wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

EVALUASI BAHASA INDONESIA KELAS XII MATERI KARYA SASTRA NOVEL

Total questions: 30

Worksheet time: 36mins

Name
Class
Date
1.
Hari itu takkan pernah kulupakan. Kami berbincang, tertawa, terharu, hingga mengeluarkan air mata suka cita. Aku seperti tak ingin terlepas dari momen-momen hari itu. .Fatma sahabatku yang selalu mengajari aku dalam berbagai hal selama aku berada di Jerman. Sampai pada suatu hari aku harus kembali ke Indonesia karena tugasku telah berakhir di sana. Unsur ekstrinsik dalam penggalan novel tersebut adalah …
a)
Budaya
b)
Soaial
c)
Agama
d)
Ekonomi
e)
Politik
2.
Hanya berjarak sekitar 150 kilometer dari Jakarta, Desa Kanekes di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, masih menyimpan kerifan warga Baduy. Mereka kukuh memegang adat warisan leluhur. Ketaatan mereka berujung pada terciptanya suatu komunitas adat yang nyaris tanpa pernah mengenal kekerasan, pertikaian, ataupun aneka kejahatan yang selama ini jamak terdengar. Ringkasan yang tepat untuk penggalan teks tersebut adalah…
a)
Desa Kanekes dihuni warga Baduy dan terletak hanya 150 kilometer dari Jakarta
b)
Desa Kanekes terletak di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten
c)
Warga Baduy kukuh memegang adat warisan leluhur dan menyimpan kearifan lokal
d)
Kejahatan di Desa Kanekes nyaris tidak ada terdengar baik kekerasan, pertikaian, dan kejahatan
e)
Desa Kanekes aman dan damai karena warganya kukuh pada adat warisan leluhur
3.
”Ya, aku sudah tua dan hanya berperan itu-itu saja. Namun bukan berarti, aku tidak butuh membaca buku. Menurutku peran itu tidak hanya menampilkan kebodohan, tapi cara kita menertawakan diri sendiri. Ini sulit, karena ego melindungi kelemahan dan perlu keberanian untuk menetralisir ego itu.”Aku Ona, perempuan muda (dua puluh dua tahun) melihatnya. Dan kukatakan, ”Aku akan belajar dengan pak Klown selama libur semester ini. Aku jenuh mempelajari ilmu di bangku kuliah.”Watak tokoh aku dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
a)
penuh kesibukan
b)
penuh pikiran
c)
pandai beralasan
d)
penuh perjuangan
e)
penuh tanggung jawab
4.
Satu jam yang sangat mencekik. Rio modar-mandir di ruang tunggu rumah sakit. Berkali-kali kepalaya menengok ke dalam. Dokter Andi masih sibuk memeriksa. Udara menjadi sangat dingin seakan menyergap semua harapan dan kebahagiaan. Dokter Andi keluar dan menutup pintu pelan. Latar suasana penggalan novel trersebut adalah ….
a)
Kecemasan
b)
Ketakutan
c)
Kesedihan
d)
Kebimbangan
e)
Keraguan
5.

Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!


Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.

"Jangan kemari lagi."

Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.

"Aku tidak serius dengan dia," kata Badri menangkis.

"Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, " umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga.

Jodoh, A.A, Navis


Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah ... .

a)

Badri tidak boleh bertandang lagi ke rumah Lena.

b)

Kemarahan Lena kepada Badri.

c)

Badri sering membawa Rosni me nonton film.

d)

Badri sering keluar malam dengan teman-temannya.

e)

Badri egois dan selalu memberi alasan bohong.

6.

Bacalah kutipan novel berikut ini!


Aku ingin membuktikan bahwa kata-kata Ihsan itu salah. Aku masih memiliki hati dan pikiranku. Di sini, di pesantren ini, aku masih sadar bahwa aku belajar. Aku nyantri sebab aku ingin mendalami ilmu agama. Lebih dari itu, kedatanganku ke sini jauh-jauh dari Jakarta tidak hanya untuk mendalami agama saja, melainkan juga untuk mempraktikkan ajaran-ajaran agama yang aku anut. Aku tidak ingin meninggalkan apa yang telah aku peroleh dan aku tetap memiliki keinginan yang kuat untuk meraih keilmuan yang belum aku raih di sini. Aku tetap ingin mengaji. Aku tetap ingin menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis nabi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku, sebab sudah lama aku menyia-nyiakannya.

(Novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman al-Azizy, 2008)


Watak tokoh dalam kutipan novel tersebut adalah ... .

a)

mudah goyah

b)

senang belajar di Jakarta

c)

menyia-nyiakan hidup

d)

hanya mendalami agama

e)

teguh pendirian

7.

“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)


Pandangan pengarang dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut adalah ...

a)

Sangat setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh Jimron pengarang memberikan gambaran kehidupan religius walaupun hidup berbeda agama dan pengarang juga memberikan gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

b)

Tidak setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh pendeta pengarang memberikan gambaran kehidupan yang religius walaupun hidup berbeda agama.

c)

Pengarang menghadirkan tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya, walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda, yaitu agama Katolik. Kemudian pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

d)

Pengarang memunculkan tokoh pendeta dalam novel tersebut guna menunjukkan religiuitas tokoh.

e)

Pengarang menciptakan tokoh Jimron dan pendeta agar novel Sang Pemimpi menarik untuk dibaca.

8.

“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)


Nilai yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Nilai agama dan budaya

b)

Nilai budaya dan moral

c)

Nilai moral dan sosial

d)

Nilai agama dan sosial

e)

Nilai budaya dan sosial

9.

"Dua penumpang laki-laki, saat melihat Lail dan ibunya masuk, berdiri memberikan tempat duduk, "Terima kasih". Lail dan ibunya segera duduk"


Penggambaran nilai sosial yang terdapat dalam kutipan novel tersebut di atas adalah ...

a)

Nilai sosial tersebut digambarkan dengan dua orang laki-laki yang memberikan tempat duduknya untuk Lail dan ibunya.

b)

Nilai sosial dalam novel tersebut dibuktikan dengan Lail dan ibunya mengucapkan terima kasih.

c)

Nilai sosial tersebut dijelaskan dengan dua orang laki-laki langsung berdiri begitu melihat Lail dan ibunya.

d)

Nilai sosial dalam novel tersebut yaitu penumpang laki-laki yang baik karena memberikan tempat duduknya kepada Lail dan ibunya.

e)

Nilai sosial tersebut digambarkan dengan perilaku sopan santun dua penumpang laki-laki yang memberikan tempat duduknya kepada Lail dan ibunya yang baru masuk. Kemudian Lail dan ibunya mengucapkan terima kasih, yang menggambarkan bahwa Lail dan ibunya menghargai sopan santun kedua laki-laki itu.

10.

Tetapi tiba-tiba ia mengangkat kepala dan menatapku, “Mengapa?” ia bertanya “Anda menolak kunjungan saya?” Aku menjawab bahwa aku tidak percaya kepada Tuhan. Ia ingin tahu apakah aku yakin benar akan hal itu. Dan aku berkata bahwa aku merasa tidak perlu mempertanyakannya: kurasa itu soal yang sama tidak penting. Ia lalu melemparkan tubuhnya ke belakang pada dinding, tangannya telungkup di paha. Dengan sikap yang seakan-akan hampir tidak berbicara kepadaku, ia mengatakan bahwa kadang-kadang orang merasa yakin, tetapi pada kenyataannya tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa. Ia memandang aku dan bertanya, “Bagaimana pendapat Anda mengenai hal itu?” Aku menjawab bahwa hal itu mungkin. Bagaimanapun juga, mungkin aku tidak merasa yakin mengenai hal yang sungguh-sungguh kuminati, tetapi aku benar-benar merasa pasti akan hal yang tidak kuminati. Dan justru yang dibicarakannya, tidak menarik perhatianku. Ia memalingkan pandangannya, tetap tanpa mengubah duduknya, bertanya kepadaku apakah aku berkata demikian karena aku merasa sangat putus asa. Aku menerangkan bahwa aku tidak berputus asa. Aku hanya mersa takut, itu wajar. “Kalau begitu, Tuhan akan membantu Anda.” Ia menerangkan, “Semua orang yang saya kenal yang berada dalam keadaan seperti Anda berpaling kepada-Nya.” Aku mengakui bahwa itu hak mereka. Itu juga membuktikan bahwa mereka mempunyai waktu. Sedangkan aku, aku tidak mau dibantu dan justru aku tidak mempunyai banyak waktu untuk tertarik pada yang tidak menarik hatiku (Orang Asing: 117-118).


Interpretasi yang sesuai terhadap kutipan novel Orang Asing karya Albert Camus adalah ...

a)

Albert Camus adalah tokoh eksistensialisme, tapi Camus tak pernah berkata bahwa “neraka adalah orang lain” seperti Jean-Paul Sartre. Camus bukanlah seorang filsuf yang gagasannya cenderung ketat dan bersistem. Kerangka pikirannya tentang “absurditas” yang menjadi paradigma Camus yang (banyak) dikatakan sebagai sebuah filsafat adalah bagian dari suatu mazhab sastra yang berkembang selepas Perang Dunia II.

b)

Albert Camus mungkin hanya salah satu dari sejumlah pengarang kaliber dunia yang namanya sering disebut-sebut, tetapi tidak terlalu dikenal. Mungkin lebih jauh dan lebih samar-samar dari pada Shakespeare, Hemingway, atau Franz Kafka. Namun, Albert Camus selalu mempunyai daya tariknya tersendiri bagi dunia kesusastraan.

c)

Terbitnya novel pendek yang berjudul Orang asing (1942), serta kumpulan esainya Mite Sisifus— sebuah esei filosofis—Albert Camus tampil secara lebih utuh dalam kesusastraan dunia, dalam kerangka pemikirannya tentang absurd. Gagasannya tersebut, serta gaya kepenulisannya yang berbeda dari khalayak kesusastraan Prancis saat itu, mendapatkan reaksi yang cukup besar dari beberapa penulis terkemuka seperti Jean-Paul Sartre, Roland Barthes, dan Pierre Georgs Castex.

d)

Sepakat bahwa dalam bagian akhir (Resolusi) dari kutipan di atas, bahwa jelas menunjukan gagasan Camus tentang absurditas, mengapa? Kerena dalam resolusi tersebut Camus tidak memberikan titik terang atau jawaban atas konflik yang dibangunnnya. Sedangkan, biasanya dalam resolusi, para penulis umumnya—terutama penulis aliran naturalis dan romantis—selalu memberikan pemecahan masalah dari semua peristiwa yang terjadi.

e)

Yang apabila kita telesuri dalam pengertian tersebut, bahwa perkembangan aliran “absurd” masih satu kutub dengan aliran eksistensialisme, yang telah memiliki sejarah yang cukup panjang, bahkan sebelum Perang Dunia I. Tokoh eksistensialis yang juga menjadi peletak dasar eksistensialisme, Kierkegaard telah menulis karya-karyanya sebelum Perang Dunia I. Para eksponennya, seperti Heidegger, Karl Jaspers, dan Sartre telah menulis juga sebelum Perang Dunia II.

11.

Cermati kutipan novel berikut!

Di akhir suratnya, Baso menulis sebuah pesan atau mungkin sebuah semangat buat dirinya sendiri, “Aku akhirnya sampai pada kesimpulan, bahwa hidup itu masalah penyerahan diri. Kalau aku sudah bingung dan terlalu capek menghadapi segala tekanan hidup, aku praktikan nasihat Kyai Rais, yaitu siapa saja yang mewakilkan urusannya kepada Tuhan, maka Dia akan ‘mencukupkan’ semua kebutuhan kita. ‘Cukup’ kawanku. Itu yang seharusnya kita cari. Apa artinya banyak harta tapi tidak pernah merasa cukup. Itulah janji Tuhan buat orang yang tawakal. Aku ingin tawakal sempurna. Aku ingin dicukupkan-Nya segala kebutuhan.” (Ranah 3 Warna: A. Fuadi)

Hubungan antarunsur yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...

a)

amanat dengan tema

b)

penokohan dengan amanat

c)

amanat dengan alur cerita

d)

penokohan dengan latar kejadian

e)

latar kejadian dengan amanat

12.

Bacalah kutipan teks novel berikut!

Aku dan Rangga iseng-iseng mengambil antrean di antara para turis Asia Timur yang sangat percaya dengan mitos semacam itu. Turis-turis itu begitu antusias untuk menyentuh dan berfoto di atas point zero hingga platnya luntur menjadi putih mengkilap. Aku mendengar nama oran lain, berharap bisa kembali lagi ke Paris bersama keluarga, kekasih, atau teman dekat mereka.


(99 Cahaya di Langit Eropa: Hanum Salsabeila Rais dan Rangga Almahendra)

Unsur ekstrinsik yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah nilai …

a)

agama

b)

sosial

c)

budaya

d)

pendidikan

e)

ekonomi

13.

Peran lawan yang seringkali menjadi musuh dan menyebabkan konflik itu terjadi disebut...

a)

Protagonis

b)

Antagonis

c)

Tritagonis

d)

Deutragonis

e)

Figuran

14.

Berikut ini yang bukan merupakan unsur intrinsik adalah...

a)

Tokoh

b)

Latar

c)

nilai kehidupan

d)

Alur

e)

Tema

15.

“Selesaikan pelajaranmu dulu, Manen. Zaman sekarang, seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.”

amanat yang paling telat untuk penggalan novel diatas adalah...

a)

Wanita sebaiknya dapat mandiri

b)

Wanita harus bermasyarakat

c)

Pendidikan suami istri harus seimbang

d)

Wanita tidak boleh kalah oleh pria

e)

Cita-cita jangan sampai gagal

16.

Bacalah kutipan novel berikut


Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi.

Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah...

a)

Gunda

b)

Sedih

c)

Tegang

d)

Khusyuk

e)

Hening

17.

Nilai moral, nilai sosial, nilai pendidikan, nilai budaya termasuk unsur-unsur .... dalam novel

a)

Intrinsik

b)

Ekstrinsik

c)

Endosentrik

d)

Eksosentrik

e)

Karakteristik

18.

Cermati kutipan novel berikut!

Rumah idaman di kampung melayu yang tidak dapat dinamakan besat, sudah disambung dengan pelampang ke muka, lalu dihiasi dengan daun-daun beringin dan bunga-bunga teratai. Bunga kertas yang merumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di kampunng, tiap-tiap ada perhelatan.

Unsur Intrinsik yang dominan pada penggalan novel di atas adalah ....

a)

Alur cerita

b)

Tema

c)

Perwatakan

d)

Sudut Pandang

e)

Latar

19.

Cermati kutipan teks berikut!

Nita bersama adiknya merantau ke Jakarta. Ada beberapa pernyataan dari tetangga mengenai mereka berdua di Jakarta. Seorang tetangga yang juga bekerja di Jakarta mengatakan bahwa Nita bekerja di sebuah rumah makan. Sementara itu, adiknya bekerja di sebuah swalayan. Namun, ada pernyataan tetangga yang mengatakan bahwa Nita di Jakarta bekerja sebagai pengemis, sedangkan adiknya bekerja sebagai pengamen. Sebagian tetangga ada yang percaya dan tidak dengan kabar itu. Akan tetapi, pihak keluarga Nita membantah semua pernyataan para tetangganya itu.

Ungkapan yang tepat sesuai paragraf tersebut adalah ....

a)

Bintang Lapangan

b)

Kabar Angin

c)

Kambing Hitam

d)

Mata Rantai

e)

Pasang Mata

20.

Cermati kutipan Novel berikut!

Laki-laki itu mendekat begitu pasti, seperti laju kereta api menuju stasiun tempat memuntahkan isi lambung. Dan orang ini mengangkut bara dalam perutnya. Aku menyambutnya sambil terus bernapas. Kekerasannya mengendur. Sinar matanya yang tadi garang, melembut. Gelagapan dia sibuk menelan dahak.

Dalam kutipan novel tersebut penulis menggunakan majas ...

a)

Personifikasi

b)

Metafora

c)

Perbandingan

d)

Hiperbola

e)

Anafora

21.

Cermati kutipan teks berikut!

Yanto sudah lebih dari sepuluh tahun mengabdikan diri sebagai seorang guru di MA Kabupaten Serang. Adiknya Wulan, juga menjadi guru di MTs dan kakaknya, Wati menjadi dosen perguruan tinggi. Orang mengibaratkan keluarganya sebagai .... karena ayah ibunya juga seorang guru dan kakeknya almarhum dulu seorang kepala sekolah di Zaman penjajahan Belanda.

Peribahasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....

a)

Tiada gading yang tak retak

b)

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya

c)

Sekali air pasang sekali tepian berubah

d)

Jika tidak berada-ada,takkan tempuh bersarang rendah

e)

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading

22.

Bacalah kutipan novel berikut!

Pendidikan budi pekerti perempuan semata-mata ditujukan untuk keperluan laki-laki. Segala sifat lemah itu dijadikan sifat perempuan yang termulia. Perempuan mesti sabar, perempuan mesti lemah lembut, perempuan mesti pendiam. Berjalan tidak boleh lebar-lebar, berbicara dan tertawa tiada boleh keras. Dalam segala hal ia halus. Layar terkembang, STA

Kalimat berupa kritik yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah ....

a)

STA seharusnya memberikan gambaran tokoh yang jelas sehingga mudah dipahami

b)

Adanya penyajian yang melemahkan derajat kaum wanita, yaitu harus tunduk kepada kaum pria

c)

Nilai-nilai yang terkandung dalam kutipan novel tersebut biasa saja dan sudah sangat umum

d)

Novel tersebut mengandung nilai pendidikan, kepribadian, tanggungjawab, dan religius

e)

Alur ceritanya tidak jelas dan gaya bercerita yang berlebihan terasa membosankan kepada pembaca

23.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor.

(Benjolan, karya Harry Pratama)


Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

orang pertama sebagai tokoh utama

b)

orang pertama sebagai tokoh sampingan

c)

orang pertama dan ketiga

d)

orang ketiga serba tahu

e)

orang ketiga terbatas

24.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor.


(Benjolan, karya Harry Pratama)


Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah ….

a)

alur maju

b)

alur sorot balik atau mundur

c)

alur ganda

d)

alur linier

e)

alur ganda dan maju

25.

Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)

Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ....

a)

antithesis

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

hiperbola

e)

metonimia

26.

Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!

(1) Perahu terombang-ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.

4. Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

27.

Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!

Begitulah takdir membentuk suatu kisah yang sangat panjang hanya untuk menyatukan kedua orang tersebut. Setelah melalui banyak kesedihan, waktu, akhirnya mereka diberi kesempatan untuk bersama. Kalimat dalam kutipan novel diatas merupakan ...

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

abstrak

e)

koda

28.

Layang-layang Adi tiba-tiba menukik dari atas menyambar layang-layang Badu. (2) Akibatnya, ada bagian kertas layang-layang Badu yang robek. (3) Dan... ketika diadu kembali, layangan Badu pun putus. (4) Badu memandang layang-layangnya seolah-olah tidak percaya. (5) Perasaan sedih dan malu menjadi satu. (6) Akhirnya Badu mengakui kekalahannya.

Watak tokoh Badu pada kutipan novel tersebut adalah ...

a)

pemalu

b)

sombong

c)

periang

d)

berjiwa besar

e)

angkuh

29.

Aku dan kakakku ibarat minyak dengan air. Sikap dan gagasan yang kami lontarkan selalu berbeda. Sebagai adik, aku mengalah karena ingin selalu menjaga hubungan baik. Apalagi usia kami yang semakin merambat tua.

Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

tema

b)

latar

c)

alur

d)

amanat

e)

penokohan

30.

Udara danau Menjakut berbau bunga kopi, tertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dadaku pada barisan awan di langit menuju arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi.

Majas yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

personifikasi

b)

hiperbola

c)

metafora

d)

sinestesia

e)

simile