WorksheetsMUATAN BIN KD 3.3 TEMA 6 KELAS 5
Total questions: 12
Worksheet time: 7mins
Sumber Energi Panas
Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi
panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya
adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.
Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas
matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang
disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil
fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk
manusia.
Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara
di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas
matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,
panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,
mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk
mengeringkan pakaian yang basah.
Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!
Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!
Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!
Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?
Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan
panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua
benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu
dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.
Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga
dapat diperoleh dari api. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api
dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar
percikan api. Selain itu, nenek moyang kita dahulu menggunakan kayu
kering lalu digosok-gosokkan dengan tanah yang kering sampai keluar
api. Ternyata gesekan dua benda antara dua batu kering, dan gesekan
antara dua kayu kering dapat menghasilkan energi panas berupa api.
Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.
Sumber : Aprilia, BSE IPA Kelas 4 dengan penyesuaian
Apa judul bacaan tersebut?
Energi Panas Bumi
Energi Panas
Sumber Energi Panas
Sumber Panas Bumi
Sumber Energi Panas
Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi
panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya
adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.
Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas
matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang
disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil
fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk
manusia.
Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara
di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas
matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,
panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,
mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk
mengeringkan pakaian yang basah.
Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!
Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!
Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!
Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?
Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan
panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua
benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu
dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.
Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga
dapat diperoleh dari api. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api
dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar
percikan api. Selain itu, nenek moyang kita dahulu menggunakan kayu
kering lalu digosok-gosokkan dengan tanah yang kering sampai keluar
api. Ternyata gesekan dua benda antara dua batu kering, dan gesekan
antara dua kayu kering dapat menghasilkan energi panas berupa api.
Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.
Sumber : Aprilia, BSE IPA Kelas 4 dengan penyesuaian
Kata kunci adalah kata-kata yang kamu anggap penting dalam sebuah paragraf. Berikut yang bukan kata kunci pada paragraf pertama adalah….
proses fotosintesis
energi panas
sumber energi
panas bumi
Sumber Energi Panas
Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi
panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya
adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.
Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas
matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang
disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil
fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk
manusia.
Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara
di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas
matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,
panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,
mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk
mengeringkan pakaian yang basah.
Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!
Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!
Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!
Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?
Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan
panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua
benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu
dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.
Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga
dapat diperoleh dari api. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api
dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar
percikan api. Selain itu, nenek moyang kita dahulu menggunakan kayu
kering lalu digosok-gosokkan dengan tanah yang kering sampai keluar
api. Ternyata gesekan dua benda antara dua batu kering, dan gesekan
antara dua kayu kering dapat menghasilkan energi panas berupa api.
Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.
Sumber : Aprilia, BSE IPA Kelas 4 dengan penyesuaian
Kesimpulan dari bacaan tersebut adalah....
Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi panas.
Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.
Energi panas matahari dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup.
Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua benda. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar percikan api.
Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.
Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi
panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya
adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.
Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas
matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang
disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil
fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk
manusia.
Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara
di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas
matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,
panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,
mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk
mengeringkan pakaian yang basah.
Sumber Energi Panas
Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi
panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya
adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.
Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas
matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang
disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil
fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk
manusia.
Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara
di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas
matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,
panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,
mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk
mengeringkan pakaian yang basah.
Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!
Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!
Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!
Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?
Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan
panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua
benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu
dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.
Sumber Energi Panas
Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi
panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya
adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.
Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas
matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang
disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil
fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk
manusia.
Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara
di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas
matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,
panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,
mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk
mengeringkan pakaian yang basah.
Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!
Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!
Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!
Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?
Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan
panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua
benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu
dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.
Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga
dapat diperoleh dari api. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api
dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar
percikan api. Selain itu, nenek moyang kita dahulu menggunakan kayu
kering lalu digosok-gosokkan dengan tanah yang kering sampai keluar
api. Ternyata gesekan dua benda antara dua batu kering, dan gesekan
antara dua kayu kering dapat menghasilkan energi panas berupa api.
Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.
Sumber : Aprilia, BSE IPA Kelas 4 dengan penyesuaian
Ide pokok paragraf kedua adalah....
Gesekan antara kedua telapak tangan
dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.
Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga
dapat diperoleh dari api.
Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi
panas.
Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara
di bumi menjadi hangat.
Perpindahan Panas atau Kalor
Pernahkah kamu membantu ibumu memasak sayur? Tahukah kamu
mengapa api kompor dapat memanaskan air dalam panci sehingga
sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang? Ketika kamu memasak
sayuran, panas dari api kompor berpindah ke dalam panci. Kemudian,
panas tersebut berpindah ke dalam air sehingga air menjadi panas
dan sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang. Peristiwa tersebut
membuktikan bahwa panas dapat berpindah.
Letak matahari dari planet kita ini sangat jauh, yaitu sekitar
152.100.000 km (Seratus lima puluh dua juta seratus ribu kilometer).
Akan tetapi, panas dari matahari dapat berpindah atau merambat ke
planet kita sehingga kita dapat merasakan hangatnya sinar matahari.
Andai saja panas matahari tidak dapat berpindah ke bumi, dapatkah
kamu membayangkan bagaimana keadaan bumi kita ini?
Panas berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang
bersuhu lebih rendah. Bagaimana panas dapat berpindah? Panas dapat
berpindah melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi
adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda
padat. Contoh konduksi adalah panci logam yang panas karena diletakkan
di atas kompor yang berapi. Konveksi adalah perpindahan panas yang
disertai dengan perpindahan bagian zat perantaranya. Misalnya, air di dalam panci yang dipanaskan hingga mendidih. Sedangkan radiasi adalah
cara perpindahan panas dengan pancaran yang tidak membutuhkan zat
perantara. Peristiwa radiasi yang terjadi sehari-hari adalah sinar matahari
yang sampai ke bumi dan menghangatkan udara serta makhluk hidup di
bumi.
Sumber : IPA BSE kelas 5, Pusat Perbukuan, 2010
Hal penting pada paragraf pertama adalah....
Pernahkah kamu membantu ibumu memasak sayur?
Letak matahari dari planet kita ini sangat jauh, yaitu sekitar
152.100.000 km
Api kompor dapat memanaskan air dan sayuran di dalam
panci.
Konduksi
adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda
padat.
Perpindahan Panas atau Kalor
Pernahkah kamu membantu ibumu memasak sayur? Tahukah kamu
mengapa api kompor dapat memanaskan air dalam panci sehingga
sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang? Ketika kamu memasak
sayuran, panas dari api kompor berpindah ke dalam panci. Kemudian,
panas tersebut berpindah ke dalam air sehingga air menjadi panas
dan sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang. Peristiwa tersebut
membuktikan bahwa panas dapat berpindah.
Letak matahari dari planet kita ini sangat jauh, yaitu sekitar
152.100.000 km (Seratus lima puluh dua juta seratus ribu kilometer).
Akan tetapi, panas dari matahari dapat berpindah atau merambat ke
planet kita sehingga kita dapat merasakan hangatnya sinar matahari.
Andai saja panas matahari tidak dapat berpindah ke bumi, dapatkah
kamu membayangkan bagaimana keadaan bumi kita ini?
Panas berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang
bersuhu lebih rendah. Bagaimana panas dapat berpindah? Panas dapat
berpindah melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi
adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda
padat. Contoh konduksi adalah panci logam yang panas karena diletakkan
di atas kompor yang berapi. Konveksi adalah perpindahan panas yang
disertai dengan perpindahan bagian zat perantaranya. Misalnya, air di dalam panci yang dipanaskan hingga mendidih. Sedangkan radiasi adalah
cara perpindahan panas dengan pancaran yang tidak membutuhkan zat
perantara. Peristiwa radiasi yang terjadi sehari-hari adalah sinar matahari
yang sampai ke bumi dan menghangatkan udara serta makhluk hidup di
bumi.
Sumber : IPA BSE kelas 5, Pusat Perbukuan, 2010
Arti kata yang digarisbawahi adalah....
panas dan cahaya yang berasal dari sesuatu yang terbakar; nyala
yang dipancarkan (disemburkan, dikeluarkan)
terasa seperti terbakar atau terasa dekat dengan api; bersuhu relatif tinggi
ukuran kuantitatif terhadap temperatur; panas dan dingin, diukur dengan termometer
Penggunaan Benda Konduktor dan
Isolator
Kamu sudah tahu, bahwa panas dapat berpindah dari satu tempat ke
tempat lain melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Ingat kembali, apa
yang dimaksud dengan konduksi, konveksi, dan radiasi? Pikirkan bersama
dalam kelompok kecil! Barang-barang dalam kehidupan sehari-hari
banyak yang memanfaatkan sifat benda sebagai konduktor atau isolator.
Benda apakah itu?
Selimut dan panci merupakan benda yang
memanfaatkan sifat ini. Selimut memerangkap
udara. Udara adalah isolator, sehingga tidak
menghantarkan panas yang keluar dari tubuhmu.
Dengan demikian, badanmu tetap terasa hangat.
Terbuat dari apakah panci? Panci terbuat dari
bahan logam, misalnya alumunium. Alumunium
merupakan penghantar panas yang baik. Panci akan
menghantarkan panas ke makanan yang dimasak.
Pegangan panci terbuat dari plastik. Plastik
merupakan isolator sehingga kamu tidak akan
kepanasan ketika memegangnya.
Mesin mobil dan motor terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan
panas. Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang
ideal. Karena itu, mesin dibuat dari bahan konduktor sebagai penghantar panas. Dari uraian di atas, kamu sudah tahu mana bahan yang bersifat
konduktor dan isolator. Selain selimut, dan panci, tentu kamu dengan
mudah menjumpai penggunaan benda yang bersifat konduktor dan
isolator dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : IPA BSE Kelas 6, Pusbuk, 2010
Apakah penulisan kata yang digarisbawahi sudah benar? Jika salah perbaikan yang benar adalah....
iya, sudah benar
iya, memang salah
salah, seharusnya alumunium
salah, seharusnya aluminium
Penggunaan Benda Konduktor dan
Isolator
Kamu sudah tahu, bahwa panas dapat berpindah dari satu tempat ke
tempat lain melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Ingat kembali, apa
yang dimaksud dengan konduksi, konveksi, dan radiasi? Pikirkan bersama
dalam kelompok kecil! Barang-barang dalam kehidupan sehari-hari
banyak yang memanfaatkan sifat benda sebagai konduktor atau isolator.
Benda apakah itu?
Selimut dan panci merupakan benda yang
memanfaatkan sifat ini. Selimut memerangkap
udara. Udara adalah isolator, sehingga tidak
menghantarkan panas yang keluar dari tubuhmu.
Dengan demikian, badanmu tetap terasa hangat.
Terbuat dari apakah panci? Panci terbuat dari
bahan logam, misalnya alumunium. Alumunium
merupakan penghantar panas yang baik. Panci akan
menghantarkan panas ke makanan yang dimasak.
Pegangan panci terbuat dari plastik. Plastik
merupakan isolator sehingga kamu tidak akan
kepanasan ketika memegangnya.
Mesin mobil dan motor terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan
panas. Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang
ideal. Karena itu, mesin dibuat dari bahan konduktor sebagai penghantar panas. Dari uraian di atas, kamu sudah tahu mana bahan yang bersifat
konduktor dan isolator. Selain selimut, dan panci, tentu kamu dengan
mudah menjumpai penggunaan benda yang bersifat konduktor dan
isolator dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : IPA BSE Kelas 6, Pusbuk, 2010
Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang
ideal. Karena itu, mesin dibuat dari bahan konduktor sebagai penghantar panas.
Pernyataan tersebut terdapat pada paragraf....
4
3
2
1
Penggunaan Benda Konduktor dan
Isolator
Kamu sudah tahu, bahwa panas dapat berpindah dari satu tempat ke
tempat lain melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Ingat kembali, apa
yang dimaksud dengan konduksi, konveksi, dan radiasi? Pikirkan bersama
dalam kelompok kecil! Barang-barang dalam kehidupan sehari-hari
banyak yang memanfaatkan sifat benda sebagai konduktor atau isolator.
Benda apakah itu?
Selimut dan panci merupakan benda yang
memanfaatkan sifat ini. Selimut memerangkap
udara. Udara adalah isolator, sehingga tidak
menghantarkan panas yang keluar dari tubuhmu.
Dengan demikian, badanmu tetap terasa hangat.
Terbuat dari apakah panci? Panci terbuat dari
bahan logam, misalnya alumunium. Alumunium
merupakan penghantar panas yang baik. Panci akan
menghantarkan panas ke makanan yang dimasak.
Pegangan panci terbuat dari plastik. Plastik
merupakan isolator sehingga kamu tidak akan
kepanasan ketika memegangnya.
Mesin mobil dan motor terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan
panas. Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang
ideal. Karena itu, mesin dibuat dari bahan konduktor sebagai penghantar panas. Dari uraian di atas, kamu sudah tahu mana bahan yang bersifat
konduktor dan isolator. Selain selimut, dan panci, tentu kamu dengan
mudah menjumpai penggunaan benda yang bersifat konduktor dan
isolator dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : IPA BSE Kelas 6, Pusbuk, 2010
Berdasarkan bacaan tersebut, tiga hal yang dapat kamu pahami dari bacaan adalah....
Panas dapat berpindah dari satu tempat ke
tempat lain melalui konduksi, konveksi, dan radiasi.
Terbuat dari apakah panci?
Selimut dan panci merupakan benda yang
memanfaatkan sifat isolator.
Mesin mobil dan motor terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan
panas.
Pahlawan Buku
Penulis: Ganda Rudolf
Saat jam istirahat, di salah satu sekolah dasar di Kebumen, Jawa Tengah,
dua siswi perempuan menelusuri koridor sekolah menuju perpustakaan.
”Nur, bukankah sebelum kamu pinjam, buku ini sudah rusak?” kata
Sekar membolak-balik buku di tangannya. Pangling. Ia mengambil buku di
genggaman teman sebangkunya itu.
“Iya, aku yang merekatkan kembali lembaran-lembaran halaman yang
terlepas dengan lem,” jawab Nur tersenyum.
“Aih, Nur. Buat apa sih kamu repot-repot seperti itu? Nanti juga buku itu
rusak lagi!” cetus Sekar. Nur hanya tersenyum.
Sekarang, mereka sudah tiba di perpustakaan.
“Selamat pagi, Bu Maya!” sapa Nur dan Sekar kepada Bu Maya petugas
perpustakaan.
“Selamat pagi juga Nur dan Sekar,” balas Bu Maya. Bu Maya lalu menerima
buku-buku dari Nur dan Sekar. Ia sibuk mencocokkan nomor induk di lembaran
tanggal kembali yang tertempel pada buku dengan nomor induk pada kantong
peminjam.
Selagi menunggu, Nur berbisik kepada Sekar. “Sekar, coba lihat di pojokan
belakang meja Bu Maya.”
“Oh, tumpukan buku-buku yang sudah rusak itu,” tanggap Sekar. “Lalu
memangnya kenapa? Buku-buku itu kan nanti diperbaiki lagi oleh pengurus
perpustakaan.” “Memang, sih,” sahut Nur.
Setelah mendapatkan kantong peminjaman lagi, Nur dan Sekar menuju
rak buku-buku yang rusak. ”Butuh waktu lama memperbaiki buku-buku ini
semua, Sekar,” kata Nur. “Yang rugi kita juga, lho! Coba kalau buku yang ingin
kita baca ternyata ada di antaranya!”
“Iya, ya? Padahal, buku-buku yang rusak ini masih kelihatan baru!”
“Itu karena peminjamnya tidak memperlakukan buku dengan baik,” imbuh
Nur.
Sekar jadi termangu. “Mereka yang merusak buku ini sepertinya tidak
menghargai buku-buku yang sudah memberikan banyak ilmu pengetahuan
dan wawasan ya!” keluh Sekar.
“Nah, itu kamu sadar,” kata Nur menepuk lembut bahu Sekar. “Kalau bukan
dimulai dari kita, siapa lagi yang mau peduli dengan buku?”
“Kalau begitu, sekarang aku pinjam buku-buku yang rusak ini saja, deh!”
Sekar mengambil dua buku dari kumpulan buku-buku yang rusak itu.
“Lho, itu kan halaman tengahnya sudah lepas? Tidak enak kalau dibaca,”
goda Nur.
“Tidak apa-apa. Nanti aku perbaiki dahulu baru dibaca,” jawab Sekar
semangat.
“Nah, sekarang sudah ada dua pahlawan buku di sekolah kita!” celetuk Bu
Maya. Diam-diam Bu Maya mendengar dialog Nur dan Sekar tadi.
“Eh, Bu Maya. Ibu bisa saja,” kata Nur dan Sekar bersamaan dengan
tersipu-sipu.
Pengarang cerita tersebut adalah....
Penulis Ganda
Ganda Rudolf
Penulis Rudolf
Rudolf Ganda
Pahlawan Buku
Penulis: Ganda Rudolf
Saat jam istirahat, di salah satu sekolah dasar di Kebumen, Jawa Tengah,
dua siswi perempuan menelusuri koridor sekolah menuju perpustakaan.
”Nur, bukankah sebelum kamu pinjam, buku ini sudah rusak?” kata
Sekar membolak-balik buku di tangannya. Pangling. Ia mengambil buku di
genggaman teman sebangkunya itu.
“Iya, aku yang merekatkan kembali lembaran-lembaran halaman yang
terlepas dengan lem,” jawab Nur tersenyum.
“Aih, Nur. Buat apa sih kamu repot-repot seperti itu? Nanti juga buku itu
rusak lagi!” cetus Sekar. Nur hanya tersenyum.
Sekarang, mereka sudah tiba di perpustakaan.
“Selamat pagi, Bu Maya!” sapa Nur dan Sekar kepada Bu Maya petugas
perpustakaan.
“Selamat pagi juga Nur dan Sekar,” balas Bu Maya. Bu Maya lalu menerima
buku-buku dari Nur dan Sekar. Ia sibuk mencocokkan nomor induk di lembaran
tanggal kembali yang tertempel pada buku dengan nomor induk pada kantong
peminjam.
Selagi menunggu, Nur berbisik kepada Sekar. “Sekar, coba lihat di pojokan
belakang meja Bu Maya.”
“Oh, tumpukan buku-buku yang sudah rusak itu,” tanggap Sekar. “Lalu
memangnya kenapa? Buku-buku itu kan nanti diperbaiki lagi oleh pengurus
perpustakaan.” “Memang, sih,” sahut Nur.
Setelah mendapatkan kantong peminjaman lagi, Nur dan Sekar menuju
rak buku-buku yang rusak. ”Butuh waktu lama memperbaiki buku-buku ini
semua, Sekar,” kata Nur. “Yang rugi kita juga, lho! Coba kalau buku yang ingin
kita baca ternyata ada di antaranya!”
“Iya, ya? Padahal, buku-buku yang rusak ini masih kelihatan baru!”
“Itu karena peminjamnya tidak memperlakukan buku dengan baik,” imbuh
Nur.
Sekar jadi termangu. “Mereka yang merusak buku ini sepertinya tidak
menghargai buku-buku yang sudah memberikan banyak ilmu pengetahuan
dan wawasan ya!” keluh Sekar.
“Nah, itu kamu sadar,” kata Nur menepuk lembut bahu Sekar. “Kalau bukan
dimulai dari kita, siapa lagi yang mau peduli dengan buku?”
“Kalau begitu, sekarang aku pinjam buku-buku yang rusak ini saja, deh!”
Sekar mengambil dua buku dari kumpulan buku-buku yang rusak itu.
“Lho, itu kan halaman tengahnya sudah lepas? Tidak enak kalau dibaca,”
goda Nur.
“Tidak apa-apa. Nanti aku perbaiki dahulu baru dibaca,” jawab Sekar
semangat.
“Nah, sekarang sudah ada dua pahlawan buku di sekolah kita!” celetuk Bu
Maya. Diam-diam Bu Maya mendengar dialog Nur dan Sekar tadi.
“Eh, Bu Maya. Ibu bisa saja,” kata Nur dan Sekar bersamaan dengan
tersipu-sipu.
Tokoh utama cerita tersebut adalah....
Bu Maya
Nur
Sekar
Rudolf Ganda
Pahlawan Buku
Penulis: Ganda Rudolf
Saat jam istirahat, di salah satu sekolah dasar di Kebumen, Jawa Tengah,
dua siswi perempuan menelusuri koridor sekolah menuju perpustakaan.
”Nur, bukankah sebelum kamu pinjam, buku ini sudah rusak?” kata
Sekar membolak-balik buku di tangannya. Pangling. Ia mengambil buku di
genggaman teman sebangkunya itu.
“Iya, aku yang merekatkan kembali lembaran-lembaran halaman yang
terlepas dengan lem,” jawab Nur tersenyum.
“Aih, Nur. Buat apa sih kamu repot-repot seperti itu? Nanti juga buku itu
rusak lagi!” cetus Sekar. Nur hanya tersenyum.
Sekarang, mereka sudah tiba di perpustakaan.
“Selamat pagi, Bu Maya!” sapa Nur dan Sekar kepada Bu Maya petugas
perpustakaan.
“Selamat pagi juga Nur dan Sekar,” balas Bu Maya. Bu Maya lalu menerima
buku-buku dari Nur dan Sekar. Ia sibuk mencocokkan nomor induk di lembaran
tanggal kembali yang tertempel pada buku dengan nomor induk pada kantong
peminjam.
Selagi menunggu, Nur berbisik kepada Sekar. “Sekar, coba lihat di pojokan
belakang meja Bu Maya.”
“Oh, tumpukan buku-buku yang sudah rusak itu,” tanggap Sekar. “Lalu
memangnya kenapa? Buku-buku itu kan nanti diperbaiki lagi oleh pengurus
perpustakaan.” “Memang, sih,” sahut Nur.
Setelah mendapatkan kantong peminjaman lagi, Nur dan Sekar menuju
rak buku-buku yang rusak. ”Butuh waktu lama memperbaiki buku-buku ini
semua, Sekar,” kata Nur. “Yang rugi kita juga, lho! Coba kalau buku yang ingin
kita baca ternyata ada di antaranya!”
“Iya, ya? Padahal, buku-buku yang rusak ini masih kelihatan baru!”
“Itu karena peminjamnya tidak memperlakukan buku dengan baik,” imbuh
Nur.
Sekar jadi termangu. “Mereka yang merusak buku ini sepertinya tidak
menghargai buku-buku yang sudah memberikan banyak ilmu pengetahuan
dan wawasan ya!” keluh Sekar.
“Nah, itu kamu sadar,” kata Nur menepuk lembut bahu Sekar. “Kalau bukan
dimulai dari kita, siapa lagi yang mau peduli dengan buku?”
“Kalau begitu, sekarang aku pinjam buku-buku yang rusak ini saja, deh!”
Sekar mengambil dua buku dari kumpulan buku-buku yang rusak itu.
“Lho, itu kan halaman tengahnya sudah lepas? Tidak enak kalau dibaca,”
goda Nur.
“Tidak apa-apa. Nanti aku perbaiki dahulu baru dibaca,” jawab Sekar
semangat.
“Nah, sekarang sudah ada dua pahlawan buku di sekolah kita!” celetuk Bu
Maya. Diam-diam Bu Maya mendengar dialog Nur dan Sekar tadi.
“Eh, Bu Maya. Ibu bisa saja,” kata Nur dan Sekar bersamaan dengan
tersipu-sipu.
Cerita tersebut merupakan jenis paragraf....
eksposisi
argumentasi
deskripsi
narasi
