WorksheetsUnsur Intrinsik Teks Fiksi 6A-Latihan
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
Dikisahkan pada suatu hari yang cerah, ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia merasa sangat bahagia karena bisa bertemu dengan berbagai hewan di sana.
Latar tempat yang sesuai dengan teks di atas yaitu ....
hutan
taman
laut
sungai
Gajah sangat sombong. Karena badannya yang sangat besar, ia berpikir dapat mengalahkan semua binatang. Ia menyepelekan hewan-hewan yang berada di hutan. Karena kesombongannya itu, ia tidak disenangi oleh hewan-hewan lainnya.
Alasan yang tepat mengapa gajah tidak disenangi oleh hewan-hewan yaitu ....
Badannya sangat besar
Ia berpikir dengan logis
Ia mengalahkan hewan lain
Gajah menyepelekan hewan lain
Suatu hari ada kupu-kupu bersayap hitam yang terbang melintas. Tuvi dengan sombongnya mengejek kupu-kupu tersebut karena memiliki sayap hitam yang jelek. Kupu-kupu tersebut kemudian menangis, dia merasa sangat sedih dan malu. Bahkan dia tidak berani lagi terbang dan bermain di sekitar taman bunga.
Watak tokoh Tuvi adalah ....
pemberani
penyayang
sombong
pembohong
Ternyata, sifat iri tidak memberikan keuntungan apa-apa. Semua sudah diberikan sesuai kebutuhan masing-masing.
Kutipan di atas termasuk bagian dari unsur intrinsik, yaitu ....
tema
alur
latar
amanat
Tiga jenis latar atau setting terdapat dalam pilihan di bawah, kecuali ..
Suasana
Sosial
Waktu
Tempat
Pagi ini, ibu duduk termenung dan merasa sedih dengan kepergian Temon ke medan perang.
Latar suasana ditunjukkan pada kalimat ...
pagi itu
ibu duduk
Temon ke medan perang
ibu duduk termenung dan merasa sedih
Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Latar waktu cerita rakyat di atas adalah ….
esok hari
malam hari
sore hari
pagi hari
"Sebentar Nak, sebentar lagi. Lihat, langit sudah mulai memerah. Itu pertanda matahai mau tenggelam dan magrib tiba. Kau sudah mulai lapar?”
Latar waktu pada penggalan cerpen di atas adalah ….
pagi hari
siang hari
sore hari
malam hari
Ayo Adi, bangun-bangun," kata ibu. "Adi masih ngantuk Bu," jawab Adi malas, 'Sekrang sudah pukul 07.00, Adi!", kata ibu setengah marah. Sontak aku terkejut. Mataku yang masih ngantuk sekarang menyala 100 watt. Langsung aku melompat dari tempat tidurku dan lari terbirit-birit ke kamar mandi.
cerita di atas adalah termasuk dalam ...
fabel
legenda
cerita anak
mitos
Di bawah ini yang termasuk unsur-unsur intrinsik adalah ....
amanat, latar, dan fiksi
fiksi, judul, dan sage
penokohan, tema dan mitos
tema, latar dan alur
Penggambaran tokoh dalam cerita disebut ....
Penokohan/Watak
Latar
Amanat
Alur
Mila setiap pagi membantu ibu merapikan tempat tidurnya. siang hari Mila dan teman-temannya bermain boneka, setelah selesai bermain mereka merapikan kembali bonekanya.
watak mila adalah ...
malas
rajin
hemat
jahat
Di sebuah desa hiduplah sepasang suami istri yang bekerja sebagai petani. Keduanya hidup tenteram dan bahagia. Suatu hari mereka menemukan seorang bayi di sawah kemudian diasuhnya dengan penuh kasih sayang. Bayi tersebut sekarang sudah besar. Dia diberi nama si Jebul.
Latar tempat cerita secara utuh adalah ...
desa
dusun
kota
hutan
"Kamu mengapa, Du?" tanya kakek dengan sedih. "Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut," kata Badu sambil terisak. "Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya."
Amanat penggalan cerpen tersebut adalah...
Jangan melawan kepada orang tua.
Kita harus menuruti nasihat orang tua.
Janganlah memetik mangga sembarangan.
Janganlah makan mangga yang masih kecil.
Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .
“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”
