NEW
Font size
WorksheetsNeuro Epilepsi dan Pediatrik I (1-39)
Total questions: 39
Worksheet time: 29mins
1. Seorang wanita, 21 tahun datang ke poliklinik epilepsi bersama orangtuanya dengan keluhan kejang yang diawali kelojotan pada lengan kiri diikuti seluruh badan kemudian tidak sadar sekitar 2-3 menit. Setahun ini bisa 4-6 kali tanpa pencetus. Terakhir kejang minggu lalu. RPD: trauma kepala jatuh dari ketinggian 2 meter, 3 tahun lalu. Tipe epilepsi pada pasien ini adalah (sesuai klasifikasi ILAE 2017):
Generalized epilepsy
Focal epilepsy secondary generalized
Epilepsi Fokal menjadi bilateral tonik klonik
Epilepsi absans
Epilepsi mioklonik
2. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang dengan keluhan kejang bangkitan fokal dengan lateralisasi ke kiri. Kejang tersebut lebih sering pada saat pasien datang bulan. Terapi pada pasien yang tepat adalah?
Levetirasetam
Phenitoin
Topiramat
Karbamasepin
Clobazam
3. Seorang wanita 22 tahun dibawa ke poliklinik saraf dengan keluhan adanya gerakan-gerakan mengecap dengan postur distonik unilateral diikuti kejang tonik klonik pada tubuh berlangsung 2 menit, tidak disadari pasien, sebelumnya ada perasaan tidak enak di perut dan rasa ketakutan. Setelahnya pasien merasa kelelahan dan bingung. Keadaan ini terjadi berulang kali dalam 3 bulan ini. Tinjauan semiologi pasien ini dapat dikategorikan dalam:
Epilepsi lobus frontalis
Epilepsi lobus temporalis
Epilepsi lobus parietalis
Epilepsi lobus oksipitalis
Epilepsi umum
4. Seorang pria, 28 tahun, telah di diagnosis dengan epilepsi lobus temporalis sejak 8 tahun lalu menggunakan obat teratur. Saat ini mengalami bangkitan terus menerus sejak 1 jam sebelum mrs tanpa pemulihan kesadaran. Setiba di RS pasien diberikan protokol sebagai status epileptikus, karena masih ada bangkitan pasien dirawat di ICU. Setelah diberikan obat anestesi bangkitan masih berlanjut terus. Pasien ini di diagnosis Super Refrakter status epileptikus bila:
Bangkitan masih berlanjut > 2 jam setelah dimulainya obat anestesi
Bangkitan masih berlanjut > 6 jam setelah dimulainya obat anestsi
Bangkitan masih berlanjut > 8 jam setelah dimulainya obat anestesi
Bangkitan masih berlanjut > 12 jam setelah dimulainya obat anestesi
Bangkitan masih berlanjut >24 jam setelah dimulainya obat anestesi
5. Seorang anak laki-laki usia 7 tahun datang di poliklinik dengan gejala klinis berupa melamun dan bengong, aktivitas terhenti sesaat, lalu kembali seperti biasa, dan tidak tahu apa yang terjadi, dialami banyak kali dalam sehari selama 1.5 bulan ini. Pada EEG ditemukan gelombang 3 Hz spike and slow wave complex. Pasien direncanakan untuk mendapatkan terapi OAE, manakah mekanisme kerja obat yang tepat pada pasien tersebut?
Memodulasi kanal kalsium tipe N, blok kanal soium, menurunkan glutamat
Menurunkan eksitabilitas glutamate, blok kanal sodium, blok kanal calsium
Meningkatkan aktivitas reseptor GABA, blok kanal sodium, menurunkan reseptor NMDA
Memblok kanal sodium, kalsium dan NMDA
Berikatan dengan reseptor SV2A
6. Seorang pria 24 tahun diantar keluarganya dengan keluhan suka tertawa sendiri, di diagnosis sebagai kejang gelastik. Lesi paling sering dapat disebabkan adanya?
Hamartoma area amigdala
Hamartoma corpus kalosum
Hamartoma hipotalamus
Hamartoma pituitary
Hamartoma hipokampus
7. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan kejang. Kejang sudah terkontrol dengan dua macam obat anti epilepsi sejak 1 tahun yang lalu. Saat ini penderita sedang hamil anak pertama, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar alfa fetoprotein serum. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan tersebut?
Minggu ke 4-8 kehamilan
Minggu ke 8-12 kehamilan
Minggu ke 14-16 kehamilan
Minggu ke 16-20 kehamilan
Minggu ke 20-24 kehamilan
8. Seorang laki-laki berumur 16 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan utama kedua kaki meliuk-liuk berulang sehingga gaya berjalan aneh. Keluhan ini memburuk pada siang hari. Pasien juga mengalami kelambanan saat mengancingkan kemeja.Pemeriksaan fisik didapatkan tremor saat istirahat dan bradikinesia. Keluhan berkurang setelah diterapi dengan dopamine. Apakah patofisiologi yang mendasari kasus di atas?
Mutasi gen DYT4
Mutasi gen DYT5
Mutasi gen DYT7
Mutasi gen DYT11
Mutasi gen DYT12, DOPAMIN NON RESPONSIF
9. Seorang anak perempuan berusia 1 tahun, dibawa ibunya ke poliklinik saraf dengan keluhan kejang. Kejang pertama saat usia 6 bulan. Kejang dengan kepala tersentak seperti menunduk dan mau terjatuh, kedua tangan tersentak melipat ke arah depan, kedua kaki kaku. Durasi 10 detik, frekuensi 3-5x/ hari, di antara kejang pasien sadar, selalu terjadi sesaat setelah bangun tidur. Riwayat trauma kepala (-), kejang demam (-), riwayat penyakit lainnya disangkal. BBL 2600gr, cukup bulan, langsung menangis, imunisasi lengkap. Tumbuh kembang terlambat. Belum bisa merangkak, duduk tegak bisa sendiri tetapi sering terjatuh. Hasil pemeriksaan EEG terlampir. Apakah diagnosis kasus tersebut?
Otahara syndrome karena ditemukan gambaran burst suppression
West syndrome karena ditemukan gambaran hypsarithmia
Lennox gastaut syndrome karena ditemukan gambaran slow spike waves kompleks
Dravet syndrome karena ditemukan gelombang tajam multifocal
Breath holding spells karena ditemukan gambaran EEG yang normal
10. Seorang bayi berusia 14 hari, dikonsulkan dari bagian pediatri dengan keluhan kejang. Kejang pertama saat lahir, saat bangun, durasi 10-20 detik, frekuensi 10 kali kejang, interval terpanjang bangkitan 1 jam, pasien sadar di antara bangkitan. Kejang dengan kepala lurus ke depan, mata terbuka dan mendelik ke atas, mulut tidak berbusa, lidah tidak tergigit, kedua tangan fleksi terangkat dan tersentak-sentak, kedua kaki terangkat dan tersentak-sentak. Setelah kejang pasien sadar, mengerang dan tertidur. RPS: pneumonia neonatal. Riwayat epilepsi dalam keluarga tidak ada. Riwayat kelahiran bayi cukup bulan, sesuai masa kehamilan, persalinan normal dengan berat badan lahir 3300 gram, riwayat APGAR Score 1-1-3-5. Riwayat ibu: P1Ao 20 tahun hamil 35 minggu dengan KPD. Hasil EEG terlampir. Apakah yang ditunjukkan oleh EEG?
Gambaran EEG abnormal karena terlihat pseudoburst suppression
Gambaran EEG abnormal karena terlihat diskontinuitas dengan interburst interval sekitar 2-4 detik, yang tidak sesuai dengan conceptional age.
Gambaran EEG abnormal karena terlihat gelombang beta delta complexes pada daerah posterior kepala yang asinkron.
Gambaran EEG abnormal karena terlihat burst suppression
Gambaran EEG normal karena terlihat diskontinuitas dengan interburst interval sekitar 2-4 detik, yang sesuai dengan conceptional age.
11. Seorang laki-laki berusia 37 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan kejang. Kejang pertama kali dialami 2 tahun lalu saat bangun. Kejang diawali dengan nyeri ulu hati, mulut mengecap, tampak bengong, kemudian mulut keluar air liur, kedua lengan tersentak. Setelah kejang pasien tampak bingung sekitar 1-2 menit kemudian sadar. Durasi 1 menit. Kejang terakhir dialami 5 hari yang lalu, saat bangun, frekuensi 2x, interval terpanjang 30 menit, di antara bangkitan pasien sadar. Riwayat cedera kepala 5 tahun yang lalu. Pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Hasil pemeriksaan EEG terlampir. Apakah diagnosis pasien?
Epilepsi lobus frontal karena terdapat gelombang paku ombak dengan amplitudo maksimal di frontal kanan.
Epilepsi lobus frontal karena terdapat gelombang paku ombak dengan amplitudo maksimal di frontal kiri.
Epilepsi lobus temporal karena terdapat gelombang paku ombak dengan amplitude maksimal di anterior temporal kanan.
Epilepsi lobus temporal karena terdapat gelombang paku ombak dengan amplitude maksimal di anterior temporal kiri.
Epilepsi umum karena terdapat gelombang paku ombak yang generalized.
12. Seorang wanita berusia 16 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan kejang. Kejang terutama pada pagi hari saat sedang sarapan, sampai sendok dan garpu yang dipegang sering terlempar. Pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Pemeriksaan EEG tampak gelombang polyspike and wave yang umum. Berapa lama pemberian obat antiepilepsi (OAE) untuk kasus ini?
2 tahun sampai bebas kejang
3 tahun sampai bebas kejang
Sampai usia pubertas
Seumur hidup
Tidak perlu OAE karena akan remisi
13. Seorang anak laki-laki, berusia 10 tahun ke rumah sakit dengan keluhan sering terbangun saat tidur dan mendadak tidak dapat berbicara, bibir dan wajah terlihat bergetar. Pasien pertama kali mengeluh sepeti ini pada usia 6 tahun dan akhir-akhir ini semakin sering. Terkadang pasien juga mengeluh kejang kelonjotan seluruh tubuh. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini adalah
Carbamazepin dan Fenitoin
Carbamazepin dan Levitiracetam
Levitiracetam dan Fenitoin
Fenitoin dan Asam Valproat
Asam Valproat dan Topiramat
14. Seorang laki-laki 25th datang dengan keluhan 1x kejang kelojotan pada keempat ekstremitas dengan durasi 3 menit, 5jam yang lalu. Sebelum dan setelah kejang, os dapat beraktifitas dengan baik. Os mengatakan 2hari yang lalu, juga mengalami kejang dengan semiologi dan durasi yang sama. Diketahui, os mengalami kecelakaan lalu lintas 10 hari yang lau, disertai pingsan 5 menit, namun tidak didapatkan defisit neurologis. Diagnosis pada pasien adalah
Non Epileptic seizures
Posttraumatic epilepsy
Late posttraumatic seizure
Immediate posttraumatic seizure
Early posttraumatic seizure
15. Seorang laki – laki usia 60 tahun datang dengan keluhan kejang seluruh tubuh sejak beberapa tahun yang lalu. Dokter sudah mengecek kadar OAE dalam 1 tahun terakhir dan dikatakan sudah tercapai kadarnya. Penderita juga sudah minum obat teratur sesuai anjuran Dokter. Dokter mengatakan bahwa pasien mengalami epilepsi refrakter. Berikut ini mana pernyataan yang salah mengenai epilepsi refrakter ?
Terapi bedah
Kombinasi OAE
Mengganti OAE
Relaksasi
Stimulasi N. Vagus
16. Seorang penderita epilepsi yang rutin konsumsi OAE dikonsulkan dari bagian penyakit dalam terkait penderita menderita anemia aplastik, dan meminta pertimbangan apakah terapi yang diberikan memiliki hubungan dengan anemia yang terjadi. Berikut ini obat – obatan yang memiliki efek samping anemia aplastik adalah
Gabapentin
Valproat
Phenitoin
Topiramat
Lamotigrin
17. Seorang anak laki-laki usia 9 th, siswa SD kelas 4, dirujuk untuk dilakukan EEG. Menurut orangtuanya, anak tersebut akhir-akhir ini menjadi pendiam dan jarang bermain dengan temannya. Ketika ditanya,anak tersebut bercerita kalau bermain bola sering kehilangan bola, karena tiba-tiba terdiam, sehingga timnya sering kalah. Padahal anak tersebut sering diandalkan timnya karena termasuk pemain yang handal. Apa yang harus dilakukan pada saat perekaman EEG ?
Memperpanjang waktu perekaman
Memperpanjang perekaman saat bangun.
Memperpanjang perekaman saat hiperventilasi
Memperpanjang perekaman saat tidur
Tidak perlu perlakuan khusus
18. Seorang perempuan 61 tahun mengalami hentakan tunggal singkat, semua anggota badan saat menjalani terapi hemodialisis. Hasil anamnesis ia mengalami gangguan dalam menjawab.
Apakah diagnosis klinis penderita di atas?
Diskinesia tardif
Mioklonus simptomatik
Mioklonus essensial
Balismus
Korea Huntington
19. Seorang bayi laki-laki usia 10 hari, dengan kejang tonik sejak 5 hari ini, demam (-), lahir dengan normal ditolong bidan dan segera menangis, perkembangan motorik terlambat. Hasil EEG dijumpai burst suppression di hemisfer kanan. Berikut ini yang manakah diagnosis yang paling tepat?
Sindrom Ohtahara
Cerebral Palsy
Toxoplasmosis
TB HIV
a. Progressive Multifocal Leukoencephalopathy
20. Seorang laki-laki berusia 57 tahun diantar ke Unit Gawat Darurat karena mengalami penurunan kesadaran di jalan. Dari pemeriksaan didapatkan pasien somnolen dapat berespon dengan rangsang nyeri dan ekstremitas dapat bergerak simetris. Tidak didapatkan demam dan kaku kuduk. Pemeriksaan darah lengkap dalambatas normal. Pemeriksaan EEG terlampir.
Nonconvulsive status epilepticus
Hepatic encephalopathy
Herpes encephalitis
Ischemic stroke
Meningitis
21. Seorang penderita epilepsi mengalami retensi obat dan akan direncakan untuk bedah epilepsi. Di bawah ini yang benar mengenai KI absolut bedah epilepsi adalah
Sklerosis hipokampus
Psikosis interictal
Zona epileptogenic bilateral atau difus
Kelainan neurologi progesif
LGS
22. Seorang wanita, 29 tahun, datang ke poliklinik Saraf dengan keluhan nyeri kepala sisi kiri sejak 2 minggu yang lalu. Dalam sehari pasien bisa mengalami 2-3 kali serangan. Lama serangan sekitar satu menit, disertai dengan adanya rasa berdenyut pada bagian atas mata kiri, disertai keluarnya air mata, hidung meler dan mata merah. Pasien sudah pernah mengalami keluhan seperti ini 2 bulan sebelumnya. Terapi profilaksis pada pasien ini adalah :
Fenitoin
Metilprednisolon
Lidokain
Celecoxib
Lamotrigin
23. Laki-laki usia 30 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan kejang seluruh tubuh menghentak-hentak selama 40 mnit. Saat di IGD pasien masih kejang. Dokter IGD segera memasukkan injeksi diazepam intravena 10 mg. bila kejang masih berlanjut, kapankah waktu yang tepat untuk melakukan pengulangan injeksi diazepam intravena?
30-45 menit
30-45 detik
2-3 jam
1-2 jam
10-15 menit
24. Anak laki-laki usia 5 tahun dibawa ke UGD RS karena pasien tampak mengantuk terus sepanjang hari (16 jam). Pasien adalah penderita epilepsy yang rutin control di poli saraf. Pasien juga mengalami gangguan tumbuh kembang. Menurut ibu pasien, pasien tampak mengurangi aktivitasnya sejak 2 hari yang lalu. Dan sejak tadi pagi pasien sulit dibangunkan. Riwayat terakhir kejang 6 bulan yang lalu, pasien rutin konsumsi fenobarbirtal dan oxcarbazepine. Pada pemeriksaan neurologi didapatkan GCS 225, denyut jantung 70x/menit, frekuensi nafas 18 kali/menit dan tekanan darah 80/50 mmHg. Apakah temuan lain yang kemungkinan besar akan ditemui pada pasien tersebut?
hiperefleksia
tremor
peningkatan bising usus
hipotermia
dilatasi pupil
25. Seorang bayi, laki-laki usia 1 bulan dibawa orang tuanya ke praktek dokter spesialis saraf karena mengalami spasme dan kaku yang terjadi beberapa kali dalam sehari, masing-masing selama 1-10 detik. Gambaran EEG didapatkan: burst supression, amplitude tinggi bergantian dengan supresi. Periode supresi 3-5 detik, interval dari burst ke burst 5-10 detik. Apakah diagnosis pasien tersebut di atas?
Sindrom Ohtahara
Sindrom Lennox-Gastaut , SSWC
Sindrom West , Hipsaritmia
Sindrom epilepsi lena , 3 Hz SWC
Sindrom epilepsi mioklonik, Polyspike
26. Pada orang Asia dengan Steven Johnson sindrom akibat penggunaan karbamasepin, diduga mempunyai keterkaitan kuat dengan
HLA-A 1502
HLA-B 1502
HLA-A 3101
HLA-B 3102
HLA-A 3103
27. Apakah tipe gelombang otak yang ditemui pada kondisi degeneratif otak?
Alpha
Beta
Delta
Theta
Lambda
28. Seorang laki-laki usia 52 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. OS mengalami pingsan selama 15 menit kemudian sadar kembali. Pada 2 hari berikutnya OS mengalami nyeri kepala dan kejang pada lengan dan tungkai kirinya selama 3 menit diikuti penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik didapati; sensorium: E3V3M5 (GCS10); TD: 160/100 mmHg; HR: 110x/I; RR: 28x/I; T: 36,90C. Motorik didapati lateralisasi ke kiri. Kemudian dilakukan hemikraniektomi atas indikasi subdural hematoma akut. Kemudian dilakukan EEG ulang didapatkan hasil: Apakah interpretasi gambaran EEG kasus
Breach effect/rhytm
Spike and wave
Frontal intermittent rhythmic delta activity (FIRDA)
Periodic lateralized epileptiform discharges (PLEDs)
Beta excessive
29. Soal yang sama dengan soal no 28.
Pertanyaannya, amplitudo paling tinggi terletak pada?
Frontal kanan
Frontal kiri
Oksipital kanan
Hemisfer kanan
Hemisfer kiri
30. Soal yang sama dengan soal no 28. Pertanyaannya, apa irama dasar gambaran EEG di atas?
Alpha
Beta
Delta
Theta
Lambda
31. Seorang anak laki-laki, usia 1 tahun dibawa ibunya ke dokter umum dengan keluhan utama kejang. Kejang dialami sekitar 1 menit yang lalu, kejang disertai dengan demam. Pada pemeriksaan dijumpai kejang tonik (+) seluruh tubuh, T: 39,50C. Dokter lalu memasukkan diazepam suppositoria per rectal kepada pasien, selang beberapa detik, kejang yang dialami anak berhenti. Bagaimanakah mekanisme diazepam sebagai antiseizures pada pasien ini?
Berikatan langsung dengan reseptor GABA sehingga ion Clorida dapat masuk ke intrasel
Berikatan langsung dengan reseptor GABA sehingga ion Natrium dapat masuk ke intrasel
Berikatan langsung dengan reseptor GABA sehingga ion Kalium dapat masuk ke intrasel
Berikatan langsung dengan reseptor GABA sehingga ion Magnesium dapat masuk ke intrasel
Berikatan langsung dengan reseptor GABA sehingga ion Kalium dihambat keluar dari intrasel
32. Obat anti epilepsi bekerja dengan mekanisme
Depolarisasi
Hiperpolarisasi
Mengembalikan ke potensial istirahat
Repolarisasi
33. Seorang laki-laki 68 tahun datang ke poliklinik untuk evaluasi kejang. Pasien sudah mendapatkan pengobatan obat anti epilepsy rutin, namun saat ini pasien mengeluhkan sulit menemukan kata-kata, sering bingung dan sering lupa. Dari obat antiepilepsi berikut manakah yang kemungkinan mengakibatkan gejala kasus di atas?
Carbamazepine
Topiramate
Gabapentin
Lamotrigin
Fenitoin
34. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun datang dengan episode yang sering Ketika di dalam kelas. Berdasarkan EEG yang ditunjukkan
Valproic acid
Ethosuximide
Phenytoin
Levetiracetam
Carbamazepine
35. Seorang anak laki-laki usia 4 bulan dibawa oleh kedua orang tua nya dengan keluhan sering kejang dan perkembangan terlambat. Kejang dikeluhkan terutama saat pasien bangun tidur, saat kejang tampak kedua tangan dan kepala fleksi. Dari pemeriksaan fisik tampak gambaran macula hipomelanotik pada kulit mengarah pada tuberous sclerosis. Apakah pengobatan yang paling tepat pada kasus di atas?
Asam valproate
Carbamazepine
Fenitoin
Vigabatrin
Prednisone
36 Pasien laki-laki usia 42 tahun datang kontrol ke poliklini Saraf dengan diagnose Epilepsi. Pasien mengalami kejang pada tangan kanan saja. Kejang berlangsung 1-2 menit. Pasien sadar saat kejang. Saat ini pasien mendapatkan OAE Levetiracetam. Bagaimana mekanisme kerja OAE Levetiracetam?
Inhibisi kanal natrium dan kalsium (tipe N dan P)
Antagonis reseptor AMPA selektif non kompetitif
Meningkatkan pembukaan kanal klorida
Ikatan pada protein vesicular sinaptik SV2A
37. Seorang anak laki-laki usia 5 tahun dilakukan pemeriksaan EEG. EEG Interiktal: irama dasar lambat dan irregular. Terdaat gelombang paku fokal, paku ombal, polyspike, gelombang lambat dan I burst. KOmplek gelombang paku lambat 1,5-2,5 Hz (SSWC) sinkron dengan amplitude tinggi maksimal pada daerah frontal beberapa detik sampai menit. EEG Iktal: Gelombang paku ritmik bilateral cepat berfrekuensi 15-25 Hz. Terdapat flattening. Bangkitan lena atipikal menunjukkan gelombang SSWC 1,5-2,5 Hz yang irregular, difus, beramplitudo tinggi, simetris pada daerah frontal. Hasil MRI Brain: Displasia Kortikal Fokal. Berdasarkan EEG dan MRI Brain, apa diagnose dari pasien tersebut?
Epilepsi Mioklonik Lena
Sindrom Dravet
Sindrom Landau-Kleffner
Sindom Lennox-Gestaut
Sindrom West
38. Seorang perempuan 30 tahun, hamil 36 minggu datang dalam kondisi kejang. Kejang kelonjotan seluruh tubuh sekitar 15 menit. 2 hari sebelum kejang pasien mengeluh nyeri kepala, muntah, dan pandangan kabur. Pemeriksaan metabolik dalam batas normal. Apa tatalaksana definitive yang paling tepat
IV Fenitoin loading 15-18 mg/kgBB
Asam Valproat loading 20 mg/kgBB
IV Magnesium sulfat 2 gr
SCTP emergency
IV Diazepam 10 mg
39. Manakah bentuk gambaran EEG pada pasien dengan epilepsi rolandik?
Focal spikes di regio parietal
Focal central-midtemporal sharp waves
Slow background rhythm
Focal intermittent delta
Flattening difus bilateral
