wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIZ 2 TEKNOLOGI SEDIAAN SOLID

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang TTK yang bekerja di industri obat akan membuat sediaan tablet Paracetamol dengan berat tablet 700 mg. Adapun bahan tambahan yang digunakan adalah laktosa, amylum manihot, mucilago amyli, talk dan mg stearat. Tablet yang dihasilkan kekerasannya kurang dari 4 kgf. Bahan apa yang dapat ditambahkan untuk memperbaiki kondisi tablet tersebut ?

a)

laktosa

b)

amylum manihot

c)

mucilago amyli

d)

talk

e)

mg stearat

2.

Uji kerapuhan untuk tablet Metampiron menunjukkan bobot awal sebesar 4,506 gram, dan setelah dimasukkan ke dalam alat friability tester , bobot ditimbang kembali, dan diperoleh bobot sebesar 4,492 gram . Berapa persen kerapuhan dari tablet tersebut ?

a)

0,31

b)

1,40

c)

0,03

d)

0,14

e)

0,18

3.

Evaluasi keseragaman bobot dilakukan pada tablet Metampiron yang berat rata - ratanya adalah 300 mg . Pada kolom A , diketahui persen bobot penyimpangan sebesar 7,5%. Berapa mg rentang bobot tablet yang diperbolehkan ?

a)

275 - 325

b)

255 - 345

c)

277,5 - 322,5

d)

255,5 - 345,5

e)

245 = 255

4.

Seorang TTK melakukan evaluasi granul Parasetamol Diketahui tinggi tumpukan granul adalah 8 cm dan diameternya adalah 6 cm . Berapa derajat sudut diam yang terbentuk ?

a)

36.86

b)

56.30

c)

45.68

d)

53.13

e)

69.44

5.

Seorang TTK melakukan evaluasi terhadap granul Aminophyllin. Kesimpulan yang diperoleh bahwa granul memenuhi persyaratan. Apa dasarnya ?

a)

Kecepatan alir granul 1,5 gram/detik

b)

sudut diam 48°

c)

Indeks tap granul 15%

d)

waktu alir 12 detik untuk 100 gram granul

e)

kecepatan alir granul 0,8 gram/detik

6.

Seorang TTK melakukan evaluasi terhadap tablet albendazole 400 mg. Bobot 20 tablet awal sebesar 12,20 gram, kemudian dimasukkan ke dalam abrasive/friablitity tester dan diputar selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm. Diperoleh bobot akhir setelah diberi putaran 12,08 gram. Apa parameter evaluasi tablet yang dilakukan oleh TTK tersebut?

a)

disolusi

b)

kekerasan

c)

kerapuhan

d)

waktu hancur

e)

keseragaman bobot

7.

Sejumlah tablet tidak bersalut dievaluasi dengan cara diletakkan ke dalam tabung dan dimasukkan ke dalam bejana yang telah diisi air bersuhu 37oC ± 2oC. Tinggi air dalam alat disintegrant tester tidak kurang dari 15 cm sehingga tabung dapat naik turun dengan jarak 7,5 cm. Tablet dinyatakan hancur apabila tidak ada bagian tablet yang tertinggal di atas kasa dalam waktu tertentu. Berapa menit waktu maksimal yang dipersyaratkan untuk evaluasi tersebut?

a)

10

b)

15

c)

30

d)

45

e)

60

8.

Sebanyak  6 tablet diuji dengan cara memasukkan tablet pada media buffer fosfat 68,10 g dengan pH 5,8 , suhu ± 370C , laju kecepatan putaran yang digunakan sebesar 50 rpm selama 30 menit dengan metode dayung. Zat yang larut, kemudian ditetapkan kadarnya dengan metode Spektrofotometri UV pada panjang gelombang 243 nm. Apa parameter evaluasi yang dilakukan terhadap tablet tersebut?

a)

disolusi

b)

kekerasan

c)

kerapuhan

d)

waktu hancur

e)

keseragaman bobot

9.

Industri farmasi mengevaluasi tablet metoklopramid . Tablet yang diproduksi menunjukkan adanya distribusi warna tablet yang tidak merata, seperti yang ditunjukkan pada gambar. Apa istilah untuk kerusakan tablet tersebut?

a)

chipping

b)

mottling

c)

cracking

d)

sticking

e)

picking

10.

Seorang farmasis melakukan studi praformulasi sediaan tablet biasa yang mengandung zat aktif A, digunakan binder yang ternyata bersifat hidrofobik. Kemungkinan apa yang terjadi pada hasil uji sifat fisik tablet A tersebut ? 

a)

disolusi semakin cepat

b)

kerapuhan tablet menurun

c)

waktu hancur semakin lama

d)

kekerasan tablet meningkat

e)

bobot tablet tidak seragam