wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PU (2)

Total questions: 16

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

Soal dari 1-5

Dampak Digitalisasi Layanan Konsumen, Perusahaan Bisa Hemat Biaya 70%


PT Vads Indonesia mencatat, perusahaan bisa menghemat biaya operasional hingga 70% jika mengadopsi layanan konsumen berbasis digital. Biaya untuk membayar pegawai pun bisa berkurang. Vads Indonesia merupakan perusahaan pengelola layanan call center. "Saya pernah buat perbandingan, hasilnya (perusahaan) bisa berhemat hingga 70%," kata Chief Marketing Officer (CMO) Vads Indonesia Deddy Hermansyah saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/10).


Berdasarkan riset International Business Machines (IBM) pada 2018, layanan digital customer dapat memangkas biaya tenaga kerja hingga 30%. Selain itu, pelayanan pelanggan diklaim meningkat hingga tiga kali lipat jika menggunakan teknologi. Hal senada disampaikan oleh Pendiri sekaligus CEO Botika Ditto Anindita. Berdasarkan riset internal Botika, biaya pelayanan konsumen dari sekitar 35% mitranya turun hingga 30%. "Penekanan kami adalah bagaimana bisa melayani mitra perusahaan secara cepat melalui sistem yang ada," kata dia.


Botika sendiri menawarkan layanan percakapan berbasis komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yakni chatbot. Ditto mengklaim, pengguna bisa mengakses layanan keuangan seperti cek saldo dan transaksi lewat layanannya. "Bahkan, perusahaan bisa menekan biaya operasional, meningkatkan customer engagement dan experience, dan mengembangkan layanan lainnya menggunakan teknologi analisis dari data konsumen," kata dia.


Regional Sales Director South East Asia Genesys Hunady Budihartono menambahkan, pengalaman pelanggan (customer experience) dalam mengembangkan bisnis. "Karena kalau itu tidak tercapai, akan berpengaruh terhadap nilai merek (brand value)," katanya. Data internal Genesys menunjukkan, 80% konsumen rela membayar lebih untuk pengalaman yang lebih balk. Lebih dari 50% pelanggan bakal berpindah ke merek lain karena pengalaman transaksinya buruk. Dampak positif layanan konsumen berbasis digital juga dirasakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Dengan teknologi, layanan dapat menjadi lebih efisien dari sisi waktu, biaya, dan administrasi," kata Kepala Biro Humas Kemenkeu Nufransa Wira Sakti.


Sumber : https://katadata.co.id/berita/2019/10/01/dampak-digitalisasi-layanan-konsumen-perusahaan-bisa-hemat-biaya-70


Pernyataan yang PALING MUNGKIN BENAR adalah ….

a)

Penggunaan layanan digital dapat menghemat biaya riset produk

b)

Botika menawarkan layanan karyawan untuk membalas pesan secara cepat dan mudah

c)

Penekanan operasional perusahaan salah satunya dikarenakan layanan digital

d)

Artificial intelligence dapat membantu Kepala Biro Humas Kemenkeu dalam pelayanannya

e)

Dampak customer experience tidak berpengaruh besar pada produk

2.

Soal dari 1-5

Dampak Digitalisasi Layanan Konsumen, Perusahaan Bisa Hemat Biaya 70%

PT Vads Indonesia mencatat, perusahaan bisa menghemat biaya operasional hingga 70% jika mengadopsi layanan konsumen berbasis digital. Biaya untuk membayar pegawai pun bisa berkurang. Vads Indonesia merupakan perusahaan pengelola layanan call center. "Saya pernah buat perbandingan, hasilnya (perusahaan) bisa berhemat hingga 70%," kata Chief Marketing Officer (CMO) Vads Indonesia Deddy Hermansyah saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/10).

Berdasarkan riset International Business Machines (IBM) pada 2018, layanan digital customer dapat memangkas biaya tenaga kerja hingga 30%. Selain itu, pelayanan pelanggan diklaim meningkat hingga tiga kali lipat jika menggunakan teknologi. Hal senada disampaikan oleh Pendiri sekaligus CEO Botika Ditto Anindita. Berdasarkan riset internal Botika, biaya pelayanan konsumen dari sekitar 35% mitranya turun hingga 30%. "Penekanan kami adalah bagaimana bisa melayani mitra perusahaan secara cepat melalui sistem yang ada," kata dia.

Botika sendiri menawarkan layanan percakapan berbasis komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yakni chatbot. Ditto mengklaim, pengguna bisa mengakses layanan keuangan seperti cek saldo dan transaksi lewat layanannya. "Bahkan, perusahaan bisa menekan biaya operasional, meningkatkan customer engagement dan experience, dan mengembangkan layanan lainnya menggunakan teknologi analisis dari data konsumen," kata dia.

Regional Sales Director South East Asia Genesys Hunady Budihartono menambahkan, pengalaman pelanggan (customer experience) dalam mengembangkan bisnis. "Karena kalau itu tidak tercapai, akan berpengaruh terhadap nilai merek (brand value)," katanya. Data internal Genesys menunjukkan, 80% konsumen rela membayar lebih untuk pengalaman yang lebih balk. Lebih dari 50% pelanggan bakal berpindah ke merek lain karena pengalaman transaksinya buruk. Dampak positif layanan konsumen berbasis digital juga dirasakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Dengan teknologi, layanan dapat menjadi lebih efisien dari sisi waktu, biaya, dan administrasi," kata Kepala Biro Humas Kemenkeu Nufransa Wira Sakti.

Sumber : https://katadata.co.id/berita/2019/10/01/dampak-digitalisasi-layanan-konsumen-perusahaan-bisa-hemat-biaya-70


Pernyataan yang PALING TIDAK BENAR adalah ….

a)

Layanan dari Botika dapat memangkas biaya hingga 30%

b)

Layanan cek saldo dibantu oleh fitur artificial intelligence

c)

Kemenkeu merasakan dampak positif

d)

Dapat memangkas biaya karyawan

e)

CMO Vads Indonesia menghadiri konferensi pers di Jakarta

3.

Soal dari 1-5

Dampak Digitalisasi Layanan Konsumen, Perusahaan Bisa Hemat Biaya 70%

PT Vads Indonesia mencatat, perusahaan bisa menghemat biaya operasional hingga 70% jika mengadopsi layanan konsumen berbasis digital. Biaya untuk membayar pegawai pun bisa berkurang. Vads Indonesia merupakan perusahaan pengelola layanan call center. "Saya pernah buat perbandingan, hasilnya (perusahaan) bisa berhemat hingga 70%," kata Chief Marketing Officer (CMO) Vads Indonesia Deddy Hermansyah saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/10).

Berdasarkan riset International Business Machines (IBM) pada 2018, layanan digital customer dapat memangkas biaya tenaga kerja hingga 30%. Selain itu, pelayanan pelanggan diklaim meningkat hingga tiga kali lipat jika menggunakan teknologi. Hal senada disampaikan oleh Pendiri sekaligus CEO Botika Ditto Anindita. Berdasarkan riset internal Botika, biaya pelayanan konsumen dari sekitar 35% mitranya turun hingga 30%. "Penekanan kami adalah bagaimana bisa melayani mitra perusahaan secara cepat melalui sistem yang ada," kata dia.

Botika sendiri menawarkan layanan percakapan berbasis komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yakni chatbot. Ditto mengklaim, pengguna bisa mengakses layanan keuangan seperti cek saldo dan transaksi lewat layanannya. "Bahkan, perusahaan bisa menekan biaya operasional, meningkatkan customer engagement dan experience, dan mengembangkan layanan lainnya menggunakan teknologi analisis dari data konsumen," kata dia.

Regional Sales Director South East Asia Genesys Hunady Budihartono menambahkan, pengalaman pelanggan (customer experience) dalam mengembangkan bisnis. "Karena kalau itu tidak tercapai, akan berpengaruh terhadap nilai merek (brand value)," katanya. Data internal Genesys menunjukkan, 80% konsumen rela membayar lebih untuk pengalaman yang lebih balk. Lebih dari 50% pelanggan bakal berpindah ke merek lain karena pengalaman transaksinya buruk. Dampak positif layanan konsumen berbasis digital juga dirasakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Dengan teknologi, layanan dapat menjadi lebih efisien dari sisi waktu, biaya, dan administrasi," kata Kepala Biro Humas Kemenkeu Nufransa Wira Sakti.

Sumber : https://katadata.co.id/berita/2019/10/01/dampak-digitalisasi-layanan-konsumen-perusahaan-bisa-hemat-biaya-70


Pada paragraf 2, hal yang PALING TIDAK MUNGKIN adalah ….

a)

Riset IBM tahun ini memberikan data bahwa layanan digital dapat memangkas biaya operasional

b)

Pihak Botika mengklaim kenaikan jumlah pelanggan

c)

Penurunan sekitar 5% terjadi karena perubahan layanan digital customer

d)

Penggunaan teknologi memberikan efek baik terhadap jumlah pelanggan

e)

Botika melakukan riset internal terhadap dampak perubahan layanan digital

4.

Soal dari 1-5

Dampak Digitalisasi Layanan Konsumen, Perusahaan Bisa Hemat Biaya 70%

PT Vads Indonesia mencatat, perusahaan bisa menghemat biaya operasional hingga 70% jika mengadopsi layanan konsumen berbasis digital. Biaya untuk membayar pegawai pun bisa berkurang. Vads Indonesia merupakan perusahaan pengelola layanan call center. "Saya pernah buat perbandingan, hasilnya (perusahaan) bisa berhemat hingga 70%," kata Chief Marketing Officer (CMO) Vads Indonesia Deddy Hermansyah saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/10).

Berdasarkan riset International Business Machines (IBM) pada 2018, layanan digital customer dapat memangkas biaya tenaga kerja hingga 30%. Selain itu, pelayanan pelanggan diklaim meningkat hingga tiga kali lipat jika menggunakan teknologi. Hal senada disampaikan oleh Pendiri sekaligus CEO Botika Ditto Anindita. Berdasarkan riset internal Botika, biaya pelayanan konsumen dari sekitar 35% mitranya turun hingga 30%. "Penekanan kami adalah bagaimana bisa melayani mitra perusahaan secara cepat melalui sistem yang ada," kata dia.

Botika sendiri menawarkan layanan percakapan berbasis komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yakni chatbot. Ditto mengklaim, pengguna bisa mengakses layanan keuangan seperti cek saldo dan transaksi lewat layanannya. "Bahkan, perusahaan bisa menekan biaya operasional, meningkatkan customer engagement dan experience, dan mengembangkan layanan lainnya menggunakan teknologi analisis dari data konsumen," kata dia.

Regional Sales Director South East Asia Genesys Hunady Budihartono menambahkan, pengalaman pelanggan (customer experience) dalam mengembangkan bisnis. "Karena kalau itu tidak tercapai, akan berpengaruh terhadap nilai merek (brand value)," katanya. Data internal Genesys menunjukkan, 80% konsumen rela membayar lebih untuk pengalaman yang lebih balk. Lebih dari 50% pelanggan bakal berpindah ke merek lain karena pengalaman transaksinya buruk. Dampak positif layanan konsumen berbasis digital juga dirasakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Dengan teknologi, layanan dapat menjadi lebih efisien dari sisi waktu, biaya, dan administrasi," kata Kepala Biro Humas Kemenkeu Nufransa Wira Sakti.

Sumber : https://katadata.co.id/berita/2019/10/01/dampak-digitalisasi-layanan-konsumen-perusahaan-bisa-hemat-biaya-70


Apa yang MUNGKIN terjadi jika Perusahaan tidak membuat layanan digital customer?

a)

Perusahaan dapat menghemat biaya pelayanan konsumen

b)

Perusahaan tidak dapat mendapatkan keuntungan materil dari pelanggan

c)

Menurunnya efektivitas penggunaan dana operasional

d)

Membuat waktu, biaya, dan administrasi lebih efisien

e)

Botika melakukan riset mengenai artificial intelligence

5.

Soal dari 1-5

Dampak Digitalisasi Layanan Konsumen, Perusahaan Bisa Hemat Biaya 70%

PT Vads Indonesia mencatat, perusahaan bisa menghemat biaya operasional hingga 70% jika mengadopsi layanan konsumen berbasis digital. Biaya untuk membayar pegawai pun bisa berkurang. Vads Indonesia merupakan perusahaan pengelola layanan call center. "Saya pernah buat perbandingan, hasilnya (perusahaan) bisa berhemat hingga 70%," kata Chief Marketing Officer (CMO) Vads Indonesia Deddy Hermansyah saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/10).

Berdasarkan riset International Business Machines (IBM) pada 2018, layanan digital customer dapat memangkas biaya tenaga kerja hingga 30%. Selain itu, pelayanan pelanggan diklaim meningkat hingga tiga kali lipat jika menggunakan teknologi. Hal senada disampaikan oleh Pendiri sekaligus CEO Botika Ditto Anindita. Berdasarkan riset internal Botika, biaya pelayanan konsumen dari sekitar 35% mitranya turun hingga 30%. "Penekanan kami adalah bagaimana bisa melayani mitra perusahaan secara cepat melalui sistem yang ada," kata dia.

Botika sendiri menawarkan layanan percakapan berbasis komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yakni chatbot. Ditto mengklaim, pengguna bisa mengakses layanan keuangan seperti cek saldo dan transaksi lewat layanannya. "Bahkan, perusahaan bisa menekan biaya operasional, meningkatkan customer engagement dan experience, dan mengembangkan layanan lainnya menggunakan teknologi analisis dari data konsumen," kata dia.

Regional Sales Director South East Asia Genesys Hunady Budihartono menambahkan, pengalaman pelanggan (customer experience) dalam mengembangkan bisnis. "Karena kalau itu tidak tercapai, akan berpengaruh terhadap nilai merek (brand value)," katanya. Data internal Genesys menunjukkan, 80% konsumen rela membayar lebih untuk pengalaman yang lebih balk. Lebih dari 50% pelanggan bakal berpindah ke merek lain karena pengalaman transaksinya buruk. Dampak positif layanan konsumen berbasis digital juga dirasakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Dengan teknologi, layanan dapat menjadi lebih efisien dari sisi waktu, biaya, dan administrasi," kata Kepala Biro Humas Kemenkeu Nufransa Wira Sakti.

Sumber : https://katadata.co.id/berita/2019/10/01/dampak-digitalisasi-layanan-konsumen-perusahaan-bisa-hemat-biaya-70


Persentase pengguna yang akan memilih produk lain jika tidak mendapatkan customer experience yang buruk ….

a)

20%

b)

30%

c)

40%

d)

50%

e)

60%

6.

Soal dart 6-13

Program E-Smart Kemenperin Jangkau 5.945 IKM dalam Dua Tabun

Kementerian Perindustrian telah menjalankan Program e-Smart yang rnenjangkau 5.945 industri kecil dan menengah (IKM) sepanjang 2017-2018. Program yang memberikan edukasi pemanfaatan teknologi digital itu ditargetkan menjangkau 10 ribu pelaku IKM sampai akhir tahun 2019. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, omzet para pelaku usaha hasil Program e-Smart IKM mencapai Rp 2,37 miliar. "Sejak Januari 2017 lalu, e-Smart menyiapkan IKM nasional bisa go digital atau menuju revolusi industri 4.0," kata Gati dalam keterangan resmi, Selasa (2/4).

Dia menjelaskan IKM sangat penting untuk mendongkrak daya saing di kancah global. Peningkatan daya saing IKM lokal juga menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Pelatihan e-Smart IKM telah terlaksana pada 34 provinsi. Kementerian Perindustrian menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, pemerintah daerah juga ikut serta membantu Program e-Smart.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” ujar Gati. Selanjutnya, Program e-Smart IKM bakal memberikan pelaku usaha kesempatan untuk kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia. Kerja sama juga meliputi pelatihan pemasaran online dalam Alibaba serta pertukaran data dan informasi dalam e-Smart IKM.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri. Sektor industri mikro, kecil, dan menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau sekitar 65% tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan. Gati berharap program e-Smart IKM akan memacu para pelaku usaha supaya tidak tertinggal dalam tren transaksi online dalam situs jual beli. "Sehingga, semakin banyak produk-produk IKM lokal yang kompetitif dan banyak mengisi di pasar e-commerce,” ujarnya.

Sumber : https://katadata.co.idi/berita/2019/04/02/program-e-smart-kemenperin-jangkau-5945-ikm-dalam-dua-tahun


Berdasarkan paragraf 1, manakah dibawah ini pernyataan yang paling MUNGKIN BENAR ….

a)

akhir tahun 2019, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) menyatakan omzet para pelaku usaha hasil program e-Smart IKM mencapai Rp 2,37 miliar

b)

sepanjang 2017-2018, dalam 1 tahun, 5.945 IKM mendapatkan Program e-Smart

c)

e-Smart membantu IKM agar go digital

d)

Tahun-tahun berikutnya IKM akan bertambah menjadi dua kali lipat dari yang sekarang

e)

Program e-Smart akan berhenti tahun ini

7.

Soal dart 6-13

Program E-Smart Kemenperin Jangkau 5.945 IKM dalam Dua Tabun

Kementerian Perindustrian telah menjalankan Program e-Smart yang rnenjangkau 5.945 industri kecil dan menengah (IKM) sepanjang 2017-2018. Program yang memberikan edukasi pemanfaatan teknologi digital itu ditargetkan menjangkau 10 ribu pelaku IKM sampai akhir tahun 2019. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, omzet para pelaku usaha hasil Program e-Smart IKM mencapai Rp 2,37 miliar. "Sejak Januari 2017 lalu, e-Smart menyiapkan IKM nasional bisa go digital atau menuju revolusi industri 4.0," kata Gati dalam keterangan resmi, Selasa (2/4).

Dia menjelaskan IKM sangat penting untuk mendongkrak daya saing di kancah global. Peningkatan daya saing IKM lokal juga menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Pelatihan e-Smart IKM telah terlaksana pada 34 provinsi. Kementerian Perindustrian menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, pemerintah daerah juga ikut serta membantu Program e-Smart.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” ujar Gati. Selanjutnya, Program e-Smart IKM bakal memberikan pelaku usaha kesempatan untuk kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia. Kerja sama juga meliputi pelatihan pemasaran online dalam Alibaba serta pertukaran data dan informasi dalam e-Smart IKM.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri. Sektor industri mikro, kecil, dan menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau sekitar 65% tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan. Gati berharap program e-Smart IKM akan memacu para pelaku usaha supaya tidak tertinggal dalam tren transaksi online dalam situs jual beli. "Sehingga, semakin banyak produk-produk IKM lokal yang kompetitif dan banyak mengisi di pasar e-commerce,” ujarnya.

Sumber : https://katadata.co.idi/berita/2019/04/02/program-e-smart-kemenperin-jangkau-5945-ikm-dalam-dua-tahun


Berdasarkan paragraf 2, manakah dibawah ini pernyataan yang paling MUNGKIN BENAR ...

a)

pemerintah daerah juga ikut melatih e-Srnart kepada masyarakat

b)

Industri 4.0 menjadi salah satu tujuan

c)

Kementrian Komunikasi dan Informatika menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA)

d)

Rp2,37 miliar adalah omzet yang didapatkan para pelaku e-Smart IKM

e)

globalisasi IKM

8.

Soal dart 6-13

Program E-Smart Kemenperin Jangkau 5.945 IKM dalam Dua Tabun

Kementerian Perindustrian telah menjalankan Program e-Smart yang rnenjangkau 5.945 industri kecil dan menengah (IKM) sepanjang 2017-2018. Program yang memberikan edukasi pemanfaatan teknologi digital itu ditargetkan menjangkau 10 ribu pelaku IKM sampai akhir tahun 2019. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, omzet para pelaku usaha hasil Program e-Smart IKM mencapai Rp 2,37 miliar. "Sejak Januari 2017 lalu, e-Smart menyiapkan IKM nasional bisa go digital atau menuju revolusi industri 4.0," kata Gati dalam keterangan resmi, Selasa (2/4).

Dia menjelaskan IKM sangat penting untuk mendongkrak daya saing di kancah global. Peningkatan daya saing IKM lokal juga menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Pelatihan e-Smart IKM telah terlaksana pada 34 provinsi. Kementerian Perindustrian menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, pemerintah daerah juga ikut serta membantu Program e-Smart.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” ujar Gati. Selanjutnya, Program e-Smart IKM bakal memberikan pelaku usaha kesempatan untuk kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia. Kerja sama juga meliputi pelatihan pemasaran online dalam Alibaba serta pertukaran data dan informasi dalam e-Smart IKM.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri. Sektor industri mikro, kecil, dan menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau sekitar 65% tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan. Gati berharap program e-Smart IKM akan memacu para pelaku usaha supaya tidak tertinggal dalam tren transaksi online dalam situs jual beli. "Sehingga, semakin banyak produk-produk IKM lokal yang kompetitif dan banyak mengisi di pasar e-commerce,” ujarnya.

Sumber : https://katadata.co.idi/berita/2019/04/02/program-e-smart-kemenperin-jangkau-5945-ikm-dalam-dua-tahun


Berdasarkan paragraf 3, manakah dibawah ini pernyataan yang paling TIDAK MUNGKIN BENAR ….

a)

Bukalapak bekerjasama dengan Program e-Smart

b)

Pelaku usaha dapat bekerjasama dalam rangka pertukaran data dan informasi

c)

dari kerjasama dengan ATT group, IKM dapat dilatih cara pemasaran online di marketplace seperti Bukalapak. Tokopedia, Blibli, dll

d)

tidak hanya Gojek yang membantu program ini

e)

alibaba.com tidak bekerjasama secara langsung dalam program ini

9.

Soal dart 6-13

Program E-Smart Kemenperin Jangkau 5.945 IKM dalam Dua Tabun

Kementerian Perindustrian telah menjalankan Program e-Smart yang rnenjangkau 5.945 industri kecil dan menengah (IKM) sepanjang 2017-2018. Program yang memberikan edukasi pemanfaatan teknologi digital itu ditargetkan menjangkau 10 ribu pelaku IKM sampai akhir tahun 2019. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, omzet para pelaku usaha hasil Program e-Smart IKM mencapai Rp 2,37 miliar. "Sejak Januari 2017 lalu, e-Smart menyiapkan IKM nasional bisa go digital atau menuju revolusi industri 4.0," kata Gati dalam keterangan resmi, Selasa (2/4).

Dia menjelaskan IKM sangat penting untuk mendongkrak daya saing di kancah global. Peningkatan daya saing IKM lokal juga menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Pelatihan e-Smart IKM telah terlaksana pada 34 provinsi. Kementerian Perindustrian menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, pemerintah daerah juga ikut serta membantu Program e-Smart.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” ujar Gati. Selanjutnya, Program e-Smart IKM bakal memberikan pelaku usaha kesempatan untuk kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia. Kerja sama juga meliputi pelatihan pemasaran online dalam Alibaba serta pertukaran data dan informasi dalam e-Smart IKM.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri. Sektor industri mikro, kecil, dan menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau sekitar 65% tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan. Gati berharap program e-Smart IKM akan memacu para pelaku usaha supaya tidak tertinggal dalam tren transaksi online dalam situs jual beli. "Sehingga, semakin banyak produk-produk IKM lokal yang kompetitif dan banyak mengisi di pasar e-commerce,” ujarnya.

Sumber : https://katadata.co.idi/berita/2019/04/02/program-e-smart-kemenperin-jangkau-5945-ikm-dalam-dua-tahun


Berdasarkan paragraf 4, hal yang PALING MUNGKIN BENAR adalah ….

a)

Direktur Jenderal IKMA berharap program e-Smart memacu pelaku usaha supaya meninggalkan tren onlinenya

b)

BPS menunjukan industri mikro menyerap kurang dari 10 juta tenaga kerja pada tahun 2016

c)

lebih dari 50% industri menengah keatas menyerap tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan

d)

Google siap membantu pelatihan e-Smart IKM

e)

Saat ini, sudah banyak produk-produk IKM yang kompetitif

10.

Soal dart 6-13

Program E-Smart Kemenperin Jangkau 5.945 IKM dalam Dua Tabun

Kementerian Perindustrian telah menjalankan Program e-Smart yang rnenjangkau 5.945 industri kecil dan menengah (IKM) sepanjang 2017-2018. Program yang memberikan edukasi pemanfaatan teknologi digital itu ditargetkan menjangkau 10 ribu pelaku IKM sampai akhir tahun 2019. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, omzet para pelaku usaha hasil Program e-Smart IKM mencapai Rp 2,37 miliar. "Sejak Januari 2017 lalu, e-Smart menyiapkan IKM nasional bisa go digital atau menuju revolusi industri 4.0," kata Gati dalam keterangan resmi, Selasa (2/4).

Dia menjelaskan IKM sangat penting untuk mendongkrak daya saing di kancah global. Peningkatan daya saing IKM lokal juga menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Pelatihan e-Smart IKM telah terlaksana pada 34 provinsi. Kementerian Perindustrian menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, pemerintah daerah juga ikut serta membantu Program e-Smart.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” ujar Gati. Selanjutnya, Program e-Smart IKM bakal memberikan pelaku usaha kesempatan untuk kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia. Kerja sama juga meliputi pelatihan pemasaran online dalam Alibaba serta pertukaran data dan informasi dalam e-Smart IKM.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri. Sektor industri mikro, kecil, dan menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau sekitar 65% tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan. Gati berharap program e-Smart IKM akan memacu para pelaku usaha supaya tidak tertinggal dalam tren transaksi online dalam situs jual beli. "Sehingga, semakin banyak produk-produk IKM lokal yang kompetitif dan banyak mengisi di pasar e-commerce,” ujarnya.

Sumber : https://katadata.co.idi/berita/2019/04/02/program-e-smart-kemenperin-jangkau-5945-ikm-dalam-dua-tahun


Menurut BPS, IKM saat ini berjumlah 4,4 juta. Apa yang akan terjadi jika pada akhir tahun 2019 sekitar 0.25% sudah go digital?

a)

program e-Smart tidak berjalan semestinya

b)

ATT Group akan menghentikan kerjasama

c)

merapainya target Program e-Smart

d)

Pelatihan akan dialihkan ke marketplace nasional

e)

kurangnya supervisi dari pemerintah terhadap perkembangan IKM

11.

Soal dart 6-13

Program E-Smart Kemenperin Jangkau 5.945 IKM dalam Dua Tabun

Kementerian Perindustrian telah menjalankan Program e-Smart yang rnenjangkau 5.945 industri kecil dan menengah (IKM) sepanjang 2017-2018. Program yang memberikan edukasi pemanfaatan teknologi digital itu ditargetkan menjangkau 10 ribu pelaku IKM sampai akhir tahun 2019. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, omzet para pelaku usaha hasil Program e-Smart IKM mencapai Rp 2,37 miliar. "Sejak Januari 2017 lalu, e-Smart menyiapkan IKM nasional bisa go digital atau menuju revolusi industri 4.0," kata Gati dalam keterangan resmi, Selasa (2/4).

Dia menjelaskan IKM sangat penting untuk mendongkrak daya saing di kancah global. Peningkatan daya saing IKM lokal juga menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Pelatihan e-Smart IKM telah terlaksana pada 34 provinsi. Kementerian Perindustrian menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, pemerintah daerah juga ikut serta membantu Program e-Smart.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” ujar Gati. Selanjutnya, Program e-Smart IKM bakal memberikan pelaku usaha kesempatan untuk kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia. Kerja sama juga meliputi pelatihan pemasaran online dalam Alibaba serta pertukaran data dan informasi dalam e-Smart IKM.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri. Sektor industri mikro, kecil, dan menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau sekitar 65% tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan. Gati berharap program e-Smart IKM akan memacu para pelaku usaha supaya tidak tertinggal dalam tren transaksi online dalam situs jual beli. "Sehingga, semakin banyak produk-produk IKM lokal yang kompetitif dan banyak mengisi di pasar e-commerce,” ujarnya.

Sumber : https://katadata.co.idi/berita/2019/04/02/program-e-smart-kemenperin-jangkau-5945-ikm-dalam-dua-tahun


Jika omzet para pelaku usaha sudah terbiasa dengan teknologi, pernyataan yang paling TIDAK SESUAI adalah ….

a)

Program e-Smart gagal dijalankan oleh pemerintah

b)

Meningkatnya produk lokal yang kompetitif

c)

Program e-Smart dapat membantu dengan efektif

d)

pasar e-commerce nasional maupun internasional dapat diisi oleh IKM Indonesia

e)

marketplace makin ingin membantu program e-Smart karena akan membantu operasional mereka juga

12.

Soal dart 6-13

Program E-Smart Kemenperin Jangkau 5.945 IKM dalam Dua Tabun

Kementerian Perindustrian telah menjalankan Program e-Smart yang rnenjangkau 5.945 industri kecil dan menengah (IKM) sepanjang 2017-2018. Program yang memberikan edukasi pemanfaatan teknologi digital itu ditargetkan menjangkau 10 ribu pelaku IKM sampai akhir tahun 2019. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, omzet para pelaku usaha hasil Program e-Smart IKM mencapai Rp 2,37 miliar. "Sejak Januari 2017 lalu, e-Smart menyiapkan IKM nasional bisa go digital atau menuju revolusi industri 4.0," kata Gati dalam keterangan resmi, Selasa (2/4).

Dia menjelaskan IKM sangat penting untuk mendongkrak daya saing di kancah global. Peningkatan daya saing IKM lokal juga menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Pelatihan e-Smart IKM telah terlaksana pada 34 provinsi. Kementerian Perindustrian menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, pemerintah daerah juga ikut serta membantu Program e-Smart.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” ujar Gati. Selanjutnya, Program e-Smart IKM bakal memberikan pelaku usaha kesempatan untuk kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia. Kerja sama juga meliputi pelatihan pemasaran online dalam Alibaba serta pertukaran data dan informasi dalam e-Smart IKM.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri. Sektor industri mikro, kecil, dan menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau sekitar 65% tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan. Gati berharap program e-Smart IKM akan memacu para pelaku usaha supaya tidak tertinggal dalam tren transaksi online dalam situs jual beli. "Sehingga, semakin banyak produk-produk IKM lokal yang kompetitif dan banyak mengisi di pasar e-commerce,” ujarnya.

Sumber : https://katadata.co.idi/berita/2019/04/02/program-e-smart-kemenperin-jangkau-5945-ikm-dalam-dua-tahun


33, 34, 36, 40, 48, ….

a)

54

b)

58

c)

60

d)

64

e)

72

13.

Soal dart 6-13

Program E-Smart Kemenperin Jangkau 5.945 IKM dalam Dua Tabun

Kementerian Perindustrian telah menjalankan Program e-Smart yang rnenjangkau 5.945 industri kecil dan menengah (IKM) sepanjang 2017-2018. Program yang memberikan edukasi pemanfaatan teknologi digital itu ditargetkan menjangkau 10 ribu pelaku IKM sampai akhir tahun 2019. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, omzet para pelaku usaha hasil Program e-Smart IKM mencapai Rp 2,37 miliar. "Sejak Januari 2017 lalu, e-Smart menyiapkan IKM nasional bisa go digital atau menuju revolusi industri 4.0," kata Gati dalam keterangan resmi, Selasa (2/4).

Dia menjelaskan IKM sangat penting untuk mendongkrak daya saing di kancah global. Peningkatan daya saing IKM lokal juga menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Pelatihan e-Smart IKM telah terlaksana pada 34 provinsi. Kementerian Perindustrian menggandeng Bank Indonesia, BNI, Google, Asosiasi E-commerce (idEA), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, pemerintah daerah juga ikut serta membantu Program e-Smart.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” ujar Gati. Selanjutnya, Program e-Smart IKM bakal memberikan pelaku usaha kesempatan untuk kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia. Kerja sama juga meliputi pelatihan pemasaran online dalam Alibaba serta pertukaran data dan informasi dalam e-Smart IKM.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri. Sektor industri mikro, kecil, dan menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau sekitar 65% tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan. Gati berharap program e-Smart IKM akan memacu para pelaku usaha supaya tidak tertinggal dalam tren transaksi online dalam situs jual beli. "Sehingga, semakin banyak produk-produk IKM lokal yang kompetitif dan banyak mengisi di pasar e-commerce,” ujarnya.

Sumber : https://katadata.co.idi/berita/2019/04/02/program-e-smart-kemenperin-jangkau-5945-ikm-dalam-dua-tahun


90% + 0,02 x 30 + 0,9 = ….

a)

1,8

b)

2,4

c)

27,6

d)

28,5

e)

30,5

14.

Kuantitas A : 54% dari 360

Kuantitas B : 150

a)

Kuantitas A lebih besar

b)

Kuantitas B lebih besar

c)

Kuantitas A = Kuantitas B

d)

Hubungan tidak dapat ditentukan dari informasi yang diberikan

e)

15.
a)

Kuantitas A lebih besar

b)

Kuantitas B lebih besar

c)

Kuantitas A = Kuantitas B

d)

Hubungan tidak dapat ditentukan dari informasi yang diberikan

e)

16.
a)

9

b)

10

c)

12

d)

13

e)

15