WorksheetsCerita Rakyat/Hikayat
Total questions: 30
Worksheet time: 3600secs
Bacalah petikan hikayat berikut dengan saksama!
Kesepuluh putri itu dinamai dengan nama-nama warna. Putri Sulung bernama Putri Jambon. Adik-adiknya dinamai Putri Jingga, Putri NIlai, Putri HIjau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, Putri KUning, dan dua putri lainnya. Baju yang mereka kenakan pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Putri Kuning sedikit berbeda. Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya, ia selalu tersenyumramah kepada siapa pun. Ia lebih suka bepergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.
Karakteristik hikayat yang menonjol dalam pennggalan cerita rakyat di atas adalah …
anonim
kemustahilan
istanasentris
kesaktian tokoh
menggunakan bahasa Melayu klasik
Bacalah petikan hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....
diam dan tuan
daripadanya dan merebut
raja dan tamasya
rimba dan akal
hamba dan buraksa
Berikut ciri-ciri hikayat, kecuali….
cerita bersifat istanasentris
disebarkan secara tertulis
cerita bersifat simbolis
bersifat anonim
cerita bersifat mustahil
Bacalah penggalan hikayat berikut!
”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
Amanat dalam hikayat tersebut adalah....
mendahulukan kepentingan umum
menghormati perasaan orang lain
menegur orang dengan bahasa yang sopan
menolong orang yang sedang menderita
membantu orang yang sedang bersedih hati
Berdasarkan isinya, Hikayat Hang Tuah termasuk ke dalam jenis hikayat ...
rekaan
sejarah
biografi
autobiografi
fantasi
Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!
Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.
Melihat isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.
eksposisi (pengenalan)
komplikasi (pertikaian awal)
konflik (pertentangan)
puncak konflik (klimaks)
penyelesaian (falling action)
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak …
pemberani
sombong
baik hati
kasar
setia
nilai yang berkaitan dengan budi pekerti disebut...
nilai moral
nilai sosial
nilai budaya
nilai edukasi
nilai agama
Berikut ini karakteristik kebahasaan hikayat, kecuali...
terdapat majas
konjungsi temporal
kata arkais
melayu klasik
terdapat kata kias
cara mengubah hikayat ke dalam bentuk cerpen, kecuali...
mengubah alur cerita
menggunakan bahasa indonesia
gaya bahasa yang sesuai
mempertahankan nilai
membuat rangkuman
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.
Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...
Harusnya orang makan daging
Pentingnya menepati janji
Harus menghormati orang lain
kita harus pandai membahagiakan orang lain
Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...
diusir
diminta
diperintah
diizinkan
diharapkan
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...
upeti dan hatta
upeti, hatta, dan nujum
raja, elok, dan nujum
elok dan nujum
upeti, putri, dan nujum
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
istana sentris
anonim
bahasa
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
alegori
antonomasia
personifikasi
simile
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .
Saling menolong terutama pada musim kemarau
Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan
Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan
Manjalin persahabatan dengan siapa pun.
Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka
Hampir setiap malam mereka berkumpul bersama, berpesta, menari, dan bergembira. Mereka saling membuatkan masakan kecuali seekor belalang yang selalu hidup menyendiri. Ia hanya memandang keramaian dari depan rumahnya. Tingkah belalang itu sangat aneh, dia aib dikarenakan telah kehilangan sebuah kakinya.
Kebiasaan tokoh belalang yang tergambar pada kutipan dongeng tersebut ialah ....
setiap malam berpesta
membagi makanan
hidup menyendiri
absurd
pemalu
Bacalah penggalan hikayat berikut!
”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
Amanat dalam hikayat tersebut adalah....
mendahulukan kepentingan umum
menghormati perasaan orang lain
menegur orang dengan bahasa yang sopan
menolong orang yang sedang menderita
membantu orang yang sedang bersedih hati
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak …
pemberani
sombong
baik hati
kasar
setia
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Gaya bahasa yang disampaikan oleh penulis secara imajinatif dan mengandung makna kiasan merupakan pengertian dari ....
Koda
Krisis
Majas
Abstrak
Pernyataan yang tidak tepat tentang hikayat, yaitu....
berbentuk prosa
berisi kisah, cerita, dongeng
umumnya mengisahkan kehebatan tokoh
termasuk sastra masa kini
umumnya meengisahkan kesaktian dan mukjizat tokoh
Salah satu ciri hikayat adalah anonim. Anonim artinya....
milik bersama
tidak ada nama pengarang
berpusat pada istana
milik perorangan
mustahil
Ayah memberikannya padaku, bukan kepadamu," sahut Puteri Kuning. Mendengarnya, Puteri Hijau menjadi marah. Ia segera mencari saudara-saudaranya dan menghasut mereka. "Kalung itu milikku, namun ia mengambilnya dari saku ayah. Kita harus mengajarnya berbuat baik!" kata Puteri Hijau. Mereka lalu sepakat untuk merampas kalung itu....
Nilai yang dominan pada penggalan hikayat di atas adalah....
nilai sosial
nilai agama
nilai didaktis
nilai estetis
nilai moral
Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona, Puteri Kuning dan 2 puteri lainnya. Baju yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka.
Nilai yang dominan pada penggalan hikayat tersebut adalah....
nilai budaya
nilai sosial
nilai agama
nilai moral
nilai edukasi
Bacalah penggalan hikayat “Bunga Kemuning” berikut!
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat tersebut adalah nilai ...
moral
sosial
agama
budaya
pendidikan
