Worksheets5A- Latihan Tes Alur Cerita Fiksi
Total questions: 10
Worksheet time: 6mins
“Nadia...Nadia!!” Hampir lima menit Nina memanggil-manggil nama Nadia, tapi tak ada sahutan sama sekali. Nina semakin penasaran dibuatnya.
Dengan langkah layu. Nina pun kembali melaju di atas sepedanya yang berwarna kuning tersebut. Sekilas tampak Nina menghapus cairan bening yang menetes di sela-sela matanya. Hanya dalam hitungan menit, Nina pun terlihat dengan senyum cerianya lagi.
Berdasarkan kutipan cerpen di atas, Nina memiliki sifat
cepat marah
cepat mengeluh
mudah ceria
cepat putus asa
Anggit tidak kuasa menahan tangisnya ketika menuturkan kondisi keluarganya. Anggit sengaja keluar dari sekolah. Ia tidak memiliki biaya untuk sekolah. Ia harus membiayai dirinya dan sang ibu. Keinginan Anggit sebenarnya tidak berlebihan. Pengamen cilik yang biasa mangkal di perempatan jalan itu hanya ingin sekolah.
Cerita di atas memiliki tema ….
Keikhlasan seorang anak.
Kejujuran seorang anak.
Kesedihan seorang anak.
Ketulusan hati seorang anak.
Rangkaian peristiwa disebut juga...
Jalur
Urutan
Alur
Rencana
Suatu hari ada kupu-kupu bersayap hitam yang terbang melintas. Tuvi dengan sombongnya mengejek kupu-kupu tersebut karena memiliki sayap hitam yang jelek. Kupu-kupu tersebut kemudian menangis, dia merasa sangat sedih dan malu. Bahkan dia tidak berani lagi terbang dan bermain di sekitar taman bunga.
Watak tokoh Tuvi adalah ....
pemberani
penyayang
sombong
pembohong
Timun emas terus berlari ketakutan. Sementara Buto Ijo terus mengejarnya. Untunglah orang tuanya, Mbok Dadapan memberikan bekal untuk melindungi putrinya. Sampai akhirnya Buto Ijo tenggelam di laut yang luas.
Watak Buto Ijo adalah …
sombong
murah hati
bijaksana
kejam
Pagi ini, Buyung ke rumah seorang saudagar kaya di kampungnya. Di sana dia mengambil beberapa potong kain untuk dijual. “Tuan, saya berangkat, kata Buyung kepada saudagar kaya itu.
Latar waktu cuplikan cerita di atas adalah …
siang hari
sore hari
pagi hari
malam hari
Nunu tak peduli diejek kawan-kawannya. Dia tetap masuk Taman Bacaan “Kancil”. Siang itu dia sengaja menyempatkan mampir ke tempat baca itu. “Semakin banyak membaca buku, ternyata makin banyak yang ku tahu”, gumam Nunu.
Tokoh dalam penggalan cerita di atas adalah….
dia
Taman Bacaan “Kancil”
Nunu
kawan-kawannya
Nunu tak peduli diejek kawan-kawannya. Dia tetap masuk Taman Bacaan “Kancil”. Siang itu dia sengaja menyempatkan mampir ke tempat baca itu. “Semakin banyak membaca buku, ternyata makin banyak yang ku tahu”, gumam Nunu.
Latar tempat pada penggalan cerita di atas adalah…
Taman Bacaan “Kancil”
siang itu
sengaja mampir
buku
Bacalah dongeng berikut !
Sungguh di luar dugaan. Begitu terbebas dari batu yang menghimpitnya, ular itu langsung mematuk kaki saudagar. Si saudagar kaget bukan kepalang hingga jatuh terjengkang. Tentu saja saudagar menjadi berang.
“Dasar ular tak tahu terima kasih. Kenapa kau mematukku?”
“Buat apa aku harus berterima kasih?” jawab ular.
“Hai! Kalau tadi tak kutolong, kau pasti mati di bawah batu itu!”
“Benar. Tapi aku tidak akan tertindih batu kalau kau tidak menindihkannya.”
Saudagar itu kaget. Ia baru ingat, rupanya itu ular yang siang tadi ditindihnya dengan batu.
Saudagar itu tidak mau mendengar segala macam alasan. Ia tak mau mengingat kesalahannya sendiri.
Yang dipikirkannya hanyalah bahwa ia telah menolong ular itu.
Watak saudagar pada cerita di atas adalah ….
Suka menolong
Suka usil
Lapang dada terhadap kesalahan
Tidak mengakui kesalahan
Pesan yang ingin disampaikan oleh penulis dalam membuat cerita disebut . . . .
alur
tema
latar
amanat
