wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Teks Cerita Hikayat

Total questions: 113

Worksheet time: 1hrs 28mins

Name
Class
Date
1.

apa yang dimaksud dengan Hikayat?

a)

cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

b)

jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

c)

bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

d)

suatu bentuk karya sastra prosa, yang menggunakan bahasa melayu klasik dan meceritakan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama

2.

Di bawah yang termasuk ciri-ciri Hikayat adalah?

a)

Istana Sentris

b)

Bersifat Modern

c)

diketahui pengarangnya

d)

Antonim

3.

Berikut ini yang bukan merupakan contoh hikayat adalah ...

a)

Sri Rama

b)

Si Miskin

c)

Indera Bangsawan

d)

Laskar Pelangi

4.

Kata arkais adalah ....

a)

Kata populer saat ini

b)

Kata baku yang resmi

c)

Kata sulit yang tidak dimengerti

d)

Kata unik yang baru muncul

e)

Kata yang sudah jarang digunakan

5.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...

a)

Harusnya orang makan daging

b)

Pentingnya menepati janji

c)

Harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

6.

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

b)

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

c)

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

d)

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

e)

Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.

7.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...

a)

diusir

b)

diminta

c)

diperintah

d)

diizinkan

e)

diharapkan

8.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

9.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

kemustahilan

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

anonim

e)

bahasa

10.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Hendaklah menolong orang dalam kesulitan

e)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan

11.

Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

a)

nilai moral

b)

nilai budaya

c)

nilai sosial

d)

nilai agama

e)

nilai pendidikan

12.

Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....

a)

cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya

b)

kesaktian dan keunggulan ceritanya

c)

kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya

d)

kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya

e)

kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya

13.

Tersebutlah perkataan

seorang raja yang bernama

Indera Bungsu dari Negeri

Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut

dan sedekah kepada fakir

dan miskin.


Berdasarkan penggalan hikayat di atas, sudut pandang yang digunakan adalah ... .

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

Orang pertama pelaku sampingan

c)

Orang kedua

d)

Orang ketiga serbatahu

e)

Orang ketiga pelaku utama

14.

Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa

yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.


Nilai budaya yang ditunjukkan dalam penggalan hikayat di atas adalah ... .

a)

Memperkenalkan ilmu saat anak sudah cukup umur

b)

Mewariskan gelar raja pada keturunan

c)

Mempelajari ilmu agama

d)

Menemukan buluh perindu

e)

Memilih penerus raja melalui sayembara

15.

Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang.

Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumah

tangga tuannya.


Amanat yang tersirat dalam cerita di atas adalah ... .

a)

Jadilah burung bayan yang bijak

b)

Seekor burung yang dapat bicara

c)

Menasihati dan mencegah orang lain yang akan berbuat curang

d)

Mengumbar nama baik tuan

e)

Menjaga keutuhan rumah tangga

16.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang

terlalu elok parasnya itu. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang

akan menjadi suami tuan puteri.”


Berikut ini tanggapan terhadap nilai yang terkandung dalamn teks hikayat di atas adalah ... .

a)

Terdapat nilai budaya

yaitu mencari menantu

melalui sayembara.

Nilai budaya ini sudah tidak sesuai dengan kehidupan saat ini.

b)

Terdapat nilai agama yaitu mencari menantu

melalui sayembara. Nilai budaya ini sudah tidak sesuai dengan kehidupan saat ini.

c)

Terdapat nilai budaya yaitu mencarikan menantu melalui kerabat raja

d)

Terdapat nilai moral yaitu kewajiban orang tua untum mencarikan menantu kepada anaknya

e)

Terdapat nilai budaya yaitu Buraksa berkuasa di sebuah kerajaan

17.

hikayat adalah salah sat bagian dari...

a)

cerita rakyat

b)

cerita horor

c)

cerita pendek

d)

cerita lama

18.

hal yang menunjukan ciri khas hikayat adalah

a)

Raksasa memberi sarung kesaktian untuk mengubah wujud dan kuda hijau mengalahkan Buraksa.

b)

Indera Bangsawan dan Syah Peri adalah anak Raja yang berpetualang di tengah hutan

c)

Tuan putri terkesan dengan kecakapan Indera Bangsawan dan memberinya hadiah

d)

Syah Peri berpisah dengan saudaranya dan mecarinya kemana-mana

19.

Di bawah yang termasuk ciri-ciri Hikayat adalah?

a)

Istana Sentris

b)

Bersifat Modern

c)

diketahui pengarangnya

d)

Antonim

20.

Bahasa yang digunakan dalam hikayat adalah bahasa…

a)

bugis

b)

jawa

c)

melayu

d)

sunda

21.

Unsur instristik hikayat antara lain adalah ....

a)

Tema, alur

b)

Latar krisis

c)

Reaksi, pemenuhan

d)

Orientasi, event

e)

Watak, kelakuan

22.

Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.


Kata “yang mulia baginda” dalam penggalan hikayat di atas menggunakan majas...

a)

Antonomasi

b)

Hiperbola

c)

Metafora

d)

Perbandingan

e)

Simile

23.

Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.


Kata arkais yang bercetak tebal pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...

a)

Diusir

b)

Diperintah

c)

Dipanggil

d)

Diutus

e)

Dizinkan

24.

Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....

a)

Cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya

b)

Kesaktian dan Kemustahilan tokoh-tokohnya

c)

Kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya

d)

Kesaktian dan keunggulan ceritanya

e)

Kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya

25.

Berikut ini adalah ciri-ciri hikayat, kecuali ….

a)

Logis

b)

Anonim

c)

Khayalan

d)

Istana sentris

e)

Kesaktian

26.

Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut......

a)

Dongeng

b)

Hikayat

c)

Fabel

d)

Fiksi

e)

Cerpen

27.

Bahasa yang digunakan hikayat adalah....

a)

Melayu lama

b)

Sunda

c)

Jawa

d)

Sensekarta

e)

Sulawesi

28.

(1) bersifat imajinasi

(2) mengisahkan tentang kerajaan

(3) nama penciptanya tidak diketahui

(4) bersifat menyindir

(5) bersifat menghibur


Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?

a)

(1), (3), (5)

b)

(2), (4), (5)

c)

(1), (2), (3)

d)

(1), (4), (5)

e)

(2), (5), (1)

29.

Bacalah penggalan hikayat berikut!


”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)


Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan ….

a)

Menghormati orang lain

b)

Menegur orang dengan bahasa yang sopan

c)

Mendahulukan kepentingan umum

d)

Menolong orang yang sedang menderita

e)

Mengibur orang yang sedang bersedih

30.

Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!


Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.


Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

a)

Budaya

b)

Sosial

c)

Agama

d)

Pendidikan

e)

Moral

31.

Berikut ini yang termasuk unsur kebahasaan kecuali ...

a)

Konjungsi menyatakan yang menyatakan hubungan waktu

b)

Kalimat retoris

c)

Kalimat tanya

d)

Kalimat kerja aksi

e)

Kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu

32.

Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

a)

nilai moral

b)

nilai budaya

c)

nilai sosial

d)

nilai agama

e)

nilai pendidikan

33.

Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

a)

nilai moral

b)

nilai budaya

c)

nilai sosial

d)

nilai agama

e)

nilai pendidikan

34.

Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Kata arkais yang digarisbawahi "dititahkan" pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...

a)

diusir

b)

diperintah

c)

diharapkan

d)

diminta

e)

diizinkan

35.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda. Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

antonomasia

c)

simile

d)

alegori

e)

personifikasi

36.

Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....

a)

cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya

b)

kesaktian dan keunggulan ceritanya

c)

kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya

d)

kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya

e)

kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya

37.

Bacalah kutipan hikayat berikut! Kemudian, panglima peringgi berjalan di atas titian menuju dermaga bunga melur kembang cina. Ia berdiri diujung titi menunggu kedatangan gadis cik inam sedangkan raja petukal dan hulubalang yang bertujuh menunggu di geladak kapal dipangkal titi. Raja petukal menunggu gadis cik inam dengan perasaan gelisah.sebentar-sebentar ia memanjang lehernya memendang keujung jalan untuk mebelum.kadang-kadang ia merasa gerah. Ia meminta sebuah kipas dari pengawalnya, lalu berkipas sendiri. ”Jangan lupa tugas masing-masing,” hardik raja petukal mengingatkan hulubang yang bertujuh satu persatu. ”Kalau kalian berbuat bodoh,aku penggal leher kalian.mengerti?” “mengerti,tuanku,” mereka menyahut dengan suara gemetar. Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut......

a)

Berbicaralah dengan sopan kepada orang lain

b)

Berkatalah jujur kepada pimpin

c)

Jangan melakukan sesuatu seorang diri

d)

Berlakulah adil kepada bawahan

e)

Jangan menunggu sesuatu yang belum pasti

38.

Berikut nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat adalah.... (Jawaban lebih dari satu)

a)

Nilai religius

b)

Nilai cinta

c)

Nilai kejahatan

d)

Nilai pendidikan

e)

Nilai uang

39.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

40.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

kemustahilan

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

anonim

e)

bahasa

41.

Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.

Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/

Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...

a)

antonomasia

b)

alegori

c)

perumpamaan

d)

simile

e)

metafora

42.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

43.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Karakteristik sastra Melayu Klasik yang paling dominan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

tema

b)

latar

c)

sudut pandang

d)

tokoh

e)

alur

44.

Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....

a)

narasi

b)

prosedur

c)

laporan

d)

eksposisi

e)

deskripsi

45.

Manakah yang bukan termasuk karakteristik hikayat?

a)

kemustahilan

b)

kesaktian tokoh-tokohnya

c)

anonim

d)

keunikan

e)

menggunakan alur berbingkai/ cerita berbingkai.

46.

Ciri bahasa yang dominan pada hikayat adalah ...

a)

menggunakan bahasa Melayu

b)

banyak menggunakan konjungsi pada awal kalimat

c)

mengandung nilai-nilai kehidupan

d)

menggunakan bahasa yang sukar dipahami

e)

diceritakan secara lisan sehingga tidak diketahui penulisnya

47.

Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....

a)

kata-kata baku

b)

kata-kata Melayu yang sudah jarang digunakan

c)

kata-kata yang sudah jarang digunakan

d)

kata-kata resapan dari bahasa asing

e)

kata-kata yang tidak terdapat di kamus

48.

Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ...

a)

alur maju

b)

alur mundur

c)

alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain

d)

alur campuran

e)

alur yang membahas tokoh lain

49.

Apa yang dimaksud dengan hikayat...

a)

Cerita rakyat yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat.

b)

Karya satra prosa, dalam Bahasa Melayu klasik, yang berisi tetang cerita dan kisah masa lalu.

c)

Karya sastra yang tidak terikat oleh rima, irama, bait, dan pemilihan kata yang indah.

d)

Karya sastra prosa, yang bersifat fiktif yang bercerita tentang asal-usul daerah atau tempat.

50.

Unsur intrinsik hikayat yang berupa pemberian watak, karakter, dan sifat tokoh disebut....

a)

latar

b)

konflik

c)

amanat

d)

penokohan

51.

Teks hikayat dalam pengembangannya selalu menggunakan kata arkais, kata arkais adalah...

a)

kata umum

b)

kata sehari-hari dipakai

c)

kata yang tidak lazim digunakan

d)

kata kekinian

52.

Pandangan yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita lain disebut...

a)

cerita

b)

sudut pandang

c)

konflik

d)

amanat

53.

Salah satu karakteristik hikayat adalah bersifat anonim. Anonim bermakna...

a)

menggunakan latar belakang istana

b)

kata yang asing dan sukar

c)

nama penulis, pengarang tidak diketahui dengan pasti

d)

menceritakan hal-hal mustahil

54.

Pernyataan yang salah tentang penjelasan unsur ekstrinsik karya sastra hikayat adalah...

a)

unsur-unsur dari luar yang membentuk karya sastra

b)

terdapat nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat

c)

terdapat paling tidak empat kategori unsur intrinsik karya sastra

d)

sejarah hidup pengarang dan hasil karya tulis merupakan unsur ekstrinsik karya sastra

55.

Hikayat menceritakan kehidupan di kerajaan, hubungan keluarga kerajaan, raja dan rakyatnya, yang berlatar belakang, hutan, sungai, gunung dan lingkungan kerajaan, merupakan ciri karakteristik hikayat yang disebut...

a)

istana sentris

b)

kemustahilan

c)

pralogis

d)

latar suasana

56.

Kalimat berikut yang mengandung kata arkais...

a)

Kisah, hiduplah seorang raja yang terkenal adil dan bijaksana.

b)

Raja memberikan kepadanya dua arai beras

c)

Puaslah Abu Nawas ketika mendengar kata itu.

d)

Murakarma pulang tatkala sang raja memanggil

57.

Majas antonomasia adalah...

a)

membandingakan dua hal dengan menyebutkan nama sifatnya, bukan nama aslinya

b)

merupakan salah satu majas perbandingan

c)

membandingkan dua hal secara berlebihan

d)

ditandai dengan kata, seperti, bak, seandainya

58.

Hikayat menunjukan unsur... tokohnya.

a)

keberanian dan kemustahilan

b)

mimpi dan kesaktian

c)

kemustahilan dan kejayaan

d)

kesaktian dan kemustahilan

59.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

60.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

kemustahilan

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

anonim

e)

bahasa

61.

Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.

Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/

Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...

a)

antonomasia

b)

alegori

c)

perumpamaan

d)

simile

e)

metafora

62.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"


Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

kemudian

b)

lalu

c)

maka

d)

setelah itu

e)

selanjutnya

63.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

64.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Karakteristik sastra Melayu Klasik yang paling dominan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

tema

b)

latar

c)

sudut pandang

d)

tokoh

e)

alur

65.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura

b)

Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan

c)

Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura

d)

Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung

e)

Persahabatan antara burang dan kura-kura

66.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)


Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Saling menolong terutama pada musim kemarau

b)

Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan

c)

Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan

d)

Manjalin persahabatan dengan siapa pun.

e)

Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka

67.

Bacalah petikan hikayat berikut dengan saksama!

Kesepuluh putri itu dinamai dengan nama-nama warna. Putri Sulung bernama Putri Jambon. Adik-adiknya dinamai Putri Jingga, Putri NIlai, Putri HIjau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, Putri KUning, dan dua putri lainnya. Baju yang mereka kenakan pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Putri Kuning sedikit berbeda. Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya, ia selalu tersenyumramah kepada siapa pun. Ia lebih suka bepergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.


Karakteristik hikayat yang menonjol dalam pennggalan cerita rakyat di atas adalah …

a)

anonim

b)

kemustahilan

c)

istanasentris

d)

kesaktian tokoh

e)

menggunakan bahasa Melayu klasik

68.

Bacalah petikan hikayat berikut dengan saksama!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....

a)

diam dan tuan

b)

daripadanya dan merebut

c)

raja dan tamasya

d)

rimba dan akal

e)

hamba dan buraksa

69.

Berikut ciri-ciri hikayat, kecuali….

a)

cerita bersifat istanasentris

b)

disebarkan secara tertulis

c)

cerita bersifat simbolis

d)

bersifat anonim

e)

cerita bersifat mustahil

70.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)

Amanat dalam hikayat tersebut adalah....

a)

mendahulukan kepentingan umum

b)

menghormati perasaan orang lain

c)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

d)

menolong orang yang sedang menderita

e)

membantu orang yang sedang bersedih hati

71.

Berdasarkan isinya, Hikayat Hang Tuah termasuk ke dalam jenis hikayat ...

a)

rekaan

b)

sejarah

c)

biografi

d)

autobiografi

e)

fantasi

72.

Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!

Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.


Melihat isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.

a)

eksposisi (pengenalan)

b)

komplikasi (pertikaian awal)

c)

konflik (pertentangan)

d)

puncak konflik (klimaks)

e)

penyelesaian (falling action)

73.

Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak …

a)

pemberani

b)

sombong

c)

baik hati

d)

kasar

e)

setia

74.

nilai yang berkaitan dengan budi pekerti disebut...

a)

nilai moral

b)

nilai sosial

c)

nilai budaya

d)

nilai edukasi

e)

nilai agama

75.

karakteristik kebahasaan hikayat, kecuali...

a)

terdapat majas

b)

konjungsi temporal

c)

kata arkais

d)

melayu klasik

e)

terdapat kata kias

76.

cara mengubah hikayat ke dalam bentuk cerpen, kecuali...

a)

mengubah alur cerita

b)

menggunakan bahasa indonesia

c)

gaya bahasa yang sesuai

d)

mempertahankan nilai

e)

membuat rangkuman

77.

nilai dalam karya sastra, kecuali...

a)

nilai moral

b)

nilai estetika

c)

nilai hukum

d)

nilai budaya

e)

nilai sosial

78.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...

a)

Harusnya orang makan daging

b)

Pentingnya menepati janji

c)

Harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

79.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

80.

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

b)

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

c)

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

d)

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

e)

Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.

81.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...

a)

diusir

b)

diminta

c)

diperintah

d)

diizinkan

e)

diharapkan

82.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

83.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

kemustahilan

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

anonim

e)

bahasa

84.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"


Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

kemudian

b)

lalu

c)

maka

d)

setelah itu

e)

selanjutnya

85.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

86.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)


Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Saling menolong terutama pada musim kemarau

b)

Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan

c)

Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan

d)

Manjalin persahabatan dengan siapa pun.

e)

Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka

87.

apa yang dimaksud dengan Hikayat?

a)

cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

b)

jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

c)

bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

d)

suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.

88.

Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....

a)

cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya

b)

kesaktian dan keunggulan ceritanya

c)

kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya

d)

kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya

e)

kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya

89.

Hikayat dalam bahasa Arab yaitu

a)

Hikmah

b)

Hikhayah

c)

Hikayah

d)

Hikmayah

90.

Unsur eksentrik dalam sebuah cerpen yaitu ...

a)

Latar belakang penulis

b)

Amanat tokoh

c)

Setting Tempat tokoh

d)

Jalan cerita

91.

Ciri-ciri hikayat yaitu

a)

Bersifat humor

b)

Bersifat objektif

c)

Bersifat Istana Sentris

d)

Bersifat informatif

92.

Unsur intrinsik memiliki 8 unsur, salah satunya alur. Nama lain alur yaitu ...

a)

Sudut pandang

b)

Setting

c)

Latar

d)

Plot

93.

Ketika Leyla memutuskan untuk mengungsi, meninggalkan kampong halamannya, perih yang melilit perutnya kian menjadi-jadi. Terlampau perihnya, hingga seluruh pandangannya terasa buram. Leyla seperti melihat ribuan kunang-kunang berlesatan mengitari kepalanya. Selanjutnya, ia menyebut kunang-kunang itu sebagai sang maut. Sang maut yang selalu menguntitnya dan sewaktu-waktu siap mengantarnya menyusul almarhum suaminya.


Konjungsi “ketika” dalam teks di atas menyatakan?

a)

Urutan peristiwa

b)

Urutan waktu

c)

Hubungan peristiwa

d)

Hubungan waktu

94.
Perhatikan teksdi bawah ini!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah.
Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Dalam kutipan teks tersebut, termasuk ke dalam teks apakah?
a)
Novel
b)
Hikayat
c)
Cerpen
d)
Deskripsi
95.

Bacalah teks berikut!


Kira-kira seratus meter kakiku tersandung, lalu jatuh. Beberapa orang yang kebetulan ada di pinggir jalan mula-mula hanya menengokku. Namun, saat aku tak bisa bangun, mereka datang menolongku. Bagaikan salah seorang dari keluargaku, mereka mendudukkan aku.


Nialai moral yang terdapat pada teks tersebut adalah ....

a)

Menghargai orang lain

b)

Tolong-menolong

c)

Teguh pendirian

d)

Tidak peduli

96.

Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....

a)

tema

b)

amanat

c)

penokohan

d)

nilai kehidupan

97.

Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga mulai tampak penyelesaian disebut ....

a)

komplikasi

b)

orientasi

c)

evaluasi

d)

koda

98.

Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai ....

a)

pendidikan

b)

budaya

c)

agama

d)

moral

99.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

100.

Karya sastra prosa yang mengisahkan sebagian kehidupan tokoh yang menarik perhatian penulisnya disebut ....

a)

roman

b)

novel

c)

cerpen

d)

kisah

e)

esai

101.

Cerpen dan hikayat sering menggunakan majas. Majas apa saja yang sering digunakan?

a)

Majas antonomasia, metafora, hiperbola dan majas perbandingan.

b)

Majas antonomasia, metafora, hiperbola, majas perbandingan dan majas personifikasi.

c)

Majas antonomasia, metafora, hiperbola, majas perbandingan, personifikasi dan majas ironi.

d)

Majas antonomasia, metafora, hiperbola, ironi, personifikasi, simile, dan majas perbandingan.

102.

Apa yang dimaksud dengan alur?

a)

Rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita

b)

Gaya bahasa dalam sebua cerita

c)

Kata penghubung

d)

Keterangan waktu

103.

Selain di warung-warung Koran, kadang-kadang aku juga pergi ke perpustakaan daerah. Di sana aku mencermati Koran-koran yang di warung Koran tidak ada. Di sana aku biasanya lebih bebas, karena lepas dari kewajiban membeli Koran.

Cerpen di atas menggunakan sudut pandang …

a)

Orang pertama

b)

Orang kedua

c)

Orang pertama tokoh sampingan

d)

Orang ketiga

104.

Perhatikan penggalan hikayat berikut !

Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan *dititahkan* pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.


Kata arkais yang bercetak miring *dititahkan* pada penggalan hikayat tersebut memiliki makna ...

a)

Di usir

b)

Diminta

c)

Diizinkan

d)

Diperintah

105.

Apa yang dimaksud dengan alur?

a)

Rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita

b)

Gaya bahasa dalam sebua cerita

c)

Kata penghubung

d)

Keterangan waktu

106.

Lutung kasarung, termasuk ke jenis ...

a)

hikayat

b)

legenda

c)

fabel

d)

dongeng

107.

Tujuan dari menceritakan kembali isi hikayat adalah untuk….

a)

Menyimpulkan isi hikayat

b)

Menyimpulkan nilai-nilai dalam hikayat

c)

Menyimpulkan isi dan nilai-nilai dalam hikayat

d)

Mengetahui isi hikayat

108.

Pada hikayat penggunaan latar tempat sangat menonjol, yaitu….

a)

Istana dan lingkungan sekitar

b)

Rumah orang kaya

c)

Rumah orang miskin

d)

Tempat keramaian

109.

Berikut ini langkah-langkah yang harus diperhatikan sebelum menceritakan isi hikayat, kecuali….

a)

Mencari hikayat yang akan dibaca

b)

Membaca seluruh isi hikayat

c)

Memahami isi yang ada dalam hikayat

d)

Mencatat nilai-nilai yang ada dalam hikayat

110.

Pada hikayat penggunaan latar tempat sangat menonjol, yaitu….

a)

Istana dan lingkungan sekitar

b)

Rumah orang kaya

c)

Rumah orang miskin

d)

Tempat keramaian

111.

“Ramai sekali Yah?” Tanya Wahyu saat kami memasuki halaman rumah Datu. Tak ada yang menyadari kedatanganku, semuanya serius memandang ke arah seorang penari. Oh… hatiku ciut. Tanganku tiba-tiba dingin. Desiran darahku semakin kencang. Acara mabbissu, acara ritual yang diperankan oleh para bissu. Orang kebanyakan mengatakan kalau bissu itu “Urane majjiwa makkunrai, tengurane toi temmakunraitoi” (Laki-laki yang berjiwa perempuan, tapi bukan laki-laki juga bukan perempuan). Para bissu berperan sebagai penasihat raja. Pada masa pra- Islam mereka bisa dikatakan sebagai pendeta agama Bugis kuno. Sebagai pelaksana dalam ritual kerajaan, bissulah yang menentukan hari baik untuk memulai sesuatu, seperti turun ke sawah atau membangun rumah.

Nilai budaya yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Ritual mabbisu bagi suku Bugis untuk menentukan hari baik untuk memulai sesuatu

b)

Para bissu berperan sebagai penasihat raja

c)

Pada masa praislam bissu sebagai pendeta agama Bugis kuno.

d)

Bissu menentukan hari baik untuk memulai sesuatu

e)

Bissu itu “Urane majjiwa makkunrai, tengurane toi temmakunraitoi”

112.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"


Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

kemudian

b)

lalu

c)

maka

d)

setelah itu

e)

selanjutnya

113.

Hikayat dalam bahasa Arab yaitu

a)

Hikmah

b)

Hikhayah

c)

Hikayah

d)

Hikmayah