WorksheetsTPSO SEDIAAN SEMI SOLID
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Yang bukan merupakan keuntungan sediaan setengah padat dibandingkan dengan sediaan cair
Dapat diatur daya penetrasi dari zat berkhasiat dengan memodifikasi basisnya.
Kontak sediaan dengan kulit lebih lama.
Lebih banyak mengandung air sehingga lebih sulit ditumbuhi bakteri
Lebih sedikit mengandung air sehingga lebih sulit ditumbuhi bakteri.
Lebih mudah digunakan tanpa memerlukan alat bantu.
Berikut adalah beberapa sediaan semi padat berdasarkan konsistensi, pengertian yang tidak sesuai adalah
Unguenta : Salep yang mempunyai konsistensi seperti mentega, tidak mencair pada suhu biasa, tapi mudah dioleskan tanpa menggunakan tenaga.
Cream : salep yang banyak mengadung minyak , mudah diserap kulit , dan dapat dicuci dengan air
Pasta : Salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat ( serbuk ).
Cerata : Salep berlemak yang banyak mengandung lilin, sehingga konsistensinya lebh keras.
Gel : Salep yang lebih halus, umumnya mengandung sedikit atau tanpa lilin, digunakan sebagai basis.
3. Sediaan semisolid yang termasuk vehikulum monofasik adalah
Sediaan semisolid yang termasuk vehikulum bifasik adalah
Basis salep yang biasa digunakan pada pembuatan salep, yang termasuk basis hydroarbon adalah
Vaselin putih & vaselin kuning, Paraffin cair & padat
Adeps lanae, Lanolin, Unguentum Simpllex
Basis salep emulsi tipe M/A, Hydrophilic Ointment
PEG, Tragacanth
PGA, PGS
Basis salep yang biasa digunakan pada pembuatan salep, yang termasuk Basis Salep Yang Dapat Dicuci Dengan Air adalah
Vaselin putih & vaselin kuning, Paraffin cair & padat
Adeps lanae, Lanolin, Unguentum Simpllex
Basis salep emulsi tipe M/A, Hydrophilic Ointment
PGA, PGS
Vaselin putih & vaselin kuning, PGS
Basis salep yang biasa digunakan pada pembuatan salep, yang termasuk Basis Salep Yang Larut Dalam Air adalah
Vaselin putih & vaselin kuning, Paraffin cair & padat
Adeps lanae, Lanolin, Unguentum Simpllex
ABasis salep emulsi tipe M/A, Hydrophilic Ointment
PEG TRAGAKANT
PGA,PGS
Basis salep yang biasa digunakan pada pembuatan salep, yang termasuk serap adalah...
Vaselin putih & vaselin kuning, Paraffin cair & padat
PEG, Tragacanth
PGA, PGS
Basis salep emulsi tipe M/A, Hydrophilic Ointment
Adeps lanae, Lanolin, Unguentum Simpllex
Digunakan pada permukaan kulit yang berfungsi hanya untuk melindungi kulit dan menghasilkan efek local, karena bahan obat tidak diabsorsi. Kadang-kadang ditambahkan antiseptik, adstringen untuk meredakan rangsangan. Dasar salep yang terbaik adalah senyawa hidrokarbon ( vaselin )
Salep epidermik
Salep hydrocarbon
Salep serap
Salep diadermik
Salep endodermik
Salep dimana bahan obatnyamenembus kedalam, tetapi tidak melalui kulit dan terabsorsi sebagian. Untuk melunakkan kulit atau selaput lender diberi local iritan. Dasar salep yang baik adalah minyak lemak
Salep epidermik
Salep hydrocarbon
Salep serap
Salep diadermik
Salep endodermik
Salep dimana bahan obatnya menembus kedalam melalui kulit dan mencapai efek yang diinginkan karena diabsorsi selurunya, misalnya pada salep yang mengandung senyawa Mercuri, Iodida, dan Belladonnae. Dasar salep yang baik adalah adeps lanae dan oleum cacao
Salep epidermik
Salep hydrocarbon
Salep serap
Salep diadermik
Salep endodermik
Pengamatan secara visual yang meliputi pengamatan warna, aroma, dan bentuk SALEP merupakan proses pengujian dari
Uji Iritasi
UJi Organoleptis
Uji Homogenitas
Uji daya Sebar
Uji Daya lekat
Sediaan topikal diharapkan memiliki pH yang berada pada pH kulit normal dikarenakan jika pH terlalu basa akan mengakibatkan kulit bersisik, sedangkan jika kulit terlalu asam dapat memicu terjadinya iritasi kulit. SYARAT pH berada pada rentang pH normal kulit yaitu
Antara 2.5 -5
Antara 4.5 -7
Antara 5.5 -7
Antara 6.5 -7
Antara 3 .5 -7
Sebanyak 0,5 gr salep diletakkan diatas kaca bulat yang berdiameter 15 cm, kaca lainnya diletakkan diatasnya dan dibiarkan selama 1 menit merupakan proses pengujian dari
Uji Iritasi
UJi Organoleptis
Uji Homogenitas
Uji daya Sebar
Uji Daya lekat
Sebanyak 0,25 gram salep diletakkan di atas gelas obyek yang telah ditentukan luasnya. Gelas obyek yang lain diletakkan di atas salep tersebut. Setelah itu ditambahkan, beban 1 kg selama 5 menit pada gelas obyek dan dipasang pada alat tes. Beban seberat 80 gram dilepaskan, dicatat waktunya hingga kedua gelas obyek tersebut terlepas. Percobaan diulangi sebanyak 5 kali merupakan proses pengujian dari
Uji Iritasi
UJi Organoleptis
Uji Homogenitas
Uji daya Sebar
Uji Daya lekat
Sebanyak 0,25 gram salep diletakkan di atas gelas obyek yang telah ditentukan luasnya. Gelas obyek yang lain diletakkan di atas salep tersebut. Setelah itu ditambahkan, beban 1 kg selama 5 menit pada gelas obyek dan dipasang pada alat tes. Beban seberat 80 gram dilepaskan, dicatat waktunya hingga kedua gelas obyek tersebut terlepas. Percobaan diulangi sebanyak 5 kali merupakan proses pengujian dari
Uji Iritasi
UJi Organoleptis
Uji Homogenitas
Uji daya Sebar
Uji Daya lekat
Mengoleskan sejumlah tertentu SALEP pada plat kaca atau bahan transparan lain yang cocok, diraba dan digosokkan merupakan proses pengujian dari
Uji Iritasi
UJi Organoleptis
Uji Homogenitas
Uji daya Sebar
Uji Daya lekat
Dalam formula standar jumlah metil salyilat adalah 0,05 / gram. Berapa yang harus ditimbang jika kita akan membuat formula salep 1 bets ( 100g)
0,05
0,5
5
50
500
Dalam formula standar jumlah Menthol adalah 0,005 / gram. Berapa yang harus ditimbang jika kita akan membuat formula salep 1 bets ( 100g)
0,05
0,5
5
50
500
Dalam formula standar jumlah Adeps lanae adalah 0,4 / gram. Berapa yang harus ditimbang jika kita akan membuat formula salep 1 bets ( 100g)
0,4
4
40
400
4000
