WorksheetsREMED & PENGAYAAN UH CERPEN
Total questions: 15
Worksheet time: 4hrs 45mins
Bacalah kutipan berikut!
(1) Rara, anak perempuan berusia sembilan tahun itu terus menggambari belakang kertas bungkus cabai, yang diambilnya dari los sayur Yu Emi. Sebuah pensil pendek terselip di jarinya. (2) Mata rara masih memandangi gambar rumah mungil, yang menjadi impiannya. Mulut kecilnya menyumbang senyum. Manis.
“Mak, kapan kita punya rumah?”
(3) Sejak ia mengerti arti tempat tinggal, pertanyaan itu kerap disampaikannya pada Emak. (4) Mulanya perempuan berusia empat puluh limaan, yang rambutnya beruban di sana sini itu, tak menjawab. (5) Baginya tak terlalu penting apa yang ditanyakan anak-anak. (6) Kerasnya kehidupan membuat ia dan lakinya, hanyut dalam kepanikan setiap hari akan apa yang bisa dimakan anak-anak esok. (7) Maka pertanyaan apapun dari anak-anak lebih sering hanya lewat telinga.
“Mak, kapan kita punya rumah?”
Jendela Rara, Asma Nadia
Jenis tahapan alur pada paragraf pertama pada kutipan di atas adalah ....
pengenalan situasi cerita
pengungkapan peristiwa
menuju terjadinya konflik
puncak konflik (klimaks)
penyelesaian (ending)
Bacalah kutipan berikut!
(1) Rara, anak perempuan berusia sembilan tahun itu terus menggambari belakang kertas bungkus cabai, yang diambilnya dari los sayur Yu Emi. Sebuah pensil pendek terselip di jarinya. (2) Mata rara masih memandangi gambar rumah mungil, yang menjadi impiannya. Mulut kecilnya menyumbang senyum. Manis.
“Mak, kapan kita punya rumah?”
(3) Sejak ia mengerti arti tempat tinggal, pertanyaan itu kerap disampaikannya pada Emak. (4) Mulanya perempuan berusia empat puluh limaan, yang rambutnya beruban di sana sini itu, tak menjawab. (5) Baginya tak terlalu penting apa yang ditanyakan anak-anak. (6) Kerasnya kehidupan membuat ia dan lakinya, hanyut dalam kepanikan setiap hari akan apa yang bisa dimakan anak-anak esok. (7) Maka pertanyaan apapun dari anak-anak lebih sering hanya lewat telinga.
“Mak, kapan kita punya rumah?”
Jendela Rara, Asma Nadia
Kutipan cerpen di atas mendeskripsikan unsur intrinsik….
tokoh dan penokohan
alur
latar
tema
amanat
Bacalah kutipan berikut!
..............
(3) Sejak ia mengerti arti tempat tinggal, pertanyaan itu kerap disampaikannya pada Emak. (4) Mulanya perempuan berusia empat puluh limaan, yang rambutnya beruban di sana sini itu, tak menjawab. (5) Baginya tak terlalu penting apa yang ditanyakan anak-anak. (6) Kerasnya kehidupan membuat ia dan lakinya, hanyut dalam kepanikan setiap hari akan apa yang bisa dimakan anak-anak esok. (7) Maka pertanyaan apapun dari anak-anak lebih sering hanya lewat telinga.
“Mak, kapan kita punya rumah?”
Jendela Rara, Asma Nadia
Kalimat-kalimat pada kutipan cerpen di atas menggunakan pronomina (kata ganti) , kecuali nomor ….
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
Perhatikan kutipan berikut!
Kerasnya kehidupan membuat ia dan lakinya, hanyut dalam kepanikan setiap hari akan apa yang bisa dimakan anak-anak esok.
Kata bergaris bawah menggunakan promina (kata ganti) ....
orang
benda
tempat
milik
penunjuk
Perhatikan kutipan berikut.
Mata Rara masih memandangi gambar rumah mungil, yang menjadi impiannya. Mulut kecilnya menyumbang senyum. Manis.
“Mak, kapan kita punya rumah?”
Kalimat tak langsung dari pernyataan di atas adalah …
Rara bertanya, kapan mereka punya rumah?
Rara bertanya kepada Mak kapan mereka punya rumah?
Rara bertanya kepada Mak kapan dia punya rumah?
Kapan Rara punya rumah, tanya Rara.
Kapan mereka punya rumah, tanya Rara.
Bacalah kutipan cerita berikut!
(1) Masih dengan segudang rasa penasaran Dee membawa langkahnya masuk ke dalam rumah sambil menenteng paket dari Pak Pos barusan. (2) Lalu gadis berusia duapuluh tiga tahun itu menjatuhkan paket di tangannya ke sofa, tempat tiga gadis lainnya sedang asyik menonton tivi.
(3) Paket meluncur dan jatuh tepat di tengah-tengah sofa. (4) Tiga gadis kaget, melupakan tontonan seru Oprah Winfrey’s Show dan berebut lebih dulu mengambil paket yang jatuh. Andra yang pertama berhasil merebut paket yang jatuh dekat pangkuan Ita. (5) Hiruk-pikuk segera terjadi.
Sepotong Cinta dalam Diam, Asma nadia
Jenis tahapan alur pada paragraf pertama pada kutipan di atas adalah ....
pendahuluan cerita
pengungkapan peristiwa
menuju terjadinya konflik
puncak konflik (klimaks)
penyelesaian (ending)
Bacalah kutipan cerita berikut!
(1) Masih dengan segudang rasa penasaran Dee membawa langkahnya masuk ke dalam rumah sambil menenteng paket dari Pak Pos barusan. (2) Lalu gadis berusia duapuluh tiga tahun itu menjatuhkan paket di tangannya ke sofa, tempat tiga gadis lainnya sedang asyik menonton tivi.
(3) Paket meluncur dan jatuh tepat di tengah-tengah sofa. (4) Tiga gadis kaget, melupakan tontonan seru Oprah Winfrey’s Show dan berebut lebih dulu mengambil paket yang jatuh. Andra yang pertama berhasil merebut paket yang jatuh dekat pangkuan Ita. (5) Hiruk-pikuk segera terjadi.
(6) Ita berusaha merebut paket yang jatuh di pangkuannya sebab mengira itu memang ditujukan Dee untuknya. Sementara Anik tidak mau tinggal diam, ikut bertarung. (7) Adegan ala anak kecil itu berlangsung cukup seru, setidaknya di mata Dee. (8) Sayang semua menjadi antiklimaks ketika Andra, Ita, dan Anik tak menemukan nama yang dituju sang pengirim. (9) Amplop yang menempel pada bingkisan itu kosong. Hanya ada sebuah alamat yang ditulis tangan.
Sepotong Cinta dalam Diam, Asma nadia
Kalimat yang menyatakan latar dalam kutipan cerpen di atas terdapat pada kalimat ….
(1) dan (3)
(2) dan (4)
(3) dan (5)
(4) dan (6)
(5) dan (7)
Bacalah kutipan cerita berikut!
(1) Masih dengan segudang rasa penasaran Dee membawa langkahnya masuk ke dalam rumah sambil menenteng paket dari Pak Pos barusan. (2) Lalu gadis berusia duapuluh tiga tahun itu menjatuhkan paket di tangannya ke sofa, tempat tiga gadis lainnya sedang asyik menonton tivi.
(3) Paket meluncur dan jatuh tepat di tengah-tengah sofa. (4) Tiga gadis kaget, melupakan tontonan seru Oprah Winfrey’s Show dan berebut lebih dulu mengambil paket yang jatuh. Andra yang pertama berhasil merebut paket yang jatuh dekat pangkuan Ita. (5) Hiruk-pikuk segera terjadi.
(6) Ita berusaha merebut paket yang jatuh di pangkuannya sebab mengira itu memang ditujukan Dee untuknya. Sementara Anik tidak mau tinggal diam, ikut bertarung. (7) Adegan ala anak kecil itu berlangsung cukup seru, setidaknya di mata Dee. (8) Sayang semua menjadi antiklimaks ketika Andra, Ita, dan Anik tak menemukan nama yang dituju sang pengirim. (9) Amplop yang menempel pada bingkisan itu kosong. Hanya ada sebuah alamat yang ditulis tangan.
Sepotong Cinta dalam Diam, Asma nadia
Gadis berusia dua puluh tiga tahun yang dimaksud dalam kutipan teks di atas adalah ….
Dee
Ita
Anik
Andra
Tukang pos
Bacalah kutipan cerita berikut!
(1) Masih dengan segudang rasa penasaran Dee membawa langkahnya masuk ke dalam rumah sambil menenteng paket dari Pak Pos barusan. (2) Lalu gadis berusia duapuluh tiga tahun itu menjatuhkan paket di tangannya ke sofa, tempat tiga gadis lainnya sedang asyik menonton tivi.
(3) Paket meluncur dan jatuh tepat di tengah-tengah sofa. (4) Tiga gadis kaget, melupakan tontonan seru Oprah Winfrey’s Show dan berebut lebih dulu mengambil paket yang jatuh. Andra yang pertama berhasil merebut paket yang jatuh dekat pangkuan Ita. (5) Hiruk-pikuk segera terjadi.
(6) Ita berusaha merebut paket yang jatuh di pangkuannya sebab mengira itu memang ditujukan Dee untuknya. Sementara Anik tidak mau tinggal diam, ikut bertarung. (7) Adegan ala anak kecil itu berlangsung cukup seru, setidaknya di mata Dee. (8) Sayang semua menjadi antiklimaks ketika Andra, Ita, dan Anik tak menemukan nama yang dituju sang pengirim. (9) Amplop yang menempel pada bingkisan itu kosong. Hanya ada sebuah alamat yang ditulis tangan.
Sepotong Cinta dalam Diam, Asma nadia
Kutipan pada paragraf ketiga potongan cerpen di atas mendeskripsikan unsur intrinsik berupa ….
tema
tokoh
latar
alur
amanat
Bacalah kutipan cerita berikut!
(1) Masih dengan segudang rasa penasaran Dee membawa langkahnya masuk ke dalam rumah sambil menenteng paket dari Pak Pos barusan. (2) Lalu gadis berusia duapuluh tiga tahun itu menjatuhkan paket di tangannya ke sofa, tempat tiga gadis lainnya sedang asyik menonton tivi.
(3) Paket meluncur dan jatuh tepat di tengah-tengah sofa. (4) Tiga gadis kaget, melupakan tontonan seru Oprah Winfrey’s Show dan berebut lebih dulu mengambil paket yang jatuh. Andra yang pertama berhasil merebut paket yang jatuh dekat pangkuan Ita. (5) Hiruk-pikuk segera terjadi.
(6) Ita berusaha merebut paket yang jatuh di pangkuannya sebab mengira itu memang ditujukan Dee untuknya. Sementara Anik tidak mau tinggal diam, ikut bertarung. (7) Adegan ala anak kecil itu berlangsung cukup seru, setidaknya di mata Dee. (8) Sayang semua menjadi antiklimaks ketika Andra, Ita, dan Anik tak menemukan nama yang dituju sang pengirim. (9) Amplop yang menempel pada bingkisan itu kosong. Hanya ada sebuah alamat yang ditulis tangan.
Sepotong Cinta dalam Diam, Asma nadia
Kutipan cerita di atas menggunakan sudut pandang pencerita orang …
pertama pelaku utama
pertama pelaku sampingan
ketiga pelaku utama
ketiga pelaku sampingan
ketiga pengamat
Bacalah kutipan cerita berikut!
(1) Masih dengan segudang rasa penasaran Dee membawa langkahnya masuk ke dalam rumah sambil menenteng paket dari Pak Pos barusan. (2) Lalu gadis berusia duapuluh tiga tahun itu menjatuhkan paket di tangannya ke sofa, tempat tiga gadis lainnya sedang asyik menonton tivi.
(3) Paket meluncur dan jatuh tepat di tengah-tengah sofa. (4) Tiga gadis kaget, melupakan tontonan seru Oprah Winfrey’s Show dan berebut lebih dulu mengambil paket yang jatuh. Andra yang pertama berhasil merebut paket yang jatuh dekat pangkuan Ita. (5) Hiruk-pikuk segera terjadi.
(6) Ita berusaha merebut paket yang jatuh di pangkuannya sebab mengira itu memang ditujukan Dee untuknya. Sementara Anik tidak mau tinggal diam, ikut bertarung. (7) Adegan ala anak kecil itu berlangsung cukup seru, setidaknya di mata Dee. (8) Sayang semua menjadi antiklimaks ketika Andra, Ita, dan Anik tak menemukan nama yang dituju sang pengirim. (9) Amplop yang menempel pada bingkisan itu kosong. Hanya ada sebuah alamat yang ditulis tangan.
Sepotong Cinta dalam Diam, Asma nadia
Kalimat berikut menggunakan pronomina/kata ganti, yaitu pada kalimat nomor ….
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Aku tak punya ruang tamu. Buat apa? Siapa yang akan mengunjungiku? “Ummm… emmm… begini… umm…” Vira begitu gelisah.
Aku diam, menunggu kata-kata selanjutnya keluar dari bibirnya. Namun, ia tak bereaksi apa-apa.
“Kamu apa kabar?” Ajeng bermanis-manis padaku.
Aku menyeringai, “Tak perlu bermanis-manis. Terus terang saja, apa tujuan kalian?”
“Begini, kami sudah menemukan pelaku pencurian yang sebenarnya.” Ajeng berkata setenang mungkin.
Ditinjau dari sudut pandang pencerita, kutipan cerita di atas menggunakan sudut pandang orang ….
pertama tukoh utama
pertama tokoh sampingan
ketiga tokoh utama
ketiga sampingan
ketiga serba tahu
Perhatikan kutipan berikut!
“Maafkan aku, Niki! Aku sudah mencurigaimu. Aku cemburu padamu yang di perhatikan Alvin. Padahal ternyata dia tak sekeren yang aku kira.” Vira menghambur ke pelukku sambil terisak.
“Aku juga, Nik!.” Ajeng ikut memelukku. Aku mengelus pundak mereka.
“Ya.” Desahku pelan. Ketika mereka melepaskan pelukan mereka, kulihat senyum mengembang di wajah Ajeng dan VIra di balik isakannya.
Alur dalam kutipan cerita di atas merupakan struktur bagian ….
Orientasi/ pengenalan
Komplikasi/intrik
Klimaks
Antiklimaks
Koda
“Begini, kami sudah menemukan pelaku pencurian yang sebenarnya.” Ajeng berkata setenang mungkin.
Kalimat tidak langsung dari pernyataan di atas adalah ….
Ajeng berkata bahwa kami menemukan pelaku pencurian yang sebenarnya.
Ajeng mengatakan bahwa kami menemukan pelaku pencurian yang sebenarnya.
Ajeng berkata bahwa dia menemukan pelaku pencurian yang sebenarnya.
Ajeng mengatakan bahwa dia menemukan pelaku pencurian yang sebenarnya.
Ajeng mengatakan bahwa mereka menemukan pelaku pencurian yang sebenarnya.
Berikut kalimat yang mendeskripsikan latar tempat, yaitu …
Aku turun di stasiun pasar Senen menjadi gelandangan dan berkawan dengan gembel-gembel Poncol.
Hidup dari hasil mengamen, menjual suara demi membeli sesuap nasi.
Tapi, aku tidak mau kalau harus pulang kembali menjalani hari-hari seperti dulu.
Sudah dua bulan kulalui hari-hari dengan rutinitas seperti itu.
Aku bertemu warga kampung yang pasti memandang buruk tindakanku pada sahabatku.
