wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Puisi rakyat

Total questions: 50

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Yang bukan merupakan ciri-ciri pantun adalah ….

a)

Setiap baris terdiri atas empat bait

b)

Bersajak a-b-a-b

c)

Baris pertama dan kedua berupa sampiran

d)

Baris ketiga dan keempat sebagai isi

2.

Sari kelapa buah nira

Nira diolah untuk sedekah

Gembira hati tiada terkira

Ibu datang bawa hadiah

Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….

a)

Sari kelapa buah nira

b)

Nira diolah untuk sedekah

c)

Nira diolah untuk sedekah

Gembiara hati tiada tara

d)

Sari kelapa buah nira

Nira diolah untuk sedekah

3.

Perhatikan ciri-ciri puisi rakyat syair, berikut!

1. Terdiri dari dua baris dalam sebait

2. terdiri dari empat baris dalam sebait

3. Berisi nasihat atau kata-kata mutiara

4. Bersajak a-a-a-a

5. Bersajak a-b-a-b

6. Bersajak a-a

7. Semua baris adalah isi

8. Baris 1-2 sampiran,baris 3-4 isi

a)

2-4-7

b)

1-6-7

c)

2-5-8

d)

1-3-6

4.

Perhatikan pantun berikut!

Buah cempedak buah durian

Pergi ke pekan naik sepeda

[…] (1)

[…] (2)


Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …

a)

(1) Jangan ragu berbuat baik

(2) Senyum saja sudah ibadah

b)

(1) Pikir dulu sebelum bertindak

(2) Menyesal kemudian tiada guna

c)

(1) Supaya tidak sesal kemudian

(2) Diperlukan selalu sikap waspada

d)

(1) Mari kita jalin silaturahmi

(2) Untuk menambah sanak saudara

5.

Setelah berusaha belajar lebih giat dan serius, Danang mendapat peringkat pertama di kelas. Ia sangat senang karena akan memperoleh hadiah atas prestasinya itu.

Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...

a)

Bila kita ingin ke pasar

Pasar modern ada di mall

Ayo kita bergiat belajar

Supaya nilainya maksimal

b)

Kuda poni si kuda kepang

Tubuhnya tinggi larinya cepat

Riang hati bukan kepalang

Hadiah prestasi akan didapat

c)

Sari kelapa buah nira

Nira diolah untuk sedekah

Gembira hati tiada terkira

Ibu datang bawa hadiah

d)

Pergi ke goa Jatijajar

Banyak orang bertamasya

Mari kita giat belajar

Supaya orang tua bahagia

6.

Perhatikan pantun berikut!

Rumput jadi rakit sederhana

Ringan ada di air tengah

[…] (1)

[…] (2)

a)

(1) Bila kamu rajin belajar

(2) Prestasi pasti akan diraih

b)

(1) Untuk dapat raih nikmat

(2) Kerja keras dan ibadah

c)

(1) Meskipun sedikit harta

(2) Jangan lupa bersedekah

d)

(1) Jika ingin masuk surga

(2) Mari kita tebalkan iman

7.

Perhatikan larik-larik pantun berikut!

1).Mendapat kawan senang rasanya

2).Bila dimasak dan dimakan

3).Tentu boleh kita berkenalan

4).Ikan laut enak rasanya

Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan . . .

a)

4 – 3 – 2 – 1

b)

1 – 3 – 2 – 4

c)

4 – 2 – 1 – 3

d)

2 – 3 – 1 – 4

8.

Perhatikan pantun berikut!

1).Pohon jati pohon bambu

2).Tumbuh rimbun menjadi pagar

3).Menangis adik di depan . . . .

4).Melihat ibu pergi ke pasar.

Kata yang tepat untuk melengkapi pantun agar bersajak sama dengan larik pertama adalah . . . .

a)

pintu

b)

taman

c)

rumah

d)

pagar

9.

Perhatikan larik-larik pantun berikut!

Ikan laut enak rasanya

Bila dimasak dan dimakan.

Mendapat kawan senang rasanya

Tentu boleh kita berkenalan.


Variasi bentuk sampiran dari kutipan pantun tersebut adalah . . .

a)

Lihatlah awan biru warnanya,

Ramai berarak seolah berjalan

b)

Berkawan itu enak rasanya,

Kawan lama dilupakan jangan.

c)

Beli duku di pasar minggu,

Jangan lupa membeli baju.

d)

Indahnya dunia persahabatan,

Selamanya tak kan terlupakan.

10.

Perhatikan pantun berikut!

Jalan-jalan ke kota Paris,

Lihat rumah berbaris-baris.

Biarpun mati di ujung keris,

Asal dapat si hitam manis.

Komentar yang tepat atas kutipan pantun tersebut adalah...

a)

Mana mungkin bahagia apabila mati.

b)

Pantun ini belum sempurna karena belum bersajak silang.

c)

Pantun ini perlu diubah sampirannya.

d)

Isi pantun ini tidak bagus ditiru.

11.

Perhatikan pantun berikut!

Jalan-jalan ke pinggir pantai

Lihat bulan sedang purnama

............................................

.............................................

Baris yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah . . . .

a)

Jawablah wahai ayah dan bunda

Siapa dia yang tinggi semampai

b)

Kalau ingin lekas pandai

Rajin belajar wajib hukumnya

c)

Jangan suka membeli tapai

Bisa-bisa sakit perutmu

d)

Sungguh indah pemandangan pantai

Minum teh bersama ayah dan bunda

12.

Maksud dan tujuan dalam struktur pantun disebut ....

a)

Sampiran

b)

Bait

c)

Isi

d)

Lirik

13.

Perhatikan teks pantun berikut !

Ayo kita belanja ke pasar Selasa 1)

untuk membeli ikan dan beras 2)

Ayo kita belajar bersama-sama 3)

menghadapi ulangan kenaikan kelas 4)


Struktur isi teks pantun tersebut terdapat pada nomor ....

a)

1) dan 2)

b)

1) dan 3)

c)

2) dan 3)

d)

3) dan 4)

14.

Yang tidak termasuk puisi rakyat..

a)

gurindam

b)

pantun

c)

syair

d)

fabel

15.

gurindam berasal dari ....

a)

india

b)

arab

c)

belanda

d)

melayu

16.

Persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun disebut ....

a)

bait

b)

isi

c)

rima

d)

sampiran

17.

Karya sastra yang mencerita kisah yang terdiri dari beberapa bait dan be-rima a-a-a-a disebut ....

a)

syair

b)

pantun

c)

gurindam

d)

cerpen

18.

Berikut ini merupakan puisi rakyat empat baris sebait, bersajak abab, dua baris pertama merupakan sampiran, dua baris lainnya merupakan isi ...

a)

pantun

b)

syair

c)

gurindam

d)

cerpen

19.

puisi rakyat yang hanya memiliki 2 baris dalam 1 bait adalah

a)

pantun

b)

syair

c)

gurindam

d)

cerpen

20.

syair berasal dari negara ..

a)

arab

b)

persia

c)

india

d)

melayu

21.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

a)

rendah hati

b)

sombong

c)

serakah

d)

malas

22.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Kalimat langsung pada teks di atas adalah....

a)

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.

b)

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

c)

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

d)

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.

23.

Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....

a)

Namun tiba-tiba…

b)

Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

c)

Ia sangat menyesal.

d)

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

24.

Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah....

a)

“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.

b)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.

c)

“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.

d)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu."

25.

Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!

Lebah dan Semut


Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....

a)

judul dikembangkan berdasarkan latar cerita

b)

judul berasal dari nama tokoh

c)

judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh

d)

judul diambil dari tema

26.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

27.

Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....

a)

Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.

b)

Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.

c)

Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat

baik.

d)

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.

28.

Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!

Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.

Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....

a)

diawali dengan konflik fisik

b)

diawali dengan konflik batin

c)

diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

d)

diawali dengan deskripsi latar

29.

Pesan yang disampaikan secara langsung oleh pengarang disebut....

a)

pesan eksplisit

b)

pesan implisit

c)

pesan moral

d)

pesan tersirat

30.

Perhatikan kutipan cerita fabel berikut dengan saksama!

Pada suatu malam di sebuah rumah sederhana yang ukurannya tidak begitu besar, ada sebuah keluarga kelinci yang sedang mengadakan pesta. Keluarga kelinci itu terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya bernama Tita dan Tuti. Keluarga kelinci itu sedang merayakan hari ulang tahun Tita dan Tuti.

Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, kutipan fabel di atas termasuk jenis fabel....

a)

fabel alami

b)

fabel dengan koda

c)

fabel tanpa koda

d)

fabel adaptasi

31.

Bacalah kutipan fabel berikut!

“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut.

Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang

karena ia berjalan.

Pola pengembangan watak tokoh pada kutipan fabel di atas adalah....

a)

deskripsi fisik tokoh

b)

kegiatan tokoh

c)

dialog tokoh dengan diri sendiri

d)

dialog dengan tokoh lain

32.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

dihutan, di saat, di ajak

b)

di hutan, di tubuhnya, disaat

c)

di hutan, di tubuhnya, di saat

d)

dihutan, disaat, di ajak

33.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan kesalahan penggunaan huruf kapital pada tokoh dalam kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

Landak, Landa

b)

landak, landa

c)

Landak, landa

d)

landak, Landa

34.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.

Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

35.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.

“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”

Variasi pola pengembangan orientasi ceritas tersebuta diawali dengan....

a)

deskripsi latar

b)

latar dan kegiatan tokoh

c)

latar di masa lalu

d)

perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

36.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”

Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”

Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”

Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....

a)

pada, di, dan dari

b)

dari, pada, dan di

c)

di, dari, dan pada

d)

di, dari, dan dari

37.

Bacalah dengan saksama teks berikut!

(1) Ada beberapa cara menanam buah naga yang bisa kamu lakukan di rumah. Jika ingin menikmati buah naga secara gratis tanpa harus membelinya, kamu dapat menanam buah naga pada pot yang sekaligus dapat kamu jadikan sebagai hiasan di depan rumah.


(2) Di sebuah telaga di daerah Kalimantan Barat, tersebutlah seekor tupai bersahabat denganseekor ikan gabus. Persahabatan tersebut sangatlah erat.Pada suatu hari si ikan gabus jatuh sakit. Badannya sangat lemas. Dengan setia, si tupai menunggui temannnya itu. Sudah beberapa hari si ikan gabus tidak enak makan si tupai berusaha membujukknya untuk makan. Namun, si ikan gabus hanya mau makan kalo diberi makan hati ikan Yu. Mendengar permintaan si ikan gabus, si tupai menjadi sangat sedih sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu. Ikan Yu adalah hewan yang sangat ganas dan hanya hidup di lautan lepas.


(3) Nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya.


(4) Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal dengan B.J. Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.


Yang merupakan teks fabel ditandai dengan nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

38.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....

a)

Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.

d)

Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

39.

Simak kutipan teks cerita fabel berikut!


1) Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.


2) "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.


3) "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.


4) Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.


5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.


6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.


Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah ....

a)

4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6

b)

4 - 6 - 2 - 1 - 3 - 5

c)

4 - 1 - 3 - 2 - 5 - 6

d)

4 - 6 - 3 - 2 - 1 - 5

40.

Bacalah teks berikut!

Hangat sinar matahari menyentuh kulit burung hantu digunakan untuk mendeskripsikan suasana pagi

Latar yang digunakan pada teks tersebut adalah....

a)

waktu

b)

tempat

c)

suasana

d)

sosial

41.
Yang bukan merupakan ciri-ciri pantun adalah ….
a)
Setiap baris terdiri atas empat bait
b)
Bersajak a-b-a-b
c)
Baris pertama dan kedua berupa sampiran
d)
Baris ketiga dan keempat sebagai isi
42.
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
a)
Sari kelapa buah nira
b)
Nira diolah untuk sedekah
c)
Nira diolah untuk sedekah
Gembiara hati tiada tara
d)
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
43.
Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah dari Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
a)
Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
b)
Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
c)
Buah duku buah durian
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
d)
Ke Selat beli ikan selar
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
44.
Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
a)
(1) Jangan ragu berbuat baik
(2) Senyum saja sudah ibadah
b)
(1) Pikir dulu sebelum bertindak
(2) Menyesal kemudian tiada guna
c)
(1) Supaya tidak sesal kemudian
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
d)
 (1) Mari kita jalin silaturahmi
(2) Untuk menambah sanak saudara
45.
Perhatikan pantun berikut!
Rumput jadi rakit sederhana
Ringan ada di air tengah
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun rumpang tersebut adalah .…
a)
(1) Bila kamu rajin belajar
(2) Prestasi pasti akan diraih
b)
(1) Untuk dapat raih nikmat
(2) Kerja keras dan ibadah
c)
(1) Meskipun sedikit harta
(2) Jangan lupa bersedekah
d)
(1) Jika ingin masuk surga
(2) Mari kita tebalkan iman
46.
Perhatikan larik-larik pantun berikut!
1).Mendapat kawan senang rasanya
2).Bila dimasak dan dimakan
3).Tentu boleh kita berkenalan
4).Ikan laut enak rasanya
Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan . . .
a)
4 – 3 – 2 – 1
b)
1 – 3 – 2 – 4
c)
4 – 2 – 1 – 3
d)
2 – 3 – 1 – 4
47.
Setelah berusaha belajar lebih giat dan serius, Danang mendapat peringkat pertama di kelas. Ia sangat senang karena akan memperoleh hadiah atas prestasinya itu.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
a)
Bila kita ingin ke pasar
Pasar modern ada di mall
Ayo kita bergiat belajar
Supaya nilainya maksimal
b)
Kuda poni si kuda kepang
Tubuhnya tinggi larinya cepat
Riang hati bukan kepalang
Hadiah prestasi akan didapat
c)
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
d)
Pergi ke goa Jatijajar
Banyak orang bertamasya
Mari kita giat belajar
Supaya orang tua bahagia
48.
Perhatikan pantun berikut!
1).Pohon jati pohon bambu
2).Tumbuh rimbun menjadi pagar
3).Menangis adik di depan . . . .
4).Melihat ibu pergi ke pasar.

Kata yang tepat untuk melengkapi pantun agar bersajak sama dengan larik pertama adalah . . . .
a)
Pintu
b)
Pagar
c)
Taman
d)
Rumah
49.
Perhatikan pantun berikut!
Jalan-jalan ke pinggir pantai
Lihat bulan sedang purnama
............................................
.............................................
Baris yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah . . . .
a)
Jawablah wahai ayah dan bunda
Siapa dia yang tinggi semampai
b)
Kalau ingin lekas pandai
Rajin belajar wajib hukumnya
c)
Jangan suka membeli tapai
Bisa-bisa sakit perutmu
d)
Sungguh indah pemandangan pantai
Minum teh bersama ayah dan bunda
50.
Kalau ada sumur di ladang
. . .
. . .
Bolehlah kita berjumpa lagi
Kalimat yang tepat untuk melengkapi larik kedua dan ketiga pantun di atas adalah ….
a)
Kita boleh mandi sambil berlari
Kalau sedang bermain di ladang
b)
 Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
c)
Bolehlah kita menimbanya
kalau ada uang banyak
d)
Kita akan mandi bersama
Kalau kita mempunyai umur yang panjang