wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Menganalisis Isi dan Kebahasaan Novel

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Baca dengan saksama kutipan berikut ini.

Setelah beberapa detik menajamkan pendengarannya, Magi kembali menggigit pergelangan tangan. Kali ini satu gigitan keras di tempat yang sama dan Magi menggunakan seluruh sisa kekuatan yang dia miliki, sampai mereasakan sakit yang membuat matanya berkunang-kunang. Kesadarannya perlahan hilang, lalu dunianya gelap. (Dikutip dari novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo )

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan di atas adalah ....

a)

Sudut pandang orang pertama

b)

Sudut pandang orang ketiga terbatas

c)

Sudut pandang orang ketiga serbatahu

d)

Sudut pandang orang ketiga objektif

e)

Sudut pandang orang kedua

2.

Baca kutipan novel berikut dengan saksama!

Dari tulisan berkaitan dengan dunia pertanian, perlahan-lahan Magi bergeser ke isu lain, sesuatu yang selama ini ditahannya, sesuatu yang selalu menghantuinya. Dia menulis tentang hak-hak perempuan yang dilanggar oleh belenggu adat, termasuk di antaranya tentang kawin tangkap. Membaca tulisannya dibaca ribuan orang dan dibagikan puluhan kali, membuat Magi bangga sekaligus sedih (Dikutip dari novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo).

Dari kutipan di atas, sifat Magi yang patut ditiru dan diterapkan dalam kehidupan adalah ....

a)

Tidak mudah putus asa

b)

Berani memperjuangkan haknya sekaligus hak-hak perempuan

c)

Gemar menulis cerita yang bermanfaat

d)

Selalu optimis

e)

Menentang adat yang merugikan perempuan

3.

Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat!

Magi Diela marah sekali kepada kakaknya karena mendengar apa yang telah terjadi. Dia berpikir kakaknya sengaja melukai Dangu karena marah dan merasa sahabatnya itu sudah mempermalukan suku mereka.

"Sa su bilang tidak sengaja. Ko ini kenapa? Dangu itu sa punya teman, ko ingat tidak e? Jangan seperti kemasukan setan ko!" Rega membalas amarah adiknya. Dia kesal dituduh sengaja melukai temannya sendiri. (Dikutip novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo)

Konflik dalam kutipan novel tersebut adalah ....

a)

Magi merasa kesal karena Rega mencelakai Dangu

b)

Rega tak terima karena dituduh mencelakai Dangu dengan sengaja

c)

Magi salah paham dan menganggap sang kakak mencelakai Dangu

d)

Dangu dianggap mempermalukan suku mereka

e)

Magi dan Rega beradu mulut karena kecelakaan yang menimpa Dangu

4.

Bacalah kutipan novel di bawah ini dengan saksama!

Tanpa membaca kembali yang ditulisnya, Magi menutup buku itu, lalu merebahkan tubuh. Pikirannya tidak ada di kamar yang dia tempati. Pikirannya melayang kepada Anjelin. Apakah dia bisa tidur, apa yang sedang dirasakannya, takutkah dia, sanggupkah dia menjalani hidupnya, apakah dia merindukan keluarganya, apakah keluarganya mengkhawatirkan keadaan anaknya, sehatkah bayi di dalam perutnya? Dan masih banyak tanya yang menggantung di udara kamarnya. (Dikutip dari novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo)

Kebahasaan yang terkandung dalam kutipan novel tersebut di antaranya, yaitu ....

a)

Makna konotatif, makna denotatif, kata kerja material, kata kerja mental, dan bahasa ekspresif

b)

Makna denotatif, kata kerja untuk menunjukkan kalimat tak langsung, konjungsi temporal, dan bahasa emotif

c)

Makna konotatif, makna denotatif, konjungsi temporal, kata kerja mental, dan bahasa emotif

d)

Makna konotatif, kata kerja material, kata sifat, dan bahasa ekspresif

e)

Makna denotatif, konjungsi temporal, dan kata sifat,

5.

Cermati kutipan novel di bawah ini!

Tiba-tiba Dangu merasa darahnya mendidih. Ini bukan tentang adat. Ini tentang nafsu.

"Sa pulang sebentar," kata Dangu kepada Rega. Rega tidak menahan.

Dangu Toda memang berjalan ke rumahnya untuk mengambil kunci motor, lalu pergi melampiaskan emosinya kepada orang yang tepat. (DIkutip dari novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo)

Berdasarkan kutipan tersebut, bagaimana watak Dangu Toda?

a)

Pendendam

b)

Terlalu gegabah

c)

Suka cari ribut

d)

Otoriter

e)

Temperamental

6.

Bacalah kedua kutipan berikut dengan cermat!

Kutipan 1

Masih segar dalam ruang kenangan Kenanga ketika untuk kali pertama Intan datang menginjakkan kaki di griya. Tubuhnya kurus kering, sangat dekil pula. Dia datang diantar seorang perempuan tua. Anak itu begitu ketakutan melihat ibu dan ayah Kenanga. Keringat dingin membasahi wajahnya. Mati-matian dia berusaha sembunyi di balik punggung pengantarnya yang dipanggil odah, nenek. (Dikutip dari novel Kenanga karya Oka Rusmini)

Kutipan 2

Dua hari kemudian, keadaan kampung menjadi biasa lagi seperti tidak terjadi apa-apa. Perempuan menenun atau membuat bola-bola nasi dari anyaman daun pandan. Beberapa perempuan muda menumbuk sayur untuk dibuat jadi rowe kariwa. (Dikutip dari novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo)

Penjelasan yang tepat untuk kedua kutipan di atas adalah ....

a)

Kedua kutipan tersebut sama-sama menggunakan alur maju

b)

Kutipan 1 menggunakan alur maju, sedangkan kutipan 2 menggunakan alur mundur

c)

Kutipan 1 menggunakan alur campuran, sementara kutipan 2 menggunakan alur maju

d)

Kutipan 1 menggunakan alur mundur, sementara kutipan 1 menggunakan alur campuran

e)

Kutipan 1 menggunakan alur mundur, sedangkan kutipan 2 menggunakan alur maju

7.

Bacalah kutipan novel di bawah ini!

Tepat di ujung matanya, di antara keramaian, dia melihat Leba Ali sedang tertawa. Ke sanalah langkah Dangu mengarah dengan pasti, susah payah menyibak kerumunan orang. Tangannya tidak lagi bisa mengayun kiri dan kanan. Didorongnya siapa pun yang menghalangi langkahnya. Sampai di jarak yang cukup dekat, tangan kanannya memegang gagang parang dan diangkatnya tinggi. Amarah telah membutakan Dangu sampai tanpa disadarinya orang-orang yang ditepis sepanjang langkahnya tadi sudah memperhatikannya. Pakalak payawau telah berubah sunyi. Semua mata teruju kepada Dangu. (Dikutip dari novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo)

Jika dikaitkan dengan unsur kebahasaan, jawaban yang tepat untuk kutipan di atas adalah ....

a)

Kutipan tersebut mengandung makna konotatif dan denotatif

b)

Kutipan tersebut menggunakan bahasa emotif dan makna konotatif

c)

Kutipan tersebut mengandung bahasa ekspresif dan kata kerja material

d)

Kutipan tersebut menggunakan kata kerja untuk menunjukkan kalimat tak langsung dan kata kerja mental

e)

Kutipan tersebut mengandung bahasa ekspresif dan konjungsi temporal

8.

Bacalah kutipan novel di bawah ini dengan saksama!

Tidak biasanya Magi pulang larut. Biasanya, paling lambat jam enam sore, dia sudah tiba di rumah. Jika pulang lewat dari itu, maka dia akan berpamitan terlebih dulu kepada orang rumah. Kali ini, jam di rumah sudah menunjukkan pukul 18.50 dan Magi belum juga muncul. Ina Bobo sudah beberapa kali meminta menantunya untuk menelepon anak gadisnya itu. (Dikutip dari novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo )

Latar waktu dan suasana pada kutipan novel tersebut adalah ....

a)

Malam hari, menyedihkan

b)

Sore hari, rusuh

c)

Malam hari, meresahkan

d)

Malam hari, genting

e)

Sore hari, mengkhawatirkan

9.

Cermati kutipan novel berikut ini!

"Kenapa Ina bicara begitu? Ina tahu sejak kecil, Magi, sa, dan anak-anak di kampung ini sudah berteman seperti saudara. Lalu, sekarang Ina bilang sa harus jauhi Magi, hanya karena dia su mau jadi orang pung istri?" Dangu protes keras.

"Benar-benar ko! Seharusnya, Ina sadar kalau ko dua ada rasa cinta dari dulu. Tidak ada laki-laki dan perempuan bisa menjadi sahabat setelah dewasa. Mereka pasti ada rasa, walau sedikit. Ko cepat sana carikan anak mantu untuk Ina. Supaya ko berhenti ganggu anak orang. Magi itu su saudara, ko paham itu, Dangu Toda? Cari perempuan yang bukan dari Weetawar! Macam hanya satu sa perempuan di muka bumi ini!" teriak Ina Nano sembari mendorong kayu ke dalam tungku masak dengan kasar. (Dikutip dari novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo )

Berdasarkan kutipan di atas, unsur intrinsik yang paling dominan adalah .....

a)

Latar

b)

Alur

c)

Sudut pandang

d)

Tema

e)

Penokohan

10.

Lalu, katanya “Kalau Nyonya melarangku datang kemari, itu hak Nyonya, tapi, menyambutku dengan semburan begini rasanya Nyonya telah membuat kekeliruan bertamu. Nyonya harus mempersilahkan tamu Nyonya masuk, bukan memakinya.”

Nilai adat istiadat yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah…

a)

nyonya bertindak benar

b)

setiap orang berbeda kepribadiannya

c)

 kita harus menghargai tamu

d)

kita harus senantiasa berkorban

e)

saling menghargai antarsesama

11.

Novel karya Ahmad Fuadi ini berisi kisah lima orang sahabat yang mondok di pesantren Pondok Madani atau (PM). Novel laris ini merupakan novel pertama dari trilogi yang secara apik bercerita tentang dunia pendidikan khas pesantren, lengkap dengan segala pernak-pernik kehidupan para santrinya. Alif Fiki adalah seorang yang sangat menginginkan sekolah SMA Bukit Tinggi, Sumatera Barat, dengan berbekal nilai ujian yang lumayan bagus. Namun, mimpinya musnah tak berbekas karena amaknya tidak mengizinkannya bersekolah di sana. Beliau ingin Alif sekolah di Madrasah Aliyah yang berbasis agama dengan alasan amak ingin Alif menjadi ustaz. Dengan setengah hati, Alif menerima keinginan amaknya untuk sekolah agama. Mulanya dia sangat kaget dengan segala peraturan kuat dan kegiatan Pondok. Untunglah, dia menemukan sahabat-sahabat dari berbagai daerah yang benar-benar menyenangkan. Di bawah menara PM inilah, mereka berlima justru menciptakan mimpi-mimpi lewat imajinasinya menatap langit dan merangkai awan akan mantra ampuh yang mereka dapatkan dari Kyai Rais, guru besar PM, yaitu Man Jadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Isi novel ini mampu mengubah pola pikir kita tentang pendidikan pondol yang tidak hanya belajar agama saja. Selain ilmu agama sama juga dipelajari ilmu umum seperti bahasa Inggris, Arab, kesenian dan sebagainya. Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah meremehkan sebuah mimpi setinggi apapun itu, karena Allah maha mendengar doa dari umatNya.

Pandangan pengarang novel yang diulas tersebut berkaitan dengan…

a)

pola pengajaran di pondok pesantren

b)

di pesantren tidak hanya belajar tentang agama

c)

wujudkan mimpi dengan bersungguh-sungguh

d)

Allah maha mendengar doa seriap umat-Nya

e)

mengutamakan belajar agama di pesantren

12.

Novel karya Ahmad Fuadi ini berisi kisah lima orang sahabat yang mondok di pesantren Pondok Madani atau (PM). Novel laris ini merupakan novel pertama dari trilogi yang secara apik bercerita tentang dunia pendidikan khas pesantren, lengkap dengan segala pernak-pernik kehidupan para santrinya. Alif Fiki adalah seorang yang sangat menginginkan sekolah SMA Bukit Tinggi, Sumatera Barat, dengan berbekal nilai ujian yang lumayan bagus. Namun, mimpinya musnah tak berbekas karena amaknya tidak mengizinkannya bersekolah di sana. Beliau ingin Alif sekolah di Madrasah Aliyah yang berbasis agama dengan alasan amak ingin Alif menjadi ustaz. Dengan setengah hati, Alif menerima keinginan amaknya untuk sekolah agama. Mulanya dia sangat kaget dengan segala peraturan kuat dan kegiatan Pondok. Untunglah, dia menemukan sahabat-sahabat dari berbagai daerah yang benar-benar menyenangkan. Di bawah menara PM inilah, mereka berlima justru menciptakan mimpi-mimpi lewat imajinasinya menatap langit dan merangkai awan akan mantra ampuh yang mereka dapatkan dari Kyai Rais, guru besar PM, yaitu Man Jadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Isi novel ini mampu mengubah pola pikir kita tentang pendidikan pondol yang tidak hanya belajar agama saja. Selain ilmu agama sama juga dipelajari ilmu umum seperti bahasa Inggris, Arab, kesenian dan sebagainya. Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah meremehkan sebuah mimpi setinggi apapun itu, karena Allah maha mendengar doa dari umatNya.

Pandangan pengarang novel yang diulas tersebut berkaitan dengan…

a)

Pendidikan tentang bersosialisasi

b)

Pendidikan tentang agama

c)

Pendidikan tentang budi pekerti

d)

Pendidikan tentang bekerja keras tidak mudah menyerah

e)

Pendidikan tentang persahabatan di lingkungan pesantren

13.

Dalam Belenggu, perempuan sejati yang disiratkan Armijn melalui Kartono adalah perempuan yang tahu hak dan kewajibannya dalam rumah tangga. Perempuan yang tetap menyayangi dan mencintai suaminya dengan tidak merasa sebagai budak. Yang diinginkan Kartono adalah perempuan seperti Yah. Tono menjadi tentram di rumah Yah karena ia menyambutnya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Yah mengerti kesukaan suami: menanggalkan baju dokternya, melepas sepatunya, dan mengganti dengan sandal rumah.

Hal yang disorot pengarang pada kutipan cerita tersebut adalah…

a)

Peran suami dalam mengatur rumah tangga

b)

Peran istri dalam mengurus rumah tangga

c)

Hubungan suami istri yang tidak seimbang

d)

Perselisihan dalam rumah tangga

e)

Ketidaksalingpengertian antara suami dan istri

14.

Dalam Belenggu, perempuan sejati yang disiratkan Armijn melalui Kartono adalah perempuan yang tahu hak dan kewajibannya dalam rumah tangga. Perempuan yang tetap menyayangi dan mencintai suaminya dengan tidak merasa sebagai budak. Yang diinginkan Kartono adalah perempuan seperti Yah. Tono menjadi tentram di rumah Yah karena ia menyambutnya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Yah mengerti kesukaan suami: menanggalkan baju dokternya, melepas sepatunya, dan mengganti dengan sandal rumah.

Saran yang tepat untuk permasalahan dalam petikan cerita tersebut adalah…

a)

Suami harus mampu mengatur urusan rumah tangga.

b)

Seorang istri harus tulus dan mampu memahami kehendak suami.

c)

Suami harus mengerti kebutuhan dan kesukaan istri.

d)

Dalam rumah tangga, istri harus mengikuti semua perintah suami.

e)

Suami istri harus saling menyayangi.

15.

Wiraatmaja menggelengkan kepalanya, “Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik.”

“Bukan begitu, Bapak!” kata Tuti pula menyambung kata ayahnya.

“Bukan mereka sengaja hendak bertentangan dengan orang-orang tua. Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidup kita sebagai manusia. Emang berkata bahwa Bahagia itu ialah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang. Saleh menganggap Bahagia itu lain artinya. Bahagia itu baginya tidak sama dengan hidup senang. Baginya yang dinamakan bahagia itu dapat menurutkan desakan hatinya, dapat mengembangkan tenaga dan kecakapannya sepenuh-penuhnya, dan menyerahkannya kepada yang kerasa kepadanya dan yang termulia di dalam hidup ini."

Berdasarkan kutipan cerita tersebut, sebenarnya pengarang ingin menjelaskna bahwa bahagia adalah…

a)

sesuatu yang baik menurut anak-anak zaman sekarang

b)

apabila dapat menjalani hidup dengan senang

c)

apabila dapat menyalurkan keinginan dan bernilai positif

d)

apabila dapat melakukan sesuatu sesuai dengan kata hatinya

e)

apabila dapat berbuat menyenangkan orangtua

16.

Wiraatmaja menggelengkan kepalanya, “Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik.” “Bukan begitu, Bapak!” kata Tuti pula menyambung kata ayahnya.

“Bukan mereka sengaja  hendak bertentangan dengan orang-orang tua. Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidup kita sebagai manusia. Emang berkata bahwa Bahagia itu ialah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang. Saleh menganggap Bahagia itu lain artinya. Bahagia itu baginya tidak sama dengan hidup senang. Baginya yang dinamakan bahagia itu dapat menurutkan desakan hatinya, dapat mengembangkan tenaga dan kecakapannya sepenuh-penuhnya, dan menyerahkannya kepada yang kerasa kepadanya dan yang termulia di dalam hidup ini."

Hal yang dipertentangkan dalam petikan cerita tersebut adalah…

a)

perbedaan pendapat antara orangtua dan remaja

b)

konflik keluarga

c)

kesenangan hidup

d)

hakikat kebahagiaan

e)

hakikat bahagia

17.

Bacalah cuplikan novel berikut!

Cuplikan 1

Kemudian Pak Balam membuka matanya dan memandang mencari muka Wak Katok. Ketika pandangan mereka bertaut. Pak Balam berkata kepada Wak Katok. “Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok, dan sujudlah ke hadirat Tuhan. Mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun, akuilah dosa-dosamu, juga supaya kalian dapat selamat keluar dari rimba ini, jauh dari bahaya yang dibawa hariman ... biarlah aku yang jadi korban ...”

 

Cuplikan 2

Kenari merasa malu dan kurang percaya diri kalau berkumpul dengan teman-temannya. Tubuhnya kecil dan mengeluarkan bau tak sedap. Teman-temannya sering meledek dan menggodanya. Kenari ingin penampilannya berubah. Dia ingin buktikan kepada teman-temannya bahwa ia bisa tampil bersih dan tidak kalah besar. Kenari pun bangun pagi dan rajin membersihkan diri. Ia tidak malas lagi mencari makan. Berkat ejekan teman-temannya, dirinya membuang jauh-jauh sifat malasnya.

Perbedaan nilai kehidupan yang terdapat dalam dua buah cuplikan novel di atas adalah…

a)

Cuplikan 1 mengandung nilai sosial sedangkan novel 2 mengandung nilai moral

b)

Cuplikan 1 mengandung nilai agama sedangkan novel 2 mengandung nilai moral

c)

Cuplikan 1 mengandung nilai moral sedangkan novel 2 mengandung nilai agama

d)

Cuplikan 1 dan 2 mengandung nilai agama

e)

Cuplikan 1 mengandung nilai budaya sedangkan novel 2 mengandung nilai sosial

18.

Aminudin sangat kecewa setelah mengetahui bahwa gadis itu bukanlah Mariamin. Agar ayahnya tidak mengeluh dan kecewa, Aminudin menerima gadis itu sebagai istrinya. Aminudin berkirim surat kepada Mariamin bahwa ia sudah menikah dengan gadis pilihan ayahnya. Aminudin menjelaskan duduk perkaranya. Sebelum surat itu selesai dibacanya, Mariamin sudah pingsan. Ia lalu jatuh sakit. Ayah Aminudin merasa bersalah dan meminta maaf kepada Mariamin dan ibunya. Ia berjanji akan tetap bersahabat dengan keluarga Sutan Baringin. Setelah 1 tahun Aminudin menikah, Mariamin pun terpaksa menikah dengan seorang kerani bernama Kasibun dari Padang Sidempuan. Hidupnya sangat menyedihkan karena tabiat suaminya sangat kasar.

Unsur budaya yang tampak pada cuplikan novel di atas adalah…

a)

kawin paksa

b)

konflik keluarga

c)

penolakan cinta

d)

eratnya hubungan orangtua dan anak

e)

kekuasaan suami yang lebih besar

19.

Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan novel adalah...

a)

pengarang mencoba menghasilkan pandangan dunianya tentang realitas sosial di sekitarnya

b)

pengarang mencoba berimajinasi

c)

pengarang melakukan realitas kehidupan

20.

Dalam proses menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam Novel, langkah pertama yang dilakukan untuk mengetahui hal tersebut antara lain :

a)

membaca teks novel

b)

menemukan fakta dalam novel

c)

berimajinasi mengenai novel

21.

“Aku merasa ringan, kini aku sudah menceritakan kepada kalian di depan Wak Katok beban dosa yang selama ini menghimpit hatiku dan kepalaku. Aku sudah mengakui dosa-dosaku, dan tolonglah doakan supaya Tuhan suka kiranya mengampuni dosa-dosa Wak Katok ...”. Pak Balam mendekatkan kedua belah telapak tangan seperti orang berdoa, dan mulutnya komat-kami


Watak Pak Balam pada kalimat tersebut adalah….

a)

Munafik

b)

Jujur

c)

Periang

d)

Ramah

e)

Dengki

22.

Bacalah paragraf berikut!

….tapi itu tak dapat dicapai dengan kenduri saja. Masa dan keadaanlah yang menentukan. Ompi yakin, masa itu pasti akan datang. Dan, ia menunggu dengan hati yang disabar-sabarkan. Pada suatu hari yang gilang gemilang, angan-angannya pasti merupa jadi kenyataan. Dia yakin itu bahwa Indra Budiman-nya akan mendapat nama tambahan dokter di muka namanya sekarang. Atau salah satu titel yang mentereng lainnya. Ketika Ompi mulai mengangankan nama dambaannya itu, diambilnya kertas dan potlot ditulisnya nama anak-anak, Dr. Indra Budiman. Dan Ompi merasa bahagia sekali. Ia yakinkan kepada para tetangganya akan cita-citanya yang pasti tercapai itu. (A.A. Navis, anak kebanggaan)

Amanat yang terkandung dalam penggalan prosa di atas adalah….

a)

Janganlah terlalu yakin dengan angan-angan sendiri.

b)

Cita-cita orang tua akan tercapai kalau didukung oleh anaknya.

c)

Cita-cita pasti tercapai kalau dilandasi keyakinan akan keberhasilannya

d)

Asal kita yakin, pengaruh dari orang lain tak ada artinya.

e)

Hendaklah kita yakin dengan apa yang kita cita-citakan.

23.

Bacalah Kutipan novel berikut untuk menjawab soal di bawah ini !

Kami gelagapan. (1) Tidak siap menjawab pertanyaan interogatif disenja bergerimis dalam keadaan kepayahan ini.

“Apa salah kalian?” Berondongannya sekali lagi, tidak sabar. (2) Gerimis bercampur dengan pecikan ludahnya . Mukanya maju. Napasnya mengerubuti mukanya. Aku katupkan mataku rapat-rapat. Apa yang akan dilakukan Tyson ini padaku.

Melihat aku menutup mata, dia membentuk lebih keras, “Jangan takut dengan manusia, jawab!”

Aku tidak punya pilihan lain untuk memberanikan diri menjawab. Ragu-ragu,

Maaf… maaf… Kak, kami terlambat. (3) Tapi hanya sedikit Kak, lima menit saja.

(4)“Sudah berapa lama kalian resmi jadi murid di PM?” katanya memotong kalimatku.

“Dua…dua…Kak.” Jawabku terbata-bata.

“Barudua hari sudah melanggar. (5) Bukankah kemarin malam Qanun dibacakan dan kalian tahu tidak terlambat.”

*PM= Pondok Madani

*Qanun=peraturan

( Negeri 5 Menara Karya A, Faudi)


Penggambaran watak Tyson yang tegas diungkap melalui…

a)

Dialog antartokoh

b)

Pikiran-pikiran tokoh

c)

Tanggapan tokoh lain

d)

Keadaan di sekitar tokoh

e)

Secara langsung oleh pengarang

24.

Cermati kutipan berikut!


Tiap-tiap pemuda yang bersekolah di Betawi dalam bertamasya di Danau Singkarak atau Sawahlunto dan singgah ke Solok, belum pernah mereka melampaui sebuah rumah kecil yang amat bersih rupanya. Rumah itu dibeli oleh Ibu Hanafi dan disanalah ia tinggal bersama Rapiah karena perlu menyekolahkan Syafei. Rapiah tidak suka bercerai lagi dengan mertuanya yang sudah dipandangnya sebagai ibu kandungnya, sedangkan Ibu Hanafipun berkata hendak menurutkan orang kedua itu ke mana perginya.


Rapiah tetap menolak hendak dipersuamikan. Ia berkata tak sampai hati akan memberi ayah tiri pada Syafei.


Ibu Hanafi memerlukan benar menyembelih ayam, tiap-tiap kedatangan anak-anak sekolah dari betawi. Pemuda-pemuda itu senang sekali datang berkunjung ke rumah orang yang peramah dan bijaksana itu.


(Salah Asuhan, Abdul Muis)


Hal dalam kutipan yang terkait dengan kehidupan bermasyarakat sekarang ini adalah…

a)

Jika bertamasya ke Danau Singkarak atau Sawahlunto singgah ke rumah sanak saudara di sana.

b)

Hendaklah kita mengunjungi keluarga kita yang ada di daerah.

c)

Suatu Keluarga menyiapkan hidangan yang baik untuk menjamu tamu.

d)

Ibu mertua dan anak menantu perempuan selalu bersama dalam melakukan sesuatu.

e)

Tidak menikah lagi sesudah suami meninggal demi masa depan anak yang dicintai.

25.

Ahim memperlama sujudnya. Ia banyak meminta di tiap sujud karena sujud adalah saat dikabulkannya doa. Ia dengan sepenuh hati meminta kepada Allah agar dimudahkan menghadapi ujian nasional esok. Ahim telah mempersiapkan diri secara maksimal, tetapi ia yakin apa yang akan ia dapat adalah apa yang akan Ia karuniakan unsur ekstrinsik yang terdapat dalam paragraf di atas adalah.....

a)

Nilai agama

b)

Nilai budaya

c)

Nilai moral

d)

Nilai Sosial

e)

Nilai Adat