WorksheetsKebijakan Perdagangan Internasional
Total questions: 20
Worksheet time: 14mins
Rangkaian tindakan atau peraturan pemerintah yang akan diambil untuk mengatasi kesulitan atau masalah PI guna melindungi kepentingan nasional.
Perdagangan internasional
Kebijakan perdagangan internasional
Tujuan perdagangan internasional
Manfaat perdagangan internasional
Peraturan perdagangan internasional
Beberapa alasan keperluan intervensi pemerintah dalam menetapkan kebijakan perdagangan internasional, yaitu
ekonomi & politik
ekonomi & kebutuhan masyarakat
politik & kebidayaan
politik dan keamanan negara
ekonomi dan perlindungan negara
Mendukung usaha dalam negeri akan menolong perusahaan dalam negeri untuk menghasilkan yang baik, merupakan alasan intervensi pemerintah dalam bidang. . . .
politik
ekonomi
sosial
perdagangan
keamanan nasional
Keamanan nasional, retaliasasi, hak asasi manusia, merupakan alasan intervensi pemerintah dalam menertapkan kebijakan perdagangan internasional dalam bidang . . . .
ekonomi
sosial
infant industry
perhubungan
politik
Di bawah ini yang bukan tujuan kebijakan perdagangan internasional
Autarki
Kesejahteraan
Proteksi
Keseimbangan neraca pembayaran
Kemakmuran antar negara
Suatu daftar yang disusun secara sistematis yang dipergunakan untuk membukukan semua transaksi ekonomi yang dilakukan penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain dalam waktu satu tahun.
Tarif dan bea masuk
Subsidi
Neraca Pembayaran
Neraca Saldo
Neraca Jasa
Dumping, subsidi, diskriminasi harga, premi, termasuk dalam kebijakan . . . .
Kebijakan impor
Kebijakaran ekspor
Kebijakan tarif
Kebijakan perdagangan bebas
Kebijakan proteksi
Kebijakan dimana penjual membebankan harga berbeda untuk setiap pelanggan atau kelompok pelanggan disebut . . . .
Premi
Subsidi
Diskriminasi harga
Kuota ekspor
Larangan ekspor
Pembatasan yang diberlakukan pemerintah negara eksportir terhadap kuantitas barang yang diekspor dalam jangka waktu tertentu disebut . . . .
Dumping
Larangan ekspor
Larangan impor
Kuota ekspor
Kuota impor
Kebijakan untuk menjual suatu komoditas barang di luar negeri, namun komoditas tersebut dijual lebih murah ketimbang negara asalnya disebut kebijakan . . . .
Dumping
Subsidi
Premi
Kuota ekspor
Larangan ekspor
Kebijakan perdagangan yang mendukung penggantian barang impor asing dengan barang produksi dalam negeri disebut . . . .
Pengenaan bea masuk
Kuota impor
Larangan impor
Kebijakan substitusi impor
Dumping
Kebijakan dimana pemerintah tidak melakukan diskriminasi terhadap impor atau ekspor disebut . . . .
Kuota ekspor
Diskriminasi harga
Kuota impor
Larangan ekspor
Kebijakan politik dagang bebas
Contoh penerapan kebijakan pemerintah salah satunya jual beli benur (bibit lobster)
Subsidi
Premi
Dumping
Bea masuk/tarif
Diskriminasi harga
Kebijakan perdagangan dengan tujuan untuk menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh negara lain, baik pengaruh politik, ekonomi, maupun militer disebut kebijakan
Kebijakan ekspor
Kebijakan impor
Kebijakan proteksi
Kebijakan politik autarki
Kebijakan tarif
Dibawah ini yang tidak termasuk dalam kebijakan tarif yaitu . . . .
Ad Valorem duties
Countervailing duties
Specific duties
Compound duties
Bea yang tingginya dinyatakan untuk tiap ukuran fisik barang tersebut disebut . . . .
Ad Valorem duties
countervailing duties
Specific duties
Compound duties
Di bawah ini yang termasuk dari tujuan pembentukan WTO adalah . . . .
Meningkatkan standar hidup untuk masyarakat di seluruh dunia.
Mengatur perjanjian antarnegara dalam perdagangan.
Menyelesaikan sengketa perdagangan
Memberikan bantuan aktif kepada negara-negara berkembang
Dibawah ini yang termasuk persetujuan-persetujuan WTO, kecuali . . . .
Pengikatan Tarif (Tariff Binding)
Kepemilikan intelektual (Trade-Related Aspects of Intellectual Properties/ TRIPs)
Penyelesaian sengketa (Dispute Settlements)
Barang/goods (General Agreement on Tariff and Trade/ GATT)
Perlakuan yang sama untuk semua anggota (Most Favoured Nations Treatment-MFN) merupakan bagian dari . . . .
Fungsi WTO
Tujuan WTO
Prinsip Dasar WTO
Manfaat WTO
Tugas WTO
WTO berdiri pada tahun
1991
1992
1993
1994
1995
