NEW
Font size
WorksheetsDrama
Total questions: 20
Worksheet time: 29mins
Berikut ini adalah ciri-ciri umum drama, kecuali ...
Adanya dialog
Terdapat tokoh/pelaku
Latar hampir mirip dengan kehidupan sebenarnya
Tidak terdapat konflik
Arti dari istilah "Improvisasi" adalah ...
Menjawab dialog dengan baik.
Adegan/dialog secara spontan (diluar skenario) tetapi tidak mengubah jalan cerita.
Mengubah skenario tanpa persetujuan sutradara.
Melakukan dialog sesuai dengan skenario.
Orang yang bertugas mengarahkan aktor dan aktris dalam pementasan drama disebut....
sutradara
pemeran
produser
marketing
Aturan berpindah tempat dari satu sisi panggung ke sisi panggung yang lain agar pertunjukkan drama tidak membosankan disebut....
blocking
gestur
pantonim
ekspresi
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ...
Santai
Seram
Haru
Tegang
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ...
sekolah
rumah
gudang
kantor polisi
Inu : “Tenang, Jati. Tidak ada apa-apa!
Jati : “Enak saja! Senang ya dapat membuat orang lain menangis.
Inu : “Jati, apakah setiap tangis itu duka?
Jati : “Tetapi, dia jelas tampak menderita!
Inu : “Tampak menderita tidak sama dengan nyata-nyata menderita, kan?
Dikutip dari: Tangis, P. Harianto
Suasana yang tergambar dalam cuplikan drama tersebut adalah…
kekhawatiran
ketakutan
kesedihan
kegembiraan
Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa?
Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?
Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya.
Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna
Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?
Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?
Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!
Dahlan : Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!
Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....
sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur
nasib manusia ditentukan oleh Tuhan
sifat buruk menurun pada anak
anak harus patuh pada orang tua
Waktu itu sudah hampir jam satu. Sekolahsudah usai. Bahwa Yanti belum pulang itulah yang menyebabkan Asdiarti terkejut.
Asdiarti : Kau masih ada di sini, Yanti. Belum pulang?
Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca.)
Penggalan drama tersebut memuat latar....
tempat
waktu
suasana
tempa, waktu, suasana
Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.
Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi daripadaku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya juga cintaku.
Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah....
pembual
pemarah
sombong
pemberani
Ayu : Sudah malam lo Sis, kita harus segera pulang
Siska : Sudahlah Yu, tenang saja toh ini baru jam sembilan lebih sedikit. Jalanan masih ramai
Ayu : Ih, sudah malam begini kok tenang. Kan kita perempuan, masak pulang sampai larut malam. Tidak enak kan dengan tentangga. Nanti mereka mengira kita suka keluyuran malam.
Siska : (Dengan sikap tenang) Sudah, nanti saya antar kamu. Memang repot, kita ini perempuan tidak wajar kalau pulang terlalu malam. Kita pun tidak berani melanggar aturan tidak tertulis di masyarakat kita ini.
Penggalan drama di atas mengandung nilai...
budaya
moral
sosial
pendidikan
Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!
Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)
Samin : Kita berhenti dulu!
Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!
Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!
Fredi : Justru itu!
Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.
Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.
Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah....
terjadinya pertengkaran antara Sarmin dan Fred
Keinginan berhenti untuk beristirahat
perebutan pemegang komando tugas
kekhawatiran akan keselamatan surat penting
"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang tapi kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.
Dialog di atas diucapkan dengan nada ....
keras sambil bercanda
marah dan serius
rendah dan penuh tanya
penuh kasih sayang
"Ah, sudahlah, semua usahaku sia-sia. Aku tak akan berhasil memperbaikinya."
Nada saat mengucapkan kutipan dialog di atas adalah ....
cemas
putus asa
lega
malas
Adegan Ponirah dan Marni dengan menggendong bakul dan mengenakan topi caping.
Marni : Pon ... Ponirah!
Ponirah : Ada apa?
Marni : Aku melihat sepintas bayangan orang di sana!
Ponirah : Tenang saja!
Marni : Tenang . . . tenang? Tenang bagaimana? Kalau musuh?
PoniraH : Musuh? Marni, kita ini jualan buah dan tidak punya musuh. Kita harus yakin, yang berani bergerak di malam hari hanya TNI. Ayo jalan!
Marni : Tapi bulu kudukku berdiri.
Ponirah : Maka jangan di sini, ayo terus jalan!
Keduanya berjalan dengan sesekali menoleh ke belakang. Topi caping di tangan kiri. Tangan kanan di balik seakan
memegang senjata.
Situasi yang dilukiskan dalam penggalan drama itu adalah....
mencekam
mengerikan
menjengkelkan
mengelisahkan
Struktur Drama adalah ....
Prolog - Dialog - Monolog
Prolog - Epilog - Dialog
Dialog - Monolog - Prolog
Epilog - Prolog - Monolog
Prolog - Dialog - Epilog
Dalam dialog dapat dibagi menjadi ....
Orientasi - Konflik - Rekomendasi
Orientasi - Konflik - Komplikasi
Orientasi - Konflik - Resolusi
Orientasi - Rekomendasi - Resolusi
Orientasi - Resolusi - Rekomendasi
Perhatikan teks drama berikut!
Elis : (Datang dari ruang dalam) “Ya ... Pak. Ada apa, Pak?
Kakek : “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum
di rumah?”
Elis : “Main ... Pak. Tadi bawa motor.”
Kakek : “Aduh, Elis. Bagaimana Anda membesarkan anak?
Akan jadi apa cucuku kelak?”
Elis : “Sudahlah ... Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik
motor.”
Kakek : “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih
SMP, belum berhak punya SIM.”
Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti
kita dulu.”
Kakek : “Aduh ... Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah."
Tokoh Utama dalam penggalan drama tersebut adalah ....
Ari dan Adi
Elis dan Kakek
Kakek, Adi, dan Ari
Kakek, Ari, Adi, dan Elis
Ari dan Kakek
Perhatikan teks drama berikut!
Elis : (Datang dari ruang dalam) “Ya ... Pak. Ada apa, Pak?
Kakek : “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum
di rumah?”
Elis : “Main ... Pak. Tadi bawa motor.”
Kakek : “Aduh, Elis. Bagaimana Anda membesarkan anak?
Akan jadi apa cucuku kelak?”
Elis : “Sudahlah ... Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik
motor.”
Kakek : “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih
SMP, belum berhak punya SIM.”
Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti
kita dulu.”
Kakek : “Aduh ... Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah."
Sikap Elis terhadap anaknya pada percakapan tersebut adalah ...
sayang
bijaksana
memanjakan
mendidik
tegas
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Rina : “Apa-apaan sih? Kok posterku disobek?” (menahan
marah)
Aji : “[ ...]”
Rina : “Maaf.. maaf enak saja!”
Aji : “(Dengan amat menyesal) Iya deh, aku ganti
postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?”
Rina : “Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.”
Aji : “(Dengan tersenyum) Oke, Bos!”
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah ...
Maafin aku, Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Baiklah aku akan beli yang baru.
Jangan marah ya Rin. Aku tidak sengaja.
