Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL PAS BAHASA INDONESIA 9 (2)
Total questions: 15
Worksheet time: 10mins
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bapak sekolah beserta jajarannya yang saya hormati. Siswa siswi yang saya banggakan.
Pembuka pidato
Penutup pidato
Kata teknis
Konjungsi sebab akibat
Simpulan ajakan pidato
Terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan pidato.
Saya mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam tutur kata saya sebesar besarnya.
Pembuka pidato
Penutup pidato
Kata teknis
Konjungsi sebab akibat
Simpulan ajakan pidato
Virus ini berasal dari Wuhan Cina yang menyebar dengan cepat sehingga pada bulan Maret yang lalu kegiatan KBM diganti dengan PJJ (pembelajaran jarak jauh).
Pembuka pidato
Penutup pidato
Kata teknis
Konjungsi sebab akibat
Simpulan ajakan pidato
Ketika pulang dari tempat umum, kita sangat ditekankan untuk mandi karena tidak tahu apa yang terjadi di luar sana.
Pembuka pidato
Penutup pidato
Kata teknis
Konjungsi sebab akibat
Simpulan ajakan pidato
Oleh karena itu, marilah hentikan penyebaran virus covid-19 dengan menerapkan 3M dan tetap menjaga kebersihan.
Pembuka pidato
Penutup pidato
Kata teknis
Konjungsi sebab akibat
Simpulan ajakan pidato
Setiap hari masyarakat melakukan banyak aktivitas dengan menggunakan bahan deterjen, seperti mencuci pakaian, mencuci piring, mencuci motor atau mobil, mencuci karpet, atau perabotan rumah tangga lainnya. Sepintas, aktivitas tersebut tidak menimbulkan masalah dan bahkan dianggap wajar-wajar saja.Akan tetapi, jika kita cermati aktivitas tersebut ternyata dapat menimbulkan dampak negatif yang sangat besar bagi kehidupan makhluk lain, seperti ikan, itik, dan tumbuhan air. Coba perhatikan baik-baik, ketika seseorang melakukan aktivitas tersebut, selalu diakhiri dengan membuang limbah air cucian ke parit-parit di depan rumahnya. Dari parit-parit itu limbah cucian yang mengandung deterjen terus mengalir ke sungai-sungai yang ada di desa atau kota mereka. Tanpa disadari setiap hari aktivitas masyarakat seperti itu telah mencemari sungai sebagai habitat ikan.
Informasi yang ada dalam penggalan teks percobaan di atas adalah aktivitas manusia sehari-hari dalam hal menggunakan deterjen dan cara mengatasinya agar tidak menyebabkan limbah pada kehidupan di air.
BENAR
SALAH
Untuk membuat teleskop sederhana, diperlukan bahan dan alat berikut:
1. Lensa objektif LUP (kaca pembesar)/lensa cembung praktikum (biasa dijual di toko alat laboratorium) bisa membeli dengan diameter 5 cm.
2. Pipa PVC dan perlup (sambungan pipa) dengan panjang kira-kira 30 cm.
3. Perkakas seperti gergaji kecil dan lem perekat.
4. Lensa okuler (bisa menggunakan lensa binokuler atau lensa mikroskop) / bisa juga dengan membeli lensa di toko alat laboratorium dengan diameter 2,5 cm.
Berdasarkan teks di atas, yang merupakan alat untuk melalukan percobaan adalah pipa pvc.
BENAR
SALAH
Lingkungan juga merupakan faktor pendorong keberhasilan proses belajar mengajar di kelas. Siswa dan guru akan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif karena didukung oleh keadaan lingkungan yang nyaman. Maka dari itu, marilah kita sebagai warga sekolah dapat menjaga kebersihan lingkungan sekolah dimulai dari diri sendiri, seperti membuang sampah pada tempatnya dan tidak meninggalkan barang-barang di laci karena dapat menjadi sarang nyamuk. Dengan demikian, menjaga kebersihan lingkungan menjadi sangat penting guna menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Simpulan teks di atas adalah lingkungan juga merupakan faktor pendorong keberhasilan proses belajar mengajar.
BENAR
SALAH
Hening berkelibat dan membanjur seluruh tubuhku. Aku tidak berpikir bahwa kemuliaan bisa datang dari secangkir kopi hitam panas. Aku tidak mengira bahwa kebahagiaan bisa dibagikan di kedai-kedai kecil di pinggiran pantai. Aku tidak berpikir bahwa ‘lihat saja nanti’ yang mereka janjikan akan terjawab seperti ini, bahkan membumbung tinggi di atas ekspektasiku (ekspektasiku, orang-orang yang memesan kopi pending akan datang kembali dan mengambilnya di lain hari). Dengan refleks, kubalikkan kembali badanku, dan berdiri dengan tampang serius-agak-kaget dan mata tajam sedikit melotot seperti seorang pemburu yang baru melihat seekor rusa whitetail besar lewat di depan matanya.
“Aku pesan 10 cangkir kopi pending.”
Unsur yang menonjol dalam kutipan cerpen di atas adalah penggunaan penggunaan majas atau gaya Bahasa
BENAR
SALAH
Jadi, marilah kita mulai mengurangi penggunaan gawai. Marilah kita mulai menghormati dan menghargai setiap detik waktu kebersamaan bersama dengan keluarga dan sahabat. Jangan sampai gawai justru menghancurkan kehidupan sosial kita di dunia nyata. Jangan sampai kita menjadi pecandu gawai. Mari kita mulai kembali melakukan aktivitas fisik dan sosialisasi yang bermanfaat dan berguna.
Pada bagian penutup pidato di atas kita diajak untuk mengurangi penggunaan gawai, mulai menghormati waktu Bersama keluarga dan sahabat serta Kembali melakukan aktivitas yang bermanfaat dan berguna.
BENAR
SALAH
Perhatikan kutipan teks pidato berikut!
Oleh karena itu lingkungan juga merupakan faktor pendorong keberhasilan proses belajar mengajar di kelas. Siswa dan guru akan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif karena didukung oleh keadaan lingkungan yang nyaman. Maka dari itu, marilah kita sebagai warga sekolah dapat menjaga kebersihan lingkungan sekolah dimulai dari diri sendiri, seperti membuang sampah pada tempatnya dan tidak meninggalkan barang-barang di laci karena dapat menjadi sarang nyamuk. Dengan demikian, menjaga kebersihan lingkungan menjadi sangat penting guna menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Kalimat yang berisi ajakan dalam kutipan pidato di atas adalah . . . .
Marilah kita sebagai warga sekolah dapat menjaga kebersihan lingkungan sekolah dimulai dari diri sendiri
Siswa dan guru akan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif karena didukung oleh keadaan lingkungan yang nyaman
Dengan demikian, menjaga kebersihan lingkungan menjadi sangat penting guna menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Membuang sampah pada tempatnya dan tidak meninggalkan barang-barang di laci karena dapat menjadi sarang nyamuk.
Perhatikan ilustrasi berikut!
Ketua OSIS SMP Laboratorium UM mendapatkan giliran pertama pada untuk memberikan sambutan pada acara pembukaan lomba mendongeng dalam rangka memperingati Bulan Bahasa.
Pembukaan pidato yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah . . . .
Melalui lomba mendongeng, diharapkan generasi muda lebih mengenal dan mencintai dongeng yang berasal dari negeri sendiri. Sebab dongeng sudah tidak banyak disenangi lagi di kalangan anak-anak.
Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan karena berkat rahmat, dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul pada acara pembukaan lomba mendongeng dalam rangka memperingati Bulan Bahasa.
Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada khilaf kata. Semoga acara lomba mendongeng ini bisa berjalan lancer sampai akhir kegiatan.
Tujuan pelaksanaan lomba mendongeng ini adalah untuk memperingati Bulan Bahasa. Dengan harapan, kita sebagai generasi muda semakin mengenal berbagai dongeng yang berasal dari negeri sendiri.
Perhatikan ilustrasi berikut!
SMP Laboratorium UM mengadakan kegiatan bakti sosial.Dalam acara tersebut kepala sekolah memberikan sambutan di hadapan para siswa. Dalam pidatonya tersebut menyampikan tujuan dilaksanakan kegiatan bakti sosial tersebut.
Isi pidato yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah . . . .
Siswa-siswa SMP Laboratorium UM yang saya sayangi,
Acara ini sangat bermanfaat bagi kita semua. Selain dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, acara ini juga dapat mempererat tali persaudaraan kita.
Anak-anak yang saya sayangi,
Bantuan yang kalian berikan sangat berarti bagi orang-orang yang kurang mampu. Semoga kita semua masih diberi kesempatan untuk memberi bantuan pada kesempatan lain.
Siswa-siswa SMP Laboratorium UM yang saya sayangi,
Bakti social inibertujuan menumbuhkan rasa kepedulian kalian terhadap masyarakat yang kurang mampu. Tidak hanya itu, kami juga berharap kalian dapat semakin bersyukur atas nikmat yang telah kalian miliki selama ini.
Anak-anak yang saya sayangi,
Semoga acara bakti social ini dapat mengangkat nama sekolah kita di mata masyarakat. Masyarakat akan mengenang kita sebagai orang-orang yang dermawan.
Tema : Sekolah dan kita
Judul : Oseng-oseng Matematika
Berdasarkan tema dan judul di atas, orientasi cerpen yang tepat adalah . . . .
Hari itu hari Jumat. Jam sudah menunjukkan pukul 10.30.Saatnya ganti pelajaran. Seperti biasanya, setiap ada pergantian jam pelajaran kelasku selalu hiruk pikuk. Ada yang berteriak.Lalu lalang, hingga keluar kelas seenaknya sendiri. Tapi semua itu aku acuhkan. Dalam benakku hanya satu yang terpikir. “Aku harus pulang”.
Aku berpikir keras bagaimana caranya agar aku bisa pulang. Aku mulai mondar-mandir di kelas di tengah hiruk pikuk teman-temanku. “Aduuh, bagaimana ini? Gawat nih, Bu Atin sudah mendekati kelas 9G.” Sambil menutupi kegelisahanku aku masih berpikir untuk berbuat kebaikkan. Aku rapikan meja guru. Kutata kertas-kertas yang ada di atas meja. Diantaranya ada surat izin dari piket yang berisi izin Amin untuk pulang karena sakit. Pucuk dicita, ulam pun tiba. Tanpa berpikir panjang langsung saja aku tuliskan namaku di bawah nama Amin.
Sudah berulang kali Mirna mencoba mengerjakan soal matematika PR yang diberikan Pak Toni. Namun tetap saja ia tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Padahal PR itu harus dikumpulkan besok pada jam pelajaran pertama. Ada ulangan lagi.Sebenarnya ia sudah berusaha keras, mulai mengerjakan sendiri maupun minta bantuan kakaknya. Huhh, dasar matematika! Beberapa kali ketika kakaknya mengajarinya, ia merasa bisa mengerjakan. Namun ketika kakaknya sudah meninggalkannya sendirian ia pun sama sekali tidak bisa mengerjakannya. Karena waktu sudah larut, akhirnya ia memutuskan untuk tidak menyelesaikannya.
Semuanya akhirnya selesai. Semua tugas sekolah yang diberikan oleh guru-guruku tuntas sudah. Lega rasanya.Apa lagi yang namanya tugas matematika, pelajaran yang tidak begitu kusukai. Sehingga semua tuga matematika apa pun bentuknya meski sebenarnya sangat mudah dan ringan bagiku adalah sangat sulit dan berat. Semua rasa itu tidak lagi menghantuiku setelah aku mendapatkan pengalaman yang berharga dalam menyikapi segala kesulitan yang berhubungan dengan yang namanya matematika.
Pak Tom benar-benar marah begitu mengetahui bahwa aku telah berbohong. Aku berbohong. “Ya, aku telah berbohong”. Aku telah membohongi semua orang. Teman-temanku bahkan guruku, guru matematikaku, Pak Tom yang selama ini sangat kubenci. Kelas menjadi hening Ketika Pak Tom mengucapkan kata “Diam!!!”. Kelas yang awalnya riuh dan ramai oleh suara siswa jadi sunyi, bahkan kurasa mencekam.
Berikut ini yang merupakan konflik dalam cerpen adalah . . . .
”Yaa… tempe goreng dan sayur bayam,” desah Aji kecewa. Ditutupnya kembali tudung saji yang sebelumnya dengan tergesa dia buka. Melihat itu Mbak Irma, kakaknya, menghampiri.
”Mengapa ditutup lagi? Nggak lapar?” tanyanya.
”Ogah, lauknya nggak enak,” jawab Aji sewot.
”Aji, Aji… Kalau punya uang, Mak pasti membelikanmu ikan atau ayam kesukaanmu. Tapi Mak kan belum bayaran?”
”Nggak. Aji nggak lapar. Aji mau ke perpustakaan, Mbak,” pamitnya. Dia lalu mengayuh sepedanya menuju perpustakaan. Aji memang sering menghabiskan waktu di perpustakaan.
A. Setelah pulang dari kantorku, aku terbiasa mampir ke kedai kopi kecil di pinggir pantai ditemani 2 gelas coklat panas dan, terkadang, seekor camar manja yang meronta menginginkanku berbagi biskuit lezat seharga 7 Euro (bayangkan dalam Rupiah, mahalnya bukan main!). Yang dapat kulihat bukan hanya panorama Laut Tiberia berbatas cakrawala ungu tua, tapi juga panorama kedamaian yang hanya bisa dideskripsikan oleh mata jiwa.
Dewi malam telah keluar dari peraduannya. Yogi segera mempersiapkan keperluannya. Catatan matematika, segelas air putih, sesendok gula, dan sedikit garam. Dengan hati-hati, tangannya membakar lembar demi lembar catatan Matematikanya. Abu bakaran ditampung di piring plastik yang diambilnya dari dapur. Beberapa lembar catatannya terbakar. Dengan hati-hati, tangan Yogi memasukkan abu ke dalam gelas sedikit demi sedikit.
Sesampai di persimpangan jalan, Yudi dan Edo berpisah. Edo mempercepat langkahnya. Kedua adiknya pasti menunggu. Bila mereka mengalami kesulitan membuat PR, mereka selalu bertanya pada Edo. Di depan rumah, Edo tertegun. Pintu yang biasa tertutup kini terbuka. Sepasang sepatu pria tergeletak di keset di teras. Jantung Edo berdebar. Edo melangkah masuk. Tampak ayahnya duduk di bangku panjang. Kedua adiknya duduk di pangkuan Ayah dan memeluknya.
