wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Eksipien

Total questions: 25

Worksheet time: 17mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah industri farmasi mengembangkan formula tablet candesartan pada skala pilot dengan metode granulasi kering menggunakan formula sebagai berikut: Candesartan, laktosa, corn starch, croscarmellose sodium, mikrokristalin selulosa dan magnesium stearat. Saat proses pre kompresi, campuran bahan obat dan eksipien menempel/lengket pada permukaan punch mesin cetak tablet. Untuk mengatasi masalah tersebut, formulator akan meningkatkan konsentrasi salah satu bahan dalam formula tersebut. Bahan apakah yang dimaksud?

a)

Laktosa

b)

Corn starch

c)

Croscarmellose sodium

d)

Mikrokristalin selulosa

e)

Magnesium stearat

2.

Divisi R&D sebuah industri farmasi mengembangkan formula sediaan kapsul diacerein 50 mg per kapsul dengan formula sebagai berikut: diacerein, laktosa direct compress, poloxamer 188, croscarmellose sodium, silikon dioksida koloidal, dan magnesium stearat.

Selama proses pengisian masa serbuk ke dalam cangkang kapsul menunjukkan bahwa aliran masa serbuk tidak lancar dan bobot kapsul tidak seragam. Untuk mengatasi hal tersebut, bahan yang mampu meningkatkan karakteristik aliran serbuk pada formula perlu ditingkatkan jumlahnya. Bahan manakah yang dimaksud?

a)

Laktosa direct compress

b)

Poloxamer 188

c)

Croscarmellose sodium

d)

Silikon dioksida koloidal

e)

Magnesium stearat

3.

Industri obat tradisional akan mengembangkan ekstrak daun kepel (ekstrak kental) menjadi granul minuman effervescent. Proses formulasi membutuhkan adsorben untuk mengadsorbsi ekstrak dan menghomogenkannya dengan bahan yang lain. Komponen formula yang digunakan terdiri dari: ekstrak daun kepel, asam sitrat, sodium bikarbonat, poloxamer, Aerosil®, xanthan gum, sodium benzoate, dan sukrosa. Komponen formula manakah yang berfungsi sebagai adsorben?

a)

Asam sitrat

b)

Poloxamer

c)

Aerosil

d)

Xanthan gum

e)

Sodium benzoate

4.

Sebuah industri farmasi melakukan penelitian dan pengembangan sediaan tablet effervescent ranitidin. Komponen formula yang disusun terdiri dari: ranitidin, asam sitrat, sodium bikarbonat, mannitol, aspartame, sukrosa, asesulfam, mint, dan flavour tutti frutti.

Mekanisme kerja penghancur manakah yang dominan dalam proses disintegrasi tablet tersebut?

a)

Kapilaritas

b)

Swelling

c)

Pembentukan gelembung gas

d)

Repulsi

e)

Recovery energy of elastic deformation

5.

Berikut ini eksipien yang berfungsi untuk memecah tablet dan granul menjadi partikel,  kecuali ……

a)

Amilum

b)

Crospovidone

c)

Kalsium fosfat dibasik dihidrat

d)

Sodium starch glycolate

e)

Croscarmellose sodium

6.

Apoteker R&D sebuah industri farmasi mengembangkan sediaan tablet clobazam. Pada proses kompresi tablet diketahui bahwa granul rapuh, susah dimampatkan walaupun pada tekanan kompresi yang tinggi, dan tablet capping. Apoteker melakukan perbaikan formula dengan menurunkan konsentrasi magnesium stearat. Apakah alasan apoteker melakukan tindakan tersebut?

a)

  Konsentrasi magnesium stearat yang terlalu tinggi menyebabkan granul bersifat higroskopis

b)

Konsentrasi magnesium stearat yang terlalu tinggi menyebabkan friksi granul dengan punch dan die tinggi

c)

  Konsentrasi magnesium stearat yang terlalu tinggi meningkatkan keterbasahan dan disolusi tablet

d)

   Konsentrasi magnesium stearate yang terlalu tinggi menyebabkan masa granul lengket seperti pasta

e)

Konsentrasi magnesium stearat yang terlalu tinggi membentuk lapisan film sehingga konsolidasi granul terhambat

7.

Seorang apoteker di industri farmasi sedang melakukan pengembangan formula sediaan tablet atorvastatin kalsium dengan metode granulasi basah. Formula yang disusun adalah sebagai berikut: atorvastatin kalsium, kalsium sulfat, laktosa monohidrat, Povidone K-30, Polisorbat 80, croscarmellose sodium, dan magnesium stearat. Proses granulasi dilakukan dengan high shear mixer dengan lama pengadukan 10 menit, kecepatan impeller 400 rpm, dan kecepatan chopper 1000 rpm. Setelah dilakukan pengeringan diperoleh kondisi granul menggumpal. Apoteker berupaya melakukan perbaikan formula dengan menurunkan salah satu konsentrasi eksipien. Eksipien apakah yang dimaksud?

a)

Kalsium sulfat

b)

Magnesium stearat

c)

Povidone K-30

d)

Polisorbat 80

e)

Croscarmellose sodium

8.

Divisi pengembangan industri farmasi mengembangkan tablet salut sulfasalazine untuk target terapi inflamasi pada kolon. Bahan penyalut yang digunakan adalah polimer akrilat (Eudragit®). Bagaimanakah karakteristik polimer penyalut tersebut?

a)

Larut dalam suasana asam maupun basa

b)

Tidak stabil terhadap asam lambung

c)

Tidak stabil terhadap cairan kolon

d)

Tahan terhadap cairan kolon

e)

Larut dalam suasan basa cairan kolon

9.

Divisi R&D sebuah industri farmasi mengembangkan formula sediaan kapsul diacerein 50 mg dengan formula sebagai berikut: diacerein, laktosa direct compress, plasdone, sodium starch glikolat, silikon dioksida koloidal, dan magnesium stearat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa waktu hancur kapsul adalah 21 menit. Formula akan diperbaiki dengan meningkatkan konsentrasi salah satu komponen formula. Komponen apakah yang dimaksud?

a)

Laktosa direct compress

b)

Poloxamer 288

c)

Sodium starch glikolat

d)

Silikon dioksida koloidal

e)

   Magnesium stearate

10.

. Seorang apoteker yang bekerja di bagian R&D suatu industri

      farmasi merancang formula sediaan tablet kunyah antasida   

      dengan komposisi bahan tambahan crospovidon, laktosa,

      sukralose, magnesium stearat, dan PVP. Bahan tambahan

      manakah yang berfungsi sebagai bahan penghancur dalam formula

       tersebut?

a)

Crospovidon

b)

Laktosa

c)

Sukralose

d)

Magnesium stearat

e)

PVP

11.

Sebuah pabrik farmasi ingin membuat kapsul berisi granul dengan zat aktif efedrin Hcl dengan bahan tambahan, talk, amilum, natrium lauril sulfat, litium iodida, dan Mg stearat. Dari bahan tambahan tersebut, bahan yang digunakan sebagai surfaktan agent adalah…

a)

Talk

b)

Amilum

c)

Natrium Lauril sulfat

d)

Litium iodida

e)

Mg stearat

12.

Seorang Apoteker yang bekerja pada bagian R&D suatu industri farmasi akan merancang formula orally distegrating tablet ketoprofen dengan komposisi bahan tambahan crospovidon, betasiklodekstrin, manitol, aspartame, Mg stearate, dan talk. Apakah bahan tambahan yang berperan sebagai pengisi dalam formula tersebut?

a)

Crospovidon

b)

Betasiklodekstrin

c)

Manitol

d)

Aspartam

e)

Magnesium stearat

13.

Suatu industri farmasi membuat tablet dimenhidrinat menggunakan alat kempa tablet. Berjalanannya produksi ditemukan sebagian massa tablet melekat pada punch, sehingga didapatkan beberapa tablet rusak bagian permukaannya. Sebuah eksipien perlu ditambahkan untuk mengatasi permasalahan. Apakah eksipien yang perlu ditambahkan untuk mengatasi tablet tersebut?

a)

Filler

b)

Binder

c)

Disintegran

d)

Lubrikan

e)

Penyalut

14.

Berikut ini eksipien yang berfungsi untuk memecah tablet dan granul menjadi partikel,  kecuali ……

a)

Amilum solani

b)

Crospovidone

c)

Kalsium fosfat dibasik dihidrat

d)

Sodium starch glycolate

e)

Croscarmellose Na

15.

Seorang apoteker yang bekerja pada divisi R&D industri farmasi “Jaya Farma” sedang melakukan pengembangan sediaan tablet valsartan dengan komposisi bahan : valsartan, plasdone S-630, sodium starch glycolate, laktosa, magnesium stearat , colloidal silicon dioxide, dan talk.

Berdasarkan formula tersebut, bagaimanakah mekanisme kerja utama komponen yang berfungsi sebagai disintegran?

a)

Wicking

b)

Swelling

c)

Membentuk gelembung gas

d)

Deformasi

e)

Membentuk jembatan cair

16.

Seorang apoteker yang bekerja di bagian R&D sebuah industri farmasi menyusun formula sediaan tablet ezetimibe yang direncanakan akan dibuat dengan metode granulasi basah. Formula yang disusun oleh apoteker tersebut adalah sebagai berikut:

Ezetimibe, dibasik kalsium fosfat dihidrat, laktosa monohidrat, hidroksipropil metil selulosa, crospovidone, magnesium stearat, colloidal silicon dioxide, dan aqua purificata sebagai cairan penggranulasi. Komponen manakah yang berfungsi sebagai pengikat (binder)?

a)

Dibasik kalsium fosfat

b)

Laktosa monohidrat

c)

Hidroksipropil metil selulosa

d)

Croscarmellose sodium

e)

Magnesium stearat

17.

Seorang apoteker yang bekerja di bagian R&D sebuah industri farmasi menyusun formula sediaan tablet ezetimibe yang direncanakan akan dibuat dengan metode granulasi basah. Formula yang disusun oleh apoteker tersebut adalah sebagai berikut:

Ezetimibe, dibasik kalsium fosfat dihidrat, laktosa monohidrat, hidroksipropil metil selulosa, crospovidone, magnesium stearat, colloidal silicon dioxide, dan aqua purificata sebagai cairan penggranulasi. Komponen manakah yang berfungsi sebagai pengisi dan bersifat tidak larut air?

a)

Dibasik kalsium fosfat dihidrat

b)

Laktosa monohidrat

c)

    Hidroksipropil metil selulosa

d)

Croscarmellose sodium

e)

Magnesium stearat

18.

Fungsi penambahan magnesium stearat dalam formula sediaan tablet adalah untuk ……

a)

Memperbaiki sifat alir granul/massa cetak tablet

b)

Menjamin tablet memiliki ukuran dan massa yang diinginkan

c)

Memecah tablet dan granul menjadi partikel

d)

Mengadsorbsi lembab dari campuran serbuk atau masa cetak tablet

e)

Mereduksi friksi pada permukaan punch dan dies

19.

Eksipien berikut ini yang berfungsi untuk mencegah lengketnya massa cetak tablet pada permukaan punch dan die adalah …..

a)

Kalsium karbonat

b)

Sodium starch glikolat

c)

Aerosil

d)

Talk

e)

Sorbitol

20.

Berikut ini eksipien yang berfungsi untuk memecah tablet dan granul menjadi partikel,  kecuali

a)

Amilum

b)

Crospovidone

c)

Kalsium fosfat dibasik dihidrat

d)

Sodium starch glikolat

e)

Croscarmellose sodium

21.

Apoteker di R&D industri farmasi mengembangkan tablet metronidazol dengan metode granulasi basah dengan eksipien hidroksipropil metil selulosa, crospovidone, silikon dioksida koloidal, maize starch, dan magnesium stearat. Hasil evaluasi karakteristik granul menunjukkkan % fines = 30,20% dan pada saat kompresi ditemukan kekerasan tablet rendah di bawah 3 kp. Apoteker berencana melakukan perbaikan formula dengan meningkatkan konsentrasi salah satu eksipien. Eksipien apakah yang dimaksud?

a)

Hidroksipropil metil selulosa

b)

Crospovidone

c)

Silikon dioksida koloidal

d)

Maize starch

e)

Magnesium stearat

22.

Apoteker di R&D industri farmasi melakukan pembutan skala lab tablet clobazam dengan formula sebagai berikut: clobazam, dibasik kalsium fosfat, hidroksipropil selulosa, crospovidone, silikon dioksida koloidal, dan magnesium stearat.

a)

Dibasik kalsium fosfat

b)

Hidroksipropil selulosa

c)

Crospovidone

d)

Silikon dioksida koloidal

e)

Magnesium stearat

23.

Apoteker di bagian R&D sebuah industri farrmasi mengembangkan formula tablet ondansetron dengan metode kempa langsung. Formula yang dikembangkan  adalah sebagai berikut:

 ondansetron, sodium starch glikolat, guar gum, sukralose, manitol direct compress, silikon dioksida koloidall, dan talk. Hasil evaluasi karakteristik granul menunjukkan bahwa waktu hancur tablet adalah 17,25 menit, % friabilitas tablet 0,03%, kekerasan tablet 6-8 kgf. Apoteker akan memperbaiki formula tersebut dengan meningkatkan konsentrasi salah satu eksipien. Apakah eksipien yang dimaksud?

a)

Sodium starch glikolat

b)

Guar gum

c)

Sukralose

d)

Manitol direct compress

e)

Silikon dioksida koloidal

24.

Industri obat tradisional akan mengembangkan ekstrak daun kepel (ekstrak kental) menjadi granul minuman effervescent. Proses formulasi membutuhkan adsorben untuk mengadsorbsi ekstrak dan menghomogenkannya dengan bahan yang lain. Komponen formula yang digunakan terdiri dari: ekstrak daun kepel, asam sitrat, sodium bikarbonat, poloxamer, Aerosil®, xanthan gum, sodium benzoate, dan sukrosa. Komponen formula manakah yang berfungsi sebagai adsorben?

a)

Asam sitrat

b)

Poloxamer

c)

Aerosil

d)

Xanthan gum

e)

Sodium benzoate

25.

Divisi R&D sebuah industri farmasi mengembangkan formula sediaan kapsul diacerein 50 mg per kapsul dengan formula sebagai berikut: diacerein, laktosa direct compress, poloxamer 188, croscarmellose sodium, silikon dioksida koloidal, dan magnesium stearat. Selama proses pengisian masa serbuk ke dalam cangkang kapsul menunjukkan bahwa aliran masa serbuk tidak lancar dan bobot kapsul tidak seragam. Untuk mengatasi hal tersebut, bahan yang mampu meningkatkan karakteristik aliran serbuk pada formula perlu ditingkatkan jumlahnya. Bahan manakah yang dimaksud?

a)

Laktosa direct compress

b)

Poloxamer 188

c)

Croscarnellose sodium

d)

Silikon dioksida koloidal

e)

Magnesium stearat