WorksheetsTitrasi Redoks dan Permanganometri
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Yang termasuk titrasi yang berdasarkan reaksi redoks adalah
Permanganometri dan Iodometri
Netralisasi dan Iodometri
Argentometri dan Permanganometri
Kompleksometri dan Netralisasi
Permanganometri ini dapat digunakan untuk penentuan :
Fe dalam bijih besi
Penentuan Ca
Penentuan Xylium
Semua benar
Sifat kalium permanganate adalah :
1. Oksidator kuat
2. Autoindikator
3. Tidak dapat berfungsi sebagai katalisator
4. Mudah diperoleh dan tidak mahal
Yang merupakan sifat kalium permanganate adalah :
1,2,3 benar
1,2,4 benar
1,3,4 benar
2,3,4 benar
Yang bisa digunakan untuk menstandarisasi larutan KMnO4 adalah
Arsen (II) Oksida
Natrium Oksala
Asam oksalat
Semua benar
Syarat-syarat titrasi permanganometri adalah sebagai berikut, kecuali :
Dalam suasana asam
Dalam suasana basa
Tidak boleh menggunakan HC
Tidak boleh ditambahkan HF
Berikut ini merupakan zat yang digunakan untuk menstandarisasi KMnO4, kecuali :
H2C2O4
Na2C2O4
As2O3
NaOH
Titrasi permanganometri termasuk jenis titrasi :
Asam basa
Oksidasi reduksi
Pengendapan
Pengompleksan
Penetapan kadar zat dengan jalan titrasi mengunakan natrium nitrit sebagai titran dinamakan
Serimetri
Iodometri
Nitrimetri
Bromometri
Agar dapat digunakan sebagai dasar titrasi, maka reaksi redoks harus memenuhi persyaratan umum. Dibawah ini merupakan persyaratan umum yang harus di penuhi, kecuali
Reaksi harus cepat dam sempurna.
Reaksi berlangsung secara stiokiometrik, yaitu terdapat kesetaraan yang pasti antara oksidator dan reduktor.
Titik akhir harus dapat dideteksi, misalnya dengan bantuan indikator redoks atau secara potentiometrik.
Reaksi lambat dan sempurna
Bromatometri merupakan salah satu metode oksidimetri dengan dasar reaksi dari ion bromat (BrO3). Oksidasi potensiometri yang relatif tinggi dari sistem ini menunjukkan bahwa kalium bromat adalah
Oksidator kuat
Oksidator lemah
Reduktor kuat
Reduktor lemah
Ada beberapa indikator yang digunakan pada penentuan titik akhir titrasi redoks, salah satunya yaitu autoindikator. Contoh pereaksi yang bersifat auto indikator adalah:
KMnO4 dan Ion Ferrophenantrolin
Ion ferrophenptrolin dan Diphenil amina
Larutan I2 dan KMnO4
Semua benar
Titik akhir titrasi permanganometri ditandai dengan adanya perubahan warna:
Ungu menjadi biru
Ungu pekat menjadi ungu muda
Ungu pekat menjadi tidak berwarna
Ungu menjadi merah muda
suatu metode analisa yang didasarkan pada terjadinya reaksi oksidasi dan reduksi antara analit dengan titran analit yang mengandung spesi reduktor dititrasi dengan titran yang berupa larutan standar dari oksidator atau sebaliknya, disebut dengan
Titrasi penetralan
Titrasi redoks
Titrasi pengendapan
Titrasi asam basa
Pada titrasi dilakukan pada suhu dibawah 15°C
Benar
Salah
Pada titrasi permanganimetri tidak memerlukan indikator
Benar
Salah
Dalam iodometri I- dioksidasi oleh suatu oksidator. Oksidasi dapat berlangsung secara cepat dan sempurna pada oksidator kuat maupun oksidator lemah
Benar
Salah
Larutan serium (IV) sulfat paling baik distandarisasikan dengan arsen (II)oksida atau natrium oksalat .
Benar
Salah
Vitamin C mempunyai potensial reduksi yang lebih besar daripada iodium sehingga dapat dilakukan titrasi langsung dengan iodium.
Benar
Salah
Kalium permanganat mudah diperoleh dan tidak memerlukan indikator kecuali digunakan larutan yang sangat encer serta telah digunakan secara luas sebagai pereaksi oksidasi selama seratus tahun lebih.
Benar
Salah
Autoindikator adalah indikator yang berasal dari larutan titran/titrat itu sendiri. Contohnya yaitu Diphenil amina dan Diphenil Benzidine
Benar
Salah
