NEW
Font size
WorksheetsKSN Geografi
Total questions: 20
Worksheet time: 16mins
Tiga proses yang dialami oleh energi yang ditransfer dari satu tempat ke tempat yang lain adalah:
Konduksi, konveksi, dan transfer energi
Radiasi, pemancaran, konveksi
Pemanasan, pemancaran, perpindahan
Konduksi, konveksi, radiasi
Konduksi, perpindahan, konveksi
Perbedaan pengertian cuaca dan iklim khususnya pada masalah:
Ruang lingkup wilayah. Cuaca mencakup daerah dengan radius kurang dari 10 km sedangkan iklim mencakup daerah lebih dari 10 km.
Lama waktu. Cuaca waktunya singkat sedangkan iklim waktunya panjang.
Variasi kejadian. Cuaca memiliki variasi fenomena cuaca yang lebih sedikit dibandingkan iklim.
Semua benar
Tidak ada yang benar
Enam proses perubahan dari satu fasa ke fasa yang lain adalah:
evaporasi, kondensasi, deposisi, membeku, mencair, sublimasi
evaporasi, sublimasi, deposisi, kondensasi, mencair, membeku
evaporasi, kondensasi, membeku, deposisi, sublimasi, mencair
mencair, membeku, kondensasi, deposisi, evaporasi, sublimasi
mencair, kondensasi, membeku, sublimasi, deposisi, evaporasi
Kerusakan lingkungan hidup di muka bumi yang diakibatkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang berdampak global adalah:
kabut asap akibat knalpot kendaraan
material sisa pembakaran batu bara
hujan asam akibat buangan industri
perusakan lapisan ozon pada lapisan atmosfer
meningkatnya radiasi ultraviolet yang menembus atmosfer
Salah satu cara untuk memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan adalah dengan reduce, yaitu dengan cara:
Penyulingan air laut
Pembuatan irigasi
Pemurnian air limbah
Penggunaan air sesuai kebutuhan
Pengambilan air tanah dalam
Pembakaran hutan dan lahan tanaman liar merupakan bencana bagi manusia karena dapat mencemarkan udara dan mengancam kehidupan manusia. Bahaya lain dari pencemaran udara adalah:
Terjadinya angin topan
Perubahan iklim
El Niño
Musim kering yang panjang
Banjir
Pengelolaan bencana yang bermuara pada pengurangan risiko semestinya difokuskan pada tahapan:
tanggap darurat
rehabilitasi
rekonstruksi
kesiapsiagaan
evakuasi dan penyelamatan
Pembuatan peta rencana tata ruang berbasis analisis pengurangan risiko bencana merupakan salah satu wujud mitigasi:
keruangan
kewilayahan
struktural
kelingkungan
nonstruktural
Tsunami merupakan bencana sekunder dari kejadian primer yang berupa:
erupsi gunungapi
longsor besar
gempa bawah laut
badai tengah laut
gelombang pasang
Batuan beku yang terbentuk pada zona subduksi umumnya jenis batuan beku:
asam
basa
intermediet
ultrabasa
tidak ada jawaban yang benar
Batuan sedimen berikut yang memiliki ukuran butir paling kasar yaitu:
batupasir
batuserpih
batulempung
batulanau
breksi
Perbedaan utama antara horst dan graben yaitu:
horst adalah rendahan sedangkan graben adalah tinggian
horst adalah tinggian sedangkan graben adalah rendahan
horst terbentuk karena adanya lipatan dan graben terbentuk akibat patahan
horst adalah patahan horizontal sedangkan graben adalah patahan vertikal
horst adalah patahan vertikal sedangkan graben adalah patahan horizontal
Perhatikan gambar di bawah ini
Perhatikan sirkulasi arus global pada peta dunia di atas ini. Penyebab perputaran arah sirkulasi yang terjadi di belahan bumi utara dan selatan berbeda arah adalah:
arah tiupan angin di atmosfer
adanya daratan diantara lautan di dunia
revolusi bumi mengelilingi matahari
perbedaan kedalaman laut
rotasi bumi
Presipitasi, infiltrasi, evaporasi, transpirasi, intersepsi, dan aliran permukaan adalah beberapa faktor yang diperhitungkan dalam siklus hidrologi atau siklus air. Dalam memperhitungkan jumlah air tanah, faktor yang merupakan input atau masukan ke dalam sistem air tanah adalah:
infiltrasi
evaporasi
transpirasi
aliran permukaan
intersepsi
Berikut penilaian berkaitan dengan perkembangan sejarah pertanian. Pilih pernyataan yang menurut Saudara paling tepat!
Revolusi Pertanian Kedua menyebabkan terjadinya peningkatan degradasi lahan karena adanya perpindahan pertanian ke kota
Revolusi Hijau menyebabkan kegagalan pertanian karena terjadinya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh input teknologi dalam pengembangan usaha
Revolusi Neolitik merupakan revolusi yang ramah lingkungan karena dinilai mampu menyediakan kebutuhan pangan sekala besar dengan teknologi sederhana
Revolusi Pertanian Kedua menyebabkan terjadinya degradasi lahan karena input teknologi yang merusak lingkungan dalam sekala besar
Revolusi Pertanian Kedua menyebabkan domestifikasi pertanian dan meningkatkan kebutuhan pangan perkotaan
Tanah yang terbentuk dari endapan hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah, berwarna kelabu dan peka terhadap erosi, biasanya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian sawah adalah jenis tanah:
aluvial
latosol
fluvial
endosol
organosol
Selain jenis lahan sawah pasang surut, terdapat juga jenis lahan yang memiliki tingkat elevasi cukup tinggi atau berada di atas permukaan air laut. Lokasi lahan ini juga dapat berada di luar jangkauan fluktuasi pasang surut air laut. Saat musim hujan datang, akan tergenang oleh air, yang berasal dari limpahan air hujan ataupun luapan air sungai. Namun pada saat musim kemarau, sebagiannya lahan akan mengalami kekeringan dan air tergenang yang masih tersisa juga akan membentuk rawa. Tipe pertanian yang biasa dikembangkan pada lahan ini adalah:
sawah irigasi
sawah tadah hujan
sawah lebak
sawah nonpasang surut
sawah terpadu
Konflik geopolitik berupa perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok membawa dampak negatif bagi pembangunan ekonomi Indonesia, karena:
memperlambat pertumbuhan ekspor
memperlambat pertumbuhan impor
meningkatkan ketergantungan pada ekspor commodity-based
menurunkan ketergantungan pada ekspor manufaktur
menguras cadangan devisa karena keran impor terbuka bebas
Jenis peta yang dapat digunakan untuk menganalisis tingkat rawan banjir adalah:
peta topografi, peta navigasi, dan peta curah hujan
peta vegetasi, peta jenis tanah, dan peta curah hujan
peta kedalaman air tanah, peta topografi, dan peta geologi
peta curah hujan, peta jenis tanah, dan peta geomorfologi
peta curah hujan, peta geomorfologi, dan peta kemiringan lereng
Perhatikan gambar di bawah ini!
Dalam perencanaan, digunakan peta dengan skala berbeda-beda tergantung tingkat kedetilan
dari perencanaan itu sendiri. Misalnya, ketika perencanaan masih berada dalam bentuk
Feasibility Study, peta yang digunakan memiliki 1:25.000 (ilustrasi Peta 1 di atas). Sedangkan
ketika perencanaan sudah dalam bentuk Master Plan, digunakan peta dengan skala 1:10.000
(ilustrasi Peta 2 di atas)
Jika diperoleh pada Peta 1, jarak peta antara Titik A dan Titik B adalah 10 cm, maka jarak peta
antar Titik A dan Titik B di Peta 2 adalah:
2,5 cm
4 cm
8 cm
12 cm
25 cm
