WorksheetsAKM 8 LATIHAN
Total questions: 11
Worksheet time: 11mins
My Holiday
Last week I went to Mount Bromo. I stayed at my friend's house in Probolinggo, East Java. The house has a big garden with colourful flowers and a small pool.
In the morning, my friend and I saw Mount Batok. The scenery was very beautiful. We rode on horseback. It was scary, but it was fun. Then, we went to get a closer look at the mountain. We took pictures of the beautiful scenery there. After that, we took a rest and had lunch under a big tree. Before we got home, we went to the zoo at Wonokromo. We went home in the afternoon.
We were very tired. However, I think it was really fun to have a holiday like this. I hope my next holiday will be more interesting.
What does the text mostly talk about?
The writer’s holiday
Going to Mount Bromo
Going to Mount Batok
Going to the zoo
My family and I live in a big city. So when my uncle invited me to spend the holiday in his village I felt very excited.
I left the city by bus in the late afternoon and arrived at the village in the morning. My uncle took me to his house by his jeep. The location of his house is in the deep village near the forest. Finally, after a long journey I met my aunt and my cousin.
After taking a rest for a while, my cousin took me to the farm well to have a bath. I bathed in the open air for the first time. It was strange but fun. It was a hot day. I enjoyed the cold water very much. Then we went to the mango orchard. There I plucked mangoes with my own hands. After that we took lunch. It was a very simple meal of rice, fish, bean cake and vegetables but it was very delicious. In the afternoon, I and my cousin visited the farm. My uncle was watering the crops. I helped him by milking the cow. It was the first time in my life I do it so it was very awkward at first, but then my cousin taught me to do it. It was fun actually.
I spent the night in the village for fifteen days doing many exciting things with my cousin. When I returned home, many people came to see me off. I was very impressed by the simple living of the village people.
The text mostly talks about....
living in the village
the house of uncle’s writer
the simple living of the village people
the writer’s experience visiting a village
Mohammad Hatta
Every year has its great men and women who are remembered for what they have done for their country. One of Indonesia’s great men is Dr. Mohammad Hatta. He was a man with a deep love for his country and people.
Dr. Mohammad Hatta was born in Bukittinggi on August 12th, 1902. While still in junior high school in Bukittinggi, he became interested in politics and joined the League of Young Sumatrans.
He left Bukittinggi to study in Batavia. Then he went to the Netherlands. He studied economics and gained a doctorate degree there. During his stay there he was active in the national movement. Because of his activities, he was arrested.
In 1923 Hatta returned to Indonesia. He joined a political organization called “Pendidikan Nasional Indonesia”. One of its goals was to develop political awareness among the Indonesian people. His activities again led to his arrest. The colonial government exiled him to Boven Digul, and later to Banda Naira. Shortly before the Japanese invasion. He was brought back to Java.
When the Japanese surrendered in August 1945, Soekarno and Hatta proclaimed Indonesia’s Independence. Hatta became the first vice-president of the Republic of Indonesia.
In 1956 Hatta resigned as vice-president and devoted himself to writing. On march 14, 1981, Dr. Mohammad Hatta passed away in Jakarta.
Nowadays, he is no longer living among us. However, his spirit of loving the country and nation is one of the reason why he is well remembered.
What is the text written for?
To describe Dr. Mohammad Hatta’s life.
To retell Dr. Mohammad Hatta’s biography.
To tell Hatta’s education and political activities.
To inform the first vice-president of the Republic of Indonesia.
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) or "Beautiful Indonesia Miniature Park" (literally translated) is a culture-based recreational area located in East Jakarta, Indonesia. It has an area of about 250 acres. The park is a synopsis of Indonesian culture, with virtually all aspects of daily life in Indonesia's provinces encapsulated in separate pavilions with the collections of architecture, clothing, dances and traditions are all depicted impeccably. Apart from that, there is a lake with a miniature of the archipelago in the middle of it, cable cars, museums, a theater called the Theatre of My Homeland (Theater Tanah Airku) and other recreational facilities which make TMII one of the most popular tourist destinations in the city.
What is the text about?
The location of TMII
The history of TMII
The benefit of TMII
The description of TMII
Berdasarkan brosur diatas, Apa yang harus dilakukan ketika mengalami demam dan sesak nafas?
tetap bertemu banyak orang
segera ke fasilitas kesehatan
tidak mempedulikan gejala yang dialami
tetap tidak menerapkan gaya hidup sehat
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Kurang tidur bisa membuat kita menjadi mudah marah dan tidak fokus dalam belajar. Kurang tidur juga akan membuat kita mudah lupa.
Lingkaran hitam di bawah mata (biasa disebut mata panda) bisa timbul pada orang yang kurang tidur.
Jam tidur manusia berbeda-beda. Anak kecil tidur lebih lama daripada orang dewasa.
Salah satu cara agar tidur pulas adalah dengan mematikan lampu sebelum tidur.
Penyakit apa yang dapat berlipat ganda jika seseorang tidur kurang dari lima jam per malam?
Serangan Jantung
Diabetes
Insulin
Stroke
What shape is not the rectangle ?
HOW TO ESTIMATE TOTAL 99+
Apa yang akan terjadi jika kita tidak menerapkan pola hidup sehat di tengah pandemi covid-19?
Sistem kekebalan tubuh menurun dan dapat terserang virus corona
Tidak mempedulikan pandemi covid-19
Percaya bahwa pola hidup tidak berpengaruh terhadap kesehatan seseorang
Tidak memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat ditengah pandemi covid-19
Batang - Dalam menangani masalah penyebaran pandemi Covid-19, Kodim 0736/Batang akan berupaya semakin mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batang bersama tim gabungan.
Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto mengemukakan, dirinya mendukung strategi dari Bupati Batang Wihaji yang berkeinginan lebih menekankan penggunaan masker di sarana publik.
“Apabila ada masyarakat yang tidak memakai masker akan diberi penindakan, meskipun tindakannya tidak terlalu berat, tapi tujuannya untuk memberi efek jera bagi masyarakat,” kata Dandim Letkol Inf Dwison Evianto di Aula Makodim Batang, Selasa (25/8/2020).
Sumber: corona.batangkab.go.id
Bagaimana caranya agar masyarakat memiliki kesadaran pentingnya menggunakan masker?
Menungggu kesadaran masyarakat
Menindak tegas dan diproses hukum
Diberi tindakan untuk memberi efek jera kepada masyarakat yang belum memakai masker
Membagikan masker secara gratis tanpa memberikan himbauan akan pentingnya memakai masker
Literasi, Jiwa Dunia Pendidikan
Foto pribadi: Anis sedang membaca sebuah buku (Dokpri)
Pendidikan adalah proses pembelajaran seseorang dalam memahami suatu kondisi atau gejala pada kehidupan nyata. Pembelajaran berarti tahapan seseorang untuk dapat mengerti perihal kajian yang dipelajari. Mempelajari adalah keadaan seseorang melakukan kegiatan membaca dan menulis.
Membaca artinya menggunakan mata untuk melihat objek dan otak untuk menginterpretasi objek serta mengambil makna suatu objek, sedangkan menulis artinya menggunakan otak sebagai alat berpikir dalam menuangkan gagasan melalui tangan berupa tulisan-tulisan yang memiliki ilmu atau makna akan peristiwa. Jadi, membaca dan menulis merupakan awal terciptanya suatu pendidikan.
Membaca tidak hanya sekedar melihat susunan alfabet di atas lembar putih tetapi jauh lebih dari itu, yakni memahami isi tulisan bahkan mampu mengkritisi bahasan tulisan yang telah dibaca. Membaca adalah unsur pertama dan utama dalam menyerap beraneka ragam ilmu dari manapun. Tanpa membaca tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang pandai dan cerdas. Albert Einstein adalah seorang yang genius dan ia memeroleh dengan cara membaca.
Menulis tak sebatas menumpahkan tinta pada bidang datar, melainkan merangkai alfabet satu demi satu sehingga terbentuk suatu tulisan yang menampilkan ide penulis dalam menyampaikan isi bahasan pada pembaca. Menulis merupakan unsur pertama dan utama dalam memaparkan rangkaian alfabet hingga berbentuk suatu tulisan untuk dipahami dan dikritisi oleh pembaca.
Selain itu, menulis juga merupakan kegiatan menuangkan segala macam gagasan yang dapat dijadikan pedoman dan acuan terhadap pendidikan untuk menambah ilmu. Raden Ajeng Kartini, yang merupakan seorang penulis tersohor di masanya, selalu menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan hingga mampu mengubah pandangan orang Belanda terhadap kaum pribumi saat itu.
Membaca bukan saja melihat, tetapi juga menerka dan mengkritisi tulisan yang tidak sesuai dengan pola pikir kita terhadap bahasan yang disajikan penulis. Menulis tak hanya menggoreskan ujung pena pada kertas, melainkan mengubah pola pandang kita terhadap pemikiran yang disampaikan penulis mengenai suatu kajian.
Membaca dan menulis itu ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan dan saling mengungguli, sebab keduanya harus berjalan berdampingan agar membentuk suatu kemampuan dan keterampilan dalam jiwa setiap insan.
Literasi atau kegiatan membaca dan menulis ini memiliki kedudukan penting dalam dunia pendidikan. Tanpa kehadiran keduanya, dunia pendidikan itu ibarat ruang hampa tanpa isian dan tak bermanfaat bagi keberlangsungan hidup manusia. Literasi memegang peran kunci pada dunia pendidikan yakni, sebagai fondasi yang memberikan kekuatan dalam membangun dan membentuk dunia pendidikan bagi semua orang.
Tak berhenti di situ, literasi juga merupakan tulang punggung pendidikan, sebab hanya dengan literasi semua orang dapat mengenyam pendidikan walau tak harus berada di bangku sekolah dan karenanya tercipta manusia pandai dan cerdas. Oleh sebab itu, sangat penting membudayakan kegiatan literasi yaitu baca dan tulis dalam kehidupan masyarakat untuk membangun dunia pendidikan bagi seluruh manusia.
Indonesia sebagai salah satu negara yang mengedepankan pendidikan, ternyata mengalami kendala berupa penurunan tingkat literasi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya nilai serap kemampuan akademik dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh menurunnya minat baca dan tulis pelajar.
Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan terhadap sepuluh siswa-siswi di desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur dengan dua latar belakang lembaga pendidikan berbeda (SD dan MI), ternyata hanya dua siswa yang melakukan kegiatan literasi, baik di sekolah maupun di rumah. Sangat miris jika melihat cermin literasi yang berlangsung selama ini, namun itulah bukti kegiatan literasi yang ada di dunia pendidikan Indonesia saat ini.
Sumber : Badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/conten/bahan-bacaan-literasi-2018
Melihat kenyataan bahwa kemampuan literasi di Indonesia masih jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan negara lain di dunia, apa yang dapat kamu lakukan untuk kegiatan literasi?
Mengingatkan saja kepada para pelajar untuk membudayakan literasi sekolah agar sekolah tidak ketinggalan dalam lomba kebahasaan.
Literasi harus digalakkan dengan serius /kuat agar membentuk suatu kemampuan dan keterampilan dalam jiwa manusia.
Mendatangkan penulis buku-buku bacaan umum agar siswa /masyarakat membeli buku yang diperlukan.
Membudayakan literasi baca tulis tidak harus di bangku sekolah tetapi dilakukan oleh siapa saja, di mana saja dan kapan saja untuk menciptakan manusia pandai dan cerdas.
