NEW
Font size
WorksheetsUjian Tertulis Ibadah
Total questions: 20
Worksheet time: 3600secs
Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur tidak saja dalam bidang ibadah, melainkan juga dalam persoalan menjaga kebersihan. Sehingga wajar jika Allah menjamin orang yang menjaga kesucian dan dosa akan dicintaiNya. Pernyataan ini termaktub dalam
QS. Al-Baqarah 1-10
QS. Al-Baqarah 150-151
QS Al-Baqarah 222
QS Al-Baqarah 225
QS Al-Baqarah 286
Berikut adalah pernyataan Rasulullah terkait hubungan antara menjaga kebersihan dengan standar keimanan seseorang. Pilih jawaban yang paling tepat
Annadzafatu minal ihlas
Annadzafatu minal a’mal
Annadzafatu minal Islam
Annadzafatu minal Iman
Annadzafatu minal ijtihad
Thaharah Secara Bahasa Berarti Bersih Dan Membebaskan Diri Dari Kotoran Dan Najis, sedangkan secara Istilah adalah
Menghilangkan hadast untuk menunaikan shalat dan ibadah yang lain.
Menghilangkan hadast kecil dan besar untuk melaksanakan ibadah shalat dan lainnya
Menghilangkan hadast untuk bertayamum.
Menghilangkan hadast untuk persiapan wukuf di arafah.
Menghilangkan hadast untuk tetap dalam kesucian, kebersihan, iman dan takwa dan penuh kesabaran sehingga menjadi insan paripurna.
Berikut adalah perbedaan yang pokok antara darah haid dan istikhadzah dari sisi durasi atau waktu.
Darah nifas selalu berwarna merah marun dan menimbulkan bau pekat waktunya tergantung sikon wanita
Darah nifas dan istihadzah pada dasarnya sama yaitu sama-sama darah, istihdzah darah biasa waktunya bisa lebih pendek dari haidz
Darah nifas dan istihadzah waktunya hamper bersamaan, kadang lebih lama haidz, kadang istihadzah, tergantung kondisi psikologi wanita
Darah haidz keluarnya tidak lebih dari tujuh hari, dan istihadzah setelah tujuh hari
Darah haidz dan istihadzah selalu beriringan antara sepuluh sampai lima belas hari, selebihnya harus mendapat pemeriksaan dokter kandungan.
Berikut pendapat Madzhab Syafi’I terkait lamanya hari waktu nifas.
Minimal 15 hari maksimal 20 hari
Minimal 40 hari maksimal 60 hari
Minimal 40 hari maksimal 45 hari
Maksimal 40 hari selebihnya darah istihadzah
Maksimal 40 hari atau ketika darah sudah tidak keluar walaupun baru 5 hari
Berikut adalah shalat jamak yang benar berdasarkan tuntunan Rasulullah saw yang diriwiyatkan oleh Imam Ahmad
Shalat Dzuhur dengan Ashar dijamak setelah shalat magrib
Shalat Dzuhur dengan Ashar dapat dijamak pada waktu dzuhur atau ashar
Shalat Magrib dan Isya’ dijamak pada waktu jelang magrib.
Shalat Magrib dan Isya’ dijamak pada waktu jelang subuh
Shalat Magrib dan Isya’ dijamak pada waktu setelah syuruq
Berikut adalah definisi dari shalat qashar yang benar
Meringkas jumlah rakaat pada shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat.
Meringkas shalat karena dalam kondisi safar.
Meringkas shalat duhur dari delapan rekaat menjadi menjadi 4 rekaat.
Meringkas shalat subuh dan dzuhur sesuai kondisi.
Meringas shalat dzuhur, ashar, magrib dan isya menjadi satu.
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا
Di atas adalah dasar dari kebolehan dari ?
Menjamak shalat
Menjamak shalat dzuhur dan ashar
Menjamak shalat empat rekaat menjadi dua rekaat
Meringkas shalat yang jumlahnya empat menjadi dua
Meringkas shslat dzuhur, ashar, dan isya pada suatu waktu jika sedang sakit
Makna dari hadis صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي — رواه البخاري
Shalatlah sebagaimana Rasulullah Shalat
Shalatlah jangan sampai mengikuti syetan
Shalatlah jangan sampai malas
Shalatlah sesuai HPTM
Shalatlah sesuai Sunnah yang terdapat dalam hadis Buchari atau Muslim
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَد
Berikut adalah konsekuensi jika shalat tidak sesuai yang dituntunkan Rasulullah saw berdasarkan hadis di atas
Dihukumi Bid’ah
Dihukumi Musyrik
Dihukumi Mardud (tertolak)
Dihukumi Majhul
Dihukumi Sunnah
Berikut adalah pandangan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah mengenai melafadzkan niat dalam wudzu dan shalat
Niat boleh dilafadzkan sesuai dengan tempat dan kondisi
Niat tidak perlu dilafadzkan karena Rasulullah juga tidak mengajarkan
Niat boleh dilafadzkan boleh juga tidak dilafadzkan
Niat haram dilafadzkan dan termasuk bid’ah
Niat harus dilafadzkan agar lurus anatara hati, pikiran dan perilaku
Berikut adalah tata cara mengusap kepala dan telinga saat berwudzu berdasarkan apa yang disampaikan Ustman bin Afwan yang mendasarkan kepada Wudzunya Rasulullah
Mengusap kepala dari depan hingga ke belakang sebanyak 3x dan begitu juga dengan telingan kanan 3x dan telinga kiri 3x
Mengusap kepala 2/3 kepala sebanyak 3x dan juga telinga kanan dan kiri 3x
Mengusap kepala atau (ubun dan di atas surban) dengan cara menjalankan kedua telapak tangan dari ujung muka hingga tengkuk kemudian kembali lagi ke muka, lalu mengusap telinga sebelah luar dengan ibu jari dan sebelah dalamnya dengan telunjuk
Mengusap kepala atau (ubun dan di atas surban) dengan cara menjalankan kedua telapak tangan dari ujung muka hingga tengkuk kemudian kembali lagi ke muka, lalu mengusap telinga sebelah luar dengan ibu jari dan sebelah dalamnya dengan telunjuk sebanyak 3x
Mengusap kepala atau (ubun dan di atas surban) dengan cara menjalankan kedua telapak tangan dari ujung muka hingga tengkuk kemudian kembali lagi ke muka sebanyak 3x, lalu mengusap telinga sebelah luar dengan ibu jari dan sebelah dalamnya dengan telunjuk sebanyak 3x
Berikut adalah doa setelah wudzu yang benar sebagaimana yang diucapkan Rasulullah saw
Kalimat yang tepat dalam ajakan raja’ adalah ..
Masyallah
Hasbunallah wa nikmal wakil
Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun
Subahallah wa buhamdihi
La haula wa laa quwwata illa billah
Ketika seseorang kehilangan kontak (lost contac) dengan orang lain. Kematian semacam ini disebut ..
Kematian sosial
Kematian psikis
Kematian biologis
Kematian persaudaran
Kematian persahabatan
Allah berfirman QS. 2 : 156 الذين اذا اصابتهم مثيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
Ayat di atas menegaskan dan meberikan tuntunan pendampingan terhadap
Jelang kelahiran
Akan masuk rumah sakit
Sembuh dari sakit
Orang yang terkenan bencana
Orang yang akan meninggal
Tata cara yang benar proses pendampingan orang yang akan meninggal adalah
Memejamkan mata – mensedakepkan tangan – menutup mulut jika terbuka
Mengabarkan berita lelayu – menyiapkan penyelesaian hutang piutang – menyiapkan penguburan
Menyiapkan air untuk memandikan jenazah – menyiapkan kain kafan – menyiapakan penguburan
Memejamkan mata – mensedakepkan tangan – menyiapkan air untuk memandikan jenazah
Memejamkan mata – mensedakepkan tangan – menyiapkan air untuk memandikan jenazah – mengabarkan leleyu
Perhatikan urutan proses memandikan jenazah sebagai berikut
(1) Melepas seluruh pakaian yang menempel padanya, termasuk pengikat dagu,
(2) Membujurkan jenazah menghadap kiblat dengan kepala di sebelah kanan, di tempat tertutup, pada tempat yang telah disediakan atau dipangku oleh para muhrimnya
(3) Menutup bagian aurat,
(4) Melepas cincin atau gigi palsu kalau ada,
(5) Membersihkan kuku-kukunya, rongga mulutnya, atau lubang-lubang yang lain.
(6) Membersihkan kotoran dengan meremas bagian perut agar kotoran keluar, pada saat ini bagian kepala agak ditinggikan sehingga memperlancar keluarnya kotoran.
Berikut adalah urutan yang paling benar…
1-2-3-4-5-6
2-1-3-4-6-5
2-3-4-5-6-1
3-4-5-6-2-1
4-5-6-3-2-1
Di bawah ini adalah urutan mengkafani mayat
(1) Menutup tujuh lubang (dua mata, dua telinga, hidung, mulut, dan pusar) dengan kapas yang ditaburi serbuk kapur barus,
(2) Meletakkan jenazah membujur di atas kain yang telah dibentangkan, dalam keadaan tertutup selubung, jangan sampai jenazah berkeadaan telanjang,
(3) Menutupkan kain segi tiga pada rambut di kepala dengan ikatan pada jidat,
(4) Mengatupkan tutup dada melalui lubang pada leher,
(5) Mengatupkan lipatan tutup celana dalamnya. Bagi Jenazah wanita, meletakkan tiga pintalan rambut ke belakang kepala, menutupkan kain mukena pada rambut kepala, menutupkan belahan kain baju pada dada, melipatkan kain basahan melingkar badan perut dan auratnya, di atas penutup kain celana dalamnya,
(6) Mengatupkan dengan melingkar tubuh badannya kain kafan yang rapat, tertib, dan menyeluruh,
(7) seluruh utas tali ditalikan dengan cara menali yang mudah dilepas, bukan talipati.
Dari urutan di atas, mana urutan yang paling …
1-2-3-4-5-6-7
2-1-3-4-5-6-7
1-3-2-4-5-6-7
1-4-5-6-7-2-3
1-7-6-5-4-3-2
Ketika banyak terjadi bencana seperti tanah longsor, banjir gunung meletus maupun tsunami, sikap kita sebagai seorang mukmin adalah …
Bermuhasabah dan bersabar
Bermuhasabah dan bertawakal
Bermuhasabah dan berdzikir
Bermuhasabah dan bertaubat
Bermuhasabah dan bertawakal
