagai warisan budaya

b)

B. rumah adat yang terbuat dari bahan kayu yang bagus dengan hiasan indah

c)

C. rumah tersebut tidak perlu di vernis maupun di sirlak sampai ratusan tahun lamanya

d)

D. kita bangga kalau tinggal di tanah Toraja karena memiliki rumah yang unik

2.

Rumah Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga. Soal nomor 1 s/d 6 berkaitan dengan teks di atas.


2. Jenis teks deskripsi di atas adalah......

a)

A. teks deskripsi irisan

b)

B. teks deskripsi total

c)

C. teks deskripsi yang berdiri sendiri

d)

D. teks deskripsi yang menjadi bagian teks lain

3.

Rumah Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga. Soal nomor 1 s/d 6 berkaitan dengan teks di atas.


3. Teks di atas merinci tentang ...

a)

A. bahan kayu, ukiran rumah, hiasan atap

b)

B. harga rumah dan proses membuatnya

c)

C. lokasi tanah, rumah adat, hiasan tanduk

d)

D. proses pengukuhan Tongkonan sebagai ikon buat Indonesia

4.

Rumah Tongkonan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga. Soal nomor 1 s/d 6 berkaitan dengan teks di atas.


4. Kesan umum pada paragraf penutup teks di atas adalah ...

a)

A. kita harus bersedia apabila memiliki rumah adat yang jauh tapi unik dan indah

b)

B. kita menerima bahan rumah Tongkonan dinobatkan sebagai rumah adat Toraja

c)

C. kita harus memahami bagaimana proses pembangunan rumah adat yang kaya dengan hiasannya

d)

D. kita merasa bangga, Indonesia memiliki warisan budaya yang tinggi dan wajib menjaganya

5.

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga. Soal nomor 1 s/d 6 berkaitan dengan teks di atas.


5. Pada teks berikut ini terdapat contoh majas yang sesuai dengan isi teks deskripsi di atas ...

a)

A. rumah adat tersebut dibuat dari bahan-bahan kayu berkualitas bagus dengan hiasan unik

b)

B. ukiran yang ada di sekujur rumah itu menambah cantik penampilannya

c)

C. tongkonan di dekorasi dengan hiasan tanduk kerbau yang ditancapkan

d)

D. rumah tongkonan yang berjajar rapih dan indah seakan menyambut dengan ramah.

6.

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.

Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tanpa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.

Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga. Soal nomor 1 s/d 6 berkaitan dengan teks di atas.


6. Ciri bagian identifikasi pada struktur teks deskripsi di atas adalah ...

a)

A. rumah adat tersebut dibuat dari bahan-bahan kayu berkualitas bagus dengan hiasan unik

b)

B. ukiran yang ada di sekujur rumah itu menambah cantik penampilannya

c)

C. tongkonan di dekorasi dengan hiasan tanduk kerbau yang ditancapkan

d)

D. rumah tongkonan yang berjajar rapih dan indah seakan menyambut dengan ramah.

7.

7. Manakah penggunaan kata depan “di” yang menunjukkan tempat ...

a)

A. di dekorasi

b)

B. dinobatkan

c)

C. di Sulawesi

d)

D. dituju

8.

8. * Rumah adat itu terbuat dari bahan kayu kuat

* Ukirannya menghiasi sekujur badan rumah

* Jenis kayunya sangat berkualitas baik

* Tongkonan juga di dekorasi dengan sejumlah hiasan tanduk kerbau


Berdasarkan rincian kalimat di atas secara struktur termasuk ke dalam ...

a)

A. Identifikasi

b)

B. deskripsi bagian

c)

C. kesan umum

d)

D. penutup

9.

9. Kalimat yang mengandung kata khusus adalah....

a)

A. ibu menanam beraneka ragam bunga.

b)

B. prilaku anak itu sangat baik

c)

C. dari pinggir pantai kita dapat melihat keindahan pantai.

d)

D. pemandangan Pantai Senggigi sangat elok.

10.

10. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapih nan indah. Kalimat di atas secara indrawi kita seakan-akan ...

a)

A. merasakan langsung

b)

B. mendengarkan

c)

C. melihat

d)

D. mencium

11.

11. Di bawah ini merupakan ciri cerita fantasi kecuali.....

a)

A. bersifat nyata

b)

B . terdapat keajaiban/kemisteriusan

c)

C. latar lintas ruang dan waktu

d)

D. tokoh memiliki keajaiban/keunikan

12.

12. Amanat dalam sebuah cerita (narasi) adalah....

a)

A. rangkaian peristiwa dalam cerita

b)

B. pemeran dalam cerita

c)

C. permasalahan pokok dalam cerita

d)

D. pesan yang disampaikan pengarang.

13.

13. Dengan tergesa Andi menuju perpustakaan sekolahnya. Tugas dari guru Bahasa Indonesia harus dikumpulkan siang nanti jam ke-7. Padahal dia belum membaca sama sekali buku biografi yang ditugaskan. Watak tokoh dalam kutipan cerita di atas adalah....

a)

A. rajin

b)

B. disiplin

c)

C. malas

d)

D. tekun

14.

14. Struktur teks cerita fantasi yang benar, ialah …

a)

A. IDENTIFIKASI – ORIENTASI - RESOLUSI

b)

B. ORIENTASI - RESOLUSI - KLIMAKS

c)

C. KOMPLIKASI – KLIMAKS - RESOLUSI

d)

D. ORIENTASI – KOMPLIKASI – RESOLUSI

15.

15. Dalam struktur cerita narasi, pengenalan nama tokoh, latar, dan konflikmerupakan bagian …

a)

A. identifikasi

b)

B. orientasi

c)

C. komplikasi

d)

D. resolusi

16.

16. Bagian komplikasi pada cerita fantasi memuat ….

a)

A. pemunculan masalah, masalah memuncak

b)

B. pengenalan latar

c)

C. pemecahan masalah

d)

D. kesimpulan, penutup

17.

17. Setetes air mata pun jatuh dari wajah sang ratu. Tak sepatah kata pun terdengar dari bibirnya, kamar megah terasa sunyi.

a)

A. latar kosong

b)

B. latar waktu

c)

C. latar tempat

d)

D. latar suasana

18.

18. Tanpa diduga lemari tua ternyata sudah lama pintunya terbuka, tiba-tiba langsung menyeret saya masuk. Kedalamnya, sampai akhirnya saya sudah berada di zaman kerajaan tempo dulu. Ungkapan keterkejutan terdapat pada kata..

a)

A. tanpa diduga

b)

B. tempo dulu

c)

C. sampai akhirnya

d)

D. ternyata sudah lama

19.

19. Ungkapan keterkejutan pada cerita berfungsi untuk …

a)

A. mengakhiri cerita

b)

B. mengawali konflik

c)

C. memecahkan masalah

d)

D. mengenalkan tokoh

20.

20. Penulisan bahasa dialog yang benar berikut ini adalah…

a)

A. “ Kau mau kemana Erja ?

b)

B. kau akan ku laporkan kepada Polisi”!

c)

C.“kau harus membawanya kembali!”

d)

D. kau, Sungguh serius ?”