NEW
Font size
WorksheetsQuiz Sejarah MInat US
Total questions: 15
Worksheet time: 1hrs 6mins
Peristiwa detik-detik menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan sebuah peristiwa monumental bagi bangsa Indonesia untuk bangkit dari belenggu perjajahan. Dengan menggunakan studi pustaka dan wawancara dari beberapa responden, seorang penulis berhasil menerbitkan sebuah buku tentang ”Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.”
Informasi tersebut dapat disimpulkan terdapat konsep sejarah sebagai ilmu karena merupakan ...
rekonstruksi peristiwa sejarah sayang disusun secara sistematis dan menggunakan metode
rekonstruksi peristiwa sejarah yang dialami bangsa Indonesia untuk melawan penjajah
kisah masa lalu yang dikisahkan kembali melalui sebuah penulisan karya sejarah berdasar sumber
usaha menghidupkan kembali peristiwa masa lalu melalui penulisan buku dengan ragam bahasa
peristiwa masa lalu yang direkonstruksikan sesuai adat-istiadat yang berlaku di masyarakat
Perhatikan Teks berikut ini !
Pada tanggal 29 Februari 1945 dini hari, Supriyadi dengan teman-temannya mulai bergerak. Mereka melapskan tembakan mortir, senapan mesin, dan granatdari Daidan. Pasukan Peta yang bermarkas di Blitar dan ndipimpin oleh Sodanco Supriyadi lalu keluar dengan senjata lengkap. Setelah pihak Jepang mengetahui adanya gerakan penyerbuan itu, mereka segera mendatangkan pasukan yang semuanya orang Jepang. Pasukan Jepang dipersenjatai dengan beberap tank dan peswat udara. Mereka segera menghalau para anggota Peta yang mencoba melakukan perlawanan. Tentara Jepang mulai menguasai keadaan. Sebagian besar pasukan PETA melarikan di ke hutan. Pimpinan tentara Jepang menyerukan kepada segenap anggota Peta yang melakukan penyerangan, agar kembali ke induk kesatuannya masing-masing. Sebagian besar pasukan PETA menyerahkan diri pada Jepang. Supriyadi sebagai pimpinan pemberontakan berhasil melarikan diri dan menjadi kejaran pasukan Jepang.
Kutipan di atas merupakan sepengal kisah pemberontakan yang dilakukan oleh anggota PETA pimpinan Supriyadi. Konsep ruang dalam peristiwa tersebut adalah…
Hutan
Blitar
Senapan
Tank
Pesawat
Dalam melakukan penelitian sejarah seorang sejarawan harus mengikuti langkah-langkah penelitian sejarah. Di antara langkah-langkah tersebut salah satunya Heuristik. Heuristik adalah tahap mencari, menemukan, serta mengumpulkan sumber-sumber atau berbagai data yang relevan dengan topik penelitian. Hal ini dilakukan guna mengetahui segala bentuk peristiwa atau kejadian sejarah masa lampau.
Jika seorang sejarawan ingin melakukan penelitian tentang peran tokoh tertentu dalam reformasi di Indonesia maka untuk mendapatkan sumber yang relevan dapat dilakukan menggunakan metode ….
mengunjungi situs-situs bersejarah tentang reformasi
melakukan wawancara guna melengkapai data yang ada
studi pustaka untuk membandingkan penelitian lainnya
pengecekan terhadap berbagai sumber yang telah dihimpun
identifikasi terhadap sumber sejarah yang telah dikumpulkan
Perang Padri yang terjadi di Minangkabau, Sumatera Barat digerakkan oleh para pembaru Islam yang sedang konflik dengan kaum Adat. Adanya pertentangan tersebut telah memberikan peluang intervensi pasukan Belanda dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Hal ini menyebabkan beberapa kali perlawanan antara kaum Padri dengan pasukan Belanda.
Peristiwa tersebut yang merupakan konsep berpikir sinkronik dalam sejarah karena....
adanya pertentangan antara kaum Padri dan kaum Adat menyebabkan campur tangan Belanda dalam mengatur beberapa nagari
intervensi dari pihak Belanda sangat dominan yaitu pada fase pertama dan kedua terjadinya perang Padri
kehidupan masyarakat Minangkabau didominasi oleh aturan adat tradisional yang diwarnai unsur-unsur Islam
pembaruan sistem pemerintahan oleh para kaum Padri meredam pertentangannya dengan kaum Adat
masyarakat Minangkabau yang masih kuat adat tradisionalnya mudah berakulturasi dengan kebudayaan Islam
Perhatikan ciri-ciri berikut!
(1) Budayanya sangat primitif dan sederhana
(2) Peninggalan merupakan kebudayaan tertua
(3) Alat-alat kehidupannya berupa kapak genggam
(4) Sudah mengenal bercocoktanam
(5) Manusianya tinggal digua-gua
Ciri kehidupan manusia praaksara masa Paleolitikum ditunjukkan pada nomor ....
1,2 dan 3
1,2 dan 4
1,3 dan 5
2,4 dan 5
3,4 dan 5
Perhatikan tabel berikut !
Berdasarkan tabel di atas persamaan antara Homo Soloensis dan Homo Africanus adalah ...
Bentuk Muka
Volume Otak
Tinggi badan
Otot tengkuk
Berjalan tegak
Dalam bidang ilmu pengetahuan bangsa Romawi meneruskan pengetahuan yang telah berkembang pada zaman Yunani Kuno. Kemajuan peradaban Romawi berbanding lurus dengan perkembangan ilmu pengetahuan bangsa Romawi. Beberapa sumbangan peradaban Romawi dalam hal ilmu pengetahuan diantaranya adalah...
Banyaknya sarjana dalam bidang kesenian dan kedokteran modern
Bidang keagamaan berkembang pesat sehingga banyak dewa yang disembah
Munculnya pengetahuan membangun jalan, akuaduk, tata kota, sistem katrol hingga astronomi dan teknik pertambangan
Bahasa yang digunakan menjadi lingua Franca
Olimpiade menjadi peninggalan Romawi yang masih berlangsung sampai sekarang
Menurut catatan perjalanan I-Tsing banyak pendeta agama Budha belajar mengenai agama Budha dan tatabahasa Sansekerta di kerajaan Sriwijaya sebelum berangkat ke India.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa…
Bahasa Sansekerta dikembangkan oleh kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya memiliki banyak pendeta agama Budha
Kerajaan Sriwijaya merupakan pusat pendidikan agama Budha di Asia Tenggara
Pendeta agama Budha tinggal di Sriwijaya sebelum berangkat ke India
Kerajaan Sriwijaya membangun hubungan baik dengan kerajaan di kawasan Asia Tenggara
Kerajaan Majapahit sebagai salah satu dari kerajaan maritim Hindu-Buddha di Nusantara memiliki banyak keragaman diantaranya penganut agama yang berbeda. Meskipun demikian rakyat Majapahit dapat hidup rukun dan berdampingan. Raja selalu berusaha agar ketentraman masyarakatnya dapat berjalan baik sehingga keragaman dalam keharmonisan dari masyarakat kerajaan Majapahit berpengaruh hingga saat ini dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Dampak keragaman tersebut terhadap kehidupan masyarakat Indonesia masa kini adalah ....
terciptanya keharmonisan dalam persamaan antarpenduduk terutama pada sistem pertahanan dan keamanan negara
Indonesia menjadi bangsa yang besar dan kuat karena selalu menjaga kerukunan antarsuku bangsa
hidup saling berdampingan antarpenduduk sehingga berpengaruh terhadap kelangsungan sistem pemerintahan
munculnya sikap toleransi dan empati dari masyarakat yang berbeda latar belakang status
keragaman antarpenduduk berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembangunan nasional bangsa Indonesia
Penyebab khusus yang memicu terjadinya perang dunia I adalah...
persaingan memperebutkan wilayah Balkan
persaingan perdagangan wilayah Eropa
terbunuhnya putra mahkota Austria
perlombaan senjata antarnegara maju
pembentukan blok – blok pertahanan militer
Pendudukan Jepang di Indonesia menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan Jepang mengadakan eksploitasi baik di bidang ekonomi maupun sosial. Pada bulan Maret 1943 pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) yang dipimpin oleh empat serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur. Melalui Putera, para pemimpin Indonesia dapat berhubungan dengan rakyat secara langsung, baik melalui rapat-rapat maupun media massa milik Jepang.
Pada perkembangan organisasi Putera dimanfaatkan oleh para pemimpin Indonesia dalam proses perjuangan Indonesia, karena ....
menarik perhatian bangsa Indonesia agar membantu pasukan Jepang dalam perang Asia Timur Raya
membangkitkan semangat nasionalisme serta menumbuhkan rasa percaya diri serta harga diri sebagai bangsa
membujuk kaum nasionalis sekuler dan kaum intelektual agar dapat mengerahkan tenaga untuk melawan Jepang
menggerakkan rakyat Indonesia untuk mendukung peperangan Jepang menghadapi Sekutu
mempersatukan rakyat Jawa dalam menghadapi serangan sekutu dalam perang Asia Timur Raya
Manakah pernyataan yang benar tentang ciri sejarah sebagai peristiwa?
Peristiwa sejarah selalu berulang
Sejarah memiliki ruang dan waktu
Peristiwa sejarah berkaitan dengan manusia
Sejarah hanya dimiliki oleh manusia
Peristiwa sejarah terjadi hanya satu kali
Perhatikan informasi di bawah ini!
1. Peneliti sejarah Majalengka sedang berkunjung ke museum Keraton Kasepuhan Cirebon.
2. Mahasiswa Universitas Padjadjaran melakukan wawancara terhadap tokoh mahasiswa yang ikut serta dalam Gerakan Reformasi tahun 1997.
3. Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi sedang mencari buku sumber di Perpustakaan Universitas Padjadjaran Bandung.
Berdasarkan informasi di atas, tindakan yang dilakukan peneliti dan mahasiswa tersebut dalam metode penelitian sejarah dapat dikategorikan sebagai langkah ….
Heuristik
Kritik
Interpretasi
Historiografi
Evaluasi
Perhatikan informasi di bawah ini!
K.H. Abdul Halim adalah seorang Pahlawan Nasional dari Majalengka. Abdul Halim dilahirkan pada 26 Juni 1887 di Desa Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka. Ayahnya bernama KH. Muhammad Iskandar, Penghulu di Jatiwangi dan ibunya bernama Siti Mutmainah. Abdul Halim telah menjadi yatim sejak kecil, sehingga diasuh oleh Ibunya dan kakaknya. Abdul Halim mendapatkan pendidikan agama sejak dini, baik dari keluarganya sendiri maupun masyarakat sekitar. Abdul Halim menyukai ilmu agama sehingga sejak umur 10 tahun telah belajar Al-Quran dan Al-Hadits kepada KH. Anwar, ulama dari Ranji Wetan.
Berdasarkan cerita di atas, manakah yang lebih tepat dikategorikan konsep ruang dalam sejarah ?
Masa kecil K.H. Abdul Halim
Pendidikan K.H. Abdul Halim
Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi
Asal usul K.H. Abdul Halim
K.H. Abdul Halim seorang anak yatim
Perhatikan informasi di bawah ini!
Informasi tentang peristiwa masa lampau dapat diketahui melalui berbagai sumber sejarah, seperti sumber tertulis, sumber lisan, dan sumber benda. Salah satu sumber lisan yang yang dapat dijadikan sebagai sumber sejarah adalah keterangan pelaku peristiwa.
Apakah kelebihan sumber sejarah yang diperoleh langsung dari pelaku sejarah ?
Informasi memiliki subjektivitas yang tinggi
Melengkapi kekurangan data yang belum termuat dalam dokumen
Sudut pandang pelaku sejarah yang berbeda-beda.
Keterbatasan dari memori pelaku atau saksi sejarah.
Informasi disampaikan apa adanya.
