wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Evaluasi "Tema 8 Sub Tema 2 Pembelajaran 1"

Total questions: 10

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Ketika seseorang mendorong jendela, jendela yang awalnya tertutup menjadi terbuka. Hal tersebut terjadi karena adanya ….

a)

gaya

b)

kerja

c)

usaha

d)

gerak

2.

Ali memberikan gaya pada pintu lemari es, sehingga pintu lemari es dapat tertutup dengan rapat. Kegiatan yang serupa dengan gaya yang diberikan Ali terhadap lemari es adalah .…

a)

Siti mencabut kabel pengisi daya

b)

Aldi mengikat tali sepatu

c)

Doni mengetukkan palu pada paku di dinding

d)

Ani membuka bungkus permen

3.

Cindy mengendarai sepeda dengan kencang. Secara mendadak dia mengerem sepeda tersebut karena hendak menabrak kucing. Pengaruh gaya pada peristiwa tersebut adalah ….

a)

Gaya mengubah posisi benda

b)

Gaya mengubah benda bergerak menjadi diam

c)

Gaya mengubah benda diam menjadi bergerak

d)

Gaya mengubah kecepatan benda

4.

Dari tabel tersebut, peristiwa yang menunjukkan pengaruh gaya dapat mengubah arah benda ditunjukkan oleh nomer .…

a)

1 dan 2

b)

1 dan 4

c)

2 dan 3

d)

2 dan 4

5.

Ketika seseorang menarik gerobak seperti gambar di samping, pengaruh gaya yang terjadi pada peristiwa tersebut adalah ….

a)

Gaya mengubah arah dan posisi benda

b)

Gaya mengubah benda bergerak menjadi diam dan arah benda

c)

Gaya mengubah benda diam menjadi bergerak dan posisi benda

d)

Gaya mengubah kecepatan dan arah benda

6.

Bacalah cerita fiksi berikut ini untuk menjawab soal nomor 6!

Pagi itu, kancil berpapasan dengan seekor siput di pinggir sungai. Melihat langkah siput yang sangat lambat, terbitlah rasa sombong sang kancil. “hei siput, jalanmu lambat sekali! Coba lihat, aku bisa berlari ke ujung jalan di sana dan kembali lagi sebelum kamu selesai satu langkah!”. Siput seperti tidak mendengar ujaran sang kancil dan terus berjalan dengan santai. Panas hati sang kancil karena tidak ditanggapi oleh si siput. “siput bodoh, kamu pasti tidak akan bisa mengalahkanku dalam adu lari!” hina sang kancil.

Tak disangka-sangka, kali ini siput menjawab, “ayo saja, kita buktikan siapa yang menang adu lari. Kalau aku menang, kamu harus mengaku kalah dan minta maaf kepadaku.” Kancil tercengang mendengar keberanian sang siput, lalu menyetujui tantangan itu, “baik, kalau begitu mari kita adu lari besok pagi di tempat ini juga.”

Setelah kancil pergi, siput segera mengumpulkan saudara-saudaranya sesama siput. Ia menjelaskan rencananya untuk mengalahkan sang kancil. Sepanjang sisa hari itu semua siput akan bergerak menempatkan diri di sepanjang sungai, sehingga terdapat seekor siput setiap jarak tertentu. Lalu mereka menunggu di tempatnya masing-masing hingga pertandingan dimulai esok paginya. Beberapa siput sisanya ia tugaskan untuk menyebarkan berita lomba ini keseluruh hutan.

Waktu pertandingan telah tiba. Banyak hewan hutan telah datang untuk menonton adu lari ini. Dengan tenangnya si siput berujar, “hai kancil, hewan-hewan hutan akan menjadi saksi pemenang adu lari ini. Bersiap-siaplah untuk mengaku kalah!” sang kancil jadi merasa gugup karena siput begitu percaya diri.

Begitu tanda mulai diberikan, kancil langsung melesat jauh di depan siput. Ketika kancil mulai merasa lelah, ia berhenti sebentar dengan niat beristirahat. Dengan ragu-ragu ia memanggil, “put. Siput” “ya, aku di sini,” jawab salah satu siput yang berada di dekatnya. Merasa panik, kancil tidak jadi istirahat dan segera lanjut berlari seperti kesurupan. Setelah beberapa kali mendengar jawaban siput seperti itu, ia pun menyerah karena tidak kuat berlari lagi. Seluruh isi hutan pun terkejut dan bersorak sorai melihat kancil mengaku kalah dan meminta maaf pada siput.

Watak tokoh utama pada cerita fiksi tersebut adalah ….

a)

sombong

b)

pemalu

c)

pembohong

d)

pemberani

7.

1. Bacalah cerita fiksi berikut ini untuk menjawab soal nomor 7!

Pagi itu, kancil berpapasan dengan seekor siput di pinggir sungai. Melihat langkah siput yang sangat lambat, terbitlah rasa sombong sang kancil. “hei siput, jalanmu lambat sekali! Coba lihat, aku bisa berlari ke ujung jalan di sana dan kembali lagi sebelum kamu selesai satu langkah!”. Siput seperti tidak mendengar ujaran sang kancil dan terus berjalan dengan santai. Panas hati sang kancil karena tidak ditanggapi oleh si siput. “siput bodoh, kamu pasti tidak akan bisa mengalahkanku dalam adu lari!” hina sang kancil.

Tak disangka-sangka, kali ini siput menjawab, “ayo saja, kita buktikan siapa yang menang adu lari. Kalau aku menang, kamu harus mengaku kalah dan minta maaf kepadaku.” Kancil tercengang mendengar keberanian sang siput, lalu menyetujui tantangan itu, “baik, kalau begitu mari kita adu lari besok pagi di tempat ini juga.”

Setelah kancil pergi, siput segera mengumpulkan saudara-saudaranya sesama siput. Ia menjelaskan rencananya untuk mengalahkan sang kancil. Sepanjang sisa hari itu semua siput akan bergerak menempatkan diri di sepanjang sungai, sehingga terdapat seekor siput setiap jarak tertentu. Lalu mereka menunggu di tempatnya masing-masing hingga pertandingan dimulai esok paginya. Beberapa siput sisanya ia tugaskan untuk menyebarkan berita lomba ini keseluruh hutan.

Waktu pertandingan telah tiba. Banyak hewan hutan telah datang untuk menonton adu lari ini. Dengan tenangnya si siput berujar, “hai kancil, hewan-hewan hutan akan menjadi saksi pemenang adu lari ini. Bersiap-siaplah untuk mengaku kalah!” sang kancil jadi merasa gugup karena siput begitu percaya diri.

Begitu tanda mulai diberikan, kancil langsung melesat jauh di depan siput. Ketika kancil mulai merasa lelah, ia berhenti sebentar dengan niat beristirahat. Dengan ragu-ragu ia memanggil, “put. Siput” “ya, aku di sini,” jawab salah satu siput yang berada di dekatnya. Merasa panik, kancil tidak jadi istirahat dan segera lanjut berlari seperti kesurupan. Setelah beberapa kali mendengar jawaban siput seperti itu, ia pun menyerah karena tidak kuat berlari lagi. Seluruh isi hutan pun terkejut dan bersorak sorai melihat kancil mengaku kalah dan meminta maaf pada siput.

Berikut ini adalah akibat memiliki watak seperti si kancil, kecuali ….

a)

dijauhi teman

b)

diperlakukan tidak baik oleh orang lain

c)

hidup tenang

d)

dido’akan hal-hal yang buruk oleh orang lain

8.

1. Bacalah cerita fiksi berikut ini untuk menjawab soal nomor 8!

Pagi itu, kancil berpapasan dengan seekor siput di pinggir sungai. Melihat langkah siput yang sangat lambat, terbitlah rasa sombong sang kancil. “hei siput, jalanmu lambat sekali! Coba lihat, aku bisa berlari ke ujung jalan di sana dan kembali lagi sebelum kamu selesai satu langkah!”. Siput seperti tidak mendengar ujaran sang kancil dan terus berjalan dengan santai. Panas hati sang kancil karena tidak ditanggapi oleh si siput. “siput bodoh, kamu pasti tidak akan bisa mengalahkanku dalam adu lari!” hina sang kancil.

Tak disangka-sangka, kali ini siput menjawab, “ayo saja, kita buktikan siapa yang menang adu lari. Kalau aku menang, kamu harus mengaku kalah dan minta maaf kepadaku.” Kancil tercengang mendengar keberanian sang siput, lalu menyetujui tantangan itu, “baik, kalau begitu mari kita adu lari besok pagi di tempat ini juga.”

Setelah kancil pergi, siput segera mengumpulkan saudara-saudaranya sesama siput. Ia menjelaskan rencananya untuk mengalahkan sang kancil. Sepanjang sisa hari itu semua siput akan bergerak menempatkan diri di sepanjang sungai, sehingga terdapat seekor siput setiap jarak tertentu. Lalu mereka menunggu di tempatnya masing-masing hingga pertandingan dimulai esok paginya. Beberapa siput sisanya ia tugaskan untuk menyebarkan berita lomba ini keseluruh hutan.

Waktu pertandingan telah tiba. Banyak hewan hutan telah datang untuk menonton adu lari ini. Dengan tenangnya si siput berujar, “hai kancil, hewan-hewan hutan akan menjadi saksi pemenang adu lari ini. Bersiap-siaplah untuk mengaku kalah!” sang kancil jadi merasa gugup karena siput begitu percaya diri.

Begitu tanda mulai diberikan, kancil langsung melesat jauh di depan siput. Ketika kancil mulai merasa lelah, ia berhenti sebentar dengan niat beristirahat. Dengan ragu-ragu ia memanggil, “put. Siput” “ya, aku di sini,” jawab salah satu siput yang berada di dekatnya. Merasa panik, kancil tidak jadi istirahat dan segera lanjut berlari seperti kesurupan. Setelah beberapa kali mendengar jawaban siput seperti itu, ia pun menyerah karena tidak kuat berlari lagi. Seluruh isi hutan pun terkejut dan bersorak sorai melihat kancil mengaku kalah dan meminta maaf pada siput.

Amanat yang terkandung pada cerita tersebut adalah ….

a)

berhematlah dalam menggunakan uang supaya hidupmu sejahtera

b)

jangan suka merendahkan orang lain karena setiap orang punya kelebihannya masing-masing

c)

selalu tanamkan sikap jujur dimanapun kamu berada

d)

jangan suka iri hati dengan kelebihan orang lain

9.

Yang termasuk cerita fiksi pada tabel tersebut ditunjukkan oleh nomer ….

a)

1 dan 2

b)

1 dan 3

c)

2 dan 3

d)

2 dan 4

10.

Bacalah teks fiksi berikut dengan cermat!

Dahulu kala, di Laut Jawa ada Hiu si Sura dan Buaya si Baya.Mereka sangat angkuh dan tak mau kalah.Mereka saling memperebutkan makanan sampai mereka bosan akan perkelahian itu. Pada saat itu mereka berdua membuat janji bahwa Baya mangsanya didaratan dan Sura mangsanya dilaut.Tetapi Sura melanggarnya dan Baya tahu. Akhirnya terjadi perkelahian sengit.Mereka berdua terluka parah,Sura pun mengalah dan Baya merasa puas. Tak berapa lama mereka pun mati akibat luka yg parah saat perkelahian.Untuk mengenangnya,Penduduk sekitar menamai "Surabaya".

Tokoh yang terdapat pada cerita fiksi tersebut adalah ….

a)

Si hiu dan si lumba-lumba

b)

Si Sura dan si lumba-lumba

c)

Si hiu dan Si Sura

d)

Si sura dan si baya