wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

BABAK PENYISIHAN

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Peraturan Internal Rumah Sakit (Hospital Bylaws) Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi bertujuan, kecuali :

a)

Tercapainya kerja sama yang baik antara staf medis dengan pemilik rumah sakit atau yang mewakili dan antara staf medis dengan Direksi rumah sakit

b)

Tercapainya sarana perlindungan hukum bagi semua pihak yang berkaitan dengan Rumah Sakit Otak Dr Drs M.Hatta Bukittinggi

c)

Tercapainya hubungan dan kerja sama yang sinergis antara manajemen dan profesi medis untuk kepentingan pasien

d)

Terciptanya tanggung jawab staf medis terhadap mutu pelayanan medis di rumah sakit

2.

Peraturan Internal Rumah Sakit (Hospital Bylaws) adalah aturan dasar yang mengatur tata cara penyelenggaraan rumah sakit meliputi peraturan internal korporasi dan ....

a)

Peraturan internal staf non medis

b)

Peraturan internal staf keperawatan

c)

Peraturan inetrenal Tenaga kesehatan lainnya

d)

Peraturan internal staf medis

3.

Yang bukan Keanggotaan Dewan Pengawas adalah ......

a)

Wakil dari Kementerian Kesehatan

b)

Wakil dari Kementerian Keuangan

c)

Tenaga Ahli

d)

Sekretaris Dewas

4.

Jenis rapat Dewan Pengawas dan direksi adalah ....

a)

Rapat Rutin, Rapat tahunan, rapat khusus

b)

Rapat Rutin, Rapat insidentil, rapat khusus

c)

Rapat Mingguan, Rapat tahunan, rapat khusus

d)

Rapat Rutin, Rapat tahunan, rapat online dan daring

5.

Masa Jabatan Ketua dan Anggota Komite adalah .....

a)

2 tahun

b)

3 tahun

c)

4 tahun

d)

5 tahun

6.

Perubahan nomenklatur RS. Stroke Nasional Bukittinggi menjadi RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi ditetapkan dengan ….

a)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2021

b)

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021

c)

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2019

d)

Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 570/823-Periz/DPM&PTSP/IV/ 2021

7.

Penyerahterimaan RS. Immanuel dari Yayasan Baptis Indonesia kepada Pemerintah RI, cq Departemen Kesehatan RI dilaksanakan pada tanggal ....

a)

01 Desember 1976

b)

12 Februari 1982

c)

05 April 2005

d)

12 Februari 1978

8.

Tipe Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi adalah ....

a)

Rumah Sakit Khusus tipe B

b)

Rumah Sakit Khusus Tipe Kelas IIIA

c)

Rumah Sakit Khusus Tipe Kelas IIIB

d)

Rumah Sakit Khusus Tipe Kelas IIA

9.

RS Stroke Nasional Bukittinggi sebagai satuan kerja yang melaksanakan Pola Pengelolaan Keuangan BLU Penuh pada tanggal ....

a)

10 Juli 2009

b)

09 Juli 2010

c)

21 Juni 2007

d)

05 April 2019

10.

Tempat tidur pasien sesuai dengan Kebijakan Direktur Utama yang ada di RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi saat ini berjumlah ….

a)

135 Tempat Tidur

b)

165 Tempat Tidur

c)

122 Tempat Tidur

d)

142 Tempat Tidur

11.

Yang bukan merupakan layanan unggulan di RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi saat ini adalah ….

a)

Pelayanan Neurorestorasi

b)

Stroke Check Up

c)

Home Care

d)

Wisata Kesehatan

12.

Dewan pengawas RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi yang berasal dari unsur Kementerian Keuangan bernama ….

a)

Gema Asiani

b)

Cut Putri Arianie

c)

Henry Rulinson Purba

d)

Isnaeni Junianto

13.

Yang bukan merupakan brancmarking dalam penyusunan RSB 2020-2024 RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi adalah ….

a)

RS. Pusat Otak Nasional-Jakarta

b)

RS. M. Djamil-Padang

c)

RS. Siloam

d)

RS. Pelni-Jakarta

14.

Salah satu kekuatan dari RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi sesuai analisis SWOT dalam RSB 2020-2024 adalah ….

a)

Satu-satunya rumah sakit rujukan otak dan saraf di Indonesia

b)

Memiliki alat CT-Scan

c)

Memiliki SIM RS yang sudah terintegrasi

d)

Tersedianya SDM yang profesional dan kompeten dalam pelayanan neurologi di rumah sakit

15.

Dalam RSB 2020-2024 RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi, perubahan nomenklatur RS. Stroke menjadi RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi merupakan suatu ……

a)

Kekuatan

b)

Ancaman

c)

Kelemahan

d)

Peluang

16.

11. Visi RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittingi yang tertuang dalam RSB 2020-2024 adalah ….

a)

Menjadi Pusat Pelayanan Otak dan Saraf yang Berkualitas untuk Mendukung Terwujudnya Indonesia Maju, Berdaulat Berlandaskan Gotong Royong

b)

Menjadi Pusat Pelayanan Otak dan Saraf yang Berkualitas untuk Mendukung Terwujudnya Indonesia Maju, Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong

c)

Menjadi Pusat Pelayanan Otak dan Saraf yang Berkualitas untuk Mendukung Terwujudnya Indonesia Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong

d)

Menjadi Pusat Pelayanan Otak dan Saraf yang Berkualitas

17.

Dalam mencapai visi, RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi telah menetapkan misi sebanyak ….

a)

4 misi

b)

5 misi

c)

6 misi

d)

2 misi

18.

Memberikan pelayanan yang prima dan sesuai standar kepada pasien merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan RSOMH Bukittinggi, yaitu …..

a)

Terwujudnya pelayanan otak dan saraf yang bermutu serta mudah diakses

b)

Terwujudnya inovasi pelayanan di bilang pelayanan otak dan saraf

c)

Terwujudnya kepuasan stakeholder terhadap pelayanan otak dan saraf

d)

Terwujudnya pelayanan yang bermutu dan sesuai standar

19.

IKU sasaran strategis “Terwujudnya Manajemen dan Tata Kelola Yang Baik“ sesuai RSB 2020-2024 adalah …

a)

Skor pertumbuhan pelayanan otak dan syaraf

b)

Jumlah inovasi pelayanan yang dilaksanakan

c)

Persentase hasil penilaian mutu nasional Rumah Sakit

d)

Jumlah penelitian yang dilaksanakan

20.

Sasaran strategis yang terdapat di RSB 2020-2024 RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi berjumlah ….

a)

12 sasaran strategis

b)

11 sasaran strategis

c)

15 sasaran strategis

d)

24 sasaran strategis

21.

1Dalam peta strategis yang tercantum dalam RSB 2020-2024 RS. Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi, sasaran strategis yang telah disusun dikelompokan dalam beberapa prespektif, yaitu ….

a)

Prespektif Learning and Growth; Prespektif Business Internal; Prespektif Stakeholder

b)

Prespektif Learning and Growth; Prespektif Business Internal; Prespektif Stakeholder; Prespektif Financial

c)

Prespektif Learning; Prespektif Business Internal; Prespektif Stakeholder; Prespektif Financial

d)

Prespektif Growth and Learning; Prespektif Business Internal; Prespektif Stakeholder; Prespektif Financial

22.

Inovasi pelayanan tahun 2022 yang telah ditetapkan dalam RSB 2020-2024 adalah ….

a)

Vaksin meningitis; Pelayanan home care

b)

Telemedichine; Health Tourism

c)

Pelayanan komplementer (toga & akupuntur);

Home Care (untuk semua kasus)

d)

Pelayanan komplementer (toga & akupuntur);

Home Care (Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri)

23.

Clinical Pathway yang telah ditetapkan dan menjadi salah satu indikator kinerja utama dalam RSB 2020-2024 adalah ….

a)

Stroke Iskemik; Stroke Iskemik dengan Trombolisis;

Stroke Iskemik dengan AF

b)

Stroke Iskemik; Stroke Hemoragik

c)

Stroke iskemik;

Stroke Iskemik dengan Trombolisis; Stroke Hemoragik; Stroke Hemoragik dengan Operasi; Stroke Iskemik dengan AF

d)

Stroke iskemik dengan trombolisisi; kebidanan;

stroke hemoragik; Stroke iskemik dengan AF;

Stroke hemoragik dengan operasi

24.

Definisi dari indikator kinerja utama persentase pelaksanaan sistem rujukan terintegrasi di RS UPT Vertikal (SISRUTE) dalam RSB 2020-2024 adalah ….

a)

Persentase kasus rujukan melalui SISRUTE yang memiliki respon time kurang dari 45 menit

b)

Mudahnya rujukan pasien antara fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia

c)

Persentase kasus rujukan melalui SISRUTE yang memiliki respon time kurang dari 30 jam

d)

Persentase kasus rujukan melalui SISRUTE yang memiliki respon time kurang dari 1 jam

25.

Kepuasan stakeholder yang dinilai dalam penilaian indikator kinerja utama RSB 2020-2024 adalah ….

a)

Pasien;

Peserta Didik; Masyarakat

b)

Pasien; Masyarakat;

Staf

c)

Pasien;

Peserta Didik;

Staf

d)

Masyarakat; Peserta Didik;

Staf

26.

Berikut adalah salah satu dari 6 (enam) Sasaran Keselamatan Pasien yaitu ...

a)

Ketepatan Identifikasi pasien

b)

Kelengkapan rekam medis dalam 24 jam

c)

Ketepatan Visite dokter

d)

Tidak terjadi kesalahan dalam pemberian obat

27.

Di suatu unit rawat, saudara menemukan seorang pasien jatuh dari tempat tidur, karena pasien gelisah dan pagar tempat tidur pasien (handrail) tidak terpasang. Setelah diperiksa pasien tidak mengalami cidera. Jenis insiden keselamatan pasien ini adalah ...

a)

Sentinel

b)

KNC (Kejadian Nyaris Cidera)

c)

KTC (Kejadian Tidak Cidera)

d)

KTD (Kejadian Tidak Diharapkan)

28.

Sebagai seorang staf, langkah pertama yang saudara lakukan bila menemukan Insiden Keselamatan Pasien di unit saudara, adalah ...

a)

Melakukan investigasi sederhana

b)

Melapor ke Komite Mutu dan Keselamatan Pasien

c)

Melapor ke kepala instalasi agar dilakukan grading

d)

Membuat laporan dengan mengisi form IKP (Insiden Keselamtan Pasien)

29.

Bila di suatu ruang rawat dirawat 2 orang pasien dengan nama dan tanggal lahir yang sama, maka cara melakukan identifikasi pada kedua pasien tersebut adalah...

a)

Menanyakan nama ibu pasien

b)

Menambahkan angka 1 atau 2 di belakang nama pasien

c)

Memberi kode dengan nomor kamar pasien

d)

Mengidentifikasi dengan nomor rekam medis dan atau NIK pasien

30.

Sesuai Indikator Nasional Mutu, standar waktu pelaporan nilai kritis laboratorium adalah...

a)

≤ 1 jam

b)

≤ 45 menit

c)

≤ 30 menit

d)

≤ 15 menit

31.

Komite mutu menganalisa dan memantau IKP (Insiden Keselamatan Pasien) dalam jangka waktu...

a)

Setiap triwulan

b)

Setiap bulan

c)

Setiap hari

d)

Setiap tahun

32.

Seorang pasien mengalami kesalahan tindakan operasi yang menyebabkan pasien cacat , jenis IKP (Insiden Keselamatan Pasien) ini adalah...

a)

Sentinel

b)

KNC (Kejadian Nyaris Cidera)

c)

KTC (Kejadian Tidak Cidera)

d)

KTD (Kejadian Tidak Diharapkan)

33.

Di bawah ini adalah, tindakan dalam menjamin keselamatan pasien, dalam hal kepastian tepat lokasi, tepat prosedur dan tepat pasien pada pasien operasi...

a)

Mencukur rambut di area tubuh yang akan dioperasi

b)

Melakukan cuci tangan sebelum prosedur

c)

Memberi tanda (site marking) di lokasi tubuh yang akan dioperasi

d)

Konsultasi dengan dokter spesialis lain untuk toleransi operasi

34.

Pelaporan IKP (Insiden Keselamatan Pasien) eksternal, disampaikan ke...

a)

Lembaga akreditasi

b)

Komite Nasional Keselamatan Pasien

c)

Direktur RS

d)

Keluarga pasien

35.

Seorang perawat salah memberikan transfusi darah kepada pasien A, harusnya diberikan kepada pasien B. Pasien B mengalami reaksi gatal dan nafas sesak. Jenis IKP (Insiden Keselamatan Pasien) yang terjadi adalah...

a)

Sentinel

b)

KNC (Kejadian Nyaris Cidera)

c)

KTC (Kejadian Tidak Cidera)

d)

KTD (Kejadian Tidak Diharapkan)

36.

Apa saja yang termasuk dalam program PMKP kecuali ....

a)

Pengukuran Budaya Keselamatan

b)

Peningkatan Mutu

c)

Penerapan Manajemen Risiko

d)

Tatakelola Rumah Sakit

37.

Yang bertanggung jawab terhadap upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit adalah ...

a)

Direktur Rumah Sakit

b)

Komite Mutu Rumah Sakit

c)

Penanggung Jawab Mutu Unit

d)

PIC Pengumpul Data Mutu

38.

Dalam SOTK RSOMH, Komite Mutu dan Keselamatan Pasien berada langsung dibawah ...

a)

Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang

b)

Direktur SDM, Keuangan dan Umum

c)

Direktur Utama

d)

Dewan Pengawas Rumah Sakit

39.

Indikator Nasional Mutu terdiri dari ...

a)

10 indikator Mutu

b)

11 Indikator Mutu

c)

12 Indikator Mutu

d)

13 Indikator Mutu

40.

Indikator Mutu Keselamatan Pasien terdiri dari ....

a)

4 Sasaran Keselamatan Pasien

b)

5 Sasaran Keselamatan pasien

c)

6 Sasaran Keselamatan Pasien

d)

7 Sasara Keselamatan Pasien

41.

Unit kerja harus menyampaikan laporan capaian mutu ke Komite Mutu setiap ...

a)

Triwulan

b)

Bulan

c)

Semester

d)

Tahun

42.

Yang bertanggung jawab melakukan pengukuran budaya keselamatan di rumah sakit ...

a)

Pimpinan Rumah Sakit

b)

Koordinator Rumah Sakit

c)

Komite Mutu Rumah Sakit

d)

Kepala Unit Kerja

43.

Yang tidak terlibat dalam pengumpulan data adalah ...

a)

Komite Mutu Rumah Sakit

b)

Kepala Unit Kerja

c)

Staf pengumpul data

d)

Validator

44.

Yang harus dilakukan rumah sakit untuk menunjang pengukuran mutu pelayanan klinis prioritas adalah ...

a)

Menetapkan dan melakukan evaluasi PNPK/ CP

b)

Menetapkan dan melakukan evaluasi PPK/ CP

c)

Menetapkan dan evaluasi standar pelayanan minimal / CP

d)

Melakukan audit CP pasca klaim

45.

Yang terlibat dalalm menetapkan Clinical pathway prioritas di Rumah Sakit adalah ...

a)

Komite Medik, KSM , Komite Keperawatan, Bidang Pelayanan Medik

b)

Komite Medik, KSM, Komite Keperawatan, Bidang Pelayanan Medik, Bidang keperawatan

c)

Komite Medik, KSM, Komite Keperawatan, Komite Mutu, Komite Nakes Lain

d)

Direktur Pelayanan Medik, Bidang Pelayanan Medik, Bidang Keperawatan , Komite Medik

46.

1Audit Clinical Pathway dilakukan setiap ...

a)

Bulan

b)

Triwulan

c)

6 bulan

d)

tahun

47.

Penangung jawab risiko unit adalah ...

a)

Komite Mutu dan Manajemen Risiko

b)

SPI

c)

Kepala Unit

d)

Kepala Bagian Umum

48.

Dasar pembentukan Komite Mutu adalah ...

a)

PMK 82 / 2021

b)

PMK 80 / 2020

c)

PMK 25 / 2020

d)

PMK 25 / 2019

49.

Indikator Mutu Prioritas RSOMH tahun 2022 adalah terhadap pelayanan ...

a)

Stroke

b)

Stroke Hemoragik

c)

Stroke Iskemik

d)

Stroke dengan Trombolisis

50.

Program PMKP Rumah Sakit ditetapkan oleh ...

a)

Ketua Komite Mutu Rumah Sakit

b)

Direktur Rumah Sakit

c)

Dewan Pengawas

d)

Semua benar