NEW
Font size
WorksheetsTeks Fabel
Total questions: 24
Worksheet time: 14mins
Cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai kehidupan manusia disebut
dongeng
legenda
fabel
foklor
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Tema yang tepat untuk kutipan teks fabel di atas adalah
Perhatian
Persahabatan
Percintaan
Persaudaraan
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah
Pendendam
Pemaaf
Penyayang
Pemarah
Ia melayang terjun dari sarang, lalu lenyap. Si pohon melihat ke segala arah mencarinya. Ia tidak menemukan. “Ia telah hilang sejak pukul sembilan tadi”tukas Gagak. Ia sangat cemas. “Sekarang pun masih pukul sembilan,”tukas si Pohon.
Waktu terjadinya cerita itu adalah....
pagi
siang
sore
malam
Pada suatu ketika, selama bertahun-tahun, hujan tidak kunjung turun. Sungai mengering. Udara sangat panas. Orang-orang tidak dapat bercocok tanam karena tak ada air. Pepohonan menjadai kering. Binatang ternak mati karena kelaparan dan kehausan. Kelaparan yang paling dahsyat itu membuat oranag sampai harus memakan anjing dan kucing. Tidak sedikit dari mereka yang mati kelapran dan kehausan.
Cuplikan dongeng tersebut lebih banyak mengungkapkan unsur ....
tema
latar
penokohan
alur
“Mengapa pagi ini waktu sangat kacau?” ucap induk gagak. Ia lalu segera mencari anaknya. Namun, ia tidak menemukannya. Ia pun kembali ke sarang. Cemas dan rasa sedih menjadi satu.
Cerita tersebut bertema....
kasih sayang
persahabatan
petualangan
konflik keluarga
Tetapi buaya tidak peduli. Dia tidak takut kepada biri-biri itu. Dia naik ke titian itu, membuka mulutnya lebar-lebar dan siap melahap si Sulung. Si Sulung melompat, menerjang buaya dengan kukunya. Kena mata buaya. Dia kesakitan. Lalu, ditanduknya perut buaya itu hingga berdarah. Buaya menjerit kesakitan dan menjatuhkan dirinya ke air.
Cuplikan cerita tersebut merupakan bagian dari fabel karena....
ceritanya tidak masuk akal
tokohnya kambing dan buaya
terjadi pada masa lalu
latarnya di air
Ia melayang terjun dari sarang, lalu lenyap. Si pohon melihat ke segala arah mencarinya. Ia tidak menemukan. “Ia telah hilang sejak pukul sembilan tadi”tukas Gagak. Ia sangat cemas. “Sekarang pun masih pukul sembilan,”tukas si Pohon.
Waktu terjadinya cerita itu adalah....
pagi
siang
sore
malam
Bacalah teks berikut!
Hangat sinar matahari menyentuh kulit burung hantu digunakan untuk mendeskripsikan suasana pagi
Latar yang digunakan pada teks tersebut adalah....
waktu
tempat
suasana
sosial
1. Perhatikan peristiwa-peristiwa berikut ini!
1) Persediaan makan Ayam habis. Ia teringat dengan jagung.hasil panennya yang masih di ladang.
2) Tikus mengajak Ayam untuk menanam jagung di ladang. Ayam masih malas dan menyuruh tikus untuk berangkat dulu.
3) Tikus memanen jagungnya sendiri karena Ayam tak mau diajak. Tikus mendapatkan hasil yang melimpah. Kemudian dia membaginya juga untuk Ayam.
4) Ayam segera mengambil hasil panen jagunnya ke ladang. Tapi sebagian jagungnya sudah busuk. Ayampun hanya bisa menyesali kemalasannya.
5) Tikus mengajak Ayam untuk menyiram dan memupuk jagungnya. Lagi-lagi Ayam menyuruh Tikus untuk pergi duluan.
1)-2)-5)-3)-4)
1)-4)-2)-5)-3)
2)-5)-3)-1)-4)
2)-5)-1)-3)-4)
Berikut ini yang termasuk fabel adalah ...
Ketiga ikan mas itu mempunyai sifat yang sangat berbeda. Ikan mas yang pertama, sangat cerdas. Ia selalu menggunakan otaknya untuk berpikir. Ikan mas kedua, hanya menggunakan otaknya jika sedang ada masalah. Sedangkan ikan mas ketiga, tak pernah mau menggunakan otaknya untuk berpikir.
Aku mengejar kambing yang telah memakan bungaku. Sungguh aku marah. Susah payah ku rawat mawar indahku. Eehhh malah dimakan sama kambing. Awas kau kambing, sekali lagi lewat depan rumahku, ku potong lehermu.
Lain hari, kedua sahabatnya mengajak Kezia menengok Susi, yang sedang sakit tipus. Mereka membuat janji untuk bertemu pukul 5 sore di rumah marni karena letaknya paling dekat dengan rumah sakit. Pada pukul 4 sore, Kezia membatalkan janji karena mau berenang dengan sepupunya. Kejadian membatalkan janji itu terus berulang.
Desi sangat sedih. Dia baru saja kelihangan teman setianya. Kucing kesayangannya telah mati. Kucingnya ditemukan tak bergerak di tempat tidurnya. Kini Desi merasa kesepian. Tak ada lagi yang mengganggunya ketika tidur.
Kelinci Sang Penakluk
Di sebuah hutan, hiduplah seekor singa yang ganas. Suatu hari sang Singa ganas itu membuat peraturan bahwa dia tidak akan berburu binanatang hutan. Sebagai gantinya harus ada binatang di sekelilingnya yang sukarela menjadi mangsanya.
Pada hari pertama setelah setelah peraturan itu diberlakukan, datanglah seekor kelinci. Sambil terengah-engah kelinci itu meminta maaf kepada sang Singa ganas itu.
“Maaf sang Raja, saya datang terlambat. Ada singa lain yang memburu saya,” kata si Kelinci.
Kemudian, Singa yang ganas itu mengangguk-menganggukkan kepala dan langsung menyahut, “Mana singa yang mengejarmu? Akan ku habisi dia sekarang juga.”
“Ya, sang Raja. Dia ada di dalam sumur.
Akhirnya, binatang-binatang itu lega. Berkat kecerdikan kelinci, sang Singa ganas itu masuk ke dalam sumur dan tidak ada lagi pemangsa di hutan itu.
Berdasarkan watak tokoh dan latarnya, fabel di atas termasuk jenis fabel ....
alami
adaptasi
dengan koda
tanpa koda
Perhatikan gambar di atas!
Buku tersebut termasuk cerita....
dongeng
fabel
legenda
cerita rakyat
(1) Kancil yang Cerdik
(2) Bumi
(3) Kasuari dan Dara Mahkota
(4) Legenda Tangkuban Perahu
(5) Semut dan Belalang
Manakah yang termasuk judul fabel?
(1), (2), dan (3)
(1), (3), dan (4)
(1), (2), dan (5)
(1), (3), dan (5)
Latar peristiwa fabel alami biasanya di....
pasar
rumah
sekolah
hutan
Perhatikan gambar tersebut!
Tokoh dalam cerita tersebut adalah....
Semut dan Belalang
Kupu-Kupu dan Semut
Gajah dan Kupu-Kupu
Singa dan Semut
"Wah, usul yang bagus sekali Bu Kucing Putih..."
Ibu Kucing Belang sangat gembira. Ia pulang ke rumah dengan wajah cerah, secerah cuaca hari itu.
Latar waktu kutipan cerita tersebut adalah....
siang hari
pagi hari
sore hari
malam hari
"Nyet, sudah berapa puluh pisang yang kau makan, tak satu pun aku kamu kasih," kata Sang Kodok.
"Kamu makan kulitnya saja, Dok! ini terimalah!" jawab Monyet.
Watak tokoh Monyet adalah....
cerdik
sombong
pelit
cekatan
Ibu Kucing Belang pulang dari pasar. Wajahnya murung. Ibu Kucing Putih heran melihatnya.
"Kenapa murung Bu Kucing Belang? Cuaca 'kan cerah sekali." ujar Ibu Kucing Putih.
Ibu Kucing Belang menghela napas, "Saya sedang bingung, Bu Kucing Putih. Malam ini saya akan memasak ayam goreng."
Latar tempat cerita tersebut adalah....
pasar
rumah kucing
hutan
jalan raya
"Mengapa pagi ini waktu sangat kacau?" ucap Induk Gagak. Ia lalu segera mencari anaknya. Namun, ia tidak menemukan mereka. Ia pun kembali ke sarang. Cemas dan rasa sedih menjadi satu.
Latar suasana cuplikan fabel tersebut adalah....
gembira
bingung
cemas
haru
Akan tetapi, Buaya tidak peduli. Dia tidak takut kepada Biri-Biri itu. Dia naik ke titian lalu membuka mulutnya besar-besar dan akan melahap Si Sulung. Si Sulung melompat, menerjang Buaya dengan tanduknya.
Cuplikan cerita di atas termasuk fabel karena....
tokohnya biri-biri dan buaya
ceritanya tidak masuk akal
terjadi pada masa lalu
latar tempat di hutan
Benar saja apa yang dikatakan Kodi. Tak lama kemudian banyak serangga mendekati pelita itu. Mereka segera memangsa serangga itu hingga perut kenyang. Komal akhirnya sadar, ternyata barang-barang yang dikumpulkan Kodi berguna juga. Ia bangga memiliki saudara yang baik hati dan cerdik.
Amanat kisah tersebut adalah....
sebuah barang akan berguna suatu saat nanti
tidak boleh makan terlalu banyak
jangan membuang barang sembarangan
harus memiliki saudara yang baik hati dan cerdik
Pohon itu tidak bisa menjawab. Ia tertunduk malu. Ia benar-benar tidak tahu tentang jam. Di satu cabang pohon itu, berdiam seekor induk gagak dengan tiga anaknya yang masih kecil. Induk gagak itu sangat pandai.
Perbedaan watak kedua tokoh dalam penggalan cerita tersebut terletak pada....
kesabarannya
kecintaannya
kepandaiannya
kebiasaannya
Fabel yang mengubah watak aslinya disebut ...
fabel nyata
fabel tidak nyata
fabel alami
fabel adaptasi
