wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UJIAN AKHIR SEMESTER IMUNOSEROLOGI-I

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang anak yang sakit demam 39,5°C, pusing dan muntah selama 3 hari hendak melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan  LED adalah 38 mm/jam dan hitung sel Lekosit adalah 13.800 sel/mm3 . Pemeriksaan Imunologi apakah yang paling sesuai ?

a)

Widal 

b)

RPR

c)

HIV

d)

HBsAg

e)

HbsAb

2.

Dilakukan pemeriksaan pasien diduga HBsAg. Reagensia yang digunakan berupa strip test ICT. Hasil pemeriksaan menunjukkan garis warna pada zona test namun pada zona kontrol tidak.Apa interpretasi hasil pada kasus tersebut ?

a)

Non reaktif palsu

b)

Indeterminate

c)

Non reakti

d)

Tes invalid

e)

Reaktif

3.

Screening dilakukan untuk mengetahui status penyakit hepatitis B. Pola hasil pemeriksaan imunologi  menunjukkan HBsAg Negatif dan Anti-HBs positif.Apa interpretasi hasil pada kasus tersebut ?

a)

Infeksi kronis

b)

Tidak pernah terinfeksi

c)

Terinfeksi, kemungkinan dalam enam bulan terakhir dan masih aktif

d)

Pernah divaksinasi dengan HBV dan berhasil memberikan kekebalan

e)

Terinfeksi, kemungkinan dapat dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh

4.

Hasil pemeriksaan hemtologi rutin  pada pasien  keterangan demam adalah Haemoglobin 15,5 g/dL, Leukosit 4000/mm3, trombosit 190.000/mm3. Pemeriksaan widal antigen somatik menunjukkan adanya gumpalan pada tabung dengan pengenceran 1/20, 1/40, 1/80, 1/160 dan tidak ada aglutinasi pada tabung 1/320.Apa metode deteksi antigen-antibodi pada kasus tersebut ?

a)

Flokulasi   

b)

Aglutinasi

c)

Presipitasi

d)

Hemagulitasi

e)

Fiksasi komplemen

5.

Hasil pemeriksaan hemtologi rutin  pada pasien  keterangan demam adalah Haemoglobin 15,5 g/dL, Leukosit 4000/mm3, trombosit 190.000/mm3. Pemeriksaan widal antigen somatik menunjukkan adanya aglutinasi pada tabung dengan pengenceran ke-empat dan tidak ada aglutinasi pada tabung pengenceran ke-lima dan ke-enam.Berapa titer antibodi pada kasus tersebut ?

a)

1/40

b)

1/80

c)

1/160

d)

1/320

e)

1/640

6.

Pasien dari Poli Obstetri dan Ginekologi dengan keluhan mual muntah dan terlambat haid datang ke Laboratorium membawa formulir pemeriksaaan dan urine. Pemerikaan HCG metode ICT, meunjukkan terdapat garis merah pada T dan C.Apa jenis  spesimen urine yang paling tepat pada kasus tersebut ?

a)

Pagi

b)

24 jam

c)

Sewaktu

d)

Suprapubik

e)

Post parantial

7.

Seorang laki-laki umur 25 tahun dating kerumah sakit dengan gejala mata dan kulit kuning, urine berwarna cokelat seperti teh, demam, mual, dan pembengkakan di perut bagian atas. Pemeriksaan laboratorium diperoleh hasil SGOT (serum glutamic oxaloacetic transaminase) : 85 U/L, SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase) : 93 U/L, bilirubuin total: 2,2 mg/dl, HBsAg : (+) positif. Dokter menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk  mengetahui tingkat infeksi dan kemungkinan pasien bias menularkan pada orang lain. Pemeriksaan apa yang mendukung hasil laboratorium tersebut?

a)

HBV

b)

HBeAg

c)

HBsAb

d)

HBcAb

e)

HbeAb

8.

Seoarang ibu datang ke suatu klinik ingin melakukan pemeriksaan kehamilan, dikliknik tersebut hanya tersedia reagen latek HCG dengan hasil aglutinasi.Sampel apakah yang tepat digunakan untuk pemeriksaan tersebut ?

a)

Serum

b)

Darah

c)

Urine

d)

Sekret

e)

Plasma

9.

Seorang analis kesehatan sedang melakukan pemeriksaan HBsAg pada sampel X dengan metode rapid test imunokromatogafi. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut :

Apa yang dapat disimpulkan analis tersebut ?

a)

Hasil pemeriksaan HBsAg invalid

b)

Hasil pemeriksaan HBsAg negatif

c)

Di dalam sampel X terdapat HBsAg dalam jumlah yang banyak

d)

Hasil pemeriksaan HBsAg positif palsu

e)

Di dalam sampel  X terdapat HBsAg

10.

Pemeriksaan kehamilan dilakukan terhadap dua sampel urin. Hasil pemeriksaan salah satu sampel positif dan satu sampel lagi negatif. Tetapi ada kesalahan fatal yang dilakukan, yaitu kedua sampel tersebut tertukar pada saat memasukkan sampel sehingga membuat dia ragu siapa pemilik sampel tersebut. Bagaimanakah sikap efektif yang seharusnya dilakukan untuk mengatasi hal tersebut ?

a)

Berusaha mengingat kembali pemilik masing-masing sampel tersebut

b)

Meminta kembali sampel salah satu pasien dan dilakukan pemeriksaan

c)

Melaporkan kesalahan tersebut  kepada penanggung jawab laboratorium

d)

Membuat hasil pemeriksaan setelah benar-benar yakin siapa pemilikinya

e)

Menginfokan kembali kepada kedua pasien untuk mengambil sampel ulang