Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MUATAN BIN KD 3.3 TEMA 6 KELAS 5

Total questions: 12

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Sumber Energi Panas

Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi

panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya

adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.

Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas

matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang

disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil

fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk

manusia.

Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara

di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas

matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,

panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,

mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk

mengeringkan pakaian yang basah.

Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!

Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!

Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!

Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?

Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan

panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua

benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu

dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.

Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga

dapat diperoleh dari api. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api

dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar

percikan api. Selain itu, nenek moyang kita dahulu menggunakan kayu

kering lalu digosok-gosokkan dengan tanah yang kering sampai keluar

api. Ternyata gesekan dua benda antara dua batu kering, dan gesekan

antara dua kayu kering dapat menghasilkan energi panas berupa api.

Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.

Sumber : Aprilia, BSE IPA Kelas 4 dengan penyesuaian

Apa judul bacaan tersebut?

a)

Energi Panas Bumi

b)

Energi Panas

c)

Sumber Energi Panas

d)

Sumber Panas Bumi

2.

Sumber Energi Panas

Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi

panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya

adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.

Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas

matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang

disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil

fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk

manusia.

Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara

di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas

matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,

panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,

mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk

mengeringkan pakaian yang basah.

Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!

Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!

Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!

Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?

Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan

panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua

benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu

dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.

Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga

dapat diperoleh dari api. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api

dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar

percikan api. Selain itu, nenek moyang kita dahulu menggunakan kayu

kering lalu digosok-gosokkan dengan tanah yang kering sampai keluar

api. Ternyata gesekan dua benda antara dua batu kering, dan gesekan

antara dua kayu kering dapat menghasilkan energi panas berupa api.

Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.

Sumber : Aprilia, BSE IPA Kelas 4 dengan penyesuaian

Kata kunci adalah kata-kata yang kamu anggap penting dalam sebuah paragraf. Berikut yang bukan kata kunci pada paragraf pertama adalah….

a)

proses fotosintesis

b)

energi panas

c)

sumber energi

d)

panas bumi

3.

Sumber Energi Panas

Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi

panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya

adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.

Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas

matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang

disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil

fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk

manusia.

Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara

di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas

matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,

panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,

mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk

mengeringkan pakaian yang basah.

Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!

Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!

Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!

Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?

Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan

panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua

benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu

dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.

Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga

dapat diperoleh dari api. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api

dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar

percikan api. Selain itu, nenek moyang kita dahulu menggunakan kayu

kering lalu digosok-gosokkan dengan tanah yang kering sampai keluar

api. Ternyata gesekan dua benda antara dua batu kering, dan gesekan

antara dua kayu kering dapat menghasilkan energi panas berupa api.

Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.

Sumber : Aprilia, BSE IPA Kelas 4 dengan penyesuaian

Kesimpulan dari bacaan tersebut adalah....

a)

Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi panas.

Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.

Energi panas matahari dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup.

Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua benda. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar percikan api.

Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.

b)

Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi

panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya

adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.

Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas

matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang

disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil

fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk

manusia.

c)

Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara

di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas

matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,

panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,

mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk

mengeringkan pakaian yang basah.

d)

Sumber Energi Panas

Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi

panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya

adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.

Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas

matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang

disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil

fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk

manusia.

Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara

di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas

matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,

panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,

mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk

mengeringkan pakaian yang basah.

Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!

Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!

Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!

Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?

Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan

panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua

benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu

dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.

4.

Sumber Energi Panas

Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi

panas. Sumber energi panas dapat kita jumpai di alam, salah satunya

adalah matahari. Matahari merupakan sumber energi panas terbesar.

Semua makhluk hidup memerlukan energi panas matahari. Energi panas

matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang

disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil

fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk

manusia.

Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara

di bumi menjadi hangat. Dalam kehidupan sehari-hari, energi panas

matahari dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan manusia. Misalnya,

panas matahari digunakan untuk mengeringkan padi setelah dipanen,

mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk

mengeringkan pakaian yang basah.

Cobalah kamu gosokkan kedua tanganmu selama satu menit!

Apa yang kamu rasakan? Sekarang, ambillah sebuah mistar plastik!

Kemudian gosok-gosokkanlah pada kain yang kering selama dua menit!

Lalu sentuhlah permukaan mistar plastik itu! Apa yang kamu rasakan?

Setelah kamu melakukan dua kegiatan tersebut, apakah kamu merasakan

panas? Energi panas dapat dihasilkan ketika terjadi gesekan antara dua

benda. Pada kegiatan di atas, gesekan antara kedua telapak tanganmu

dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.

Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga

dapat diperoleh dari api. Pada zaman dahulu, orang mendapatkan api

dengan cara menggosokkan dua buah batu yang kering sampai keluar

percikan api. Selain itu, nenek moyang kita dahulu menggunakan kayu

kering lalu digosok-gosokkan dengan tanah yang kering sampai keluar

api. Ternyata gesekan dua benda antara dua batu kering, dan gesekan

antara dua kayu kering dapat menghasilkan energi panas berupa api.

Saat ini api mudah dihasilkan dari korek api dan kompor.

Sumber : Aprilia, BSE IPA Kelas 4 dengan penyesuaian

Ide pokok paragraf kedua adalah....

a)

Gesekan antara kedua telapak tangan

dan gesekan antara mistar dan kain, dapat menimbulkan energi panas.

b)

Selain matahari dan gesekan antara dua benda, energi panas juga

dapat diperoleh dari api.

c)

Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi

panas.

d)

Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara

di bumi menjadi hangat.

5.

Perpindahan Panas atau Kalor

Pernahkah kamu membantu ibumu memasak sayur? Tahukah kamu

mengapa api kompor dapat memanaskan air dalam panci sehingga

sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang? Ketika kamu memasak

sayuran, panas dari api kompor berpindah ke dalam panci. Kemudian,

panas tersebut berpindah ke dalam air sehingga air menjadi panas

dan sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang. Peristiwa tersebut

membuktikan bahwa panas dapat berpindah.

Letak matahari dari planet kita ini sangat jauh, yaitu sekitar

152.100.000 km (Seratus lima puluh dua juta seratus ribu kilometer).

Akan tetapi, panas dari matahari dapat berpindah atau merambat ke

planet kita sehingga kita dapat merasakan hangatnya sinar matahari.

Andai saja panas matahari tidak dapat berpindah ke bumi, dapatkah

kamu membayangkan bagaimana keadaan bumi kita ini?

Panas berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang

bersuhu lebih rendah. Bagaimana panas dapat berpindah? Panas dapat

berpindah melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi

adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda

padat. Contoh konduksi adalah panci logam yang panas karena diletakkan

di atas kompor yang berapi. Konveksi adalah perpindahan panas yang

disertai dengan perpindahan bagian zat perantaranya. Misalnya, air di dalam panci yang dipanaskan hingga mendidih. Sedangkan radiasi adalah

cara perpindahan panas dengan pancaran yang tidak membutuhkan zat

perantara. Peristiwa radiasi yang terjadi sehari-hari adalah sinar matahari

yang sampai ke bumi dan menghangatkan udara serta makhluk hidup di

bumi.

Sumber : IPA BSE kelas 5, Pusat Perbukuan, 2010

Hal penting pada paragraf pertama adalah....

a)

Pernahkah kamu membantu ibumu memasak sayur?

b)

Letak matahari dari planet kita ini sangat jauh, yaitu sekitar

152.100.000 km

c)

Api kompor dapat memanaskan air dan sayuran di dalam

panci.

d)

Konduksi

adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda

padat.

6.

Perpindahan Panas atau Kalor

Pernahkah kamu membantu ibumu memasak sayur? Tahukah kamu

mengapa api kompor dapat memanaskan air dalam panci sehingga

sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang? Ketika kamu memasak

sayuran, panas dari api kompor berpindah ke dalam panci. Kemudian,

panas tersebut berpindah ke dalam air sehingga air menjadi panas

dan sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang. Peristiwa tersebut

membuktikan bahwa panas dapat berpindah.

Letak matahari dari planet kita ini sangat jauh, yaitu sekitar

152.100.000 km (Seratus lima puluh dua juta seratus ribu kilometer).

Akan tetapi, panas dari matahari dapat berpindah atau merambat ke

planet kita sehingga kita dapat merasakan hangatnya sinar matahari.

Andai saja panas matahari tidak dapat berpindah ke bumi, dapatkah

kamu membayangkan bagaimana keadaan bumi kita ini?

Panas berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang

bersuhu lebih rendah. Bagaimana panas dapat berpindah? Panas dapat

berpindah melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi

adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda

padat. Contoh konduksi adalah panci logam yang panas karena diletakkan

di atas kompor yang berapi. Konveksi adalah perpindahan panas yang

disertai dengan perpindahan bagian zat perantaranya. Misalnya, air di dalam panci yang dipanaskan hingga mendidih. Sedangkan radiasi adalah

cara perpindahan panas dengan pancaran yang tidak membutuhkan zat

perantara. Peristiwa radiasi yang terjadi sehari-hari adalah sinar matahari

yang sampai ke bumi dan menghangatkan udara serta makhluk hidup di

bumi.

Sumber : IPA BSE kelas 5, Pusat Perbukuan, 2010

Arti kata yang digarisbawahi adalah....

a)

panas dan cahaya yang berasal dari sesuatu yang terbakar; nyala

b)

yang dipancarkan (disemburkan, dikeluarkan)

c)

terasa seperti terbakar atau terasa dekat dengan api; bersuhu relatif tinggi

d)

ukuran kuantitatif terhadap temperatur; panas dan dingin, diukur dengan termometer

7.

Penggunaan Benda Konduktor dan

Isolator

Kamu sudah tahu, bahwa panas dapat berpindah dari satu tempat ke

tempat lain melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Ingat kembali, apa

yang dimaksud dengan konduksi, konveksi, dan radiasi? Pikirkan bersama

dalam kelompok kecil! Barang-barang dalam kehidupan sehari-hari

banyak yang memanfaatkan sifat benda sebagai konduktor atau isolator.

Benda apakah itu?

Selimut dan panci merupakan benda yang

memanfaatkan sifat ini. Selimut memerangkap

udara. Udara adalah isolator, sehingga tidak

menghantarkan panas yang keluar dari tubuhmu.

Dengan demikian, badanmu tetap terasa hangat.

Terbuat dari apakah panci? Panci terbuat dari

bahan logam, misalnya alumunium. Alumunium

merupakan penghantar panas yang baik. Panci akan

menghantarkan panas ke makanan yang dimasak.

Pegangan panci terbuat dari plastik. Plastik

merupakan isolator sehingga kamu tidak akan

kepanasan ketika memegangnya.

Mesin mobil dan motor terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan

panas. Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang

ideal. Karena itu, mesin dibuat dari bahan konduktor sebagai penghantar panas. Dari uraian di atas, kamu sudah tahu mana bahan yang bersifat

konduktor dan isolator. Selain selimut, dan panci, tentu kamu dengan

mudah menjumpai penggunaan benda yang bersifat konduktor dan

isolator dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : IPA BSE Kelas 6, Pusbuk, 2010

Apakah penulisan kata yang digarisbawahi sudah benar? Jika salah perbaikan yang benar adalah....

a)

iya, sudah benar

b)

iya, memang salah

c)

salah, seharusnya alumunium

d)

salah, seharusnya aluminium

8.

Penggunaan Benda Konduktor dan

Isolator

Kamu sudah tahu, bahwa panas dapat berpindah dari satu tempat ke

tempat lain melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Ingat kembali, apa

yang dimaksud dengan konduksi, konveksi, dan radiasi? Pikirkan bersama

dalam kelompok kecil! Barang-barang dalam kehidupan sehari-hari

banyak yang memanfaatkan sifat benda sebagai konduktor atau isolator.

Benda apakah itu?

Selimut dan panci merupakan benda yang

memanfaatkan sifat ini. Selimut memerangkap

udara. Udara adalah isolator, sehingga tidak

menghantarkan panas yang keluar dari tubuhmu.

Dengan demikian, badanmu tetap terasa hangat.

Terbuat dari apakah panci? Panci terbuat dari

bahan logam, misalnya alumunium. Alumunium

merupakan penghantar panas yang baik. Panci akan

menghantarkan panas ke makanan yang dimasak.

Pegangan panci terbuat dari plastik. Plastik

merupakan isolator sehingga kamu tidak akan

kepanasan ketika memegangnya.

Mesin mobil dan motor terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan

panas. Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang

ideal. Karena itu, mesin dibuat dari bahan konduktor sebagai penghantar panas. Dari uraian di atas, kamu sudah tahu mana bahan yang bersifat

konduktor dan isolator. Selain selimut, dan panci, tentu kamu dengan

mudah menjumpai penggunaan benda yang bersifat konduktor dan

isolator dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : IPA BSE Kelas 6, Pusbuk, 2010

Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang

ideal. Karena itu, mesin dibuat dari bahan konduktor sebagai penghantar panas.

Pernyataan tersebut terdapat pada paragraf....

a)

4

b)

3

c)

2

d)

1

9.

Penggunaan Benda Konduktor dan

Isolator

Kamu sudah tahu, bahwa panas dapat berpindah dari satu tempat ke

tempat lain melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Ingat kembali, apa

yang dimaksud dengan konduksi, konveksi, dan radiasi? Pikirkan bersama

dalam kelompok kecil! Barang-barang dalam kehidupan sehari-hari

banyak yang memanfaatkan sifat benda sebagai konduktor atau isolator.

Benda apakah itu?

Selimut dan panci merupakan benda yang

memanfaatkan sifat ini. Selimut memerangkap

udara. Udara adalah isolator, sehingga tidak

menghantarkan panas yang keluar dari tubuhmu.

Dengan demikian, badanmu tetap terasa hangat.

Terbuat dari apakah panci? Panci terbuat dari

bahan logam, misalnya alumunium. Alumunium

merupakan penghantar panas yang baik. Panci akan

menghantarkan panas ke makanan yang dimasak.

Pegangan panci terbuat dari plastik. Plastik

merupakan isolator sehingga kamu tidak akan

kepanasan ketika memegangnya.

Mesin mobil dan motor terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan

panas. Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang

ideal. Karena itu, mesin dibuat dari bahan konduktor sebagai penghantar panas. Dari uraian di atas, kamu sudah tahu mana bahan yang bersifat

konduktor dan isolator. Selain selimut, dan panci, tentu kamu dengan

mudah menjumpai penggunaan benda yang bersifat konduktor dan

isolator dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : IPA BSE Kelas 6, Pusbuk, 2010

Berdasarkan bacaan tersebut, tiga hal yang dapat kamu pahami dari bacaan adalah....

a)

Panas dapat berpindah dari satu tempat ke

tempat lain melalui konduksi, konveksi, dan radiasi.

b)

Terbuat dari apakah panci?

c)

Selimut dan panci merupakan benda yang

memanfaatkan sifat isolator.

d)

Mesin mobil dan motor terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan

panas.

10.

Pahlawan Buku

Penulis: Ganda Rudolf

Saat jam istirahat, di salah satu sekolah dasar di Kebumen, Jawa Tengah,

dua siswi perempuan menelusuri koridor sekolah menuju perpustakaan.

”Nur, bukankah sebelum kamu pinjam, buku ini sudah rusak?” kata

Sekar membolak-balik buku di tangannya. Pangling. Ia mengambil buku di

genggaman teman sebangkunya itu.

“Iya, aku yang merekatkan kembali lembaran-lembaran halaman yang

terlepas dengan lem,” jawab Nur tersenyum.

“Aih, Nur. Buat apa sih kamu repot-repot seperti itu? Nanti juga buku itu

rusak lagi!” cetus Sekar. Nur hanya tersenyum.

Sekarang, mereka sudah tiba di perpustakaan.

“Selamat pagi, Bu Maya!” sapa Nur dan Sekar kepada Bu Maya petugas

perpustakaan.

“Selamat pagi juga Nur dan Sekar,” balas Bu Maya. Bu Maya lalu menerima

buku-buku dari Nur dan Sekar. Ia sibuk mencocokkan nomor induk di lembaran

tanggal kembali yang tertempel pada buku dengan nomor induk pada kantong

peminjam.

Selagi menunggu, Nur berbisik kepada Sekar. “Sekar, coba lihat di pojokan

belakang meja Bu Maya.”

“Oh, tumpukan buku-buku yang sudah rusak itu,” tanggap Sekar. “Lalu

memangnya kenapa? Buku-buku itu kan nanti diperbaiki lagi oleh pengurus

perpustakaan.” “Memang, sih,” sahut Nur.

Setelah mendapatkan kantong peminjaman lagi, Nur dan Sekar menuju

rak buku-buku yang rusak. ”Butuh waktu lama memperbaiki buku-buku ini

semua, Sekar,” kata Nur. “Yang rugi kita juga, lho! Coba kalau buku yang ingin

kita baca ternyata ada di antaranya!”

“Iya, ya? Padahal, buku-buku yang rusak ini masih kelihatan baru!”

“Itu karena peminjamnya tidak memperlakukan buku dengan baik,” imbuh

Nur.

Sekar jadi termangu. “Mereka yang merusak buku ini sepertinya tidak

menghargai buku-buku yang sudah memberikan banyak ilmu pengetahuan

dan wawasan ya!” keluh Sekar.

“Nah, itu kamu sadar,” kata Nur menepuk lembut bahu Sekar. “Kalau bukan

dimulai dari kita, siapa lagi yang mau peduli dengan buku?”

“Kalau begitu, sekarang aku pinjam buku-buku yang rusak ini saja, deh!”

Sekar mengambil dua buku dari kumpulan buku-buku yang rusak itu.

“Lho, itu kan halaman tengahnya sudah lepas? Tidak enak kalau dibaca,”

goda Nur.

“Tidak apa-apa. Nanti aku perbaiki dahulu baru dibaca,” jawab Sekar

semangat.

“Nah, sekarang sudah ada dua pahlawan buku di sekolah kita!” celetuk Bu

Maya. Diam-diam Bu Maya mendengar dialog Nur dan Sekar tadi.

“Eh, Bu Maya. Ibu bisa saja,” kata Nur dan Sekar bersamaan dengan

tersipu-sipu.

Pengarang cerita tersebut adalah....

a)

Penulis Ganda

b)

Ganda Rudolf

c)

Penulis Rudolf

d)

Rudolf Ganda

11.

Pahlawan Buku

Penulis: Ganda Rudolf

Saat jam istirahat, di salah satu sekolah dasar di Kebumen, Jawa Tengah,

dua siswi perempuan menelusuri koridor sekolah menuju perpustakaan.

”Nur, bukankah sebelum kamu pinjam, buku ini sudah rusak?” kata

Sekar membolak-balik buku di tangannya. Pangling. Ia mengambil buku di

genggaman teman sebangkunya itu.

“Iya, aku yang merekatkan kembali lembaran-lembaran halaman yang

terlepas dengan lem,” jawab Nur tersenyum.

“Aih, Nur. Buat apa sih kamu repot-repot seperti itu? Nanti juga buku itu

rusak lagi!” cetus Sekar. Nur hanya tersenyum.

Sekarang, mereka sudah tiba di perpustakaan.

“Selamat pagi, Bu Maya!” sapa Nur dan Sekar kepada Bu Maya petugas

perpustakaan.

“Selamat pagi juga Nur dan Sekar,” balas Bu Maya. Bu Maya lalu menerima

buku-buku dari Nur dan Sekar. Ia sibuk mencocokkan nomor induk di lembaran

tanggal kembali yang tertempel pada buku dengan nomor induk pada kantong

peminjam.

Selagi menunggu, Nur berbisik kepada Sekar. “Sekar, coba lihat di pojokan

belakang meja Bu Maya.”

“Oh, tumpukan buku-buku yang sudah rusak itu,” tanggap Sekar. “Lalu

memangnya kenapa? Buku-buku itu kan nanti diperbaiki lagi oleh pengurus

perpustakaan.” “Memang, sih,” sahut Nur.

Setelah mendapatkan kantong peminjaman lagi, Nur dan Sekar menuju

rak buku-buku yang rusak. ”Butuh waktu lama memperbaiki buku-buku ini

semua, Sekar,” kata Nur. “Yang rugi kita juga, lho! Coba kalau buku yang ingin

kita baca ternyata ada di antaranya!”

“Iya, ya? Padahal, buku-buku yang rusak ini masih kelihatan baru!”

“Itu karena peminjamnya tidak memperlakukan buku dengan baik,” imbuh

Nur.

Sekar jadi termangu. “Mereka yang merusak buku ini sepertinya tidak

menghargai buku-buku yang sudah memberikan banyak ilmu pengetahuan

dan wawasan ya!” keluh Sekar.

“Nah, itu kamu sadar,” kata Nur menepuk lembut bahu Sekar. “Kalau bukan

dimulai dari kita, siapa lagi yang mau peduli dengan buku?”

“Kalau begitu, sekarang aku pinjam buku-buku yang rusak ini saja, deh!”

Sekar mengambil dua buku dari kumpulan buku-buku yang rusak itu.

“Lho, itu kan halaman tengahnya sudah lepas? Tidak enak kalau dibaca,”

goda Nur.

“Tidak apa-apa. Nanti aku perbaiki dahulu baru dibaca,” jawab Sekar

semangat.

“Nah, sekarang sudah ada dua pahlawan buku di sekolah kita!” celetuk Bu

Maya. Diam-diam Bu Maya mendengar dialog Nur dan Sekar tadi.

“Eh, Bu Maya. Ibu bisa saja,” kata Nur dan Sekar bersamaan dengan

tersipu-sipu.

Tokoh utama cerita tersebut adalah....

a)

Bu Maya

b)

Nur

c)

Sekar

d)

Rudolf Ganda

12.

Pahlawan Buku

Penulis: Ganda Rudolf

Saat jam istirahat, di salah satu sekolah dasar di Kebumen, Jawa Tengah,

dua siswi perempuan menelusuri koridor sekolah menuju perpustakaan.

”Nur, bukankah sebelum kamu pinjam, buku ini sudah rusak?” kata

Sekar membolak-balik buku di tangannya. Pangling. Ia mengambil buku di

genggaman teman sebangkunya itu.

“Iya, aku yang merekatkan kembali lembaran-lembaran halaman yang

terlepas dengan lem,” jawab Nur tersenyum.

“Aih, Nur. Buat apa sih kamu repot-repot seperti itu? Nanti juga buku itu

rusak lagi!” cetus Sekar. Nur hanya tersenyum.

Sekarang, mereka sudah tiba di perpustakaan.

“Selamat pagi, Bu Maya!” sapa Nur dan Sekar kepada Bu Maya petugas

perpustakaan.

“Selamat pagi juga Nur dan Sekar,” balas Bu Maya. Bu Maya lalu menerima

buku-buku dari Nur dan Sekar. Ia sibuk mencocokkan nomor induk di lembaran

tanggal kembali yang tertempel pada buku dengan nomor induk pada kantong

peminjam.

Selagi menunggu, Nur berbisik kepada Sekar. “Sekar, coba lihat di pojokan

belakang meja Bu Maya.”

“Oh, tumpukan buku-buku yang sudah rusak itu,” tanggap Sekar. “Lalu

memangnya kenapa? Buku-buku itu kan nanti diperbaiki lagi oleh pengurus

perpustakaan.” “Memang, sih,” sahut Nur.

Setelah mendapatkan kantong peminjaman lagi, Nur dan Sekar menuju

rak buku-buku yang rusak. ”Butuh waktu lama memperbaiki buku-buku ini

semua, Sekar,” kata Nur. “Yang rugi kita juga, lho! Coba kalau buku yang ingin

kita baca ternyata ada di antaranya!”

“Iya, ya? Padahal, buku-buku yang rusak ini masih kelihatan baru!”

“Itu karena peminjamnya tidak memperlakukan buku dengan baik,” imbuh

Nur.

Sekar jadi termangu. “Mereka yang merusak buku ini sepertinya tidak

menghargai buku-buku yang sudah memberikan banyak ilmu pengetahuan

dan wawasan ya!” keluh Sekar.

“Nah, itu kamu sadar,” kata Nur menepuk lembut bahu Sekar. “Kalau bukan

dimulai dari kita, siapa lagi yang mau peduli dengan buku?”

“Kalau begitu, sekarang aku pinjam buku-buku yang rusak ini saja, deh!”

Sekar mengambil dua buku dari kumpulan buku-buku yang rusak itu.

“Lho, itu kan halaman tengahnya sudah lepas? Tidak enak kalau dibaca,”

goda Nur.

“Tidak apa-apa. Nanti aku perbaiki dahulu baru dibaca,” jawab Sekar

semangat.

“Nah, sekarang sudah ada dua pahlawan buku di sekolah kita!” celetuk Bu

Maya. Diam-diam Bu Maya mendengar dialog Nur dan Sekar tadi.

“Eh, Bu Maya. Ibu bisa saja,” kata Nur dan Sekar bersamaan dengan

tersipu-sipu.

Cerita tersebut merupakan jenis paragraf....

a)

eksposisi

b)

argumentasi

c)

deskripsi

d)

narasi