NEW
Font size
WorksheetsFisioner 98 (Muskulo)
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Tn. M, pasien laki-laki berusia 41 tahun yang mengalami fraktur Femur sinistra dan diberikan tindakan ORIF. Sebagai fisioterapis anda diminta menyusun program dan memberikan tindakan sejak hari pertama pasca operasi. Kondisi pasien tingkat kesadaran composmentis dan vital sign TD: 130/80 mmHg, HR: 80x/menit, RR: 30x/menit, T: 35.5 ‘C. Pasien masih merasakan nyeri hebat pada area incise dan lokasi fraktur dengan nilai VDS 7. Terdapat oedem pada daerah paha kiri ke distal. Terpasang kateter dan drain serta infus pada tubuh pasien. Di hari pertama anda memberikan latihan kontraksi static pda otot di area incisi dan aktif isotonic pada otot region distal. Sedangkan pada area yang lain diinstruksikan untuk aktif bergerak. Apakah target dari latihan active-ROM pada ekstremitas lain selain lokasi fracture/incise tersebut?
Mencegah terjadinya decubitus
Mencegah penurunan kemampuan secara general
Percepatan pertumbuhan callus
Mencegah terjadinya delay union
Mencegah terjadinya penurunan tingkat kesadaran
Ny. Y perempuan usia 33 tahun dirawat di bangsal ortopedi rumah sakit. Diagnosis medis closed fracture colles dextra. Dilakukan operasi pemasangan kirschner wire 2 hari yang lalu. Pasien masih mengeluh nyeri di daerah bekas incisi operasi. Pada kasus di atas, tulang apa yang mengalami perpatahan pada pasien tersebut?
Tibia
Radius
Ulna
Tibia dan Fibula
Radius dan ulna
Ny. YT, seorang wanita usia 39 tahun dua hari yang lalu pasca pembukaan eksternal fiksasi gips sirkuler di atas siku (dari pertengahan humeri sampai dengan metacarpal) tangan kiri. Dari pemeriksaan didapatkan keluhan tidak bisa meluruskan maupun menekuk siku kirinya secara penuh sehingga kesulitan beraktivitas seperti makan-minum, menyisir rambut, mengancingkan baju, dll. Pemeriksaan LGS siku didapatkan hasil S= 00-300 -900. Apa makna hasil pemeriksaan LGS tersebut?
Pasien hanya mampu menggerakkan fleksi sampai 900 dan tidak bisa menggerakkan ekstensi penuh
Pasien mampu menggerakkan ekstensi siku sebesar 300 dan fleksi siku 900
Pasien mampu menggerakkan ekstensi siku secara penuh dan fleksi 900
Pasien mengalami keterbatasan gerak ekstensi siku
Pasien mengalami keterbatasan gerak ekstensi sebesar 300 dan fleksi sebesar penuh
Ny. H, pasien wanita berusia 61 tahun yang mengalami close fracture humeri 1/3 proksimal sinistra akibat kecelakaan dibonceng sepeda motor dan diberikan tindakan operasi ORIF. Kondisi kesadaran baik, vital sign TD: 110/80 mmHg, HR: 68x/menit, RR: 26x/menit, T: 35.8 ‘C. Pasien masih merasakan nyeri hebat pada area incise dan lokasi fraktur dengan nilai VDS 8. Terdapat oedem pada daerah lengan atas kiri. Saat ini lengan kiri dilakukan immobiliasi dan digantung menggunakan arm sling. Kemampuan mobilitas pasien dapat mandiri secara penuh. Namun tubuh masih lemah. Berdasarkan usia pasien, komplikasi apa yang dapat terjadi terkait penyambungan tulang?
Infeksi tulang
Neuropraxia
Compartment syndrome
Mal union
Delay union
Mr. J, seorang remaja laki-laki usia 20 tahun terjatuh dari motor saat menikung di lintasan balap yang menyebabkan terjadinya patah tulang lengan bawah kiri. Dari pemeriksaan didapatkan keluhan nyeri, krepitasi dan dari pemeriksaan foto rontgen didapatkan perpatahan pada tulang radius dengan tipe fragmen distal bergeser ke anterior dan ke medial. Garis perpatahan 1 cm proksimal sendi pergelangan tangan. Apa diagnosis pada remaja tersebut ?
Fraktur radius 1/3 distal
Fraktur antebrachii 1/3 distal
Fraktur ulnae 1/3 distal
Fraktur smith
Fraktur colles
Tn. M, pasien laki-laki berusia 41 tahun yang mengalami fraktur Femur sinistra dan diberikan tindakan ORIF. Sebagai fisioterapis anda diminta menyusun program dan memberikan tindakan sejak hari pertama pasca operasi. Kondisi pasien tingkat kesadaran somnolen dan vital sign TD: 130/80 mmHg, HR: 80x/menit, RR: 30x/menit, T: 35.5 ‘C. Pasien masih merasakan nyeri hebat pada area incise dan lokasi fraktur dengan nilai VDS 7. Terdapat oedem pada daerah paha kiri ke distal. Terpasang kateter dan drain serta infus pada tubuh pasien. Bagaimana gambaran kesadaran dari pasien tersebut?
Tingkat kesadaran dalam keadaan baik/sempurna
Pasien kurang memperhatikan lawan bicara
Pasien mampu memberikan jawaban, namun mudah tertidur/ngantuk
Pasien mampu memberikan reeaksi/gerakan namun perlu rangsangan yang kuat
Pasien tidak memberikan respon (tidak sadar)
Mr. D, seorang pembalap pemula berusia 24 tahun, jatuh saat balapan. Dibawa ke RS dan dari hasil pemeriksaan terjadi traumatic pada vertebra cervical dan mengalami SCI segmen cervical. Setelah kecelakan tersebut pasien mengalami kelumpuhan pada keempat anggota gerak serta otot-otot pada batang tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang anda lakukan, fungsi sensorik masih ada namun motorik pada level cidera tidak berfungsi dan meluas hingga segmen terbawah. Berdasarkan klasifikasi Asia Impairment Scale, kondisi pasien di atas termsuk level?
ASIA A
ASIA B
ASIA C
ASIA D
ASIA E
Tn. M, pasien laki-laki berusia 41 tahun yang mengalami fraktur Femur sinistra dan diberikan tindakan ORIF. Sebagai fisioterapis anda diminta menyusun program dan memberikan tindakan sejak hari pertama pasca operasi. Kondisi pasien sudah sadar dan vital sign TD: 130/80 mmHg, HR: 80x/menit, RR: 30x/menit, T: 35.5 ‘C. Pasien masih merasakan nyeri hebat pada area incise dan lokasi frafture dengan nilai VDS 7. Terdapat oedem pada daerah paha kiri ke distal. Terpasang kateter dan drain serta infus pada tubuh pasien. Pada kondisi pasien di atas, program apa yang belum dapat anda berikan pada hari pertama paska operasi?
Latihan menapak di pinggir bed
Static contraction pada klompok otot quadriceps dan hamstring kiri
Latihan gerak aktif pada extremitas atas
Gerakan aktif isotonic pada region ankle
Gerak aktif pada hip, knee, ankle dekstra
Mr. VR, seorang pembalap profesional berusia 40 tahun, jatuh saat balapan. Dibawa ke RS dan dari hasil pemeriksaan terjadi traumatic pada vertebra cervical dan mengalami Spinal Shock pada segmen cervical. Setelah kecelakan tersebut pasien mengalami kelumpuhan pada keempat anggota gerak serta otot-otot pada batang tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang anda lakukan, fungsi sensorik masih ada namun motorik pada level cidera tidak berfungsi dan meluas hingga segmen terbawah. Berikut ini yang tidak termasuk kondisi yang ditemukan dalam fase Spinal Shock adalah?
Paralisis
Gangguan ereksi
Gangguan BAB & BAK
Spastik
Penurunan reflek
Mr. XO, seorang pasien berusia 62 tahun mengalami keluhan pada lutut kanan yang sangat menggangu aktifitas. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan OA genu grade 4. Untuk membantu aktifitas fungsional, pasien ini disarankan melakukan operasi Total Knee Replacement. Sebelum melakukan operasi, fisioterapi turut membarikan program pre-op. Target dari latihan di masa tersebut adalah?
Joint proprioceptive
Maintain dan Strengthening tungkai kiri
Meningkatkan ROM lutut kanan
Meningkatkan elastisitas grup hamstring
Gait re-training
Tn. Y, seorang pasien berumur 63 tahun dengan kondisi paska dilakukan operasi AMP pada pinggul kanan. Pemasangan implant orthose dilakukan dengan cement-less. Kondisi saat ini vital sign: TD 110/80 MmHg, HR 76, RR 22x/menit, T 36’ C. program hari ini adalah latihan untuk ke bangun dan berdiri di pinggir bed serta pengenalan alat bantu jalan. Sebagai fisioterapis anda akan memilih pola pembebanan yang cocok bagi pasien tersebut saat berdiri maupun berjalan. Pola pembebanan yang direkomendasikan pada kondisi tersebut adalah?
Non Weight Bearing
Partial Weigth Bearing 5%
Partial Weigth Bearing 7%
Partial Weigth Bearing 10%
Full Weigth Bearing
Tn. G, seorang pasien berumur 62 tahun dengan kondisi paska dilakukan operasi Arthroplasty pada lutut kanan. Pemasangan implant orthose dilakukan dengan cemented. Kondisi saat ini vital sign: TD 110/80 MmHg, HR 76, RR 22x/menit, T 36’ C. program hari ini adalah latihan untuk ke bangun dan berdiri di pinggir bed serta pengenalan alat bantu jalan. Sebagai fisioterapis anda akan mengajarkan penggunaan alat bantu jalan serta pembebanan pada tungkai yang tepat. Alat bantu jalan yang cocok digunakan adalah?
Single Crutches
Canadian Crutches
Wheelchair
Walker
Tripod
Tn. UY, seorang pasien berumur 62 tahun dengan kondisi paska dilakukan operasi AMP pada panggul kiri akibat fracture pada column femoris. Pemasangan implant orthose dilakukan dengan cemented. Kondisi saat ini vital sign: TD 110/80 MmHg, HR 76, RR 22x/menit, T 36’ C. Program latihan yang anda berikan saat ini adalah peningkatan kekuatan otot dan fungsional ROM serta menejemen nyeri. Target dari program adalah kemampuan beraktiftas yang dimodifikasi menyesuaikan kondisi. Gerakan/posisi hip yang perlu dihindari pada kondisi pasien tersebut adalah?
Fleksi + adduksi + eksternal rotasi
Ekstensi + abduksi + internal rotasi
Fleksi + abduksi + eksternal rotasi
Ekstensi + internal rotasi
Fleksi + adduksi + internal rotasi
Ny. D, pasien perempuan berusia 56 tahun merupakan pasien paska arthroplasty pemasangan TKR pada lutut dekstra. Anda sebagai fisioterapis melihat kondisi fisik, vital sign, hasil lab, serta radiologi dalam membuat program khususnya untuk latihan ambulasi/berjalan dengan weight bearing. Hasil radiologi yang menjadi prtimbangan antara lain?
Tingkat toleransi nyeri pada lutut dekstra
Sudut pemasangan implant
Adanya osteofit
Kekuatan otot
Saturasi oksigen
Mr. J, laki-laki berumur 29 tahun mengalami kecelakaan motor dan menyebabkan tulang tibia kiri patah. Karena penanganan awal yang salah, terjadi compartment syndrome yang berujung terjadinya nekrosis pada bagian distal. Tindakan amputasi dilakukan pada pasien ini. Program fisioterapi berupa menejemen primary problem dan pencegahan secondary problem baik pada fisik maupun psikologis. Primary problem yang muncul antara lain?
Nyeri pada stump
Kontraktur pada grup hamstring
Trauma dan anxiety
Perubahan kurva vertebra
Terjadinya DVT
Tn. UG, pasien laki-laki berusia 60 tahun paska pemasangan Total Hip Replacement sinistra. Saat ini menjalani rawat jalan dengan program kontrol 2x seminggu. Hasil pemeriksaan saat ini didapat nyeri pada area pinggul 4 (skala VDS). ROM hip S= 10-0-25, F= 30-0-15. Kekuatan otot dengan skala MMT didapat nilai rata-rata 3-4 pada hip sinistra. Aktifitas sehari-hari beliau hanyalah merawat tanaman hias dan burung. Memiliki riwayat penyerta hipertensi dan kondisi obesitas. Komunikasi beliau dengan keluarga dan pihak medis cukup baik. Keluarga sangat mendukung kesembuhan beliau ini, namun beliau malas untuk kontrol secara rutin serta melakukan home program. Yang termasuk masalah dalam personal factors pada pasien tersebut adalah?
Nyeri pada area pemasangan arthroplasty
Kekuatan otot menurun
Tidak patuh dalam program
Keterbatasan ROM pada hip sinistra
Dukungan keluarga
Mr. CR, laki-laki berumur 35 tahun mengalami kecelakaan motor dan menyebabkan tulang tibia kiri patah. Dilakukan tindakan amputasi below knee. Kondisi saat ini kekuatan otot pada Hip dan knee nilai 4-5. Terdapat nyeri pada stump. Untuk kemampuan mobilitas sudah menggunakan prosthesis kaki palsu. Edukasi yang diberikan berupa pemasangan bandage pada ujung stump sebelum menggunakan prosthesis serta pembebanan seimbang pada kedua tungkai. Tujuan pemasangan bandage adalah?
Mencegah DVT
Mencegah oedem pada stump selama aktifitas
Agar prosthesis pas saat dipasang
Agar tidak terjadi selisih panjang tungkai
Mencegah nheri pada tungkai dekstra
Tn. P, pasien laki-laki berusia 65 tahun paska pemasangan Total Hip Replacement sinistra. Saat ini menjalani rawat jalan dengan program kontrol 2x seminggu. Hasil pemeriksaan saat ini didapat nyeri pada area pinggul 4 (skala VDS). ROM hip S= 10’-0’-25’, F= 30’-0’-15’, sedangkan pada Knee S= 5’-100’. Kekuatan otot dengan skala MMT didapat nilai rata-rata 3-4 pada area hip sinistra. Untuk ambulasi pasien sudah mampu menggunakan walker. Aktifitas sehari-hari beliau hanyalah merawat tanaman hias dan burung. Secondary problem yang terjadi pada kondisi di atas adalah?
Kontraktur M.biceps femoris longum
Nyeri pada area incise
Keterbatasan ROM hip bidang Sagital dan Frontal
Deep Vein Thrombosis
Aktifitas sedenter
Tn. P, berusia 54 tahun. Bekerja sebagai supir ojek online datang ke fisioterapi dengan keluhan ketidak mampuan dalam mengangkat alis kiri serta menutup mata dengan rapat sehingga menyebabkan mata sering berair. Kesusahan dalam mengunyah makanan. Dokter mendiagnosa pasien tersebut mengalami bells palsy. Pada penyakit bells palsy, nervous berapa yang mengalami lesi?
VI
VII
VIII
IX
X
Tn. P, berusia 52 tahun. Bekerja sebagai satpam datang ke fisioterapi dengan keluhan rasa tebal pada wajah kirinya. Ketidak mampuan dalam menutup mata dengan rapat sehingga menyebabkan mata sering berair. Kesulitan dalam mengunyah makanan serta ketidak mampuan mengangkat alis kirinya. Keluhan ini dirasakan sejak 4 bulan yang lalu setelah bekerja shift malam, kemudian terasa sakit pada kepala bagian kirinya, dan pada keesokan harinya pasien mulai merasakan kelemahan pada wajah sisi kirinya. Dari scenario diatas dikatakan bahwa pasien tidak mampu menutup mata dengan rapat. Otot apakah yeng mengindikasikan kelemahan tersebut?
Zigomatikum
Masseter
Orbicularis oris
Orbicularis oculi
Bucinator
