NEW
Font size
WorksheetsMateri Shalat Fardhu Part 1
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
kisah seorang sufi besar abad ketiga hijriah, Syekh Abu Abdirrahman Hatim bin ‘Unwan al-Asham (237 H). Suatu hari, ia pernah ditanya oleh ‘Isham bin Yusuf tentang bagaimana ia melakukan shalat.
Hatim al-Asham menjawab: Ketika masuk waktu shalat, aku bangkit dari tempatku, kemudian aku mengambil wudlu lahiriah dan wudlu batiniah. Lalu, ‘Isham bertanya lebih lanjut: Bagaimanakah wudlu batiniah itu? Hatim al-Asham dengan mantap menjawab: "Wudlu lahiriah yaitu membasuh anggota wudlu dengan air. Adapun wudlu batiniah adalah membasuh tujuh anggota wudlu tersebut dengan tujuh perkara; tobat, penyesalan atas dosa masa lalu, meninggalkan ketergantungan (ta’alluq) dengan dunia, tak mengacuhkan pujian sekalian makhluk, tidak terikat dengan sesuatu apa pun, membuang kedengkian, dan membuang hasad," rincinya.
Kemudian ia pun melakukan shalat batiniah. Saat menghadap kiblat, Imam al-Asham memandang dirinya sebagai sang hamba yang selalu bergantung pada Tuhannya. Ia seakan sedang benar-benar di hadapan keagungan Allah SWT, surga seolah berada di samping kanannya, neraka di bagian kirinya, malaikat sang pencabut nyawa, Izrail alaihissalam tepat di belakangnya. Dan, saat itu, ia merasa kedua kakinya berjalan di atas titian shirath. Setelah itu, barulah ia bertakbir seraya memasang niat, membaca Fatihah dan surat dengan perenungan yang dalam.
Rukuk dan sujudnya serasa berada dalam liang kerendahan dan kehinaan. Bertasyahud dengan luapan harapan, dan membaca salam dengan penuh keikhlasan.
Hatim al-Asham mengatakan: "Aku sudah mengerjakan shalat seperti ini selama 30 tahun," tutupnya kepada ‘Isham. Lalu, ia menimpali: "Hanya engkaulah yang mampu mengerjakan shalat seperti itu," pungkasnya sambil menangis.
Bagaimana Ruku' dan Sujudnya Hatim al-Asham?
Dengan penuh keikhlasan
Berada dalam liang kerendahan & kehinaan
Dengan luapan harapan
Dengan perenungan yang dalam
Berada dalam pengawasan
Lazim diketahui bahwa syarat shalat terbagi menjadi dua; syarat wajib dan syarat sah.
Syarat wajib ini maknanya, seseorang tidak dibebani kewajiban shalat ketika salah satu dari syarat-syaratnya tak terpenuhi, yaitu kecuali : ...
Beragama Islam
Berakal sehat
Baligh
Sudah masuk waktu shalat
Tidak sedang Haid/nifas
Syarat sah nya Shalat, yaitu bila ini tidak terpenuhi, maka berdampak pada ketidakabsahan shalat.
yang tidak termasuk ke dalam syarat sah nya shalat adalah...
Niat
Beragama Islam
Mumayyiz (berakal)
Sudah masuk waktu shalat
Suci dari hadas kecil & besar
Yang termasuk ke dalam rukun shalat adalah, kecuali...
Niat
Takbiratul Ihram
Melafalkan salam
Menghadap qiblat
Membaca Surat Al-Fatihah
Gerakan shalat antara Ruku dan sujud disebut...
Ruku
I'tidaal
Sujud
Duduk diantara dua sujud
Takbiratul Ihram
Perintah Allah SWT yang mewajibkan shalat terdapat pada...
Q.S. Al-Ikhlas 1-4
Q.S. Al-Maa'un : 4
Q.S. Al-Baqarah : 183
Q.S. Al-Bayyinah : 5
Q.S. Ar-Rohman : 2
Bilamanakah seorang muslim diperintahkan melaksanakan shalat berdasarkan H.R. Abu Daud, R.a ?
Muslim
Mu'min
Telah Baligh
Berakal
Telah Baligh & Berakal
Apakah shalat mesti dilaksanakan secara berjama'ah merujuk Q.S. An-Nisa : 102 ?
Ya
Tidak
Bisa jadi
Boleh saja
Kondisional
Berikut keutamaan shalat berjama'ah, kecuali?
Lipat ganda amal
Bersama-sama melaksanakan shalat
Dijauhkan dari azab Neraka
Mendapatkan ampunan dan cinta dari Allah SWT
Terjaga dari godaan Syetan
Apakah hukum shalat orang yang tidak berniat?
Sah
Tidak sah
Mubah
Wajib
Makruh
Ada berapa shalat wajib yang harus dikerjakan umat muslim dalam sehari?
5 Waktu
17 Waktu
5 Raka'at
17 Salam
17 Pahala
Banyak hadis yang mencela makmum yang mendahului atau menyamai gerakan imam, di antaranya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam takut kalau Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai?" (HR Muslim)
Apa hukum makmum yang mendahului gerakan Imam?
Boleh
Mubah
Sunah
Tidak Boleh
Wajib
Seorang makmum yang ketinggalan shalat satu rakaat atau lebih disebut...
Imam
Makmum
Masbuk
Mabuk
Ihsan
Meluruskan dan merapatkan barisan (saf) shalat merupakan anjuran Nabi SAW untuk menyempurnakan salat jamaah.
Jika melalaikan tidak meluruskan dan merapatkan barisan (sap) shalat, sahkah shalatnya?
Haram
Wajib
Sah
Tidak Sah
Sunnah
Gambar ini merupakan kaifiyat shalat sewaktu...
Duduk Iftirasy
Duduk Tawaruk
Ruku'
Sujud
Tahiyyat
Do'a ini dibaca pada saat...
Takbiratul Ihram
I'tidal
Ruku'
Sujud
Iftirasy
Do'a ini di baca pada saat...
I'tidal
Ruku'
Sujud
Duduk di antara dua sujud
Iftitah
Do'a ini disebut do'a ...
Iftitah
Takbiratul Ihram
Tahiyyat
Iftirasy
Salam
Do'a ini disebut do'a ...
Selamat
Qunut
Kamilin
Sajdah
Ruku'
Do'a ini dianjurkan dibaca pada saat ...
Ruku'
Sujud
Qobla Salam
Ba'da Salam
Iftirasy
