NEW
Font size
WorksheetsTWK 3 - Mamuju Learning Center
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Melalui tulisan-tulisannya, Wahidin Soedirohoesodo (1857-1917) menganjurkan agar “kaum tua” dan “kaum muda” membentuk organisasi pendidikan untuk memajukan masyarakat serta menggagas studie fonds (beasiswa) demi perbaikan kehidupan. Wahidin memilih untuk memakai bahasa Jawa, bukannya bahasa Melayu-pasar yang kurang populer di kalangan priyayi Jawa. Tanpa disadari, tulisan-tulisannya di majalah berbahasa Jawa, Retnodhumilah, ternyata mengandung dilema kultural, yakni...
Kepala desa pun mampu memahaminya
Bahasa Jawa mengandung simbol-simbol hierarki sosial
Sebagian priyayi Jawa sepakat memakai bahasa Melayu Pasar
Bahasa Jawa melanjutkan diskriminasi kolonial
Bahasa Jawa susah dipelajari
Sejak pembentukannya pada 6 September 1912, Indische Partij adalah partai politik yang pertama kali merumuskan batas-batas dari konsep bangsa Hindia. Konsep bangsa Hindia ini mengecualikan kaum trekkers, yakni orang yang tinggal sementara di tanah Hindia. Para pejabat tinggi pemerintah kolonial inilah yang termasuk golongan trekkers. Sebaliknya, bagi Indische Partij, bangsa Hindia hanyalah golongan blijvers, yakni...
Orang yang menetap di tanah Hindia, terlepas asal-usulnya
Orang Eropa yang tinggal menetap di tanah Hindia
Orang yang lahir dan menetap di tanah Hindia
Segenap rakyat pemerintah kolonial Hindia-Belanda
Warga negara kelas kedua
Pada 1913, pemerintah kolonial Hindia Belanda bermaksud mengadakan perayaan 100 tahun bebasnya negeri Belanda dari pendudukan Perancis masa Napoleon. Untuk menentang rencana itu, kaum pergerakan mendirikan Comite Boemipoetera. Soewardi Soerjaningrat (1889-1959), salah satu tokoh komite tersebut menulis sebuah artikel berjudul Als ik eens Nederlander was (seandainya saya seorang Belanda). Artikel ini dimulai dengan kalimat, "Saya, seorang Belanda", lantas menggambarkan kegembiraan merayakan kebebasan "negeri saya" dan diakhiri dengan kesadaran bahwa ia hanyalah anak dari negeri yang diajajah Belanda. Artikel Als ik eens Nederlander was berisi...
Jika Soewardi menjadi Ratu Wihelmina dan merayakan peringatan kemerdekaan
Jika Soewardi menjadi orang Belanda yang merayakan kemerdekaan di tengah bangsa terjajah
Jika orang Belanda dapat berempati terhadap perasaan orang Bumiputera yang terjajah
Jika orang Bumiputera menjadi orang Belanda dan merayakan kemerdekaannya
Jika orang Bumiputera merayakan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda
Tokoh Tiga Serangkai menularkan kesadaran pada kaum nasionalis sebelum mereka dibuang, bahwa masalah kesejahteraan dan kemajuan bukan lagi dilihat hanya dari sudut konteks fomasi sosial kolonial. Seruan untuk mendapatkan sistem sosial yang demokratis telah mulai menjadi program politik yang mempersoalkan formasi sosial kolonial dan keabsahan negara kolonial itu. Kesadaran yang ditularkan oleh Tiga Serangkai sesuai dengan Pancasila, yakni ..
pertama
kedua
ketiga
keempat
kelima
Tjipto Mangunkusumo menolak argumentasi Soetatmo dan nasionalisme Jawa, sebaliknya, ia ..
Mengajukan nasionalisme Hindia
Mempercayai internasionalisme
Mengajarkan sosialisme
Mengenalkan patriotisme Indonesia
Menekankan humanisme
Majalah Poedjangga Baru menggunakan bahasa nasional modern, yang berimplikasi pada...
Lenyapnya bahasa lokal
Hilangnya dialek bahasa pasar
Bersatunya kaum pergerakan
Terjembataninya jurang etnisitas dan kelas sosial
Lahirnya roman picisan
Pada tanggal 31 Mei 1945, di Gedung Chuo Sangi In di jalan Pejambon 6 Jakarta, Soepomo berpidato di hadapan sidang umum BPUPK. Dalam pidato yang cukup panjang itu, , Soepomo menguraikan tiga teori yang bisa dipilih sebagai dasar dan prinsip negara yang akan dibentuk. Salah satunya adalah mengenai konsep negara integralistik. Menurut banyak pihak, konsep negara integralistik atau paham negara kekeluargaan sangat berpengaruh dalam perumusan UUD 1945. Selain mengungkapkan mengenai teori negara integralistik. Soepomo juga mengungkapkan 2 teori lain yakni..
Teori individualistik, dan Teori pertentangan kelas
Teori nasionalisme, dan Teori Humanisme
Teori Individualistik, Teori Nasionalisme
Teori Humanisme, Teori persatuan
Teori Kemanusiaan, Teori Individualistik
Perasaan senasib sepenanggungan karena merasa memiliki pengalaman penderitaan penjajajahan Belanda terbentuk pada era pergerakan nasional. Masa ini ditandai dengan lahirnya organisasi nasional seperti Boedi Oetomo (1908) serta lahirnya sumpah pemuda (1928) yang memungkinkan adanya integrasi nasional. Akhirnya, pada 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.Pelajaran berharga dari kejadian tersebut yang bisa diaplikasikan pada era sekarang adalah…
Sikap toleransi dan faham kebangsaan yang kuat
Menerapkan sikap cinta tanah air
Sikap rela berkorban untuk bangsa dan negara
Menaati segala peraturan pemerintah
Memahami setiap aturan hukum yang ada di Indonesia
Indonesia adalah bangsa yang multikultural. Hal ini sudah terlihat sejak era pergerakan nasional. Misalnya, dalam pergerakan muncul beberapa organisasi kedaerahan yakni Jong Sumatra, Jong Celebes, Jong Jawa, dan lain-lain. Momentum puncak dari gerakan ini adalah ..
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Penetapan Pancasila pada tanggal 17 Agustus 1945
Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928
Penetapan UUD NRI Tahun 1945 pada tanggal 17 Agustus 1945
Dimasukkannya Burung Garuda sebagai Lambang Negara Republik Indonesia
Era revolusi industri 4.0 memberikan perubahan yang luar biasa terhadap pola perilaku kehidupan masyarakat. Hal ini juga mempengaruhi faktor pembentuk integrasi nasional di jaman sekarang. Salah satunya adalah budaya individualisme yang semakin kuat akibat dari adanya kemajuan teknologi informasi yang luar biasa cepat dan memanjakan generasi muda Indonesia. Salah satu faktor yang harus terus dikuatkan dalam membentuk integrasi nasional di era sekarang adalah…
Menjadi supporter TIMNAS Indonesia
Memakai baju batik pada hari tertentu
Mencari musuh bersama supaya persatuan terjadi
Menghidupkan kembali budaya gotong royong di setiap kesempatan
Melakukan diklat bela negara
Memasuki Era Reformasi, UUD 1945 mengalami 4 kali amandemen. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan aturan pokok negara dengan perkembangan jaman. Namun, berdasarkan ketentuan pasal 37 ayat (5) ditegaskan bahwa “khusus mengenai bentuk negara kesatuan republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”. Merujuk pada pasal ini, beberapa usaha kelompok ekstrimis yang berupaya mengganti bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi negara Islam, tidak sesuai dengan...
Praktik demokrasi yang beragam
Sekulerisme yang memarjinalisasi agama
Otoriterisme yang berpegang pada kedaulatan negara
Pancasila sila pertama ketuhanan Yang Maha Esa dan keberagaman agama
Bela Negara
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara. Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara dapat melalui hal-hal di bawah ini, kecuali...
Pendidikan kewarganegaraan
Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib
Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia
Tidak melakukan Pelaksanaan upacara kenegaraan secara khidmat
Pengabdian sesuai dengan profesi
Wawasan Nusantara (nasional) dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan bangsa Indonesia yang berlandaskan falsafah Pancasila dan oleh pandangan geopoltik Indonesia yang berlandaskan pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia. Dasar pemikiran yang melatarbelakangi wawasan nusantara adalah kecuali...
Falsafah Pancasila
Aspek Kewilayahan Nusantara
Aspek Sosial Budaya
Aspek kesejarahan Indonesia
Aspek Agama
Menjelang Perang Dunia II, sikap kaum nasionalis radikal adalah ..
Mendukung ideologi fasisme dan anti terhadap Barat
Menunggu saat yang tepat untuk muncul dan menunggu pemenang perang
Tampil sebagai sekutu ideologis Barat yang demokratis
Kembali kepada ideologi lokal yang moderat
Bergabung dengan kekuatan sosialis
Moh. Hatta pernah mengungkapkan keterkaitan antara demokratisasi dengan otonomi daerah. Menurutnya, memberikan otonomi daerah tidak berarti melaksanakan demokrasi, tetapi juga mendorong berkembangnya auto-activiteit. Dengan berkembangnya auto-activiteit, tercapailah demokratisasi yakni pemerintahan yang dilaksanakan oleh rakyat. Dalam demokratisasi, rakyat tidak hanya menentukan nasibnya sendiri, melainkan juga...
memperkaya diri sendiri
menguntungkan diri sendiri
memilih diri sendiri
memperbaiki nasibnya sendiri
mengandalkan diri sendiri
