Font size
WorksheetsUTOP 2 BLOK REPRO
Total questions: 132
Worksheet time: 1hrs 6mins
77. Kapan pembelahan terjadi sehingga menghasilkan kehamilan multipel dengan Dikorionik-Diamnionik?
a. >13 hari setelah fertilisasi
b. 0-4 hari setelah fertilisasi
c. 4 - 8 hari setelah fertilisasi
d. Stadium 2 sel
e. 8-12 hari setelah fertilisasi
78. Seorang perempuan berusia 20 tahun, G1P0A0 dengan usia kehamilan 20 minggu 4 hari
datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Ibu membawa hasil pemeriksaan USG yang dilakukan 2 hari sebelumnya. Kehamilan kembar dua, intrauterine, hidup, dengan jenis kelamin fetus 1 laki-laki dan fetus 2 perempuan dalam keadaan normal. Berdasarkan hasil temuan USG, diagnosis apakah yang paling mungkin untuk kasus ini ?
a. Kembar dizigot
b. Kembar monozigot
c. Monokorion
d. Monoamnionmonokorion
e. Diamniondikorion
79. Seorang perempuan, berusia 28 tahun, G2P1A0, datang ke Puskesmas untuk ANC kedua dan membawa hasil pemeriksaan USG dari dokter ObGin dengan gambaran seperti pada gambar. Apakah diagnosis paling tepat pada kasus ini?
a. Dizigot-Dikorion-Diamnion
b. Monozigot-Monokorion-Monoamnion
c. Monozigot - Monokorion - Diamnion
d. Monozigot-Dikorion-Diamnion
e. Dizigot-Monokorion–Monoamnion
80. Seorang perempuan, berusia 28 tahun, G2P1A0, datang ke Puskesmas untuk ANC kedua dan membawa hasil pemeriksaan USG dari dokter ObGin dengan gambaran seperti dibawah. Dalam pemberian informasi kepada pasien dan keluarga, apakah risiko paling besar yang dapat terjadi pada janin?
a. Persalinan preterm
b. Kelainan kongenital concordant
c. Bayi lahir mati
d. Kematiaan neonatus
e. Kematianperinatal
81. Seorang perempuan berusia 20 tahun, G1P0A0, dengan usai kehamilan 20 minggu 4 hari datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Ibu membawa hasil pemeriksaan USG yang dilakukan 2 hari sebelumnya : kehamilan kembar dua, intrauterine, hidup, dengan jenis kehamilan Fetus 1 laki-laki dan fetus 2 perempuan dalam keadaan normal. Komplikasi fetal apakah yang dapat terjadi akibat kehamilan ini?
a. Kehamilan kongenital mayor
b. Pertumbuhanjanin terhambat
c. Fundus uteri lebih tinggi dan usia kehamilan
d. Abortus spontan
e. Kehamilan ektopik
82. Pada usia kehamilan berapa dilakukan skrining Diabetes Gestasional?
a. 20 dan 24 minggu
b. 24 dan 28 minggu
c. 28 dan 32 minggu
d. 16 dan 20 minggu
e. 32 dan 36 minggu
83. Seorang perempuan, berusia 25 tahun, G1P0A0, datang ke Puskesmas karena terlambat haid 2 minggu dengan hasil uji kehamilan urin positif. Kedua orangtua pasien menderita hipertensi dan diabetes mellitus, dan saudara perempuan pasien menderita Diabetes Mellitus Gestasional dan mengalami kematian bayi setelah satu hari kelahiran. Saat ini ibu cemas dengan kehamilannya karena khawatir mengalami hal yang sama dengan saudara perempuannya. Pemeriksaan tanda fisik: tanda vital dalam batas normal, tinggi fundus uteri belum teraba. Berdasarkan penggolongan faktor risiko, pasien ini masuk dalam kategori apa?
a. Risiko berat
b. Risiko sedang
c. Tidak terklasifikasi
d. Tidak berisiko
e. Risiko ringan
84. Seorang perempuan, 25 tahun, G2P1A0 , dengan usia kehamilan 25 minggu 4 hari datang ke Puskesmas untuk kunjungan kedua memeriksakan kehamilannya. ibu dari pasien ini meninggal tahun lalu karena komplikasi penyakit ginjal akibat penyakit kencing manis. Pada kunjungan pertama, telah dilakukan beberapa pemeriksaan dengan hasil normal. Pemeriksaan apakah yang perlu dilakukan untuk ibu ini pada kunjungan saat ini ?
a. Kadar gula darah puasa
b. Kadar hemoglobin glikosilas i(HbAC)
c. Kadar gula darah sewaktu
d. One-step approach kadar gula darah
e. Two-step approach kadar gula darah
85. Seorang perempuan berusia 27 tahun G2P1A0, dengan usia kehamilan 10 minggu datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Ibu cemas karena kehamilannya yang pertama bayi lahir dengan kelainan bawaan lahir dan akhirnya meninggal. Dari anamnesis didapatkan bahwa ayah kandung dari ibu meninggal karena penyakit ginjal akiibat komplikasi dari penyakit kencing manis. Pada pemeriksaan fisik: tanda vital dalam batas normal, sclera dan ikterus kesan normal. Pemeriksaan penunjang GDP diatas nilai ambang. Apakah diagnosis paling tepat dari kasus tersebut ?
a. Diabetes tipe I
b. Diabetestipe II
c. Diabetes spesifik
d. Diabetes gestasional
e. Diabetes pregestasional
86. Seorang perempuan berusia 27 tahun, G2P1A0, dengan usia kehamilan 10 minggu datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Ibu cemas karena kehamilannya yang pertama bayi lahir dengan kelainan bawaan lahir dan akhirnya meninggal. Dari anamnesis didapatkan bahwa ayah kandung dari ibu meninggal karena penyakit ginjal akibat komplikasi kencing manis. Pada pemeriksaan fisik: tanda vital
dalam batas normal, sclera dan ikterus kesan normal. Pemeriksaan apakah yang perlu dilakukan pada ibu sebagai metode skrining pada kasus ini ?
a. HIV
b. GDP
c. VDRL
d. TORCH
e. HepatitisB
87. Seorang perempuan berusia 32 tahun G2P1A0 datang ke dokter dengan keluhan utama badan terasa lemah dan lesu yang dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,5 g/dl, mikrositosis, hipokromasia, dan serum feritin 20 ug/L.Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien tersebut?
a. Thalasemia
b. Anemia defisiensi besi
c. Anemia aplastik
d. Defisiensi besi
e. Anemia penyakit kronik
88. Seorang perempuan berusia 30 tahun G2P1A0 datang ke UGD dengan keluhan utama badan terasa lemah dan lesu yang dirasakan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, denyut nadi 80 kali per menit, pernapasan 20 kali per menit, suhu 37,2 C, pasien tampak pucat, sklera ikterik (-), hepatomegali (-), splenomegali (-). Pada pemeriksaan kehamilan didapatkan usia kehamilan 20 minggu dan denyut jantung janin dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,8 g/dl, mikrositosis, hipokromasia, dan serum feritin 20 ug/L. Bagaimana penatalaksanaan yang tepat untuk pasien tersebut?
a. Pemberian besi elemental sebanyak 600-1000mg/hari
b. Pemberian besi elemental sebanyak 500-600mg/hari
c. Pemberian garam besi sebanyak 500-600 mg/hari
d. Pemberian preparat besi sebanyak500-600mg/hari
e. Pemberian garam besi sebanyak 600-1000mg/hari
89. Seorang perempuan berusia 24 thn, G1P0A0 usia kehamilan 6 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan pusing, mata berkunang-kunang dan kurang nafsu makan. Pada pemeriksaan fisis dalam batas normal. Pengukuran antropometri berat badan 48 kg, tinggi badan 156 cm. Kapankah terjadi hemodilusi pada kasus diatas?
a. 20 minggu akhir kehamilan
b. Selama kehamilan
c. 20 minggu awal kehamilan
d. 1 minggu awal kehamilan
e. 1 minggu akhir kehamilan
90. Seorang perempuan, 20 tahun, G1P0A0 , dengan usia kehamilan 12 minggu datang ke Puskesmas dengan keluhan cepat lelah dan sering pusing. Riwayat haid dalam jumlah banyak. Pemeriksaan fisik : Tekanan darah 90/70 mmHg, nadi 100 kali per menit. Konjungtiva kesan anemis. Hb = 10,8 gram%. Apakah pemeriksaan penunjang paling tepat untuk kasus ini ?
a. Apusan darah tepi
b. Biopsi sumsum tulang
c. Pemeriksaan Fe serum
d. Spektrofotometri
e. Pemeriksaan Ferritin
91. Seorang perempuan, 20 tahun, G1P0A0, dengan usia kehamilan 12 minggu datang ke Puskesmas dengan keluhan cepat lelah dan sering pusing. Pemeriksaan fisik : Tekanan
darah 90/70 mmHg, nadi 100 kali per menit. Konjungtiva kesan anemis. Hb = 10,6 gram%. Diagnosis apakah yang paling tepat untuk kasus di atas?
a. G1P0A0, gravid 12 minggu + Anemia sedang
b. G1P0A0, gravid 12 minggu + Anemia berat
c. G1P0A0, gravid 12 minggu + Anemia aplastik
d. G1P0A0,gravid 12 minggu
e. G1P0A0,gravid 12 minggu + Anemia ringan
92. Seorang perempuan berusia 29 thn, G2P1A0 datang ke Puskesmas dengan keluhan
pusing, disertai lemah, letih dan lesuh. Pada pemeriksaan fisis didapatkan konjungtiva pucat. Pengukuran antropometri berat badan 48 kg, tinggi badan 156 cm. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,2 gr/dl. Apakah penyebab dari gejala kasus diatas?
a. Diet Fe yang kurang + jarak kehamilan dekat
b. Diet Fe yang cukup + jarak kehamilan dekat
c. Diet Fe yang cukup + jarak kehamilan jauh
d. Kebutuhan Fe meningkat + jarak kehamilan jauh
e. Kebutuhan Fe menurun + jarak kehamilan dekat
93. Seorang perempuan, 28 tahun, G1P0A0 datang ke poliklinik dengan keluhan sering merasa pusing, cepat lelah, mata berkunang-kunang, apalagi ketika bangun dari duduk dan nafsu makan berkurang. Hasil pemeriksaan TD 90/60 mmHg, nadi 80x/menit, nafas 25x/menit, conjungtiva terlihat pucat. TFU 3 jari bawah PX. Hasil lab Hb 6,5 gr%. Apakah penatalaksanaan paling tepat kasus tersebut ?
a. Memberikan tablet Fe
b. Infuse dan rujuk
c. Infuse dan observasi
d. Transfusi darah
e. Rawat jalan dan lebih sering melakukan ANC
94. Seorang perempuan , 35 tahun, G5P4A0 datang ke puskesmas dengan keluhan sering
merasa pusing, cepat lelah, mata berkunang-kunang apalagi ketika bangun dari duduk, nafsu makan berkurang. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 85x/menit, conjungtiva terlihat pucat. TFU 3 jari diatas pusat. Hasil pemeriksaan lab Hb 7 gr %. Apakah diagnosis paling tepat pada kasus ini ?
a. Ibu hamil dengan anemia ringan
b. Ibu hamil dengan anemia sedang
c. Ibu hamil dengan anemia berat
d. Ibu hamil dengan preeklamsia ringan
e. Ibu hamil dengan preeklamsia berat
95. Seorang perempuan, 30 tahun G2P1A0 datang ke klinik dengan keluhan sering merasa pusing, cepat lelah, mata berkunang-kunang apalagi ketika bangun dari duduk dan nafsu makan berkurang. Hasil pemeriksaan TD 110/70 mmHg, nadi 80 kali/menit, nafas 25x/menit, conjungtiva terlihat pucat. TFU 3 jari di bawah PX: Hasil lab Hb 9 gr%. Apakah penatalaksanaan paling tepat pada kasus ini ?
a. Memberikan penyuluhan
b. Memberikan ibu tablet Fe dengan dosis 2x1
c. Menganjurkan ibu agar mengkonsumsi tomat
d. Menganjurkan ibu untuk mengurangi aktifitasnya
e. Menganjurkan ibu agar lebih sering melakukan ANC
96. Apakah Penatalaksanaan utama pada kasus hiperemesis gravidarum?
a. Doxylamine
b. Preparat besi
c. Omeprazole
d. Metilprednisolon
e. Amoxicilin
97. Seorang perempuan berusia 18 tahun, G1P0A0 datang ke poliklinik dengan keluhan
mual dan muntah terus menerus hingga mengganggu aktifitas. Dari hasil pemeriksaan di dapatkan nadi 102 x/menit, ikterus, Berat badan menurun, TD 90/70, Suhu 37,4oC, benda keton (+) dan tampak dehidrasi. Tergolong dalam derajat manakah kasus diatas dalam kriteria hiperemesis gravidarum ?
a. Derajat 2
b. Derajat 3
c. Derajat 1
d. Fase akut
e. Fase Kronik
98. Seorang perempuan berusia 16 tahun, G1P0A0 datang ke UGD dengan keluhan terlambat haid 1 bulan disertai mual dan muntah, tidak ada makanan yang bisa masuk, terdapat pembesaran payudara, yang dirasakan tidak nyaman, pemeriksaan laboratorium didapatkan hipokalemia, ketonuria (+). Apakah diagnosa pasien tersebut?
a. Gastritis
b. Abortus iminens
c. Morning sickness
d. Hiperemesis gravidarum
e. Emesis gravidarum
99. Seorang perempuan berusia 31 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 10 minggu datang ke puskesmas dengan keluhan mual dan muntah hebat yang telah dialami sejak 2 hari yang lalu, nafsu makan menurun dan turgor kulit menurun. Pemeriksaan fisik : Tekanan Darah 100/60 mmHG, nadi 100x/menit. Apakah diagnosis kasus tersebut ?
a. Hyperemesisgravidarum tingkat IV
b. Hyperemesisgravidarum tingkat II
c. Hyperemesis gravidarum tingkat I
d. Hyperemesisgravidarum tingkat III
e. Emesis gravidarum
100. Seorang perempuan berusia 26 tahun, G1P0A0 usia kehamilan 11 minggu dating ke poliknik bersama suaminya untuk memeriksakan kandungannya, HPHT 15 desember 2018, dari hasil pemeriksaan didapatkan TD 100/60 mmHg, suhu 37, nadi 100x/menit, nafas 20x/menit, wanita tersebut mengeluh bahwa 3 hari terakhir ini sulit untuk tidur karena mengalami mual dan muntah hebat, ini merupakan kehamilan pertama dan belum pernah mengalami keguguran. Data dasar dan utama apakah yang mendukung untuk menegakkan diagnose pada kasus tersebut?
a. Tekanan darah rendah
b. Nadi meningkat
c. Bb menurun
d. Tidak ada nafsu makan
e. Mual dan muntah hebat
101. Seorang perempuan berusia 22tahun G1P0A0 usia kehamilan 12minggu datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya, ibu mengatakan bahwa dia mengalami mual dan muntah yang terus menerus dengan frekuensi muntah lebih dari 10x, ibu tersebut tidak makan sudah 3hari, setiap makan selalu muntah begitu pula saat minum air, disamping itu ibu juga mengatakan sulit tidur. Saat ini merupakan kehamilan yang pertama. Dari hasil pemeriksaan didaptkan TD 90/60 mmHg, suhu 37oC, nadi 100x/menit, pernapasan 20x/menit. Tindakan apakah yang paling tepat untuk kasus tersebut?
a. Pasang infus
b. Memberikan obat anti mual dan obat muntah
c. Pasang infus D5% dan rujuk
d. Memberikan konseling dan anjurkan ibu istirahat yang cukup
e. Berikan ibu hamil vitamin
102. Kapan masa infeksius Rubella?
a. Masa viremia hingga timbul gejala klinik
b. Viremia hingga 7 hari setelah timbul ruam
c. Gejala klinik hingga timbul ruam
d. Pada masa viremia
e. Gejala klinik hingga 7 hari setelah timbul ruam
103. Seorang perempuan, berusia 26 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 8 - 9 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan ruam yang dimulai dari wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu disertai nyeri sendi dan demam 3 hari sebelum ruam muncul. Pemeriksaan fisik: tekanan darah dan pernapasan normal, suhu 38oC, nadi 104 dpm, ruam makulopapuler di seluruh tubuh (sesuai gambar), limfadenopati leher. Dalam tahap apakah keadaan ibu saat ini?
a. Fase viremia telah terlewati
b. Pasiendalamtahapsubklinik
c. Pasien dalam masa infeksius
d. Masa infeksius telah terlewati
e. Pasien dalam tahap viremia
104. Seorang perempuan, 29 tahun, G1P0A0, dengan usia kehamilan 12 minggu datang ke Klinik dengan keluhan demam disertai ruam makulopapuler dimulai dari wajah kemudian ke seluruh tubuh dan anggota gerak. Hasil pemeriksaan antibodi IgM Rubella positif. Edukasi apakah yang paling tepat saat ini?
a. Kemungkinan terjadinya transmisi vertikal
b. Kemungkinan terjadinya transmisi melalui droplet
c. Kemungkinan terjadinya transmisi horisontal
d. Perlunya pencegahan primer
e. Perlunya pencegahan sekunder
105. Diantara pernyataan di bawah ini, manakah yang tepat untuk antibodi IgG anti- CMV?
a. Mencegah reaktivasi maternal
b. Terjadi setelah infeksi primer
c. Mengurangi infeksi janin
d. Virus menjadi laten
e. Mengkonfirmasi infeksi CMV primer
106. Bagaimana cara transmisi vertikal Cytomegalovirus?
a. Air susu ibu
b. Droplet
c. Cairan tubuh
d. Semen
e. Saliva
107. Seorang Perempuan berusia 30 tahun G3P1A1 datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya dengan umur kehamilan 2 bulan. Riwayat kehamilan sebelumnya anak pertama lahir normal sedangkan kehamilan ke-2 mengalami keguguran pada umur kehamilan 7 minggu. Hasil pemeriksaan Lab dan USG menunjukkan hasil positif terinfeksi Cytomegalo virus. Kemungkinan apakah yang dapat terjadi pada janin pasien ini ?
a. Hidrosefalus
b. Tuli sensoneural
c. Kardiomegali
d. Gangguan sensorik
e. Cacat ekstremitas
108. Seorang perempuan, berusia 30 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 23-24 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan demam, sakit tenggorokan, dan nyeri sendi. Anak pertama berusia 4 tahun dan mengikuti program penitipan anak. Pemeriksaan fisik: tekanan darah 120/80 mmHg, pernapasan 20 kali per menit, nadi 108 kali per menit, suhu 38,5°C, limfadenopati positif. Setelah ke dokter spesialis, pasien membawa hasil pemeriksaan penunjang sebagai berikut (tanda panah putih menunjukkan kalsifikasi periventrikuler multiple). Pemeriksaan apakah yang digunakan sebagai standar baku emas (gold standard) untuk kasus ini?
a. Nucleic Acid Amplification Testing
b. Immunoglobulin Convalescent Serum
c. Enzyme Immunoassay
d. Polymerase Chain Reaction
e. Immunohistochemistry
109. Seorang perempuan berusia 40 tahun, G5P4A0. Pada anamnesis riwayat abortus berulang. Hasil pemeriksaan laboratorium toxoplasma IgG(+) IgM(-), rubella IgG(+) IgM(-), CMV IgG(-) IgM(+), HSV IgG(+)IgM(-). Apakah kelainan yang bisa terjadi pada bayinya?
a. Katarak kongenital
b. Bibir sumbing
c. PDA
d. Cerebralpalsy
e. Polikistik ginjal
110. Terapi antibiotik yang paling tepat pada ibu hamil yang mengalami infeksi toksoplasmosis adalah?
a. Amoksisilin
b. Clindamicyn
c. Doksisiklin
d. Spiramicyn
e. Ampicilin
111. Seorang perempuan berusia 30 tahun hamil trimester pertama datang ke Poliklinik kebidanan RSWS dengan diagnosis toksoplasmosis. Apakah pilihan pengobatan yang paling tepat untuk kasus di atas?
a. Streptomycin
b. Sulfadiazine
c. Sulfadoxine
d. Ciprofloxacin
e. Spiramycin
112. Seorang perempuan G3P2 usia 28 thn , hamil 16 minggu datang ke poliklinik umum untuk permeriksaan kehamilan. Hasil pemeriksaan laboratorium untuk toksoplasmosis Ig M (-) dan Ig G (-) , Pada pemeriksaan USG didapat kan janin tunggal hidup, berat janin 220 gram dan tidak ada kelainan yang ditemukan. Pada kehamilan 24 minggu didapatkan hasil pemeriksaan toksoplasma IgM (+) dan Ig.G (-). Apakah makna dari hasil pemeriksaan toksoplasmosis pada kasus ini ?
a. Infeksi sudah terjadi lebih dari 2 tahun
b. Infeksi baru terjad i<3 bulan
c. Infeksi sudah terjadi lebih dari 1 tahun
d. Infeksi sudah terja diantara 3-6 bulan
e. Infeksi sudah terjadi lebih dari 3 bulan
113. Seorang perempuan G3P2 usia 28 thn , hamil 16 minggu datang ke poliklinik umum untuk permeriksaan kehamilan. Hasil pemeriksaan laboratorium untuk toksoplasmosis Ig M (-) dan Ig G (+) , Pada pemeriksaan USG didapat kan janin tunggal hidup, berat janin 220 gram dan tidak ada kelainan yang ditemukan. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan kasus ini?
a. Pemeriksaan gram
b. Pemeriksaan hapusan
c. Pemeriksaan kultur
d. Pemeriksaan serologi
e. Pemeriksaan PCR
114. Seorang perempuan usia 28 tahun saat ini hamil anak kelima dengan riwayat abortus berulang, datang ke puskesmas dengan keluahan telat haid 2 bulan dan saat ini ada pendarahan bercak, riwayat periksa plano test 2 mgg lalu dengan hasil possitif. Pasien juga mengeluhkan agak demam dan rasa lemah. Saat ini hanya tinggal berdua dengan suami dan ada pelihara kucing. Bila dokter curiga ini suatu infeksi toxoplasma dalam kehamilan, apakah gold standar untuk menegakkan diagnosis?
a. Pemeriksaan USG
b. Pemeriksaan PCR
c. Pemerikasan Darah rutin
d. Pemeriksaan KTG
e. Pemeriksaan Imunologi
115. Seorang perempuan, umur 28 tahun, merencanakan hamil karena riwayat abortus berulang dan didiagnosis penyebab dari abortus berulang karena infeksi toksoplasmosis. Edukasi apakah yang diberikan kepada pasien ini?
a. Hindari melakukan hubungan sexual dengan penderita
b. Hindari memakan kerang yang mengandung kista
c. Hindari memakan makanan yang terkontaminasi takizoit
d. Hindari melakukan hemodialisa
e. Mewaspadai transplantasi organdari penderita toksoplasmosis
116. Seorang perempuan berusia 32 tahun G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu. Saat ini tidak ada keluhan. Pemeriksaan USG : terdapat restriksi pertumbuhan janin dengan oligohidramnion dan plasenta yang tebal, hydrocephalus, gambaran seperti ileus pada perut janin, asites, efusi pleura dan hidrops fetalis. Apakah kemungknan kausa infeksi kasus tersebut ?
a. ParvovirusB19
b. Toksoplasmosis
c. Rubella
d. Herpes simpleks
e. Cytomegalovirus
117. Seorang perempuan berusia 40 tahun, G5P4A0. Pada anamnesis riwayat abortus berulang. Hasil pemeriksaan laboratorium toxoplasma: IgG(+), IgM(-), CMV: IgG(+), IgM(-), HSV: IgG(+), IgM(-). Apakah pengobatan yang diperlukan ?
a. Spiramisin sampai persalinan
b. Sulfadiazine pirimetamin
c. Ganciclovir
d. Tidak perlu pengobatan
e. Zovirax dosis tinggi
118. Seorang perempuan berusia 40 tahub, G5P4A0. Pada anamnesis riwayat abortus
berulang. Hasil pemeriksaan laboratorium: Toxoplasma: IgG(+), IgM(-), ubella: IgG(+), IgM(-), CMV: IgG(+), IgM(-), HSV : IgG(+), IgM (-). Apakah hasil interpretasinya bila hasil IgG(+) pada serologic toxoplasma ?
a. Infeksiakut (sedang berlangsung)
b. Kronik eksaserbasi akut
c. Infeksi terjadi 6 bulan terakhir
d. Positif terinfeksi toksoplasmosis
e. Infeksilama,telah terbentuk antibody
119. Dimanakah lokasi penyakit herpes yang paling sering ditemukan?
a. Orofaring
b. Kulit
c. Mata
d. saraf
e. genitalis
120. Seorang perempuan berusia 30 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan seperti bintik-bintik di daerah kemaluan disertai dengan keputihan sejak 3 jam lalu. Riwayat demam dan nyeri seluruh badan sejak 3 hari lalu. G2P0A1, Riwayat keguguran anak pertama di usia kehamilan 10 mingu secara spontan. Pada pemeriksaan leopold: TFU 30 cm, situs bayi memanjang dengan kepala di bawah dan sudah masuk pintu atas panggul, DJJ (+). Pemeriksaan inspeksi genitalis eksterna: tampak vulva normal dengan vagina yang berwarna kemerahan (hiperemis) dan tampak bitnik-bintik berupa vesikel kecil di daerah comissura posterior. Tindakan apakah yang di lakukan jika ditemukan serokonversi IgM positif pada pasien ini?
a. Akselerasi persalinan
b. Dibantu dengan Forcep
c. Menunggu persalinan spontan
d. Dilakukan Seksio secarea
e. Dibantudengan Vakum ekstraksi
121. Seorang perempuan, umur 35 tahun, G3P1A1, usia kehamilan 20 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan adanya benjolan kecil didaerah kemaluan disertai dengan rasa nyeri dan demam 3 hari sebelumnya. Riwayat keputihan berulang dan tidak pernah diterapi. Riwayat keguguran anak kedua, usia 12 minggu. Tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan leopold, TFU 2 jari dibawah pusar, DJJ (+). Pemeriksaan inspeksi genitalia externa: vesikel & papula pada daerah labia mayora dan minora sampai commisura posterior, palpasi nyeri positif. Apakah kemungkinan penyebab infeksi kasus ini?
a. Human Papilloma virus
b. Rubella virus
c. Parvovirus B19
d. Herpes Simpleks Virus
e. Sitomegalovirus
122. Apakah jenis bakteri yang menyebabkan terjadinya penyakit Sifilis ?
a. Neisseria Gonorrhea
b. Gardnerella vaginalis
c. Treponema pallidum
d. Chlamidya trachomatis
e. Haemophilus ducreyi
123. Seorang perempuan berusia 28 tahun, P3A0, datang ke puskesmas dengan keluhan bintik-bintik merah yang menyebar ke seluruh tubuh 1 minggu yang lalu. Dua minggu sebelumnya pada daerah kemaluan terutama bagian labium pasien terdapat ulkus tunggal yang hilang sendiri tanpa berobat. Terdapat riwayat kontak seksual ± 3 minggu yang lalu. Diagnosis untuk kasus diatas adalah?
a. Herpes simpleks
b. Limfogranuloma venerum
c. Gonorrhoe
d. Ulkus mole
e. Sifilis
124. Seorang wanita 28 tahun, G1P0A0 datang dengan keluhan bintik-bintik merah yang menyebar ke seluruh tubuh 1 minggu sebelum masuk Rumah Sakit. Dua minggu sebelumnya pada daerah kemaluan terutama bagian labium pasien terdapat ulkus tunggal yang hilang sendiri tanpa berobat. Terdapat riwayat kontak seksual ± 3 minggu yang lalu. Pada kasus diatas, berapakah resiko infeksi transplasenta pada janin?
a. 40-60%
b. 10-30 %
c. 30-50 %
d. 20-40 %
e. 60-80%
125. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0 usia kehamilan 36- 37 minggu, datang ke Klinik dengan keluhan demam, sakit kepala dan malaise, riwayat luka pada daerah vagina sejak 6 minggu lalu, tidak nyeri. Gerakan janin dirasakan berkurang. Pemeriksaan Inspeksi : ruam kulit papula-skuomosa di daerah telapak tangan dan telapak kaki, serta papul yang mengalami ulkus dengan dasar ulkus bersih di daerah vagina. Palpasi : teraba pembesaran kelenjar inguinal bilateral. Pemeriksaan Leopold : janin letak kepala, DJJ 168x/mnt. Apakah kemungkinan kuman penyebab pada kasus tersebut?
a. Treponema pallidum
b. Clamydia trachomatis
c. Toxoplasma gondii
d. Neisseria gonorhoe
e. Gardnerella vaginosis
126. Kapankah terjadi Inkompatibilitas Rhesus?
a. Janin rhesus negatif, ibu rhesus positif
b. Ibu rhesus positif, ayah rhesus negative
c. janin memiliki rhesus positif, ibu rhesus positif
d. Ibu rhesus negatif,ayah rhesus positif
e. Suami golongan darah A,Ibu golongan darah B
127. Seorang perempuan, berusia 34 tahun, datang kontrol ke puskesmas, saat ini kehamilan ke 3 (G3P1A1), usia kehamilan 20 minggu. Pada kehamilan pertama, riwayat bayi lahir dengan ikterus, hamil kedua keguguran. Hasil pemeriksaan fisis ditemukan, tinggi fundus uteri 30 cm, denyut jantung janin tidak ada. Apakah pemeriksaan penunjang laboratorium yang sangat dibutuhkan dalam penegakan diagnosis kasus ini?
a. Hemoglobin darah
b. Glukosa darah sewaktu
c. Kimia darah lengkap
d. Golongan darah,rhesus
e. Apusan darah tepi
128. Perempuan, 34 tahun, G4P3A2, hamil 16 minggu, datang ke dokter praktek SpOG dengan rujukan dari puskesmas. Pada kehamilan pertama, riwayat bayi lahir dengan ikterus sempat difototerapi, hamil bayi ke-2 meninggal dalam rahim umur 28 minggu dengan hidrops fetalis, kehamilan ke-3 abortus. Ibu adalah warga negara Jerman yang menikah dengan WNI. Golongan darah ibu A(-), golongan darah suami O(+). Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus ini ?
a. Abortus habitualis
b. Inkompabilitas Rhesus
c. Inkompabilitas gol darah A
d. Hidrops fetalis
e. Inkompabilitas gol darah O
129. Apakah penyebab terjadinya Neural tube defect (kelainan kongenital)?
a. Defisiensi Fe
b. Defisiensi asam folat
c. Konsumsi bahan mengandung merkuri
d. Kekurangan micronutrient
e. Defisiensi vitamin D
130. Down syndrome merupakan kelainan kongenital akibat abnormalitas pada kromosom mana?
a. Trisomi 13
b. Trisomi 18
c. Monosomi
d. Trisomi 21
e. XXY
131. Seorang perempuan, berusia 35 tahun, datang ke puskesmas untuk kontrol rutin ANC. Baru pertama datang kontrol. Ibu mengaku G4P3A0, hamil 28 minggu, riwayat
muntah-muntah hebat selama hamil. Riwayat tidak pernah mengkonsumsi vitamin selama kehamilan. Riwayat kehamilan sebelumnya dengan spina bifida. Status gizi undernutrition. Apakah terapi yang bisa diberikan untuk mencegah kelainan kongenital pada pasien di atas?
a. vitamin D
b. vitamin A
c. vitamin E
d. Zink
e. asam folat
132. Perempuan, 35 tahun, G1P0A0, hamil 28 minggu, datang ke dokter praktek SpOG
dengan rujukan dari puskesmas. Dokter di puskesmas telah melakukan pemeriksaan kandungan dan kesulitan tidak menemukan perabaan kepala bayi (ballotement). Ibu mengaku pernah meminum obat pelancar haid ketika awal-awal kehamilan. Apakah kemungkinan diagnosis kasus ini?
a. Dolikosefali
b. Hidrosefalus
c. Anensefali
d. Hidransefali
e. Mikrosefali
133. Seorang perempuan berusia 29 tahun G1P0A0 usia kehamilan 24 minggu. Pada hasil skrining USG diperoleh gambaran tulang belakang tidak menutup. Termasuk tipe kelainan congenital apakah kelainan tersebut ?
a. Malformasi
b. Deformasi
c. Disrupsi
d. Dysplasia
e. Abruption
134. Seorang perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0 usia kehamilan 24 minggu. Pada hasil skrining USG diperoleh gambaran tulang belakang tidak menutup. Apakah kelainan yang dapat terjadi pada bayi ibu tersebut?
a. Hidrops fetalis
b. Spina bifida
c. Down syndrome
d. Patau syndrome
e. Edward syndrome
135. Seorang perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0 hamil 24 minggu. Pada hasil skrining USG diperoleh gambaran tulang belakang tidak menutup. Apakah informasi yang tepat diberikan untuk mencegah kelainan kongenital tersebut?
a. Suplementasi asam folat sebelum konsepsi
b. Suplementasi folat setelah trimester 2
c. Suplementasi kalsium selama hamil
d. Suplementasi Fe selama hamil
e. Suplementasi vitamin A selama hamil
136. ibu hamil HBsAg reaktif, maka apakah tindakan pencegahan transmisi dari ibu ke bayi paling efektif?
a. Vaksinasi pasif
b. vaksinasi hepatitis pada bulan pertama
c. obat antiviral
d. vaksin asi aktif bayi sebelum pulang
e. vaksinasi aktif dan Imunoglobulin dalam 12 jam
137. Pada keadaan apakah Ibu hamil penderita hepatitis berpotensi menularkan ke bayinya paling sering ?
a. Postpartum
b. Menyusui
c. Intrapartum
d. Antenatal
e. Intrauterin
138. Seorang perempuan, berusia 28 tahun, datang ke dokter keluarga untuk pemeriksaan ANC . Saat ini hamil 36 minggu. Pasien membawa hasil laboratorium dari RS: HBsAg(+), anti HBs(-), anti HBc (+), HBeAg(+), anti HBe(-), viral load 3x 106 kpi/ml. Apakah Interpretasi lab di atas?
a. Hepatitis B kronik,replikasi aktif,sangat menular
b. Hepatitis B akut,tidak bereplikasi aktif dan tidak menular
c. Hepatitis B akut, replikasi aktif, sangat menular
d. Hepatitis B dengan kekebalan alami
e. Hepatitis B kronik,tidak bereplikasi aktif dan tidak menular
139. Seorang perempuan, 28 tahun, hamil 36 minggu. Pada hasil skrining hepatitis diperoleh hasil: HBsAg(+), anti HBs(-), anti HBc (+), HBeAg(+), anti HBe(-), viral load 3x 106 kopi/ml. Apakah tindakan untuk mencegah penularan pada bayi baru lahir ?
a. Vaksinasi tidak diperlukan
b. Obat anti viral
c. Vaksinasi aktif Hepatitis B
d. Vaksinasi aktif danI munoglobulin dalam 12 jam
e. Vaksinasi aktif dalam 24 jam
140. Perempuan, 28 tahun, hamil 36 minggu. Pada hasil skrining hepatitis diperoleh hasil: HBsAg(+), anti HBs(-), anti HBc (+), HBeAg(+), anti HBe(-), viral load 3x 106 kopi/ml. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus ini?
a. Hepatitis B
b. Hepatitis E
c. Hepatitits D
d. Hepatitis C
e. Hepatitis A
141. Seorang perempuan berusia 28 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu. Pada hasil pemeriksaan laboratorium skrining hepatitis diperoleh hasil. HBsAg (+), anti HBs (-), anti HBc (+), HBeAG (+), anti HBe (-), viral load 3x 106 kopi/ml. Apakah yang cara yang dipakai untuk mengetahui potensi transmisi hepatitis dari ibu ke bayi?
a. Pemeriksaan HBeAg
b. Skrining HBsAg dilakukan 2x bila negative
c. Skrining HBsAg dilakukan sebaiknya pada trimester ke2
d. Tidak perlu skrining HBsAG karena tidak ditanggung BPJS
e. Langsung pemeriksaan DNA virus hepatitis b
142. Jenis apakah yang menyebabkan malaria berat pada ibu hamil?
a. Plasmodium vivax
b. Plasmodium ovale
c. Plasmodium knowlesi
d. Plasmodium falciparum
e. Plasmodium malariae
143. Seorang perempuan, berusia 25 tahun, kunjungan antenatal ke Puskesmas dengan keluhan demam dan menggigil setiap malam, sejak 3 hari terakhir. Ibu baru saja pulang dari Papua kurang lebih seminggu lalu. Saat ini merupakan kehamilan pertama,
usia 28 minggu, Pada pemeriksaan ditemukan temperatur: 39oC, frekwensi nadi 102x/m. pemeriksaan lab ditemukan Plasmodium malariae. Apakah terapi awal pada kasus di atas?
a. Artesunat
b. Pil Kina
c. Klorokuin
d. Doksisiklin
e. Primakuin
144. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0, hamil 28 minggu, kunjungan antenatal ke Puskesmas dengan keluhan demam dan menggigil setiap malam, sejak 3 hari terakhir. Ibu baru saja pulang dari Manokwari kurang lebih seminggu lalu. Apakah etiologi penyakit pada kasus ini?
a. Plasmodium malariae
b. Aedes aegepty
c. Anopheles
d. Salmonella Typhii
e. Filariasis
145. Perempuan berusia 28 tahun, datang memeriksakan kehamilannya. Dari anamnesis usia kehamilan sekitar 28 minggu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tinggi fundus uteri 3 jari atas pusat, bagian janin sulit dirasakan. Apakah diagnosis kondisi ini?
a. Gemelli
b. Polihidramnion
c. Makrosomia
d. Kehamilan dengan tumor
e. Kehamilan dengan asites
146. Apakah Kuman penyebab korioamnitis ?
a. Streptococcus
b. Gardnerellavaginalis
c. Ureaplasma
d. E.coli
e. Mycoplasma
147. Seorang perempuan, 18 tahun, hamil anak pertama datang ke puskesmas dengan keluhan pelepasan air dari jalan lahir, disertai nyeri perut tembus ke belakang. Pemeriksaan fisik : tekanan darah 110/80 mmH, nadi 112 kali permenit, suhu 38,5 C dan pernapasan 20 kali permenit. Tinggi fundus uteri : 3 jari atas pusat. Denyut jantung janin 170 kali/menit. Berapakah kadar lekosit minimal yang diperlukan untuk menunjang diagnosis kasus ini ?
a. Lebih 12.000/mm
b. Lebih 16.000/mm
c. Lebih 14.000/mm
d. Lebih 15.000/mm
e. Lebih 13.000/mm
148. Penyakit ibu apakah yang dapat menyebabkan terjadinya insufisiensi uteroplasenta?
a. Polisitemia
b. Preeklamsia
c. Thalasemia minor
d. Infeksi toksoplasmosis
e. Infeksi hepatitis B
149. Seorang perempuan G4P3A0 usia 38 tahun, gravid 37 minggu datang unit gawat darurat RS dengan keluhan kurang merasakan gerakan dalam 1 minggu terakhir, pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 150/100 mmHg. Pada pemeriksaan USG didapatkan janin tunggal hidup dengan taksiran berat janin 2200 gram, presentasi kepala dan air ketuban kurang . pada pemeriksaan kardiotokografi didapatkan hasil kategori 2. Kondisi apakah yang dapat memberikan gambaran karrdiotokografi yang sama dengan kasus tersebut di atas?
a. Kompresi tali pusat
b. Saat ibu mengedan
c. Kontraksi uterus
d. Pemberiantokolitik
e. Pemberian magnesium sulfat
150. Tanda kematian janin dalam rahim yang dapat ditemukan pada pemeriksaan USG adalah?
a. Spalding"s sign
b. Robert's sign
c. Lamda sign
d. Hegar's sign
e. Chadwick's sign
151. Seorang perempuan usia 20 tahun G1P0 gravida 24 minggu dirujuk dari puskesmas
ke RS dengan keluhan tidak merasakan gerakan janin dalam 3 hari terakhir, disertai pelapasan darah dari vagina. Pada pemeriksaan USG didapatkan janin tunggal hidup dan denyut jantung janin tidak terlihat dan ditemukan adanya gelembung udara dalam jantung. Apakah faktor risiko yang dapat menyebabkan kejadian tersebut di atas?
a. Defisiensi asam folat
b. Defisiensi vitamin D
c. Kelainan kromosom
d. Pemberian DHA pada trimester kedua kehamilan
e. Pemberian aspirin pada trimester kedua kehamilan
152. Seorang perempuan, umur 20 tahun, G1P0, usia kehamilan 22 minggu dirujuk dari puskesmas ke RS dengan keluhan ibu tidak merasakan Gerakan janin dalam 3 hari terakhir, disertai pelapasan darah dari vagina. Setelah dilalukan pemeriksaan USG didapatkan janin tunggal hidup dan denyut jantung janin tidak terlihat dan diemukan adanya Spalding’s sign. Apakah komplikasi yang paling ditakutkan dapat terjadi pada ibu ?
a. Perdarahanpostpartum
b. Perdarahan antepartum
c. Infeksi intrauteri
d. Rupturauteri
e. Hipofibrinogenemia
153. Seorang perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0, hari pertama haid terakhir 7 agustus
2018, datang ke puskesmas pada tanggal 31 januari 2019 dengan keluhan tidak merasakan gerakan janin sejak 2 hari yang lalu. Ini adalah pemeriksaan kehamilan pertama. Pemeriksaan fisik : tanda vital dalam batas normal, TFU 4 jari di atas pusat, DJJ negative dengan pemeriksaan laenec. Tanda khas apakah yang dapat ditemukan dengan pemeriksaan USG untuk kasus tersebut ?
a. Tidak ada yang benar
b. Thomas sign,spalding sign,deformitas tulang janin
c. Angulasi tulang janin, spalding dign, frog eye sign
d. Overlapping tulang kepala,spalding sign,Thomas sign
e. Robert sign,spalding sign,dandisintegrasi tulang janin
154. Seorang perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0. Hari pertama haid terahir 7 agustus 2018. Dating ke puskesmas pada tanggal 31 januari 2019 dengan keluhan tidak merasakan gerakan janin sejak 2 hari yang lalu. Ini adalah pemeriksaan kehamilan pertama. Pemeriksaan fisis : Tanda vital dalam batas normal, TFU 4 jari di atas pusat, DJJ negative dengan pemeriksaan laenec. Gambaran fisik apakah yang akan ditemukan pada saat janin tersebut lahir?
a. Kulit kemerahan
b.Kulit mengelupas lupas,efusi cairan serosa dirongga thoraks dan abdomen
c. Hepar tampak kuning kecoklatan, efusi cairan, kemungkinan terjadi mummifikasi
d. Pada kulit terdapat bullae dan mulai mengelupas
e. Bayi dengan verniks kaseosa
155. Apakah tanda / gejala kehamilan dengan pertumbuhan janin terhambat ?
a. Ketuban Pecah Dini
b. Oligohidramnion
c. Janin lahir dengan umbilkus yang besar
d. TFU 28 cm pada kehamilan 26 minggu
e. Pada Leopold 1 teraba ballottement
156. Seorang perempuan G1P0 usia 19 tahun , saat ini usia kehamilan 30 minggu, datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan antenatal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tanda tanda vital dalam batas normal . Pengukuran tinggi fundus uterus 26 cm, janin tunggal hidup dan ibu mengatakan kurang merasakan gerakan bayi. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat dilakukan pada kasus ini ?
a. Foto polos abdomen
b. Pemeriksaan kolposkopi
c. Doppler velocimetry
d. Pemeriksaan USG transvaginal
e. Pemeriksaan amniosentesis
157. Bagaimanakah Syarat suatu persalinan dikatakan normal ?
a. onsetspontan,lahir pervaginam pada usiak ehamilan berapapun
b. Onsetspontan,lahir pervaginam dengan berat janin diatas 2500 gr
c. Kala 2 baik primipara maupun multipara maksimal 2 jam
d.Persalinan terjadi melalui pervaginam berapapun berat badan bayi
e. Perbaikan his dengan induksi bila terjadi kelelahan ibu
158. Apakah alat yang dapat digunakan untuk memantau persalinan?
a. Ultrasonografi
b. Kardiotografi
c. Kontraksi/his
d. Periksa dalam vagina
e. Partograf
159. Seorang perempuan usia 20 tahun, G1P0A0, masuk kamar bersalin jam 11.00 pagi dengan keluhan sakit perut tembus ke belakang yang disertai keluarnya air dari jalan lahir. Bidan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan hasil: Tinggi Badan ibu 154 cm, berat badan 56 kg, tanda vital normal, pemeriksaan Leopold I: teraba lunak, Leopold II bagian rata dan keras di sebelah kiri, Leopold III teraba ballottement (melenting), Leopold IV kesan divergen, perlimaan 3/5, Tinggi fundus 36 cm, lingkar perut 80 cm. His 2 kali/10 menit durasi 20-25 detik, DJJ: 142x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan porsio lunak, tipis, pembukaan 5 cm, dinding panggul kesan cukup. Presentasi kepala, penurunan Hodge II, ketuban sudah pecah. Kapankan saat yang tepat untuk memimpin persalinan pada kasus ini?
a. Kala 1 fase laten
b. Kala 1 fase aktif
c. Kala 4
d. Kala 3
e. Kala 2
160. Seorang perempuan berusia 28 thn G1P0 usia kehamilan menurut haid terakhir adalah 38 minggu 2 hari, masuk ke kamar bersalin dengan keluhan nyeri perut yang terjadi 2-3 x selama sehari dan lamanya tidak beraturan. Pada pemeriksaan fisis tanda tanda vital dalam batas normal, pada pemeriksaan luar didapatkan presentasi kepala, punggung janin di kiri, kepala belum masuk panggul (5/5), taksiran berat janin 3200 gram. Pada pemeriksaan dalam vagina didapatkan porsio lunak tebal, belum ada pembukaan serviks. Apakah diagnosis yang paling tepat?
a. True Labor
b. Inpartu kala 2
c. Belum inpartu
d. Inpartu kala 1 fase aktif
e. Inpartu kala 1 fase laten
161. Seorang perempuan, umur 18 tahun, hamil anak pertama datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri perut tembus ke belakang. Riwayat hari pertama haid terakhir tidak diketahui karena siklus haid tidak teratur. Pemeriksaan Fisik : tanda-tanda vital normal, Tinggi fundus uteri : 3 jari atas pusat, dengan bagian teratas lunak dan lebar, punggung di kiri, bagian terendah kepala, belum masuk panggul. Denyut jantung janin 140 kali/menit. Apakah kategori persalinan ini ?
a. Partus preterm
b. Partus postterm
c. Abortus
d. Partus presipitatus
e. Partusaterm
162. Seorang perempuan, usia 28 thn, G1P0, usia kehamilan menurut haid terakhir adalah 38 minggu 2 hari, masuk ke kamar bersalin dengan keluhan nyeri perut yang terjadi 2-3 x selama sehari dan lamanya tidak beraturan. Pemeriksaan fisis : tanda tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan luar : presentasi kepala, punggung janin di kiri, kepala belum masuk panggul (5/5), taksiran berat janin 3200 gram . Pemeriksaan dalam vagina : porsio lunak tebal, belum ada pembukaan serviks. Untuk menilai apakah pemeriksaan dalam vagina kasus di atas?
a. Putaran Paksi Dalam
b. Penurunan kepala janin
c. Ekspulsi janin
d. Putaran Paksi Luar
e. Penipisan porsio
163. Perempuan berusia 20 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan perut sering mengeras yang makin teratur, padahal usia kehamilan baru 7 bulan. Apakah pengobatan lini pertama yang dapat diberikan untuk mencegah kondisi tersebut?
a. Salbutamol
b. Nifedipine
c. Deksametason
d. Indometasin
e. MgSo4
164. Seorang perempuan berusia 28 tahun, G4P3A0 datang ke puskesmas dengan keluhan sakit perut tembus ke belakang disertai pelepasan lendir darah. Dari hasil pemeriksaan didapatkan TD :120/80 mmHg, denyut nadi 92 kali/menit. Tinggi fundus 34 cm, denyut jantung janin 140 kali/menit, kontraksi rahim 2 kali dalam 10 menit dengan durasi 20-25 detik. Apakah tindakan yang dilakukan untuk menghindari distres pernapasan pada bayi ?
a. Deksametason 12mg/12jam/IV
b. Deksametason 12mg/6jam/IM
c. Betametason 12 mg/6 jam/IM
d. Deksametason 6mg/12jam/IM
e. Betametason 6mg/12jam/IM
165. Seorang perempuan berusia 18 tahun, G1P0A0, datang ke puskesmas dengan keluhan pelepasan air dari jalan lahir, tanpa disertai nyeri perut tembus ke belakang. Hari pertama haid terakhir tidak diketahui karena siklus haid tidak teratur. Pada pemeriksaan fisik: tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 37 ̊C, pernapasan 20 kali per menit. Tinggi fundus uteri 3 jari atas pusat, bagian teratas lunak dan lebar, punggung di kiri, bagian terendah kepala, belum masuk panggul. Denyut jantung janin 140 kali/menit. Apakah kategori persalinan ini ? (UK = 28 mgg)
a. Micropremie
b. Extremely preterm
c. Very preterm
d. Moderate preterm
e. Late preterm
166. Seorang perempuan berusia 18tahun, G1P0A0 datang ke puskesmas dengan keluhan pelepasan air dari jalan lahir, disertai nyeri perut tembus ke belakang. Riwayat hari pertama haid terkahir tidak diketahui karena siklus haid tidak teratur. Dan hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 112x/meint, suhu 38oC dan pernapasan 20x/menit. Tinggi fundus uteri diperoleh 3jari atas pusat, dengan bagian teratas lunak dan lebar, punggung di kiri, bagian terendah kepala, belum masuk panggul. Denyut jantung janin 170x/menit. Apakah penanganan paling tepat unutuk kondisi ini?
a. Terminasi kehamilan
b. tunda kelahiran
c. Pemberian tokolitik
d. Pemberian antipiretik
e. Pemberian pematangan paru
167. Seorang perempuan berusia 22 tahun baru melahirkan anak pertama 30 menit yang lalu. Saat lahir, bayinya mengalami asfiksia dan kulit bayi berwarna kekuningan. Berdasarkan kondisi tersebut, apakah kriteria bayi tersebut ?
a. Postmatur derajat IV
b. Aterm
c. Postmatur derajat I
d. Postmatur derajat II
e. Postmatur derajat III
168. Perempuan berusia 30 tahun, G1P0A0, datang ke puskesmas dengan keluhan kehamilan telah lewat waktu. Saat ini gerakan anak sudah mulai jarang dirasakan. Apakah penyebab keadaan tersebut?
a. berat bayi yang besar
b. Oligohidramnion
c. Asupan nutrisi berkurang
d. Lilitan tali pusat
e. Plasenta yang tua
169. seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0 datang ke puskesmas dengan keluhan belum melahirkan padahal taksiran persalinan yang disampaikan oleh bidan telah lewat seminggu. Saat ini, ibu mengeluh gerakan anak berkurang dari hasil pemeriksaan USG diperoleh bahwa indeks, cairan ketuban 200 ml. Apakah bahaya yang dapat terjadi pada kondisi seperti ini?
a. Kompresi tali pusat
b. Tidak akan berbehaya
c. Tali pusat menumbung
d. Tali pusat tersimpul
e. Solusio plasenta
170. Seorang perempuan berusia 25 tahun, G1P0A0 datang ke puskesmas dengan keluhan belum melahirkan padahal taksiran persalinan yang disampaikan oleh bidan telah lewat seminggu. Ibu juga mengeluh gerakan anak berkurang. Hasil pemeriksaan USG : indeks cairan ketuban 200 ml. Apakah yang menyebabkan gerakan anak berkurang pada kasus ini ?
a. Gawat Janin
b. Fase tidur janin
c. Oligohidramnion
d. Ketuban pecah dini
e. Menjelang persalinan
171. Tes apakah yang dilakukan untuk memastikan cairan ketuban?
a. Paptest
b. Planotest
c. Fern test
d. Nitrazintest
e. Liquid based sitology test
172. Seorang perempuan, usia 18 tahun, hamil anak pertama datang ke puskesmas dengan keluhan pelepasan air dari jalan lahir, disertai nyeri perut tembus ke belakang. Riwayat hari pertama haid terakhir tidak diketahui karena siklus haid tidak teratur. Pemeriksaan fisik: tekanan darah 110/80 mmH, nadi 112 kali permenit, suhu 38,5 C dan pernapasan 20 kali permenit. Tinggi fundus uteri: 3 jari atas pusat, dengan bagian teratas lunak dan lebar, punggung di kiri, bagian terendah kepala, belum masuk panggul. Denyut jantung janin 170 kali/menit. Apakah kuman penyebab terbanyak untuk kasus ini?
a. Strepococcus
b. E.coli
c. Ureaplasma
d. Mycoplasma
e. Gardnerella
173. Seorang perempuan, umur 23 tahun G1P0A0 (HPHT: 1 Agustus 2019) datang ke puskesmas dengan keluhan keluar air dari jalan lahir yang dirasakan sejak 8 jam lalu. Riwayat nyeri saat berkemih dirasakan sejak 3 hari sebelumnya. Pemeriksaan fisik : Tanda vital dalam batas normal, Tinggi Fundus Uteri 3 jari dibawah pros. Xypoideus, bagian terendah kepala, dan sudah masuk pintu atas panggul. Pemeriksaan laboratorium: darah rutin dalam batas normal. Pemeriksaan urin : epitel (+2), leukosit (+3), eritrosit (+3). Pemeriksaan penunjang apakah yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis kasus ini?
a. Swab vagina
b. Kultur cairan
c. pH vagina
d. Tes Lakmus
e. Ultrasonografi
174. Seorang perempuan berusia 18 tahun G1P0A0 datang ke puskesmas dengan keluhan pelepasan air dari jalan lahir tanpa disertai nyeri perut tembus ke belakang. Hpht tidak diketahui karena siklus haid tidak teratur. Pada pemfis TD 110/80 mmhg, nadi 88 kali/menit, suhu 37 C, pernapasan 20 kali/menit. TFU 3jari diatas pusat, bagian teratas teraba lunak dan lebar, punggung di kiri bagian terendah kepala belum masuk panggul, DJJ 140 kali/menit. Apakah pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis kasus ini?
a. Pemeriksaan USG
b. Pemeriksaan urin
c. Pemeriksaan darah
d. Pemeriksaan nitrazin
e. Pemeriksaan swab vagina
175. Disproporsi kepala panggul dapat terdeteksi pada primigravida saat usia kehamilan?
a. 36 minggu
b. 32 minggu
c. 20 minggu
d. 28 minggu
e. 24minggu
176. Seorang perempuan usia 28 tahun G1P0A0 dengan hehamilan 37 minggu datang ke Puskesmas dengan Keluhan Sakit perut tembus belakang, mulai ada kontraksi uterus disertai pelepasn darah dan lendir pervaginam. Tanda vital dalam batas normal, pada palpasi TFU 2 jari di bawah processus xiphoideus, teraba janin situs memanjang, DJJ 140x/menit terdengar diatas umbilikus, dan didiagnosis sebagai letak sungsang. Apakah yang menjadi patokan dalam menegakkan diagnosis pada kasus ini?
a. Teraba ballotemen pada leopold 3
b. Adanya kontraksi disertai pelepasan lendir darah pervaginam
c. Pada periksa dalam tidak teraba bagian terendah janin
d. Tinggi fundus uteri
e. Denyut jantung janin diatas umbilicus
177. Seorang perempuan usia 28 tahun G1P0A0 dengan hehamilan 37 minggu datang ke Puskesmas dengan Keluhan Sakit perut tembus belakang, mulai ada kontraksi uterus disertai pelepasn darah dan lendir pervaginam, tampak edema pada muka dan tungkai,Tekanan Darah 120/90 mmHg. Nadi 80x/mt suhu badan 36°C, DJJ145x/menit. Pemeriksaan Palpasi, janin letak lintang kepala di kanan. Pemeriksaan dalam, pembukaan serviks 3cm, ketuban masih utuh, pelepasan darah dan lendir. Dalam obstetri modern, bagaimanakah rekomendasi penanganan kasus ini?
a. Dilahirkan vakum ekstraksi
b. Dilahirkan dengan bantuan forceps
c. Dilahirkan pervaginam spontan
d. Dilahirkan dengan versi ekstraksi
e. Diakhiri dengan seksio sesarea
178. Seorang perempuan, 25 tahun, G1P0A0 gravid 40 minggu, dibawa ke puskesmas karena nyeri disertai pengeluaran lender dan darah sejak 30 menit yang lalu. Untuk persiapan partus normal, dilakukan pemeriksaan dalam (VT) untuk mengukur diameter pelvis ibu. Pada pemeriksaan dalam ditemukan conjugate diagonalis adalah 13,5 cm. Pada pemeriksaan luar, ditemukan bahwa lingkar kepala janin diperkirakan 13 cm. Bagaimanakah perkiraan proses partus normal berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan dalam?
a.Partus normal diperkirakan mudah dilakukan karena kepala janin dapat mengalami moulage
b.Partus normal diperkirakan mudah dilakukan karena lingkar kepala janin lebih kecil dari conjugate obstetric
c. Partus normal diperkirakan sulit dilakukan karena lingkar kepala janin lebih besar dari conjugate obstetric
d.Partus normal diperkirakans ulit dilakukan karena lingkar kepala janin hamper sama besar dengan conjugate diagonalis
e. Partus normal diperkirakan mudah dilakukan karena lingkar kepala janin lebih kecil dari conjugate diagonalis
179. Seorang perempuan berusia 26 tahun, G1P0A0, datang ke puskemas tanggal 15 Mei 2020 dengan keluhan sakit perut tembus belakang disertai pelepasan lendir dan darah. Hari pertama haid terakhir : 15 Agustus 2019. Taksiran Berat Janin 2800 gram. Pada jam 12.00 dilakukan pemeriksaan : his 40-45 detik 3 kali dalam 10 menit, periksa dalam vagina : dilatasi servix sdh 6 cm, bagian terendah kepala. Jam 16.00 dilakukan pemeriksaan : his 25-30 detik 3 kali dalam 10 menit, periksa dalam vagina: dilatasi servix 7 cm. Apakah kemungkinan yang dapat menyebabkan keadaan ini ?
a. Distosia karena Power(His)
b. Distosia karena Passage(Servix)
c. Distosia karena his dan passage
d. Distosia karena Passenger (Janin)
e. Distosia karena passage dan passenger
180. Seorang perempuan, usia 18 tahun, G1P0, datang ke puskesmas, rujukan dari bidan desa dengan keterangan persalinan macet. Dari anamnesis diketahui usia kehamilan aterm, dengan siklus haid teratur. Pemeriksaan fisis: his 4 kali dalam 10 menit durasi 45-50 detik, DJJ 144 kali per menit, Taksiran Berat Janin 3800 gram, bagian terendah kepala, perlimaan 5/5, dilatasi serviks 9 cm. Keadaan patologis apa yang paling memungkinkan dari kasus ini ?
a. Malpresentasi
b. Panggul sempit
c. Gawat Janin
d. Disproporsi Kepala Panggul
e. Anak besar
181. Seorang perempuan berusia 26 tahun, G1P0A0, datang ke puskemas dengan keluhan sakit perut tembus belakang disertai pelepasan lendir dan darah. Hari pertama haid terakhir : 15 Agustus 2019. Pada jam 12.00 dilakukan pemeriksaan dalam vagina, didapatkan dilatasi servix sdh 6 cm, bagian terendah kepala. Selanjutnya jam 16.00 dilakukan pemeriksaan dalam vagina, ditemukan dilatasi servix 7 cm. Bila pada jam 20.00, pada PDV ditemukan dilatasi servix sdh 10cm, kepala janin masih di bidang Hodge I, diagnosisnya mungkin :
a. Distosia krn power (his)
b. Distosia krn A dan C
c. Distosia krn A dan B
d. Distosia krn passenger (janin)
e. Distosia krn passage (Panggul)
182. Seorang perempuan berusia 26 tahun, dirujuk dari puskesmas dengan diagnosis G2P1A0 gravid 39 minggu 4 hari inpartu kala II. Dari keterangan bidan, pasien telah mengalami pembukaan lengkap sejak 1 jam lalu. Pemeriksaan fisik: tanda vital dalam batas normal, his 3x10 (20-25 detik). Denyut jantung janin 148 kali per menit. Taksiran berat janin 3600 gram. Riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir 3700 gram. Pemeriksaan dalam vagina : pembukaan lengkap, ketuban positif, dan kepala janin di station – 1. Faktor apakah yang menyebabkan kala II lama pada kasus diatas ?
a. Power berupa kontraksi rahim yang tidak adekuat
b. Passage,ukuran panggul yang tidak sesuai
c. Power, berupa kekuatan ibu yang adekuat
d. Passenger,ukuran janin yang besar
e. Passenger,posisi janin yang tidak adekuat
183. Seorang perempuan berusia 30 tahun, G3P2A0 mengeluh mulas-mulas teratur sejak
20 jam yang lalu, kehamilannya cukup bulan, namun karena mau belahirkan dia pergi ke dukun beranak. Ibu sudah mengedan selama 3 jam, tetapi bayi belum lahir. Setelah di dokter, didapatkan kepala anak sudah engaged di H4, pembukaan lengkap dan ketuban telah pecah. Apakah tindakan yang harus dilakukan ?
a. Ekstraksi forceps
b. Seksio caesaria
c. Pimpin persalinan
d. Vakum
e. Observasi
184. Seorang perempuan, usia 28 tahun, hamil anak pertama, rujukan dari bidan, dating
ke kamar bersalin dengan keluhan nyeri perut tembus ke belakang disertai pelepasan lender dan darah. Dari anamnesis diketahui ini adalah kehamilan pertama, diperiksa oleh bidan dengan pembukaan 2 cm dan observasi terhadap pasien ini telah berlangsung selama 16 jam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi fundus uteri 36 cm, kontraksi uterus terjadi dua kali dalam sepuluh menit dengan durasi 20-25 detik, DJJ 138 x/menit, perlimaan 5/5.Pada pemeriksaan dalam vagina didapatkan pembukaan serviks 2 cm, ketuban menonjol, promontorium teraba.Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini?
a. G1P0A0 gravid aterm inpartu kala 1 fase laten + panggul sempit
b. G1P0A0 gravid aterm inpartu kala 1 faseaktif + panggul sempit
c. G1P0A0 gravid aterm inpartu kala 1 fase laten + malpresentasi
d. G1P0A0 gravid aterm inpartu kala 1 fase aktif + malpresentasi
e.G1P0A0 gravid aterm inpartu kala 1 fase aktif + presentasimajemuk
185. Seorang perempuan berusia 26 tahun, dirujuk dari puskesmas dengan diagnosis G2P1A0 gravid 39 minggu 4 hari inpartu kala II. Dari keterangan bidan, pasien telah mengalami pembukaan lengkap sejak 1 jam lalu. Pemeriksaan fisik : tanda vital dalam batas normal, his 3x10 menit (20-25 detik). Denyut jantung Janin 148 kali per menit, Taksiran Berat Janin 3600 gram. Riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir 3700 gram. Pemeriksaan Dalam Vagina pembukaan lengkap, Ketuban positif, dan kepala janin di station-1. Ditemukan tanda turtle sign. Bagaimana penanganan pasien ini (secara berurutan)?
a.Massanti,Rubin,Askforhelp,Wood,Episiotomy,Rollover,McRoberts,Massanti
b.Massanti,Rubin,Askforhelp,Wood,Episiotomy,Rollover,McRoberts
c. McRoberts, Massanti, Rubin, Ask for help, Wood, episiotomy, roll over
d.Askforhelp,McRoberts,Massanti,Rubin,Wood,Episiotomy,rollover
e.Episiotomy,Askforhelp,McRoberts,Massanti,Rubin,Wood,rollover
186. Bagaimanakah hasil pemeriksaan leopold sehingga timbul Kecurigaan adanya letak sungsang pada suatu kehamilan?
a. Tinggi fundus lebih rendah
b. Teraba ballotemen keras pada leopold 1
c. Divergen pada pemeriksaan leopold 4
d. Teraba kosong pada pemeriksaan leopold 3x
e. Teraba situs oblique pada pemeriksaan leopod 2
187. Seorang perempuan, usia 25 tahun, hamil anak pertama, rujukan dari bidan, datang ke kamar besalin dengan keluhan nyeri perut tembus ke belakang disertai pelepasan lendir dan darah. Dari anamnesis diketahui ini adalah kehamilan perama, diperiksa oleh bidan dengan pembukaan 2 cm dan observasi terhadap pasien ini telah berlangsung selama 16 jam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi fundus uteri 38 cm, kontraksi uterus terjadi dua kali dalam sepuluh menit dengan durasi 20-25 detik, denyut jantung janin 148 kali/menit, perlimaan 5/5. Pada pemeriksaan dalam vagina didapatkan pembukaan serviks 8 cm, ketuban pecah spontan, dan teraba hidung dan bibir janin. Apalah diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini ?
a. G1P0A0 gravid aterm inpartu kala 1 fase laten + panggul sempit
b. G1P0A0 gravid aterm inpartu kala 1 faseaktif + panggul sempit
c. G1P0A0 gravid aterm inpartu kala 1 fase laten + malpresentasi
d. G1P0A0 gravi daterm inpartu kala 1 faseaktif + Malpresentasi
e. G1P0A0 gravid aterm inpartu kala 1 faseaktif + presentasi majemuk
188. Apakah diagnosisnya bila ditemukan Perlukaan pada putting susu yang disebabkan karena trauma pada putting susu saaat menyusui?
a. Abses payudara
b. Cracked nipple
c. Bendungan payudara
d. Inverted nipple
e. Mastitis
189. Seorang perempuan berusia 22 tahun P1A0 usia bayi 4 hari dalam masa laktasi. Ibu mengeluh bayi serig tersedak setiap menyusu. Dari hasil pemeriksaaan: payudara ibu terisi, putting susu menonjol, ASI lancar, reflex menghisap bayi baik. Posisi saat menyusui kurang tepat. Bagaimana tanda posisi ibu tersebut menyusui dengan benar?
a. Ibu merasakan nyeri pada putting dan areola
b. Sebagian besar areola berada diluar mulut bayi
c. Dagu bayi menempel pada payudara
d. Badan bayi tidak melekat pada tubuh ibu
e. Mulut bayi tidak terbuka lebar
190. Seorang perempuan berusia 27 tahun, P1A0 datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada payudara kanan. Keluhan nyeri dirasakan sejak tiga hari yang lalu, riwayat
melahirkan 1 minggu yang lalu dengan kondisi bayi premature sehingga ibu dan bayi pisah rawat. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, Nadi 80x/menit, pernafasan 20x/menit, suhu 38,5°C. pada pemeriksaan fisik didapatkan eritema dan nyeri tekan pada region kanan atas pada payudara kanan. Apakah Diagnosis yang paling tepat?
a. Inflamasi payudara
b. Bendungan payudara
c. Abses payudara
d. Mastitis
e. Tumor payudara
191. Seorang perempuan berusia 32 tahun, P1A0, datang ke puskesmas dengan keluhan payudara bengkak dialami sejak 1 minggu yang lalu disertai rasa nyeri pada payudara terutama pada puting susu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lecet pada putting susu. Apakah Penanganan yang dapat diberikan pada kasus diatas?
a. Pemberian antibiotic dan analgetik
b. Stop menyusui dan berikan susu botol
c. Kompres dengan air hangat
d. Olesi putting susu dengan ASI akhir
e. Pemberian lanolin dan vitamin E
192. Seorang perempuan berusia 23 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan payudara sebelah kiri terasa mengeras. Riwayat melahirkan bayi laki-laki 2 hari yang lalu. Bayi tersebut belum mendapatkan ASI karena ASI belum keluar, bayi sudah diberi susu formula. Hasil pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Hasil pemeriksaan palpasi payudara ibu sebelah kiri terasa mengeras. Apakah edukasi yang tepat diberikan pada kasus diatas ?
a. Perawatan payudara dan menyusui terus
b. Menganjurkan ibu menjaga kesehatan dirinya
c. Menganjurkan ibu makan makanan sehat
d. Menganjurkan ibu istirahat cukup dan makan
e. Memberikan susu formula saja terus
193. Seorang perempuan umur 20 tahun, P1A0 datang dengan keluhan pada kedua puting payudara masuk kedalam dan bengkak. Hal tersebut disertai dengan adanya demam dan rasa tidak enak bada. Riwayat persalinan normal di bidan 10 hari yang laud an melahirkan anak bugar. Sampai sat ini ibu ingin tetap menyusui, namun ibu tersebut mengeluh bayi tidak dapat menyusus pada kedua payudara. Pada pemeriksaan fisis didapatkan suhu : 380C , kedua payudara tampak bengkak, memerah dan putting susu masuk kedalam, teraba keras pada beberapa bagian payudara. ASI (+), abses (-), tinggi fundus 3 jari atas sympisis, lokia sanguilenta. Apakah diagnosis yang paling tepat?
a. Payudara bengkak
b. Mastitis
c. Cracked nipple
d. Abses payudara
e. Inverted nipple
194. Seorang perempuan, usia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan payudara kanan membengkak , nyeri disertai demam. Keluhan ini dirasakan sejak 5 hari lalu. Dua minggu sebelumnya pasien baru saja melahirkan. Pemeriksaan fisis : payudara kanan edema, memerah, nyeri tekan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut ?
a. Fibroadenoma Mammae dextra
b. Fibrokistik mammae dextra
c. Mastitis mammae dextra
d. Karsino mamammae dextra
e. Tumor phyloides dextra
195. Seorang perempuan, 29 tahun, post partum 1 minggu yang lalu. Datang ke puskesmas dengan keluhan payudaranya bengkak dan nyeri hebat. Apakah kemungkinan diagnosis pasien ini ?
a. Mastitis
b. Abses payudara
c. Bendungan payudara
d. Payudara bengkak
e. Puting rata
196. Seorang perempuan usia 25 thn dating ke puskesmas ingin control setelah melahirkan 1 minggu yang lalu di puskesmas tersebut. Dari anamnesis diketahui proses persalinan berjalan lancer dan tidak ada jahitan pada jalan lahir. Saat ini pasien menyusui bayinya secara eksklusif tanpa bantuan susu buatan, tetapi saat ini pasien merasa payudaranya bengkak Apakah yang menyebabkan pembengkakan payudara?
a.Reaksi ASI pada alveoli,obstruksi aliranair susu,kerusakan alveoli yang distensi, kompresi meningkat
b.Produksi ASI terlalu banyak,tidak cukup diisap,gangguan refleksi menyusui
c.Pengeluaran ASI tidak lancer, bayi tidak menyusui sehingga terlihat membengkak
d.Produksi ASI banyak,kelainan kongenital mulut janin,dan sumbatan alveoli
e. Terasa panas,berat dan keras sehingga terjadi retens iASI di alveoli
197. Seorang perempuan usia 20 tahun dating ke puskesmas ingin control setelah melahirkan 1 minggu yang lalu di rumah. Saat ini mengeluh payudara bengkak serta nyeri dan bayinya tidak mau menyusui. Dari pemeriksaan fisis didapatkan payudara merah, bengkak serta panas dan nyeri pada perabaan. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini?
a. Bendungan payudara
b. Mastitis
c. Abses payudara
d. Cracked nipple
e. Inverted nipple
198. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan
payudara sebelah kiri luka dan terasa nyeri sejak kemarin, terasa nyeri saat menyusui. Riwayat melahirkan 4 hari lalu. Pemeriksaan fisik : tanda vital dalam batas normal, didapatkan luka di sekitar putting payudara kiri. Apakah penanganan yang paling tepat untuk ibu ini?
a. Tetap memberikan ASI tanpa diberi obat apapun
b. Istirahatkan memberi ASI dalam 2x24 jam
c. Mencuci payudara sekali sehari dengan sabun
d. Mengolesi putting yang lecet dengan ASI ibunya
e. ASI dikeluarkan dengan pomp apayudara
199. Seorang perempuan usia 25 tahun datng ke puskesmas ingin kontol setelah melahirkan 1 minggu yang lalu di puskesmas tersebut. Dari anamnesis diketahui proses persalinan berjalanan lancer dan tidak ada jahitan pada jalan lahir. Saat ini pasien menyusui bayinya secara eksklusif tanpa bantuan susu buatan dan merasa putingnya lecet. Apakah tanda khas dari kasus ini?
a. Ada tanda radang
b. Ada tumor
c. Ada kemerahan pada payudara
d. Fissure pada putting
e. Pendarahan pada payudara
200. Apakah Patogen utama penyebab terjadinya endometritis?
a. Gardnerellavaginalis
b. TreponemaPallidum
c. Chlamydia T rachomatis
d. TrichomonasVaginalis
e. E.Coli
201. Seorang perempuan berusia 25 tahun, P2A0 dibawa ke Puskesmas karena perdarahan pervaginam berwarna merah segar. Keluhan ini disertai demam. Riwayat melahirkan 2 minggu yang lalu ditolong oleh dukun. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, Nadi 80x/menit, pernafasan 20x/menit, suhu 38°C. Tinggi fundus teraba 2 jari dibawah pusat. Apakah diagnosis yang paling tepat?
a. Inversio uteri
b. Subinvolusio uteri
c. Ruptur perineum
d. Retensio plasenta
e. Atonia uteri
202. Seorang perempuan usia 29 tahun P A datang ke UGD dengan keluhan demam tinggi yang dialami sejak 4 hari yang lalu setelah melahirkan, pasien melahirkan di rumah yang ditolong oleh dukun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 130/90 mmHg, Nadi 115x/menit, suhu 39 C, pada pemeriksaan fisik tinggi fundus uteri setinggi pusat, nyeri perut bagian bawah, pada pemeriksaan genitalia didapatkan lokhia yang purulen dan berbau serta uterus kesan membesar dan tegang. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan peningkatan kadar leukosit, Widal dalam batas normal, malaria (-), kadar Hemoglobin 10 mg/dl. Apakah diagnosis untuk kasus ini?
a. Subinvolusi uteri
b. Pelvic peritonitis
c. Bacterial Vaginosis
d. Abses pelvik
e. Trombophlebitis
203. Seorang perempuan berusia 35 tahun P3A0 postpartum 6 hari yang lalu. Hasil
pemeriksaan Tekanan Darah : 120/80 mmHg, pernapasan 80 x/menit, denyut nadi 20 x/menit, suhu 36.70C. Pemeriksaan fisis TFU 2 jari di atas sympsis. Payudara tidak ada kelainan, ASI ada keluar dari mammae. Apakah asuhan yang paling tepat diberikan?
a. Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia
b. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan
c. Memastikan involusi uterus berjalan dengan normal
d. Pemberian ASI awal kepada ibu
e. Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
204. Seorang perempuan usia 29 tahun P1A0 datang ke UGD dengan keluhan perdarahan
banyak setelah melahirkan di rumah ditolong oleh dukun 2 hari lalu. Saat ini mengeluh nyeri perut bagian bawah disertai lokia berbau. Pemeriksaan fisik : Tekanan Darah 100/60 mmHg, Nadi 115x/menit, suhu 37,5 C, Pemeriksaan obstetrik : tinggi fundus uteri setinggi pusat, nyeri perut bagian bawah. Pemeriksaan Dalam Vagina : perdarahan dengan lokhia purulen dan berbau serta uterus kesan membesar dan tegang. Pemeriksaan USG : uterus kesan membesar, tampak bayangan hipoechoic intrauterine. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat untuk kasus ini?
a. Antibiotik + kuretase
b. Antibiotik+Histerektomi
c. Antibiotik + uterotonika
d. Antibiotik+Kompresibimanual
e. Antibiotik+antiperdarahan
205. Seorang perempuan berusia 25 tahun post partum 1 minggu yang lalu, datang ke puskesmas karena mengeluh mengeluarkan darah yang sangat banyak dan bergumpal- gumpal. Pada saat dilakukan pemeriksaan fisis didapatkan tinggi fundus uteri setinggi 2 jari dibawah pusat. Apakah kemungkinan diagnosis dari pasien ini?
a. Subinvolusi uteri
b. Involusi uteri
c. Inversio uteri
d. Rest plasenta
e. Retentio plasenta
423. Manakah yang termasuk aberration pada Kelainan jinak payudara yang
diklasifikasikan menurut kriteria ANDI (Aberrations of Normal Development and Involution of the breast) ?
a. Abscess
b. Gigantomastia
c. Mastitis
d. Nipple eversion
e. Fibroadenoma
190. Seorang perempuan berusia 27 tahun, P1A0 datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada payudara kanan. Keluhan nyeri dirasakan sejak tiga hari yang lalu, riwayat
melahirkan 1 minggu yang lalu dengan kondisi bayi premature sehingga ibu dan bayi pisah rawat. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, Nadi 80x/menit, pernafasan 20x/menit, suhu 38,5°C. pada pemeriksaan fisik didapatkan eritema dan nyeri tekan pada region kanan atas pada payudara kanan. Apakah Diagnosis yang paling tepat?
a. Inflamasi payudara
b. Bendungan payudara
c. Abses payudara
d. Mastitis
e. Tumor payudara
197. Seorang perempuan usia 20 tahun dating ke puskesmas ingin control setelah melahirkan 1 minggu yang lalu di rumah. Saat ini mengeluh payudara bengkak serta nyeri dan bayinya tidak mau menyusui. Dari pemeriksaan fisis didapatkan payudara merah, bengkak serta panas dan nyeri pada perabaan. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini?
a. Bendungan payudara
b. Mastitis
c. Abses payudara
d. Cracked nipple
e. Inverted nipple
