NEW
Font size
WorksheetsUTS Metpen Eksperimen
Total questions: 20
Worksheet time: 40mins
Berikut adalah ciri-ciri penelitian eksperimen, KECUALI
Meneliti hubungan sebab-akibat
Dibuat kondisi yang dikontrol ketat oleh peneliti
Melibatkan observasi yang objektif
Harus melakukan randomisasi
Ada tiga bentuk variasi dari variabel bebas, yaitu:
Ada-tidak ada; kuantitas variabel; jenis variabel
Ada-tidak ada; kualitas variabel; jenis variabel
Kualitas variabel; kuantitas variabel; jenis variabel
Ada-tidak ada; kuantitas variabel; kualitas variabel
Kemampuan hasil penelitian untuk digeneralisasikan pada subjek, situasi, dan waktu yang lain disebut
Validitas internal
Validitas eksternal
Field experiment
Retroactive history
Jenis kelamin, IQ, kepribadian, dan usia merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan hubungan sebab-akibat antara VB/IV dan VT/DV yang tergolong
Retroactive history
Maturation
Proactive history
Instrumentation effect
Bagaimana proses penelitian yang tepat itu?
Formulasi masalah penelitian -> penyusunan desain penelitian -> penyusunan instrument pengumpul data -> pemilihan sampel -> pengambilan data -> pemrosesan data -> penulisan laporan penelitian
Formulasi masalah penelitian -> pemilihan sampel -> penyusunan instrument pengumpul data -> penyusunan desain penelitian -> pengambilan data -> pemrosesan data -> penulisan laporan penelitian
Formulasi masalah penelitian -> pemilihan sampel -> penyusunan desain penelitian -> penyusunan instrument pengumpul data -> pengambilan data -> pemrosesan data -> penulisan laporan penelitian
Penyusunan desain penelitian -> Formulasi masalah penelitian -> pemilihan sampel -> penyusunan instrument pengumpul data -> pengambilan data -> pemrosesan data -> penulisan laporan penelitian
Julia ingin meneliti mengenai pengaruh warna huruf terhadap kemampuan mengingat. Salah satu variabel yang ditemukan menjadi Variabel Sekunder (VS) dalam penelitian tersebut adalah tingkat Inteligensi. Jika Julia tidak memiliki data spesifik mengenai tingkat inteligensi responden, namun dia memiliki data kategori inteligensi partisipan (tinggi, sedang, rendah), teknik control yang paling tepat digunakan oleh Julia adalah
Eliminasi
Matching
Randomisasi
Blocking
Meyla hendak meneliti mengenai pengaruh bentuk iklan terhadap keinginan membeli barang. Variasi bentuk iklan yang hendak diuji terdiri dari iklan humor appeal (mengandung lelucon), iklan fear appeal (mengandung unsur ketakutan), dan iklan netral. Desain penelitian eksperimen yang tepat untuk penelitian Meyla adalah
Factorial
Dua kelompok
Anavar satu jalan
Satu kelompok
Meyla menemukan bahwa jenis kelamin memiliki pengaruh yang besar terhadap keinginan membeli barang, sehingga selain bentuk iklan, kemudian Meyla menambahkan jenis kelamin sebagai VB/IV ke 2. Desain penelitian eksperimen yang tepat jika jenis kelamin ditambahkan adalah
Factorial
Dua kelompok
Anavar satu jalan
Satu kelompok
April ingin menguji pengaruh perbedaan emosi (netral dan marah) terhadap keakuratan dalam menilai berita palsu (fake news acceptance). Emosi akan diukur dengan meminta responden mengingat-ingat peristiwa yang menimbulkan emosi marah. Sedangkan pada kelompok yang mendapat stimulus emosi netral, responden diminta untuk bermain puzzle. Setelah itu baru diukur keakuratan responden dalam menilai sederet berita palsu. Desain eksperimen yang paling tepat untuk penelitian April adalah
Randomized two group design
Randomized one way anova
Randomized factorial design
Static group design
Meminta responden untuk mengingat-ingat peristiwa yang menimbulkan emosi marah atau meminta kelompok yang mendapat stimulus emosi netral untuk bermain puzzle, contoh ini di dalam penelitian eksperimen dikenal dengan istilah
Randomisasi
Manipulasi
Eliminasi
Blocking
Teknik kontrol yang dilakukan dengan cara menghilangkan atau meniadakan variabel sekunder disebut
Randomisasi
Eliminasi
Matching
Konstansi
Teknik kontrol yang disebut juga dengan teknik balancing adalah
Randomisasi
Eliminasi
Konstansi
Manipulasi
Jenis desain penelitian eksperimen yang memiliki sebuah variabel bebas, namun variasinya lebih dari dua macam disebut
Desain anavar satu jalan
One group postest design
Static group design
Desain faktorial
Jenis desain penelitian eksperimen yang melibatkan lebih dari satu variabel bebas disebut
Desain anavar satu jalan
One group postest design
Static group design
Desain faktorial
Desain eksperimen yang disebut juga sebagai longitudinal design karena pengukuran variabel terikat dilakukan berulang kali disebut
Desain anavar satu jalan
Desain faktorial
Time series design
Analysis of covariance control group design
Syarat utama penelitian dianggap sebagai sebuah penelitian eksperimen, bukan dianggap quasi eksperimen adalah dilakukannya
Randomisasi
Eliminasi
Konstansi
Observasi
Desain penelitian eksperimen dengan melibatkan kelompok control (KK) dan kelompok eksperimen (KE), namun tanpa randomisasi dan pretest, adalah
Randomized two groups design, posttest only
One group pretest-postest design
Nonrandomized pretest-posttest control group design
Static group design
Salah satu teknik untuk mengontrol pemberian urutan dengan memberikan urutan perlakukan yang berbeda, pada subjek yang berbeda disebut dengan
Intragroup counterbalancing
Intrasubject counterbalancing
Intersubject counterbalancing
Intergroup counterbalancing
Desain penelitian eksperimental yang menggunakan control statistic, yang dilakukan setelah penelitian dijalankan adalah
Static group design
Desain faktorial
Randomized two groups design, posttest only
Analysis of covariance control group design
Desain penelitian yang mengukur kemampuan awal dan kemampuan akhir responden, dan sering disebut dengan quasi eksperimen, adalah
One group postest design
Nonrandomized pretest-posttest control group design
Desain faktorial
Desain anavar satu jalan
